
Aeri dikejutkan oleh kehadiran Jungkook dan Echa saat dia berbalik hendak memberikan Echa biskuit. Dia menatap heran.
“Tuan kenapa kalian ke sini?” tanya Aeri.
“Echa selalu memanggil ‘Mommy-nya’. Dia tidak tahan berpisah baramg sedetik pun denganmu,” ujar Jungkook menekan kata mommy. Jungkook melanjutkan dalam hati,”Aku juga tidak bisa jauh-jauh darimu.”
“Echa ... Mommy ‘kan ambilin Echa biskuit, Nak,” ujar Aeri sambil meletakkan toples biskuit di atas meja makan. Dia mengendong Echa dan mereka duduk di mini bar rumah Jungkook.
Posisinya Echa dudu di atas meja dan Jungkook bersama Aeri duduk di kursi depan Echa. Jhope sudah pergi dari tadi sedangkan Hana baru ingin pamit. Melihat kakaknya di sana bersama Aeri seperti keluarga utuh.
“Ck, aku sudah mendunganya Oppa. Lihat bahkan bukan hanya anakmu yang menyukainya, tapi kamu juga.” Hana tersenyum meski bibirnya merutuki sikap Jungkook. Dia berbalik dan meninggalkan rumah Jungkook tanpa pamit.
Aeri menyuapi Echa dan saat tangannya ingin mengambil biskuit dalam toples tangan Jungkook juga ikut mengambi. Akhirnya tangan Aeri melah memegan tangan Jungkook. Jungkook menatap Aeri dengan mengangkat alis.
“Aishh Tuan sangat menggoda,” rutuk Aeri.
“Tidak apa menyentuhku, bahkan menyutuh yang lain juga boleh,” ucap Jungkook gamblang.
“Andew! Ahh mianhe,” pekik Aeri refleks. Di kaget mendengar kata vulgar Jungkook.
“Hahahaha.” Jungkook tertawa dan merangkul Aeri.
Jantung Aeri berdetak lebih kencang. Wajah Jungkook memaling menatapnya. Dia tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya. Aeri menahan napas. Jungkook sangat tampan.
Dia berdehem dan mencoba melepaskan tangan Jungkook.”Tuan, Echa nanti melihatnya,” ujar Aeri.
“Jadi jika Echa tidak melihatnya, aku boleh merangkulmu?” goda Jungkook.
Aeri merutuki dirinya. Dia tidak bermaksud seperti perkataan Jungkook. Dia semakin memerah malu saja. Jungkook gemas dengan Aeri, sementara Echa menikmati biskuitnya dengan tenang.
“Kamu sangat cantik, Aeri,” ujar Jungkook.
“Tu—Tuan ....” Aeri dibuat gugup oleh Jungkook.
“Aku ingin memilikimu,” ujar Jungkook.
Aeri membulatkan matanya terkejut. Saat tangan Jungkook mengelus pipinya, Aeri meremang. Dia menahan napas saat wajah Jungkook semakin maju. Hingga napas Jungkook terasa di wajah Aeri.
Aeri membulatkan mata saat bibir Jungkook menyentuh bibirnya. Jungkook ingin melumat bibir Aeri tetapi suara Echa mengagakan rencananya.
“Daddy! Daddy idak boleh cium Mommy!” teriak Echa kesal.
Aeri sontak mendorong Jungkook. Jungkook menatap Echa kesal. Putrinya tidak membiarkan dia bahagia. Dia dengan gemas mecium Echa bertubi-tubi.
__ADS_1
“Hahahaha.” Echa tertawa keras dan mendorong wajah Jungkook.
“Tuan berhenti mengeliti perutnya. Dia sampai kewalahan karena tertawa,” tegur Aeri.
Jungkook berhenti, dia **** senyum. Aeri memperlakukan Echa seperti anak kandung sendiri.
“Daddy, kenapa Daddy cium bibir Mommy?” tanya Echa polos.
Aeri ingin melarikan diri. Dia ingin menggelamkan wajahnya yang bak kepiting rebus. Pertanyaan Echa membuatnya malu.
“Daddy---“ Jungkook bingung mau jawab seperti apa. Tidak mungkin dia mengatakan hasratnya bangkit karena Aeri.
“Echa tau! Daddy cium Mommy kalena Daddy sayang Mommy sepelti daddy sayang sama Echa,” ujar Echa dengan candel.
“Iya princes, Daddy sayang dengan Mommy jadi Daddy mencium Mommy,” ujar Jungkook.
Aeri merutuki sikap Jungkook membahas soal ciuman mereka pada Echa. Bisa-bisa otak Echa terdoktir sikap mesum Jungkook.
“Mommy sayang sama Echa?” tanya Echa dan Aeri mengangguk cepat. Echa menunjuk bibirnya tanda meminta dicium. Jungkook kembali menatap Echa kesal. Bekas ciumannya jadi hilang karena bibir anaknya.
Cup. Aeri mengecup bibir Echa. Dia tersenyum lembut dan mengusap pipi tembem Echa. Echa menatap Jungkook dan menatap Aeri bergantian. Membuat Aeri dan Jungkook kebingunan.
“Mommy tidak sayang sama Daddy?” tanya Echa sedih.
Jungkook tersenyum simpul. Anaknya semakin menggemaskan dan gadis di sampingnya tak kalah menggemaskan.
“Keulaeyo?” tanya Echa memastikan.
“Nde, Keuraeyo,” ujar Aeri meyakinkan.
“Ah Mommy Chotha,” ujar Echa girang.
Aeri tersenyum dan Jungkook juga ikut tersenyum meski dia belum menerima jika ciumannya yang tidak beratahan lama tadi harus digantikan bibir Echa. Ucapan Echa membuat Aeri pucat pasi sedangkan Jungkook tersenyum penuh kemenangan.
“Jika Mommy sayang Daddy, kenapa Mommy tidak mencium Daddy sepelti Daddy mencium Echa kalena sayang?” tanya Echa polos.
Ingatkan Jungkook memberikan anaknya mainan banyak setelah ini. Dia merasa melayang dan menatap Aeri dengan tatapan menggoda. Echa menatap polos Aeri. Aeri kaku untuk bergerak.
“Mommy tidak sayang Daddy,” lirih Echa.
Aeri menggelengkan kepalanya. Dia meraih wajah Jungkook dan menempelkan bibirnya. Jungkook terkejut serangan dari Aeri. Dia menahan pinggang Aeri. Jungkook menahan tengkuk Aeri dan melumat bibir Aeri.
Pukulan di lengannya membuat Jungkook berhenti mencium Aeri. Echa sudah menangis keras.
“Huwaaa hiks hiks ... huwaa Daddy makan bibil Mommy!” Tangis Echa membuat Aeri langsung mengendong Echa. Dia mengayung-ngayung dalam gendongannya. Tangannya ikut menepuk pantat Echa.
Jungkook tersenyum meski dia masih ingin mencicipi bibir Aeri. Wajahnya sumrigah dan berjalan ke arah Aeri dan Echa.
“Princes, Daddy tidak memakan bibir Mommy,” ujar Jungkook.
“Benalkah Mommy?” tanya Echa pada Aeri.
__ADS_1
Jungkook terbelak, anaknya sudah berada dipihak Aeri. Dia bahkan mempertanyakan kebenaran ucapannya. Anaknya berpaling dengan cepat.
“Te-tentu, Nak. Daddy tidak memakan bibir Mommy,” ujar Aeri dengan wajah memerah.
“Hiks bibil Mommy bengkak,” Echa hendak menangis kembali.
Jungkook meringgis dalam hati. Dia terlalu bernapsu sampai membuat bibir Aeri membengkak. Wajahnya Aeri sudah tampak menggunakan blush on. Dia ingin memukul Jungkook yang membuatnya tersudut dengan kata-kata polos Echa.
Jungkook memeluk Aeri dan mencium kening Echa. Echa jadi terjepit di tengah-tengah pelukan Jungkook pada Aeri.
“Echa percaya sama Daddy? Daddy tidak akan menyakiti Mommy.” Echa mengangguk, entalah kata-kata Jungkook lebih mirip untuk Aeri. Sementara Aeri menangan akibat pelukan Jungkook.
Duda anak satu ini membuat dia lupa mengontrol detak jantungnya. Aeri juga merutiki segala sikapnya yang menerima setiap perlakuan Jungkook. Dia merasa jatuh cinta pada Jungkook. Ia berusaha menepisnya. Aeri belum siap untuk jatuh cinta. Dia takut tersakiti oleh cinta.
Echa merebahakn kepalanya di dada Aeri. Dia memejamkan mata, dia kelihatan mengantuk. Aeri mengoyang-goyangkan tubuhnya. Hingga deru napas tenang Echa terdengar.
“Tuan aku akan mengantarnya ke kamar,” ujar Aeri tanpa memandang wajah Jungkook.
Aeri berlalu membuat Jungkook tersenyum lebar. Dia bergegas ke kamarnya dan menganti pakaian. Dia memilih ke kantor siang ini. Dia ke kamar Echa dan melihat Aeri ikut terlelap di samping Echa.
Jungkook masuk ke dalam dan mengecup kening Echa lama.”Daddy janji akan menjadikan dia sebagai Mommy-mu, Nak,” ujar Jungkook.
Dia berlaih menatap Aeri dan mencium kening Aeri seperti Echa dan mengecup sebentar bibir Aeri.
“Aku akan menjadikanmu sebagai istri dan ibu dari anak-anakku nanti. Jadi ibu untuk Echa juga. Aku akan membuat perutmu terisi dengan calon bayi kita,” ujar Jungkook dan terkekeh setelahnya.
Dia menyelimuti kedua wanita berharga dalam hidupnya. Memilih keluar dan pamit kepada pembantunya. Dia menitip jika Echa dan Aeri mencari agar diberitahu jika ke kantor.
TBC
Hehehehe Guyss ini penuh banget sama adegan Kooki dan Aeri. Full scanenya. Next part campur lagi sama scanennya Jhope sama Hana.
Tbc
__ADS_1