Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
28


__ADS_3

Keesokkan harinya deandra terbangun setelah meraba sisi ranjang tempat gabriell kosong.


"kemana dia? " batin deandra.


wanita itu melihat jam kecil yang ada di atas meja sudah menunjukkan pukul sembilan.


Dengan malas ia beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah berpakaian dan berdandan sedikit akhirnya deandra turun ke bawah untuk mencari suaminya yang sedari deandra bangun belum menampakkan batang hidungnya.


Saat pintu lift terbuka,deandra mengerutkan kening ketika indra pendengarnya menangkap suara pria dan wanita yang terdengar sedang bersenda gurau terbukti dari tertawaan keduanya.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi begini? " gumam deandra.


kalau suara pria deandra sangat hafal kalau itu adalah suara suaminya tapi wanita itu siapa?


Deandra mempercepat langkahnya menuju asal suara.


Matanya memicing ketika melihat gabriell yang duduk bersisian dengan seorang wanita cantik yang terlihat keduanya begitu akrab.


"Astaga el aku kira kau sudah berubah ternyata kau tetap menyabalkan" ucap wanita itu sambil tangannya memegang lembut pipi gabriell.


Rupanya mereka belum sadar dengan kehadiran deandra yang menatap gabriell yang hanya tersenyum tanpa berniat menepis tangan wanita itu membuat deandra mengepalkan tangannya tanpa sadar.


'Ehem'


deandra berdehem cukup keras yang membuat atensi keduanya langsung tertuju pada wanita itu.


"Sayang" gabriell segera beranjak dan menghampiri deandra.


"Kamu sudah bangun? " ucapnya lembut namun deandra yang kesal hanya menjawab seperlunya.


"Hmm"


"Sayang ayo aku kenalin sama Chika sahabat aku" ucap gabriell sambil menarik lengan deandra menuju wanita yang sedari tadi menatap tak suka ke arah deandra.

__ADS_1


"Ini chika sahabat aku dan chika ini deandra istriku" ucap gabriell mengenalkan keduanya namun deandra yang kadung kesal hanya terdiam hingga chika mengulurkan tangannya dengan tersenyum begitu manis.


"Hai aku chika sahabat masa kecil gabriell" Ucap chika dengan menekankan kata 'sahabat masa kecil'


Meski enggan deandra tetap menjabat tangan chika.


"Deandra" ucap deandra singkat.


sungguh deandra sangat jengah dengan wanita seperti chika. Bergelut dalam dunia bisnis dan mengambil tanggung jawab perusahaan besar di usia muda membuatnya peka terhadap orang-orang bermuka dua dan deandra yakin chika adalah salah satunya.


"aku tidak menyangka gabriell akan menikah secepat ini...Jangan lupa undang aku saat acara resepsi kalian nanti ya" ucap chika.


"Tenang saja aku pasti akan mengundangmu iya kan sayang" melirik deandra seolah meminta persetujuan dan deandra hanya mengangguk.


Gabriell dan chika terus berbicara perihal masa lalu mereka. keduanya seakan tak menghiraukan keberadaan deandra yang terasa terasingkan meski berada diantara keduanya.


"Sayang hari ini aku mau nemenin chika buat cari apartemen" ucap gabriell tiba-tiba membuat deandra langsung menoleh pada suaminya.


"Bukankah hari ini kita akan fitting baju? " tanya deandra.


"Aku pinjam gabriell sebentar ya deandra tenang saja nanti aku kembalikan" ucap chika tanpa tahu malu.


"Pergilah lakukan sesukamu" ketus deandra meskipun dalam hati ia sangat berharap gabriell tidak pergi.


Gabriell yang tidak peka dengan kemarahan deandra malah berlalu untuk berganti pakaian.


suasana menjadi suram ketika gabriell meninggalkan kedua wanita itu yang kini saling menatap penuh aura permusuhan.


"Apa kau tidak bisa mencari apartemen sendiri tanpa harus mengganggu suami orang lain" sindir deandra.


"Sebenarnya bisa namun gabriell tidak akan tega membiarkanku melakukan itu sendiri.... kau tahu aku dan gabriell sangat dekat kami sudah bersama dari kecil" senyum sinis tersungging di bibir wanita itu.


Tak berselang lama gabriell datang dengan penampilan casualnya. pria itu berjalan menghampiri deandra kemudian membungkuk untuk mencium kening istrinya.


"Aku pergi dulu ya jaga dirimu baik-baik" ucapnya sebelum melenggang pergi.

__ADS_1


"Ayo chika" ajaknya pada chika yang kini beranjak dari duduknya.


"Aku pergi dulu ya...aku pinjam gabriell tapi aku tidak janji akan mengembalikkannya padamu" ucap chika sebelum berlalu menyusul gabriell.


Deandra berjalan menuju pintu utama melihat interaksi keduanya yang begitu dekat bahkan chika tanpa segan menggandeng lengan suaminya.


'gabriell sialan' rutuknya dalam hati sambil menatap tajam kearah mobil gabriell yang melaju meninggalkan mansion.


Deandra berbalik hendak kembali ke kamar bertepatan dengan renald yang hendak keluar dengan pakaian rapi nya.


"Hey kucing liar kenapa wajahmu di tekuk begitu" ucap renald ketika mereka berpapasan.


Deandra menatap tajam renald.


"Sembarangan ya .. siapa yang kau bilang kucing liar hah"


emosi deandra terlihat meletup-letup membuat renald terkesiap karena biasanya deandra selalu datar dan tenang.


"Dan ini lagi kau mau kemana hari minggu pake pakaian kerja begini...gak mungkin mau kerja kan....bos kamu yang nyebelin aja malah pergi sama sahabat masa kecilnya atau apalah itu gue gak peduli" cerocos deandra sambil meneliti renald yang memakai stelan jas berwarna hitam.


detik berikutnya renald tersenyum ternyata ini sebabnya kucing liar gabriell ini mengamuk. rupanya gabriell pergi dengan chika wanita yang tadi bertemu dengannya dan mengaku sebagai sahabat gabriell.


"aku akan berkencan lah emangnya kau hari minggu malah di tinggal suami...hati-hati loh entar suami kamu minggat di ambil pelakor"


renald tersenyum puas karena akhirnya bisa meledek istri sahabatnya itu.


"Sialan.." geram deandra seraya berlalu pergi namun detik berikutnya wanita itu tersenyum kemudian membalik tubuhnya sebelum berkata sesuatu yang membuat renald mengatupkan bibirnya.


"Kau pasti tidak pernah berkencan ya..ck ck ck kasihan sekali gayamu itu terlalu kuno kau terlihat seperti bapak-bapak tua yang baru kasmaran"


setelah mengatakan hal tersebut tanpa rasa bersalah deandra pergi meninggalkan renald yang kini menatapnya tajam.


pria itu menunduk menatap penampilannya yang ia kira sempurna itu.


"Apa benar aku terlihat tua" gumamnya pelan

__ADS_1


__ADS_2