
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini kedua insan yang habis merasakan manisnya surga dunia itu sudah berada di dalam mobil menuju mansion Leonardo. Deandra hanya terdiam seperti biasanya,membuat gabriell sulit menebak apa yang Ada di pikiran wanita itu.
Deandra langsung turun setelah mobil berhenti sempurna tepat di halaman mansion dan gabriell langsung menyusulnya.
Entahlah pria itu merasa bersalah pada deandra sehingga ingin memastikan gadis itu baik-baik saja.
"Akhirnya kalian pulang juga" ucap arabella wanita paruh baya itu sedang duduk di sofa dan menatap penuh binar bahagia kearah deandra dan Gabriell.
"Gimana udah pesan cincinnya? " Tanya Arabella Kembali.
"Udah tante" Jawab gabriell karena deandra hanya diam Saja.
"dea Cape Mom mau mandi dulu terus istirahat" ucap deandra seraya berlalu Pergi.
Arabella menatap gabriell seolah meminta penjelasan kenapa putrinya bersikap seperti itu.
"Ah.. itu biasalah tante dia ngambek sama aku.." bohong gabriell tidak mungkinkan dia bilang kalau deandra seperti itu karena habis begituan dengannya.
Arabella hanya mengangguk
"Yaudah susul gih... yang sabar ya deandra orangnya memang begitu"
Mendapat lampu hijau dari arabella,gabriell bergegas masuk ke dalam lift menuju kamar deandra yang sudah diberitahukan arabella dimana letaknya.
Di depan pintu pria itu mengetuk ragu-ragu
'Tok....tok... too... '
'ceklek'
tak Lama pintu terbuka.
Deandra membuka sedikit dan menyembulkan kepalanya keluar.
"Apa lagi" ketusnya ketika melihat Gabriel.
"Apa kau baik-baik Saja? "ucap gabriell.
"Aku baik-baik Saja OK.... pulanglah dan lupakan apa yang terjadi"
__ADS_1
gabriell merasa emosi mendengar ucapan deandra sehingga langsung mendorong pintu hingga terbuka lebar lalu Pria itu masuk ke dalam kamar deanda Dan Lansing menghimpit tubuh ramping itu ke tembok.
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu... Lusa kita akan menikah dan aku akan bertanggung jawab padamu"
gabriell berbicara di depan wajah deandra sehingga deandra dapat mencium aroma mint yang menguar dari Gabriell.
"Ingat surat kontrak itu el" ucap deandra.
Gabriell terdiam ketika teringat perjanjian kontrak yang sudah mereka tanda tangani.
"Setidaknya aku akan bertanggung jawab selama kita menikah...dan jika setelah enam bulan kau tetap ingin berpisah... itu terserah Padamu... namun selama kita menikah biarkan aku bertanggung jawab sepenuhnya padamu"
setelah berkata seperti itu gabriell meninggalkan Deandra sendiri kemudian pamit kepada arabella untuk pulang.
entahlah pria itu merasa kesal dengan ucapan deandra.
...----------------...
Hampir tengah malam mobil gabriell terlihat kembali meninggalkan mansion miliknya. pria itu terus terngiang-ngiang ucapan deandra sehingga ia ingin sedikit melupakan tentang masalah wanita itu.
Di tengah perjalanan gabriell menghubungi renald yang tidak ia dapati di Mansion ketika gabriell pulang dari rumah deandra tadi.
mobil terparkir Di sebuah tempat yang menjadi pusat hingar bingar kehidupan malam. Gabriell berjalan menuju pintu masuk salah satu Club malam ternama itu dan langsung disambut oleh dentuman musik yang memekakkan telinga.
sapa seorang bartender yang hafal betul siapa gabriell karena sebelum bertemu deandra gabriell hampir setiap hari keluar masuk tempat itu. Bisa dibilang wajah gabriell sudah familiar di ingatan orang-orang disana.
"gue mau yang biasa" ucap gabriell setelah mendudukan bokongnya pada stool bar.
Bartender yang sudah tau apa yang dimaksud gabriell langsung menyodorkan satu botol Vodka beserta seloki ke hadapan pria itu.
Dituangnya minuman itu ke dalam seloki kemudian gabriell meminumnya dengan sekali teguk. kegiatan itu terus ia lakukan berulang hingga botol ke tiga kesadaran Gabriell mulai menghilang.
"Deandra"
"Gadis angkuh"
"Menyebalkan"
pria itu mulai meracau tak jelas dengan posisi menelungkupkan kepalanya pada meja bar.
seorang wanita cantik berpakaian s*xy terlihat berjalan menghampiri Gabriell.
__ADS_1
"Kau mabuk tuan...mari aku bantu" ucap wanita tersebut yang kini sudah memegang tangan gabriell
...----------------...
Sepanjang jalan renald terus mengumpat kesal lantaran gabriell selalu saja mengganggu kesenangannya.
padahal pria itu baru saja hendak menghabiskan malam bersama wanita bayaran yang sengaja ia sewa dengan harga cukup mahal. Kebiasaan renald yang sebenarnya sudah jarang dilakukan namun hari ini h*sratnya tiba-tiba memuncak ketika membayangkan gabriell bercinta di Kantor.
"Dasar bos laknat gak ngerti sikon banget" gerutu Renald.
Renald berjalan memasuki klub dan matanya menelisik mencari keberadaan sahabatnya itu.
"Tu dia si cunguk...emang tukang cari masalah" ucap renald ketika melihat gabriell dalam kondisi mabuk tengah di dekati seorang wanita s*xy.
"Minggir biar saya yang bawa" Renald langsung mengambil alih tubuh gabriell dari wanita tersebut dan berlalu sambil memapah gabriell yang sudah tidak berdaya itu.
sementara wanita tadi hanya mencebikkan bibir nya kesal lantaran gagal membawa gabriell ke atas ranjang
...----------------...
Renald memasukkan tubuh gabriell ke dalam mobil dengan kasar.
"Ni orang berat banget pasti banyak dosa"
"Untung saja jika aku terlambat datang kau sudah jadi santapan j*lang-j*lang disana"
"Kau harus berikan bonus yang besar untukku"
sepanjang mengemudi renald terus saja mengoceh tidak jelas pada gabriell. sedangkan gabriell terus memanggil-manggil nama deandra bahkan sesekali pria itu juga berteriak membuat renald menyumpal mulut gabriell menggunakan dasi miliknya.
sampai di mansion renald langsung membawa tubuh gabriell menuju kamar pria itu.
Kini tubuh pria itu sudah terhempas di atas ranjang, renald hendak pergi namun gabriell langsung menarik tanganya sehingga pria itu jatuh tepat di atas badan Gabriell.
"Deandra apa kau begitu tak menyukaiku...Lihatlah aku begitu sempurna mana mungkin kau tidak menyukaiku" celetuk Gabriel membuat renald melongo
"eh...eh... apa-apaan lo gue masih normal" ucap renald ketika bibir gabriell mulai monyong-monyong kearahnya.
renald menahan bibir gabriell dengan tangannya lalu tegak berdiri.
renald bergidik melihat tingkah gabriell apalagi pria itu kini tengah memeluk dan menciumi guling sambil menggumamkan nama deandra.
__ADS_1
"Ih... najis" renald langsung keluar kamar gabriell
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...