
Di Mansion gabriell deandra yang tertidur selepas di gempur habis-habisan oleh suaminya mulai menggeliat Kecil.
Deandra membuka matanya ketika meraba sisi sebelahnya yang kosong tidak ada gabriell disana.
Baru saja deandra hendak bangun pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok gabriell yang hanya mengenakan handuk yang melilit pinggannya.
Sebuah senyum terukir di bibir gabriell yang kini menghampiri istrinya itu.
deandra terlihat gugup ketika gabriell mulai merangkak menaiki ranjang dan mengungkung tubuhnya yang kini duduk bersandar pada headboard.
"El... " ucap deandra berusaha mendorong Dada gabriell.
Gabriell malah semakin mendekatkan wajahnya pada wajah deandra membuat wanita itu memalingkan wajahnya.
Hidung mancung pria itu mulai menyusuri garis wajah istrinya membuat deandra reflek memejamkan matanya.
Gabriell memegang dagu deandra dan mengarahkannya agar menatap mata pria itu.
Tangan gabriell terulur merapikan rambut deandra yang berantakan. perlahan wajah gabriell mulai mendekat dan semakin dekat bahkan deandra bisa merasakan hangat deru nafas gabriell.
Deandra mulai memejamkan matanya....
"Mandilah.... atau kamu masih ingin melakukannya lagi" bisik gabriell sambil tersenyum jahil membuat deandra membuka bola matanya seketika.
Sial
Rupanya gabriell hanya mengerjai deandra.
Deandra yang kadung malu langsung beranjak menuju kamar mandi dengan selimut tebal yang membalut tubuhnya.
"Mau ku bantu sayang...." goda gabriell ketika melihat deandra yang kesulitan berjalan.
Namun deandra tak mengindahkan ucapan Gabriell dan bergegas masuk kamar mandi.
"Lihat aja el aku akan membalasmu nanti" monolog deandra di iringi senyum smirk nya.
Tiga puluh menit deandra keluar kamar mandi mengenakan bathrobe. netra berwarna cokelat itu menelusuri setiap ruangan namun dia tak mendapati sang suami disana.
Deandra duduk di depan meja riasnya hendak mengeringkan rambut sampai perhatiannya teralihkan pada sosok yang membuka pintu dengan membawa nampan berisi makanan di tangannya.
__ADS_1
Gabriell tersenyum kemudian menyimpan makanan yang dibawanya pada meja kecil di samping sofa yang terdapat di sana sebelum menghampiri deandra dan mengambil alih hair dryer dari tangan istrinya itu.
"Aku bisa sendiri el" tolak deandra.
"Biarkan aku melakukannya...aku akan melayanimu ratuku" santai gabriell yang mulai melakukan tugasnya.
Deandra tersenyum mendengar ucapan gabriell memang ya kalau mulut playboy itu tidak di ragukan lagi kemanisannya.
Dengan telaten gabriell mengeringkan rambut istrinya kemudian menyisirnya sampai rapi.
'Cup'
gabriell mencium lembut pipi deandra.
"sudah...istriku sudah cantik Sekarang pakailah bajumu dulu lalu makan aku sudah membawa makanan untukmu" perintah gabriell.
Baru saja deandra hendak berkata untuk apa membawa makanan ke kamar kan dia bisa makan di bawah namun gabriell sudah lebih dulu mencuri ciuman di bibir wanita itu.
"Tidak menerima protes" ucap gabriell
deandra berlalu sambil berdecak sebal meskipun tidak di pungkiri hatinya berbunga-bunga mendapatkan perlakuan lembut seperti itu dari gabriell.
setelah deandra berlalu gabriell duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
gabriell menaikkan sebelah alisnya kemudian berdiri dan merengkuh tubuh deandra.
"Apa kau ingin menggodaku lagi? yang tadi pagi belum cukup?"
Deandra langsung mendorong tubuh gabriell menjauh darinya.
"Berhenti membual el aku lapar"
wanita itu langsung duduk dan menyantap makanan yang sudah di siapkan untuknya dengan lahap. Ternyata bermain dengan suaminya itu sudah menguras habis energinya.
"Kau berhutang sesuatu padaku" ucap gabriell seraya memandangi wajah cantik deandra.
Deandra menoleh memberi isyarat seolah bertanya hutang apa.
"Pagi ini kau tak melayaniku makan dan tentu saja pelayanan Plus Plus pagi ini di tambah mengeringkan rambut dan menyiapkan makanan semua itu tidak gratis kau harus membayarnya nanti malam"
__ADS_1
'Uhukkk.... uhukkk'
deandra langsung tersedak begitu mendengar ucapan suaminya itu.
Bukankah gabriell yang ingin melakukannya lalu kenapa sekarang semua seolah-olah dirinya yang meminta pria itu untuk melakukannya. Deandra benar-benar tak mengerti apa yang ada dalam otak kecil gabriell.
"Minumlah" gabriell menyodorkan segelas air.
"kau gila el...kau yang bermain kau yang menikmati..kenapa aku harus membayarnya" kesal deandra.
menyesal sudah ia mau menerima perlakuan manis gabriell itu.
"Bukankah kau juga menikmatinya? atau kau kurang puas dengan pelayananku?" ucap gabriell tanpa tahu malu.
"Kalau kau kurang puas mari lakukan lagi sambil mencicil hutangmu" sambung gabriell lagi.
Deandra memilih melanjutkan makannya dari pada meladeni ocehan suaminya yang semakin ngawur itu. untuk kw depannya deandra akan berhati-hati ketika mendapatkan perhatian gabriell karena pria itu penuh dengan modus belaka.
...----------------...
"Mau jalan gak yang" tanya gabriell.
kini keduanya tengah bersantai sambil menonton televisi dengan kepala gabriell yang tertidur di paha deandra.
"Kemana? pergilah ke kantor el pasti renald membutuhkanmu" ucap deandra yang jengah karena seharian gabriell terus menempel padanya.
"Untuk apa aku mempekerjakannya kalau aku harus selalu ke kantor setiap hari lagian kau juga kan hari ini tidak pergi ke perusahaanmu" santai gabriell.
Deandra memutar bola matanya malas bukankah ini semua juga gara-gara kelakuan Gabriell. kalau suaminya itu tidak menyerangnya pagi tadi deandra pasti kini tengah berada di perusahaan.
"Nanti bersiaplah...sore ini aku akan mengajakmu Kencan...pasti orang kaku sepertimu tidak pernah berkencan kan?" ucap gabriell seraya bangkit Dari posisi nyamannya.
Memang benar deandra kurang menikmati masa mudanya jangankan untuk berkencan sekedar bermain-main saja ia tidak bisa karena menjadi seorang pewaris tunggal sebuah perusahaan besar bukanlah suatu yang mudah.
Hampir seluruh waktunya selama ini ia habiskan untuk belajar agar tak mengecewakan kedua orang tuanya yang menaruh harapan besar padanya.
Gabriell memperhatikan raut wajah deandra yang berubah sendu. Gabriell sangat tau betapa berat beban menjadi seorang pewaris itu sebabnya juga ia menjadi playboy untuk sekedar bermain-main dan mengalihkan penatnya dari semua beban yang di tanggungnya.
"Baiklah aku akan mengajakmu melakukan semua hal yang tak pernah kau lakukan sebelumnya" ucap gabriell tulus yang membuat deandra berhambur memeluk tubuh kekar suaminya itu.
__ADS_1
Ini pertama kalinya deandra mau memeluk gabriell lebih Dulu membuat perasaan senang menelusup begitu saja ke dalam hati gabriell.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...