My Young Daddy

My Young Daddy
19


__ADS_3

Setelah inseden tadi, Jimin duduk di bangku rumah sakit. Jantungnya sudah terasa diremas saat Jhope hampir mati. Dia tersenyum melihat jika cinta Hana sangat besar untuk Jhope. Jimin tersenyum mengingat kemarin saat dia datang ke Apartemen Hana dan melihat Jhope sudah tidak sadarkan diri.


-Flashback


Jimin telah memberikan sebuah kamera pingintai di dalam kamar Hana. Dia menyusup di sana tanpa sepengetahuan Hana. Apa yang tidak bisa Jimin lakukan? Dalam jentikan jari dia bisa melakukannya.


Dia mengawasi Hana sejak Hana menolak pernyataan cintanya. Dia tahu Hana sangat nekat dan dia khawatir dengan Jhope. Jhope bisa saja mati karena ucapan Hana. Kepalanya itu tidak mampu berpikir keras akibat benturan keras yang didapatkannya.


Dia berada di kamar tidak jauh dari kamar Hana. Semua telah Jimin siapkan. Dia tidak mau sewaktu-waktu Hana ceroboh. Jimin mengeram kesal saat melihat Hana mengungkapnya. Melihat Jhope kesakitan, Jimin meninggalkan kamarnya.


Di sana Hana berteriak histeris membangunkan Jhope. Jimin melangkah bersama bodyguardnya. Dia menyuru bodyguardnya mengangkat Jhope untuk dilarikan ke Rumah Sakit.


“Hiksss sialan kau Jimin! Mau kau bawa kemana Jhope?!” teriak Hana berusaha menghalangi bodyguard Jimin.


“Diam! Aku membawanya ke Rumah Sakit,” teriak Jimin marah.


Hana duduk di atas lantai, tungkainya lemah tidak dapat menahan tubuhnya. Dia kini memeluk dirinya sendiri. Menyalahkan atas ucapannya, andai saja ... dia mampu menahannya.


“Aku tahu kamu menyembunyikan fakta tentang menghilangnya dirimu, keluargamu tahu jika kamu butuh waktu, tetapi mereka berhak tahu soal anakmu,” ujar Jimin menatap Hana datar.


“Park Hospital—Tempat Jhope dirawat. Pertemukanlah kedua orang tuamu dengan cucu yang tak sempat mengenal arti dunia,” ujar Jimin yang diangguki Hana.


Jimin meninggalkan Hana sendirian. Hana mendial nomor Jimmy dan selang beberapa menit Jimmy datang dan memeluknya erat.


“Hiksss Jimmy,” isak Hana.


“Waeyo? Hikss waeyo? Gweanchana?” tanya Jimmy ikut menangis melihat kondisi Hana.


“Hikss jal mothaesseo (Aku salah),” ujar Hana menyalahkan dirinya.


“Ooljima (Jangan menangis),” ujar Jimmy sambil menghapus air mata Hana.


“Jhope ... hikss Jhope tahu semua. Hikss aku takut dia pergi hiksss huwaaaa,” isak Hana dengan tubuh bergetar hebat. Dia memukul kepalanya keras. Jimmy semakin memangis, dia tidak mengerti namun berusaha menghentikan Hana.


“Hikss baboya(bodoh0! Hajima(jangan),” teriak Jimmy dengan tubuh bergetar juga.


“Hiksss huwaaa Jimmy seul peuda (aku sakit) hkss jinjja seul peuda(serius ini sangat sakit),’’ isaknya.


Jimmy membawa Hana pergi. Mereka ke rumah Hana membuat Helsi dan Baek terkejut. Hana langsung memeluk Helsi.


“Mom,” isaknya.


“Waegreyo(Apa yang terjadi)?” tanya Helsi sambil memeluk erat putrinya.


“Jhope ....” Hana tidak dapat mebendungnya lagi. Mereka duduk di sofa dan Hana menceritakan semuanya. Jimmy menutup mulutnya tidak percaya. Semenderita itu Hana? Hamil dan mengasinkan dirinya? Bagaimana bisa melewati harinya dengan hamil mudah disertai trimster awal yang mual-mual hebat. Lalu hamil dengan perut besar membuatnya susah bergerak?


Hana menceritakan kadang dia mengidam namun tidak bisa memenuhinya. Bergerak susah dan tidur kurag nyenyak. Bahkan dia pernah masuk rumah sakit karena kondisi kandungannya yang buruk, hingga anaknya terlahir di dunia hanya sempat membuka mata untuk menatapnya dan pergi selemanya.


Helsi memeluk putrinya erat. Dia tidak tahu kemalangan Hana. Baek ikut memeluk Hana erat. Dia tidak tahu putrinya melalui ini semua. Jika dilihat diluar Hana terlihat baik-baik saja. Wajah penuh keangkuhan dan mulut pedasnya sungguh tidak akan disangka jika gadis itu menderita selama ini.


“Oh anakku yang malang,” ujar Helsi sambil mencium kening Hana.

__ADS_1


“Hikss aku ingin membawa kalian semua menemui anakku,” ujar Hana.


Mereka mengangguk dan saat itulah Hana kembali menemui makan anaknya. Dia menangis sekerasnya di sana. Dulu dia sendiri ke pemakan anaknya sekarang ditemani keluarganya.


Hana POV


Aku sedang duduk termenung di hadapan gudukan tanah yang sudah kutaburi bunga-bunga. Air mataku tidak pernah berhenti mengalir. Orang yang sangat aku cintai telah menutup mata selamanya. Aku kembali terisak saat aku mengingat apa yang aku lalui dengannya.


Usapan di lenganku membuatku menoleh. Mommy sama dengan, dia terisak. Memelukku erat meski aku tahu dia juga terpukul dengan kenyataan ini. Pelukannya semakin bertambah, kini daddy juga ikut memelukku erat.


“Hiksss ....”


Tangis Hana membuat langit bergemuruh. Pakaian serba hitam itu menandakan suasana berkabung. Langit ikut menangis, merasakan perih hati Hana. Jungkook menatap pusaran di depannya dengan tatapan kosong.


Aeri ikut meneteskan air mata, dia memeluk erat Echa agar tangisnya tidak terdengar. Mengerti betapa hancurnya Hana saat ini. Hana menolak pulan meski hujan semakin deras.


“Hikss aku mau di sini, Mom,” lirih Hana.


“Nak, kembalilah. Nanti kamu sakit,” bujuk Helsi.


“Hiksss sakit atau tidak sama saja, Mom. Hiksss aku sudah sakit sejak dulu hikss, aku tidak akan pernah sembuh penawarku hanya dia tetapi kini dia terbaring tidak membuka matanya hiksss,” ujar Hana terisak. Mengeluarkan isi hatinya yang meronta-ronta memanggilnya.


“Hana,” panggil Jungkook sambil memaksa adiknya berdiri.


“Hikss lepaskan aku!” teriak Hana.


“kamu harus sadar! Dia sudah mati, Hana. Mati!” teriak Jungkook membuat Hana menamparnya keras.


“Hiksss aku tahu dia sudah meninggal, hikss aku tahu Oppa. Huwaaa aku tahu dia meninggalkanku hiksssss,” ujar Hana berteriak keras di derasnya hujan. Tubuhnya meluruh bergetar.


“Kamu sudah makan, Nak?” tanya Yuna-Bunda Jimin.


“Nde Bunda,” ujarnya tersenyum lembut.


“Hyungmu, dia kuat,” ujar Yuna.


“Arayo. Hyung tidak lemah,” ujar Jimin.


Mereka diam dan sesekali terdengar hela napas Yuna membuat Jimin memeluk tubuh bundanya. Hesoek yang melihat itu tersenyum tipis dan menghampiri keluarganya.


“Jangan bersedih. Ini ujian untuk kita,” ujarnya berbijak.


“Bagaimana kalau kita makan? Bunda kangen banget makan sama-sama,” ujar Yuna mengalihkan kesedihan mereka.


Jimin dan Heseok mengangguk. Mereka tertawa mencoba melupakan masalah yang menimpa keluarga mereka.


***


Echa kini makan dan disuapi oleh Aeri. Echa terlihat bersemangat. Aeri masih merasa jantungnya berdetak hebat. Dia mendengar kabar kematian Jhope tadi dan syukurnya pria itu hidup kembali.


Aeri mengkhawatirkan Echa sekarang. Entah kenapa dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Echa menatap Aeri dengan binar senang.

__ADS_1


“Mommy,” panggilnya sambil mengunyah.


“Kenapa princes?” tanya Aeri.


“Echa ketemu uncel Je tadi,” ujar Echa membuat Aeri kaget.


“Ke—“ “Uhhh Princes Daddy lagi makan,” ujar Jungkook datang tiba-tiba membuat ucapan Aeri terpotong. Dia mencium pipi Echa yang gembul karena penuh makanan.


“Sayang, kenapa dengan wajahmu?” tanya Jungkook.


“Aku kawatir, Echa mengatakan jika bertemu Jhope. Kamu tahu kan jika Echa sedari tadi di sini,” keluh Aeri.


“Sayang, hey Princes. Dimana kamu ketemu Uncel Je?” tanya Jungkook.


“Echa idak tau Daddy,” ujar Echa.


“Bisakah Princes Daddy menceritakannya,” pinta Jungkook.


“Echa ketemu Uncel Je sama anak kecil, telus ada nenek,” ujar Echa mengingat jika anak laki-laki itu memanggil wanita tua itu sebutan nenek.


“Telus, uncel Je mau pelgi tapi Echa minta uncel Je main kuda-kuda,” ujarnya membuat Aeri berkaca-kaca. Jungkook menatap haru anaknya. Tuhan memberi keajaiban melalui anaknya.


“Uncel Je mau ya, Nak?” tanya Aeri meski dia sudah tahu jawabannya karena buktinya Jhope kembali.


“Iya. Uncel Je bilang Echa kalau pelgi ke sana halus kembali,” ujarnya polos membuat jantung Aeri dan Jungkook terasa berhenti.


Mata Aeri sudah memanas. Inikah perasaan buruknya? Tidak! Echa tidak akan ke mana-mana. Dia mulai meneteskan air mata dan memeluk Echa.


“Hikss Echa janji jangan tinggalin, Mommy?” tanya Aeri dan Echa mengangguk.


“Janji,” ujar Echa sambil mengusap air mata Aeri.


Jungkook mengusap punggung Aeri. Dia juga tidak tenang setelah mendengar penuturan putrinya.


“Mommy suapi Echa, Echa lapeeeeel,” ujarnya sambil memegan perutnya. Aeri tertawa padahal anaknya sudah makan biskuit dan sekarang makan steak dan masih lapar? Echa benar-benar membuatnya gemas.


Aeri menyuapi Echa dan setelah Echa kenyang anaknya itu bermain kuda-kuda. Dia merengek agar Jhope dijadikan kudanya tetapi itu mustahil.


“Mommy, Echa mau main kuda-kuda sama uncel Je,” pinta Echa sambil memelas.


Jungkook mengendong Echa dan menciumnya gemas.”Mandi dulu dan kita ke uncel Je,” ujar Jungkook. Echa mengangguk dan minta diturunkan. Dia berlari ke pembantu minta dimandikan.


“Kamu serius pengin ajak Echa ke Rumah Sakit?” tanya Aeri.


“Sure, Sayang. Ayo kita mandi,” ajak Jungkook dengan tatapan mesumnya. Aeri merasa pipinya merona malu.


Jungkook menarik Aeri ke kamarnya dan mengunci pintu. Dia dan Aeri masuk ke dalam kamar mandi. Aeri menyiapkan air di dalam bathup. Memberinya busa dan masuk ke dalam tanpa sehalai benang.


Jungkook juga masuk ke dalam dalam keadan naked. Dia memeluk Aeri dari belakang. Aeri bersandar di dada bidang suaminya. Menikmati air yang membuat otot tubuhnya jadi rileks.


Jungkook memeluk istrinya erat dan mereka melakukanya di sini. Sampai memutuskan untuk membersihkan diri. Mereka mleihat putri mereka sudah lengkap dengan gaun mickey mouse dengan bandong di kepalanya.

__ADS_1


“Ayo kita pergi,” ajak Jungkook. Aeri memeluk erat pinggan Jungkook, sementara Jungkook mengendong Aeri. Sebelah tangannya merangkul mesra istrinya.


TBC


__ADS_2