
keesokan harinya pukul sebelas siang di sebuah kamar mewah,gabriell masih terlelap dalam tidurnya sampai cahaya matahari yang masuk dari cela gorden mulai mengusik pria itu.
'enggg'
gabriell menggeliat dan iris mata berwarna abu itu mulai mengerjap menyesuaikan penghilatannya.
pria itu meraba ponsel yang terletak di meja kecil di samping ranjang.
"Astaga"
gabriell langsung terduduk ketika ingat bahwa dirinya harus menjemput kedua kakaknya yang baru kembali dari luar negeri.
Banyak pesan dan panggilan yang tak terjawab dari kakak dan kedua orangtuanya. gabriell langsung menekan nomor sang kakak.
"Dasar adik sialan kau el.... beraninya kau membuatku menunggu selama satu jam di bandara" suara menggelegar langsung terdengar begitu panggilan terhubung membuat gabriell refleks menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Maafkan aku kak...apa kau masih di bandara aku akan menjemputmu" ucap gabriell sambil bergegas turun dari ranjang.
"apa kau pikir aku gila? " pekik sang kakak membuat gabriell menggaruk tengkuk nya.
"Kau pikir aku akan terus berdiam disana menunggu orang tidak waras sepertimu... cepat kerumah mami kau harus menerima hukuman"
panggilan berakhir gabriell hanya bisa menghela nafas kemudian berjalan lunglai menuju kamar mandi. Karena tidak fokus atau memang efek mabuk semalam masih ada pria itu tersangkut selimut yang sebagiam menjuntai ke lantai.
"B*ngsat sialan... " umpat gabriell melempar selimut itu dengan kasar sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar mandi.
Satu jam kemudian pria itu keluar kamar dengan wajah segar dan pakaian yang rapi.
"Kenapa kau tidak ke kantor? " tanya gabriell ketika melihat renald berada di mansion dengan pakaian santainya.
"Bos nya aja gak kerja lalu apa menurut lo gue harus kerja...gue bisa kerja dari rumah lagian lo gak inget apa semalem gara-gara lo gue sampe batal bercint* sama cewe semok.... lo gak mau ganti rugi gitu atau bilang terima kasih karena udah gue selamatin dari kupu-kupu disana? " cerocos renald.
Gabriell hanya menatap jengah asistennya tersebut.
"pokoknya lo Harus ke perusahaan Karena gue mau menghadap Ketiga ratu Di mansion utama" ucap Gabriel sambil berjalan meninggalkan Renald yang menatap legal ke arahnya.
"Bonus Satu tahun gaji" ucap gabriell
"Yes"
__ADS_1
Renald bersorak kegirangan. Kapan lagi kan bisa dapet bonus dari bos nya yang pelit itu.
...----------------...
Gabriel Sudah sampai di Mansion Marvell. pria itu terdiam menghela nafas sejenak bersiap untuk menerima amukan dari singa betina dan antek-anteknya.
kakinya terayun memasuki Mansion mewah tersebut Dan Langsung Di suguhi tatapan tajam Dari Ketiga wanita yang Saat ini duduk berbaris di sofa Dan sang papi yang sibuk membaca Koran.
Pria itu tersenyum manis sambil berjalan menghampiri ketiganya sambil merentangkan kedua tangannya.
"Oh kakakku tersayang Kau makin cantik saja" ucapnya merayu.
Namun tinggal dua langkah lagi Mami bus Lebih dulu mengangkat tangannya memberi isyarat untuk berhenti.
"Diam disitu" perintah Renata membuat Gabriell langsung Mematung di tempatnya.
salah Satu Dari tiga wanita itu berdiri dan menghampiri Gabriell.
"Oh adikku sayang...aku sungguh ingin tahu gadis mana yang mau menikah denganmu yang menyebalkan ini" wanita itu memegang lembut pipi adik bungsunya itu.
"Ayolah kak Celine kau tidak lihat dia sangat tampan perempuan mana yang tidak mau menjadi istrinya" seloroh wanita satu lagi.
"Ah... kami merindukanmu adik nakal" ucap keduanya yang kini Sudah Memeluk Gabriell.
Renata Dan Marvell yang melihatnya hanya tersenyum sambil geleng-geleng Kepala.
Ketiga anaknya tak pernah berubah.
"Kau tahu aku sangat terkejut Ketika mendengar Kau Akan menikah" ucap camilla.
kini mereka semua sudah duduk santai.
"Kau tahu aku sampai stalking akun media sosialnya untuk melihat seperti apa wanita yang akan menikah dengan gabriell" sambung Celine.
keduanya memang janjian untuk pulang bersama karena suami mereka masih sibuk dengan pekerjaan dan akan tiba besok pagi.lagian mereka tinggal di negara dan kota yang sama bahkan memiliki mertua yang Sama.
ya iyalah orang mereka menikahi saudara Kembar.
"Jangankan kalian mami sama papi aja kaget banget waktu dengerin dia bilang mau Nikah.... mana ekspresinya datar banget lagi bilang mau nikahnya Santai banget" ucap Renata membuat semua Tertawa hanya Gabriel yang memasang wajah kesalnya.
__ADS_1
tiba waktunya makan siang mereka semua menyantap hidangan di selingi candaan yang menambah kesan hangat yang Di ciptakan keluarga tersebut.
"Ingatlah kau belum menerima hukuman el" ucap celine setelah selesai makan membuat gabriell menghela Nafas.
"ya...aku tahu kalian tidak akan melepaskanku dengan mudah" cusp gabriell.
Camilla langsung menengadahkan sebelah tangannya pada gabriell membuat pria itu menaikan sebelah alisnya.
"kami ingin menguras uang mu sebelum istrimu yang melakukannya" celine menjawab kebingungan Gabriell.
Gabriell mengeluarkan sebuah kartu namun langsung di tolak Camilla sampai pria itu menyodorkan salah satu blackcard miliknya barulah Camilla mau menerimanya.
"Dan kami mau kau jadi supir kami untuk Hari ini" ucap Celine membuat Gabriell tersedak air yang hendak ia minum.
"Ayolah Kak... apa kalian tidak puas menindasku" ucap gabriell dengan sorot mata mengiba naming Celine Dan camilla tak tersentuh sedikitpun
Gabriell menatap marvell yang hanya mengangkat kedua tangannya pertanda tidak ingin ikut campur
jadilah hari ini gabriell menjadi supir pribadi untuk ketiga wanita yang ia sayangi. Pria itu mengantar mami dan kedua kakaknya berkeliling mall Dan membawakan belanjaan mereka.
"Mereka benar-benar suka menindasku" gerutu gabriell sambil mengangkat paperbag dengan beberapa nama brand ternama yang entah berapa jumlahnya.
Notifikasi tentang transaksi yang berasal dari kartu milik gabriell terus masuk ke dalam ponsel pria itu.
Gabriell pikir semua sudah berakhir ketika mereka keluar dari Mall namun ternyata tidak sampai disitu gabriell juga harus mengantar dan menunggui ketiga wanita perawatan di salon sungguh hal yang sangat menyebalkan.
"Hitung-hitung latihan kan bentar lagi mau nikah" itulah ucapan yang keluar dari mulut kakak tertuanya ketika gabriell melayangkan protes.
"apakah deandra juga akan seribet ini? " batin Gabriell.
Menunggu berjam-Jam lamanya gabriell sampai tertidur di ruang tunggu vip salon itu.
ketiga wanita itu hanya menatap tanpa dosa meski sudah membuat gabriell seperti itu.
setelah membangunkan gabriell mereka berempat pulang.
"menginap lah disini agar besok tidak terlambat" ucap renata ketika melihat gabriell hendak pulang.
akhirnya setelah berbagai rayuan dari Renata dan kedua kakaknya gabriell pun menginap di mansion utama
__ADS_1