Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
29


__ADS_3

sesampainya di kamar deandra membanting pintu dengan keras dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Dasar gabriell sialan...memangnya dia siapa hah bisa melakukan ini padaku" kesal deandra sambil memukul-mukul bantal saking kesalnya.


"Ok calm down deandra...biarkan gabriell berbuat semaunya dan aku juga akan berbuat semauku...mari kembali pada perjanjian awal...ayolah dea jangan terbawa perasaan hanya karena perlakuan manis playboy buaya darat itu bukankah kau sudah tahu kalau sifatnya memang seperti ini" ucap deandra sambil menatap tajam kedepan seolah hendak menghabisi siapapun yang ada di hadapannya. Wanita itu tidak sadar kalau secara tidak langsung ia sedang cemburu yang menandakan bahwa sedikit demi sedikit gabriell sudah menempati hatinya.


Wanita itu terus nyerocos melampiaskan kekesalannya sampai deringan ponsel mengalihkan perhatiannya. Nama mami tertera di layar ponsel.


"Hallo mam" ucap deandra setelah panggilan terhubung.


"Hallo sayang...Sebentar lagi mami sampai di mansion...kamu tidak lupakan kalau kita harus fitting baju pengantin untuk resepsi" ucap renata terdengar begitu bersemangat.


"ok mam...aku tunggu.." ucap deandra.


"Baiklah bye putri mami yang cantik"


"Bye mom... "


panggilan berakhir deandra bergegas mengganti pakaian dan berdandan sebelum mami renata sampai di mansion.


...----------------...


Renald menatap sebuah bangunan sederhana yang ada di hadapannya tak lama seorang gadis cantik dengan tampilan sederhana keluar dari pintu rumah tersebut membuat sudut bibir renald terangkat tanpa sadar.


"Sudah siap?" tanya renald.


"Aku siap om" jawab gadis itu ketus.


renald menatap tajam gadis di hadapannya.


"Astaga gina sudah berapa kali ku bilang jangan panggil aku om" geram renald.


flashback on


"Kau bisa membayarnya dengan cara lain" ucap renald membuat gina mendongak menatapnya.


"Bagaimana caranya? " tanya gina.


"Jadilah kekasihku selama 3 bulan dan aku akan menganggap lunas semua hutangmu" ucap renald.


"Tidak aku tidak mau" tolak gina dengan cepat. Yang benar saja masa dia harus menjadi kekasih dari pria menyebalkan di hadapannya ini.

__ADS_1


"Baiklah...aku beri waktu satu minggu untuk membayar...jika tidak aku akan menjebloskanmu ke penjara" renald hendak beranjak meninggalkan gina yang tengah berperang dengan pikirannya.


"Baiklah aku setuju" ucap gina yang membuat renald menghentikkan langkahnya. senyum smirk tersungging di bibir pria itu.


"Baiklah mulai besok kau akan menjadi kekasihku...kau harus selalu ada saat aku membutuhkanmu...setelah tiga bulan kau akan bebas... setuju" renald mengulurkan tangannya yang di sambut ragu oleh gina.


"Setuju"


flashback off


"Baiklah kakak saja bagaimana lagi pula tidak sopan kan kalau aku panggil nama mau bagaimana pun kenyataannya kau lebih tua dariku" ucap gina dengan tenang sambil masuk mobil lebih dulu.


"Baiklah setidaknya kakak lebih baik" ucap renald sambil menyusul gina.


"Sebenarnya kita akan kemana dan melakukan apa? " tanya gina saat mobil mulai melaju.


"Tentu saja berkencan kau tidak lihat penampilanku" bangga renald.


"Ck... penampilanmu tidak seperti orang yang hendak berkencan... kau terlihat seperti hendak bertemu dengan orang penting" ucap gina.


Renald seketika langsung teringat ucapan deandra yang mengatakan kalau dia tua dan kuno.


"Apa aku terlihat tua? " tanya renald.


'Skakmat'


Mulut gina dan deandra sebelas dua belas sama-sama pedas jika berucap. renald yang kesal mengemudikan mobilnya dengan kencang membuat gina sedikit merasa takut.


"Apa kau gila hah? " pekik gina tanpa sadar.


"Berhentilah bersikap pembangkang dan jadilah kucing yang manis atau aku akan menambah hutangmu setiap kau berteriak padaku" ancam renald membuat nyali gina seketika menciut.


Mobil terus melaju sampai Renald menghentikannya di depan sebuah butik ternama membuat gina menatapnya heran.


"Mau apa kita kesini? " tanya gina.


Namun tatapan tajam renald membuatnya langsung menutup mulut dan berjalan mengikuti pria yang sudah turun lebih dulu.


Gina disuruh duduk di salah satu sofa yang terdapat di butik tersebut menunggu renald yang entah sedang melakukan apa.


Tak lama kemudian renald sudah berdiri di hadapan gina dengan penampilan yang berbeda. Pria itu memakai kaos lengan pendek berwarna hitam dan celana jeans panjang.

__ADS_1


Tanpa sadar gina terus menatap pria yang ia sebut tua, kini tubuh kekarnya terbalut pakaian casual yang terkesan sangat cocok di tubuh renald.


"Bagaimana? apa aku sudah terlihat cocok berkencan denganmu?...bukankah aku terlihat lebih muda sekarang?" ucap renald dengan percaya diri


"Kau sangat tampan" gumam gina tanpa sadar.


"Apa?" tanya renald yang tak mendengar jelas ucapan gina.


Gina yang tersadar langsung memalingkan wajahnya karena malu.


"Tidak apa-apa.... ayo! " gina segera beranjak meninggalkan renald yang menatapnya bingung.


...----------------...


"Sayang kemana gabriell?" tanya mami renata ketika melihat menantunya keluar mansion seorang diri.


"Dia pergi mam" ucap deandra.


Mami renata mengerutkan keningnya.


"Kemana? sama siapa? "


"Katanya cari apartemen untuk chika sahabatnya" jawab deandra tanpa berniat menutupi apapun dari mami renata.


"Astaga....anak itu benar-benar menyebalkan" geram mami renata.


"Ayo sayang kita pergi....biarin aja laki-laki tidak tau diri seperti suami kamu itu"


Mami renata menggandeng lengan menantunya menuju mobil mewah miliknya.


keduanya duduk di kursi belakang karena mami renata membawa supir pribadinya


"Jalan pak" ucap mami renata.


Tak lama mobil pun melaju meninggalkan mansion gabriell.


"Kamu tenang aja ok... mami akan kasih pelajaran ke anak nakal itu" ucap mami renata menggenggam tangan deandra.


Deandra mengangguk seraya tersenyum.


'Rasakan kau el siapa suruh main-main denganku' batin deandra senang.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2