Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
10


__ADS_3

Ciuman yang awalnya lembut Berubah menjadi menuntut ketika deandra mulai mengalungkan tangannya pada Leher gabriell dan membalas permainan lidah pria itu.


keduanya hanyut dalam h*srat yang tak dapat dibendung lagi. Gabriell menggiring tubuh deandra menuju ranjang tanpa melepaskan pagutan mereka.


'Bruk'


Tubuh ramping itu terhempas ke atas ranjang dengan gabriell yang sudah mengungkungnya. Di tatapnya wajah cantik deandra tangannya terulur menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik itu.


gabriell terus mencumbu dan memberikan sentuhan-sentuhan memabukkan yang semakin melambungkan keduanya ke atas nirvana.


"Kau sangat indah deandra" Ucap gabriell disela aktivitasnya.


Ruangan itu seketika penuh dengan ******* Dan aroma percintaan yang begitu panas. Bahkan dinginnya AC tidak mampu melebur hawa panas yang tercipta.


keduanya menyatu saling berbagi peluh Dan kenikmatan, melupakan ego Dan keangkuhan yang mereka Miliki. meski di awal deandra memekik kesakitan karena ini adalah yang pertama untuknya namun kelihaian gabriell mampu membawa deandra ke dalam rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Gabriell benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya ketika berada di dekat deandra padahal selama ini meskipun ia terkenal playboy namun ia tidak pernah melakukan hal yang sejauh ini bersama mantan kekasihnya yang tak terhitung jumlahnya itu.


hingga Satu jam berlalu akhirnya gabriell tumbang seiring ******* panjang yang keluar dari bibir keduanya.


"Berat el" ucap deandra setelah berhasil menormalkan nafasnya.


gabriell langsung mengecup kening deandra kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping deandra Dan menarik mantan gadis itu ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku" sesal gabriell.


pria itu merasa bersalah setelah sadar sudah mengambil sesuatu yang berharga dari deandra.


"Sudahlah... aku tak apa" ucap deandra datar seolah kejadian yang baru menimpanya bukan sesuatu yang besar. ya mau marah pun gadis itu tidak bisa karena ini juga merupakan salahnya yang terbuai oleh gabriell sehingga tidak bisa menolak pria itu.


gabriell menghela nafas tak percaya dengan respon yang gadis itu berikan padahal ia Sudah siap menerima amarah dari wanita itu karena ia sadar apa yang telah ia perbuat pada deandra Salah.


Pria itu turun Dari ranjang kemudian mengangkat tubuh deandra ala bridal style


"Turunkan aku el" pekik deandra yang terkejut dengan yang dilakukan Gabriell.


"Aku akan mandi sendiri" ucap deandra ketika gabriell membawanya menuju kamar Mandi.


"bersama Saja....kenapa harus malu aku Sudah melihat semua" goda Gabriel.


pipi deandra merona mendengar ucapan Gabriell,wanita itu langsung menyembuyikan wajahnya pada Dada bidang gabriell membuat gabriell gemas dengan tingkah malu-malu kucingnya.

__ADS_1


setengah jam gabriell keluar kamar mandi dengan deandra yang berada di gendongannya. Pria itu menggunakan handuk yang menutupi area terlarangnya sedangkan deandra mengenakan bathrobe.


Didudukannya deandra dipinggir ranjang lalu Pria itu berjalan menuju Lemari tempat pakaiannya Dan mengambil Satu stel jas Dan kemeja untuknya Dan satu kemeja Putih miliknya untuk di Pakai deandra.


"Pakai ini dulu nanti aku akan belikan pakaian baru untukmu" ucap Gabriell


Deandra menerima kemeja tersebut Dan memakainya. Ternyata kemeja itu kebesaran di tubuh deandra sehingga hampir menutupi lutut gadis itu.


"Tunggulah... Disini"


Gabriell keluar hendak membeli baju untuk deandra pria itu akan membelinya sendiri karena tidak mungkin jika menyuruh Renald.


Sepeninggal gabriell tanpa sadar sudut mata deandra mulai basah dan air mata mulai mengalir menyusuri pipi mulus itu.


Pundaknya Bergetar gadis itu menangis tergugu menyesali dirinya yang terlalu murahan sehingga tidak bisa menolak sentuhan Gabriell.


Gadis itu atau lebih tepatnya wanita karena dia tidak gadis lagi terus menangis pilu tanpa menyadari seseorang di balik pintu yang sedari tadi mendengar tangis pilu nya


...----------------...


Gabriell berjalan keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa.


Tapi Gabriell tak menghiraukan pertanyaan sahabatnya itu. gabriell berjalan tergesa keluar perusahaan lalu berjalan ke parkiran Dan mengemudikan mobilnya menuju butik terdekat.


"Tuh orang kenapa sih pergi buru-buru mana rambutnya masih basah lagi Kaya abis mandi" monolog renald.


Sedetik kemudian bola mata pria itu membola ketika menyadari sesuatu.


"Jangan-jangan... " Ronald tidak melanjutkan ucapannya Dan Langsung berjalan menuju ruangan Gabriell.


Renald mondar-mandir di depan pintu ruangan Gabriell. ragu antara mau masuk atau tidak.


"Gak mungkin kan el ngelakuin itu" batin Renald.


Pria itu menggelengkan kepalanya ia tau betul sifat sahabatnya itu. Meskipun berengsek tapi ia tahu el tidak pernah melakukan hal itu pada semua mantan kekasihnya yang tak terhitung jumlahnya itu.


Renald terus menatap pintu sampai tidak sadar Gabriell sudah kembali dan sedang berjalan kearahnya.


"Lagi ngapain ren" Ucap gabriell berhasil membuat renald tersentak kaget.


Renald menoleh kearah Gabriel Dan pandangan matanya tertuju pada paper bag bertuliskan nama sebuah butik terkenal.

__ADS_1


Gabriell yang tahu kemana arah tatapan renald hanya memasang wajah datar.


"Lo gak macem-macem kan El? " selidik Renald dengan tatapan penuh Tanya.


Gabriell yang di tatap seperti itu hanya tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.


"Sialan lo El... itu anak orang bro! " Renald menepuk pundak bos sekaligus sahabatnya it itu.


"Yaiyalah anak orang masa anak onta" celetuk gabriell tanpa dosa.


"Udahlah gak usah khawatir lagian dia itu calon bini gue" ucap gabriell seraya masuk ke dalam dan menutup pintu sedikit keras.


'Bruk'


"Dasar temen gak ada akhlak" gerutu Renald sembari berlalu pergi.


Gabriell hendak membuka pintu ruangan pribadinya. namun baru terbuka sedikit pria itu mendengar tangisan yang begitu pilu yang ia yakini itu suara deandra.


Gabriell mengintip sedikit dari celah pintu yang terbuka. dapat ia lihat deandra duduk membelakangi pintu. Pundak wanita itu bergetar hebat.


"sebenarnya kamu wanita seperti apa sih deandra,kamu selalu terlihat angkuh dan dingin namun sekarang kamu terlihat begitu rapuh.... apa ini semua karena hal yang kita lakukan barusan?"batin Gabriell.


setelah cukup lama Gabriell mengintip akhirnya Pria itu memberanikan diri masuk menemui deandra.


"Deandra"


Mendengar panggilan gabriell,deandra langsung mengusap kasar air Mata yang masih menetes.


Gabriell langsung berjalan menghampiri deandra dan merengkuh tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.


"Maafkan Aku" lirih Gabriell membuat deandra tak mampu lagi menahan tangisnya.


Deandra menumpahkan segala kesedihannya dalam pelukan pria yang selalu ia sebut playboy sialan itu. sementara gabriell membiarkan deandra meluapkan kesehedihannya. Pria itu mengusap punggung deandra berusaha menenangkan wanita itu.


"Pakailah... aku akan mengantarmu pulang" ucap gabriell ketika deandra sudah lebih tenang.


Deandra melepaskan pelukan gabriell dan mengambil paper bag yang pria itu berikan lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Up nya Lama dikarenakan bab ini di tolak terus karena Adegan21+ nya akhirnya cuman bisa bikin adegan 21+ seadanya Saja...semoga kalian tidak kecewa

__ADS_1


__ADS_2