
Sementara itu di kamar mandi gabriell tertawa puas karena sudah berhasil menjaili deandra.
Tawanya hilang ketika menunduk menatap ke bawah sana yang sudah berdiri tegak. salahnya sendiri kan kenapa menjaili deandra dengan hal yang bisa membuat kepalanya pusing sendiri.
'Hah'
Gabriell menghela nafas frustasi sebelum memulai kegiatannya.
Ya,mau tak mau ia harus bermain solo malam ini jika ingin tidur nyenyak karena tidak mungkin kan mengajak deandra melakukan itu setelah apa yang dia lakukan barusan.
Gabriell keluar setelah tiga puluh menit berlalu yang sebagian banyak waktunya di habiskan untuk berkencan dengan tante sabun.
Pria itu menatap kesal ketika melihat istrinya sudah meringkuk di atas ranjang tanpa memikirkan dirinya.
Gabriell berjalan menuju walk in closet dan memakai pakaiannya terlebih dahulu sebelum menghampiri deandra.
"Ish apa-apaan ini mengganggu saja... menyingkir kau" ucap gabriell sambil melempar guling yang sengaja deandra taruh di tengah-tengah dengan niat sebagai batas antara mereka berdua.
Gabriell langsung merebahkan tubuhnya di samping deandra dan menarik wanita itu ke dapam pelukannya.
"Nah begini baru enak" gumamnya seraya tersenyum senang sebelum akhirnya menyusul deandra ke alam mimpi.
...----------------...
Deandra mengerjapkan matanya ketika mendengar alarm yang ia pasang pada ponselnya. wanita itu meraba ke arah nakas yang ada di samping tempat tidur dimana ponselnya berada dan langsung mematikan alarm.
Saat hendak bangun deandra merasakan sesuatu yang berat menindih tubuhnya dan matanya melotot ketika mendapati gabriell tengah memeluk erat dirinya dengan satu kaki yang di tindihkan ke atas paha deandra.
'Kau... ternyata suka sekali mencari kesempatan dalam kesempitan' batin deandra seraya tersenyum smirk ketika sebuah ide terlintas di kepalanya.
'Bruk'
Tubuh gabriell terjatuh kelantai karena deandra menendangnya.
"****...apa-apaan ini" umpat gabriell seraya berdiri dan memandang tajam deandra yang kini tengah memasang wajah imut tanpa dosa.
"Astaga el maafkan aku....memang aku kalau tidur suka seperti itu...tadi aku bermimpi di peluk kambing conge... kan aku risih makanya ku tendang"
__ADS_1
Deandra berbicara seraya menyatukan dua jari telunjuknya terlihat sangat lucu dan menggemaskan membuat gabriell yang tadi sudah keluar tanduknya menjadi jinak kembali.
Gabriell hanya mampu mendengus sebal seraya berlalu menuju kamar mandi.
"Ha.... ha.... ha... ha..." sepeninggal gabriell deandra menggulingkan kembali tubuhnya keatas ranjang sambil tertawa dan memegangi perutnya.
sungguh ekspresi gabriell barusan sangat lucu terlihat seperti ingin marah namun berusaha menahannya dan deandra sangat menyukai itu.
...----------------...
Gabriell keluar kamar mandi masih dengan wajah muram nya membuat deandra memilih segera masuk ke dalam kamar mandi dari pada harus berhadapan dengan singa jantan yang sedang dalam mood buruk itu.
Deandra selesai membersihkan diri lalu berjalan menuju walk in closet setelah melirik sekilas pada gabriell yang sudah siap dengan pakaian kerjanya.
"Pasangkan dasi untukku de" ucap gabriell ketika melihat deandra keluar dari walk in closet.
"selama ini kau bisa memasangnya sendiri kenapa sekarang tidak bisa" ucap deandra namun tak urung tangannya tetap terulur mengambil dasi yang di sodorkan gabriell dan mulai memasangkannya pada kerah kemeja pria itu.
"ayolah jangan jadi istri yang tak berbakti pada suami...kau bahkan tak menyiapkan pakaian kerjaku... istri macam apa kau" ucap gabriell.
gabriell terbatuk ketika deandra mengencangkan dasinya sampai hampir mencekik leher pria itu.
"Kau ingin membunuh suamimu dan jadi janda hah?" pekik gabriell.
"Tutup mulutmu jika kau masih ingin hidup tenang el.... karena aku suka ketenangan" deandra membetulkan kembali dasi gabriell dan menepuk-nepuk pelan dada pria itu seperti menghilangkan debu sebelum akhirnya berlalu menuju meja rias.
Gabriell menatap deandra sambil menelan salivanya dengan susah payah apalagi ketika melihat deandra yang duduk membelakanginya tersenyum smirk melalui pantulan cermin di meja rias.
"Astaga dia benar-benar mengerikan tidak cocok untuk di ajak bermain" batin gabriell sambil memalingkan wajahnya.
...----------------...
"Kau tidak akan ke kantor?" tanya gabriell pada deandra yang masih mengenakan pakaian rumahan setelah menghabiskan sarapannya.
"ya aku akan menikmati hari liburku hari ini" jawab deandra.
"Aku heran bagaimana bisa perusahaan itu berkembang pesat di tangan ceo pemalas seperti mu...ayo kita pergi Ren nanti kau ketularan pemalas seperti dia"
__ADS_1
Gabriell berucap seraya berjalan pergi meninggalkan ruang makan di ikuti renald yang manut saja dengan perintah gabriell.
"kya... urus saja perusahaan mu itu el jangan mengurusi perusahaanku" pekik deandra tak terima dengan ucapan gabriell.
Memang apa salahnya jika ia ingin libur CEO juga kan manusia pasti ada kalanya jenuh dengan kegiatan yang itu-itu aja.
...----------------...
Gabriell memasuki lobby perusahaan dengan wajah di tekuk karena mood buruk yang deandra ciptakan. bahkan sepanjang jalan renald tidak berani menggoda bos nya itu.
"ck ck ck bos.... setelah menikah aku kira aura mu akan mulai membaik namun ternyata awan mendung malah semakin bergelayut di dekatmu" Renald menggelengkan kepalanya dengan tatapan meledek kepada gabriell.
Memang di kantor mereka selalu menggunakan panggilan yang cukup sopan tidak seperti ketika mereka di luar.
"Diamlah... Aku sudah cukup pusing menghadapi istriku" keluh gabriell seraya memijat pelipisnya.
"Akhirnya ada juga perempuan yang bisa membuatmu pusing" celetuk renald tersenyum senang.
"Kau tidak mengerti kalau deandra itu spesies wanita yang langka" ucap gabriell seraya mendudukan dirinya di kursi kebersarannya.
Renal tertawa.
"Berati cocok bos" ucap renald.
"Cocok apanya?" tanya gabriell.
"Kan yang langka-langka itu harus di lindungi...jadi bos harus melindunginya dari serangan predator di luar sana" ucap renald
"Eh tapi... kan predatornya anda sendiri bos" celetuk renald lagi yang langsung menutup mulutnya ketika melihat tatapan tajam gabriell.
"Hentikan omong kosong mu dan cepatlah bekerja sebelum aku mengirim mu ke antartika untuk jualan es jeruk disana" ancam gabriell membuat renald bergegas keluar ruangan gabriell.
"Kenapa orang-orang di sekitarku tidak ada yang waras.... istriku... asistenku... semuanya membuatku gila" ucap gabriell mengacak rambutnya frustasi lalu menelungkupkan wajah pada meja kerjanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kan jodoh itu cerminan diri sendiri el........
__ADS_1