Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
19


__ADS_3

Deandra melajukan mobilnya sambil bersenandung kecil. wanita itu sungguh bahagia karena sudah berhasil menjahili suami playboy nya itu.


Ketika mobilnya memasuki area perusahaan deandra menatap bingung pada kerumunan wanita sexy yang berdiri sambil membawa spanduk berisi tulisan di depan perusahaanya.


Deandra berjalan dengan anggun setelah memarkirkan Mobilnya.


Tiba-tiba ponsel dalam tas yang di jinjingnya berbunyi membuat deandra menghentikan langkahnya.


"Hallo jo" sapanya ketika panggilan terhubung.


"Hallo nona apa kau akan ke perusahaan hari ini?" ucap jonathan.


"ya...aku Sudah... " ucapannya terhenti karena teriakan salah satu wanita yang berada di kerumunan.


"Itu dia....disana" teriakan wanita itu membuat wanita yang lain langsung menoleh kearah deandra.


Seketika semua wanita itu berjalan dan mengerumuni deandra sambil menatap deandra dengan ekspresi marah.


"Tunggu dulu ada apa ini?" tanya deandra dengan tenang.


"Dasar wanita j*lang..." teriak salah satu wanita sambil melempar sebutir telur ke arah deandra yang diikuti wanita lainnya yang melakukan hal yang sama.


'Pluk'


"Hallo nona kau dimana?" suara dari ponsel deandra yang belum sempat di matikan.


'pluk'


'pluk'


"Rasakan itu! "


"j*lang"


telur-telur itu mendarat di tubuh deandra beserta umpatan-umpatan yang di layangkan untuk deandra.


sementara deandra hanya mampu melindungi wajahnya dengan kedua Tangan.


"Apa yang kalian lakukan hah" murka deandra ketika mereka berhenti melemparinya dengan telur.


Salah satu wanita menghampiri deandra dan mengapit dagu deandra dengan kasar.


"Ini semua karena lo berani merebut gabriell dari kami" ucap wanita itu membuat deandra mengepalkan tangannya.

__ADS_1


'gabriell Sialan!!!! ' umpat deandra.


Deandra menepis tangan wanita itu dengan kasar lalu....


'Plak'


deandra menampar wanita itu.


"Dasar wanita gila" ucap deandra.


Wanita itu terkekeh sebelum memerintahkan wanita yang lain memegangi kedua tangan deandra dan wanita itu langsung menampar balik deandra kemudian menjambak rambutnya.


"Karena lo udah berani jadi rasakan akibatnya"


Deandra berusaha memberontak sementara wanita yang tadi ia tampar mengambil seember tepung.


Baru saja wanita itu hendak menumpahkan tepung tersebut pada tubuh deandra tiba-tiba tubuh deandra di peluk oleh seseorang.


"Minggir kalian atau gue patahin tangan lo semua!" bentak gabriell membuat kedua wanita yang memegangi tangan deandra langsung melepaskannya.


Tak lama kemudian penjaga keamanan datang menghampiri gabriell dan deandra.


"Maafkan saya nyonya" ucap salah satu pria yang merupakan pemimpin keamanan di D.Z group.


Mereka pun akhirnya berhasil membubarkan kerumunan itu setelah drama penolakan yang dilakukan wanita-wanita itu.


"Panggil beberapa bodyguard yang aku tugaskan untuk menjaga deandra dan suruh mereka menungguku di tempat biasa" perintah gabriell pada renald.


gabriell langsung menggendong tubuh deandra yang berbau amis itu lalu berjalan memasuki perusahaan.


"Astaga nona apa yang terjadi" pekik jonathan ketika melihat gabriell keluar lift sambil menggendong deandra.


Gabriell tidak menjawab dan terus mengayunkan kakinya menuju ruangan deandra.


sesampainya di ruangan deandra pria itu mendudukan istrinya pada sofa yang terdapat di sana.


Jonathan datang menyusul sambil membawa handuk hendak mengusap kepala deandra namun gabriell lebih dulu berkata.


"Biar aku saja"


Jonathan menyerahkan handuk tersebut pada gabriell dan gabriell langsung mengusap lembut kepala deandra dan membuang satu persatu cangkang telur yang menempel di kepala dan baju deandra.


"Aku tidak mengira wanita angkuh sepertimu bisa di tindas juga" canda gabriell karena deandra hanya diam saja.

__ADS_1


Mendengar ucapan gabriell deandra malah menangis keras membuat gabriell melongo.


"Huu...huu...huu.... huu..."


"Astaga kenapa kau malah menangis" ucap gabriell bingung.


"Kau benar-benar keterlaluan el...bukankah ini semua gara-gara kelakuanmu yang berengsek itu" pekik deandra kesal.


Deandra berlalu menuju ruangan pribadinya dengan kesal.


"Kalau begini bisa makin susah dapet jatah" gabriell menghela nafas kasar sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


...----------------...


Tiga puluh menit berlalu deandra keluar dengan penampilan rapi karena wanita itu sudah mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sengaja ia simpan disana.


"Kenapa kau masih disini?" sindir deandra ketika melihat gabriell masih duduk di sofa.


Gabriell yang sedang fokus menatap ponselnya langsung mendongak menatap deandra.


"Kau semakin cantik saja sayang" ucap gabriell seraya bangkit menghampiri istrinya.


"Berhenti merayuku dan kembalilah ke perusahaanmu" usir deandra.


"ayolah....." ucapan gabriell terhenti karena deandra kembali berucap.


"Aku mohon el pergilah...aku sungguh muak melihat wajahmu itu"


deandra mendorong tubuh gabriell menuju pintu bertepatan dengan renald yang baru saja datang setelah menjalankan perintah gabriell.


Deandra mendorong tubuh gabriell pada Renald.


"Bawa bos mu itu ke habitat asalnya" ucap deandra tanpa rasa bersalah.


Baru saja gabriell membuka mulutnya Renald sudah lebih dulu menarik tangan gabriell keluar ruangan karena Renald tahu kalau sekarang deandra sedang Kesal dan ingin sendiri.


"Lepasin gue...apa-apaan sih lo gue kan mau bujuk istri gue" ucap gabriell kesal.


renald langsung melepaskan tangan gabriell.


"Ntar aja bujuknya istri lo lagi kesel susah bujuknya...mending sekarang kita balik ke perusahaan ada meeting sama klien dari korea" ucap renald.


akhirnya mereka pun kembali ke perusahaan setelah berbagai macam nasehat yang renald ucapkan untuk gabriell.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2