
keesokan paginya ada yang berbeda dengan suasana sarapan pagi di mansion Gabriell. Renald mengerenyit bingung bagaimana bisa suasana pagi ini begitu tenang setelah badai besar menghantam tadi malam.
Deandra melayani gabriell seperti biasa namun ada yang berbeda hari ini wanita itu terlihat melakukannya atas dasar keinginannya sendiri bukan karena sebuah paksaan.
"Terima kasih sayang" ucap gabriell setelah deandra mengambilkan sarapan untuknya yang dibalas senyuman manis dari wanita itu.
'Uhukkkk'
renald langsung terbatuk ketika melihat interaksi keduanya.
Ya,deandra sudah memutuskan untuk mencoba menerima gabriell sebagai suaminya dan mencoba membuka hati untuk pria itu dalam waktu enam bulan pernikahan mereka berjalan.
Apakah akhirnya mereka akan saling mencintai sehingga tak mampu hidup terpisah?
atau keduanya akan tetap berpisah sesuai kesepakatan awal pernikahan?
itu semua tergantung masa enam bulan kontrak pernikahan tersebut.
"pelan-pelan makannya ren...kau seperti tidak makan seminggu saja" celetuk deandra dengan ekspresi datar membuat renald mendengus sebal.
"Mulutmu itu dea...benar-benar pedas" sindir renald.
"Mulutku memang seperti ini kalau kau tidak suka tutup saja telingamu"
Deandra menggigit sandwich miliknya dan renald tak berani berbicara lagi Karena tatapan mengintimidasi dari gabriell membuat nyalinya Menciut.
...----------------...
"Mau berangkat denganku?" tawar gabriell.
kini mereka sedang berjalan menuju pintu utama mansion.
"Tidak aku risih dengan asistenmu yang bermulut rombeng itu" ucap deandra tanpa menatap suaminya itu karena sedang fokus pada ponselnya.
"Kau...benar-benar menyebalkan dea aku tidak tahu apa yang gabriell sukai dari wanita sepertimu" ucap renald yang kesal dan langsung pergi meninggalkan suami istri itu.
Deandra langsung mendongak menatap wajah tampan gabriell yang berdiri tepat di sampingnya.
Satu tangannya terulur menyentuh rahang tegas gabriell.
"Memangnya aku wanita seperti apa?" tanya deandra.
Tangan deandra perlahan turun mengusap leher gabriell dan semakin turun ke Dada pria itu yang terbalut kemeja hitam karena gabriell belum mengenakan jas nya.
Deandra memutar-mutar telunjuknya disana.
__ADS_1
'shhhh'
gabriell mendesis dengan mata terpejam membuat deandra tersenyum penuh kemenangan.bahkan kini tangan deandra mulai membuka tiga kancing kemeja gabriell dan menelusupkan tangannya disana.
mengusap lembut Dada yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu.
"sayang....Kalau seperti ini nanti aku terlambat" ucap gabriell masih dengan mata terpejam.
Merasa tangan deandra tak lagi bergerak di dadanya gabriell membuka mata namun tak mendapati deandra disana melainkan renald yang tengah menatapnya penuh Tanya.
"Apa yang lo lakuin disini?" tanya Gabriell.
renald melihat jam yang melingkar di tangannya.
"yang harusnya nanya kaya gitu tuh gue ngapain lo masih disini?...pake merem melek segala lagi...pasti otak lo lagi m*sum ya" tuduh renald membuat gabriell langsung tersadar.
"Dimana deandra?" tanya gabriell
"Barusan gue liat tuh cewek jalan ke mobilnya"
gabriell bergegas keluar rumah dan mendapati mobil deandra sudah melaju melewati gerbang mansion.
"Sial" umpatnya seraya menendang udara.
"Ayo berangkat!" ajaknya pada Renald.
'Ehemm'
gabriell berdehem sambil membetulkan penampilannya.
setelah selesai mereka pun berangkat menuju perusahaan.
...----------------...
Gabriell sampai di perusahaan dan melangkah masuk dengan gagahnya. Seperti biasa ia selalu berhasil menarik perhatian semua pegawai wanita yang ada disana.
Bagi para wanita yang bekerja di marvell group merasa sangat beruntung karena bukan hanya dapat gaji yang besar,mereka juga bisa melihat ceo marvell group yang merupakan idaman semua wanita setiap hari.
"Pak gabriell makin cakep aja ya" celetuk salah satu wanita.
"Denger-denger dia udah nikah loh" ucap yang lain.
"ya ampun beruntung banget ya yang jadi istrinya pak Gabriell bisa sentuh pak gabriell sepuasnya gak kaya kita yang bisa melihat tapi tak bisa menyentuh"
"Tapi bukannya pak gabriell itu playboy ya kok jadi kasihan sama istrinya"
__ADS_1
"Apa kalian ingin di pecat?" celetuk renald yang sedari tadi berdiri disana tanpa para pegawai itu sadari.
Mereka langsung tertunduk dan berbaris di hadapan Renald.
"Kembali bekerja" ucap renald lagi yang membuat mereka semua bergegas kembali ke tempatnya masing-masing.
Renald menyusul gabriell yang sudah lebih dulu pergi menuju ruangan CEO.
namun langkahnya terhenti ketika ponselnya berdering.
setelah melihat nomer pemanggil renald langsung mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari bodyguard yang di tugaskan gabriell untuk menjaga deandra tanpa sepengetahuan wanita itu.
...----------------...
gabriell sampai di ruangannya dan langsung melepas jas yang melekat di tubuhnya sehingga memperlihatkan otot kekarnya yang tercetak sempurna dibalik kemeja hitam itu.
Pria itu menggulung lengan kemejanya sampai siku sehingga menambah kadar ketampanannya.
Baru saja gabriell mendudukan b*kongnya pada kursi kebesarannya. tiba-tiba renald datang dengan wajah khawatirnya.
"Apa kau tidak bisa ketuk pintu?" tanya gabriell seraya meraih satu berkas yang terdapat diatas meja kerjanya.
"Ini gawat el di depan perusahaan deandra sedang ada banyak orang yang demo" ucap renald
Gabriell langsung terkekeh.
"Apa yang dilakukan wanita itu di perusahaan keluarganya... apa dia menjual produk gagal... oh astaga aku sudah tahu kalau wanita seperti dia tidak mungkin bisa mengatur perusahaan" celetuk Gabriell.
Renald berdecak kemudian menghampiri gabriell dan membisikan sesuatu yang membuat pria itu terjingkat kaget.
"Ayo ikut aku ke D.Z group" ajak gabriell seraya mengambil jas dan memakainya.
Gabriel keluar ruangan dengan wajah paniknya.
"Bagaimana bisa mereka tau deandra istriku?" tanya gabriell.
kini mereka sudah berada di dalam Mobil dengan renald yang mengemudi.
"Ya mana gue tau..." ucap renald
"Bagaimana kau bilang tidak Tau hah? bukannya aku sudah bilang untuk merahasiakan siapa istriku sebelum resepsi?" kesal gabriell.
"Gue udah berusaha untuk nutupin siapa istri lo dan gue yakin kok kerja gue udah berhasil tapi lo yakin kalau lo gak ngomong ke siapapun?" tuduh renald karena memang pria itu merasa sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
gabriell terdiam seperti mengira-ngira siapa yang membocorkan status deandra sebagai istrinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nah loh kenapa perusahaan deandra di Demo ya?