
'plak'
mata gabriell membola dengan satu tangan menyentuh pipi yang barusan di tampar oleh sang istri.
Sakit gabriell akui tamparan istrinya cukup kuat.
tapi rasanya ada yang lebih sakit yaitu hatinya. seketika senyum sinis tersungging di bibir pria tampan itu.
"Heuh... kau menamparku?" ucap gabriell.
Deandra terdiam seraya memandangi tangan yang ia barusan mendarat manis di pipi gabriell.
Tapi gabriell pantas mendapatkannya karena deandra pikir saat ini gabriell sudah keterlaluan.
"Kau pantas mendapatkan itu...kau benar-benar keterlaluan el bagaimana bisa kau begitu merendahkan aku...apa sebegitu rendahnya aku di matamu?"
"Lalu apa yang harus aku lakukan saat aku tahu istriku pergi bersama seorang pria dan tertawa bersamanya?" tanya gabriell dengan suara meninggi.
"Apa kau ingin aku bersenang-senang merayakannya?" lanjut gabriell.
Deandra tampak berpikir karena seingatnya ia tidak pergi dengan seorang pria selain jonathan.
Setelah beberapa saat akhirnya deandra ingat pertemuannya dengan Rafael tadi siang. Akhirnya ia mengerti kenapa gabriell marah tapi bukankah ini terlalu berlebihan hanya karena dirinya pergi membeli es krim dengan rafael apakah gabriell perlu sampai semarah itu.
"Maksud kamu rafael?"
"Oh jadi namanya rafael" sinis gabriell.
"Dia sahabatku" santai deandra seraya hendak berlalu dari hadapan gabriell.
'Dia saja bebas pergi bareng si choko terus kenapa sekarang dia mempermasalahkan kedekatanku dan rafael dasar manusia aneh" batin deandra.
gabriell yang melihat sikap santai deandra semakin memantik emosi di dalam dadanya membuat pria itu langsung mencekal tangan deandra dengan kasar.
"kau mau kemana.... Apa kau tidak ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya padaku" bentak gabriell.
"Apa yang harus aku jelaskan.... dia sahabatku sama sepertimu dan chika...kau bebas melakukan apapun dengan sahabatmu lalu kenapa kau membatasiku" ucap deandra dengan nada bicara yang semakin meninggi.
"Karena kau istriku!"
deandra tertawa sinis mendengarnya.
__ADS_1
"Aku istri kontrakmu gabriell kalau kau lupa"
"Aku tidak peduli persetan dengan surat kontrak kau istriku dan selamanya akan tetap menjadi milikku. ..ingat deandra aku tidak suka milikku di sentuh orang lain jadi jauhi laki-laki itu atau aku akan memusnahkannya dari muka bumi ini"
Tak ingin semakin emosi gabriell memilih pergi meninggalkan deandra.
"kau tak suka milikmu di sentuh orang lain?" ucap deandra menghentikan langkah kaki gabriell.
"Begitu pun aku... aku juga tidak suka milikku di sentuh orang lain el...camkan itu! " pekik wanita itu.
Deandra muak dengan sikap gabriell yang egois hanya ingin di mengerti namun tidak mau mengerti. wanita itu berjalan mendekati gabriell dan mengusap beberapa kali pundak suaminya itu dengan gerakan seolah membersihkan debu.
"Kau ingin aku menjauhi rafael.... maka jauhilah chika karena kau tau aku sama sepertimu el... pada dasarnya aku tidak suka miliku di sentuh orang lain meski hanya seujung kuku sekalipun" ucap deandra sebelum melenggang pergi.
Gabriell memandang punggung deandra yang perlahan hilang di balik pintu lift. Otaknya masih mencerna apa yang di ucapkan deandra sesaat kemudian senyum mengembang tersungging di bibir pria itu.
'jadi kamu memang cemburu padaku deandra.... itu artinya kamu memang mencintaku' batin gabriell.
kemarahan yang sedari tadi membungbung tinggi kini seolah terhempas begitu saja. Gabriell langsung berlalu hendak menyusul istrinya.
'Gugup'
gabriell berdiri di depan pintu kamar deandra tangannya ragu untuk membuka pintu tersebut entahlah dia merasa begitu gugup setelah meyakini perasaan deandra padanya.
berkali-kali gabriell mengetuk pintu berharap deandra mau membukakannya namun setelah beberapa saat pintu kamar itu masih setia menutup.
"Sayang.... ayo bicara maaf aku sudah keterlaluan itu semua karena aku cemburu melihatmu dengan pria lain" ucap gabriell
persetan dengan gengsi ia butuh istrinya tidak mungkin kan malam ini ia harus tersiksa tidur sendiri lagi.
"Sayang ayolah maafkan aku... aku akan melakukan apapun untukmu"
pria itu kini sudah merengek bak anak kecil.
"Sayang... "
'Ceklek'
pintu terbuka menampilkan kepala deandra yang menyembul dari balik pintu. Gabriell tersenyum mengira deandra mau memberi kesempatan ia bicara.
"akhirnya...ayo sayang kita ke kamar kita aku akan menjelaskan segalanya" bujuk gabriell.
__ADS_1
"Aku sedang tidak ingin bicara sekarang.... kita bicara besok saja sekarang tidurlah dan ingat jangan menggangguku"
Setelah berkata begitu deandra langsung menutup pintu dan menguncinya kembali membuat gabriell hanya mampu menghela nafas kasar.
Pria itu berjalan gontai menuju kamar sambil mengacak rambut frustasi sebenarnya dia bisa saja mengambil kunci cadangan untuk membuka kamar istrinya namun gabriell tidak ingin membuat deandra semakin marah padanya yang akan memperburuk hubungan mereka.
...----------------...
Dilain tempat renald sedang merecoki gina yang sedang bekerja. sepulang dari pertemuannya dengan gabriell pria itu memilih untuk menemui kekasih kontraknya itu.
"Kak apa kau tidak ingin pulang?" tanya gina
wanita itu mulai jengah melihat renald yang enggan pulang padahal hari sudah larut malam.
"Aku akan menunggumu dan kita akan pulang bersama" santai renald masih dengan posisi duduk di pojok restoran.
Gina mendengus sebal seraya berlalu melanjutkan kembali pekerjaannya menghadapi pria tua di hadapannya memang membutuhkan kesabaran ekstra.
"Gin siapa? " tanya hani.
"Bukan siapa-siapa" jawab gina
"Masa sih... tapo dari tadi dia perhatiin kamu terus...embat gin ganteng cuman..... " seloroh wina.
"Cuman?" tanya gina yang penasaran dengan kelanjutannya.
"Cuman sayang kere" kompak Kedua temannya.
Gina memijat pelipisnya malu dengan kelakuan renald bagaimana tidak pria itu hanya memesan satu gelas jus dan enggan pergi meski setelah dua jam berlalu. untung saja pria itu tidak meminta password wifi restoran kalau tidak gina pasti akan semakin ilfeel pada pria yang masih duduk manis dengan stelan casualnya yang terlihat mahal.
"Tapi kalo dilihat dari gayanya persis orang kaya lihat deh semua barang yang di pakenya barang mewah semua" ucap hani.
wina langsung menoyor kepala sahabatnya itu.
"Tau apa lo tentang barang mewah" ejek wina.
"Gini-gini gue juga tahu barang mewah...lo taukan dulu keluarga gue lumayan berada sebelum akhirnya bangkrut" ucap hani.
"Udah-udah ngapain sih ributin masalah tuh cowok mending cepet kerja dari pada di marahin pak Bagas"
gina menyudahi pembicaraan tentang renald karena tidak ingin kedua sahabatnya itu semakin menduga duga siapa renald sebenarnya dan ada hubungan apa pria itu dengan gina.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...