Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
23


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian demo di kantor deandra gabriell semakin memperketat penjagaan untuk istrinya itu. hubungan keduanya semakin dekat dan mesra namun meskipun begitu pria itu masih menyangkal perasaannya dan menganggap semua yang di lakukannya sebatas kewajiban suami terhadap istrinya.


Deandra sudah mendapatkan pulau pribadi yang di inginkannya dari sang daddy dan Hotel mewah dari sang suami untuk memenuhi keinginan deandra yang sudah lebih dulu di wujudkan leonardo. Rupanya gabriell tidak ingin kalah dari sang mertua dan ingin menunjukkan bahwa ia sangat mampu membahagiakan deandra.


Pagi ini Gabriell kembali masuk kamar setelah menemui renald untuk membahas pekerjaan, karena hari ini ia tidak pergi ke perusahaan sebab ada urusan yang lebih penting.


urusan apakah itu?


hanya gabriell saja yang tau.


Pintu terbuka bertepatan dengan deandra yang baru keluar kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit tubuh rampingnya.


'Glek'


gabriell menelan salivanya dengan mata yang menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya.


'grep'


Gabriell langsung menghampiri dan memeluk tubuh istrinya dari belakang ketika melihat deandra hendak menghindarinya.


"Ini sudah satu minggu sayang bukankah sudah waktunya" bisik gabriell di telinga deandra.


Hangat nafas gabriell menerpa permukaan kulit membuat tubuh deandra meremang seketika.


'cup'


Di kecupnya bahu polos deandra.


"El.... " d * sah deandra ketika bibir gabriell mulai menyusuri lehernya.


Gabriell membalik tubuh deandra dan langsung menyambar b * bir mungil itu dengan rakus.


suara decapan terdengar begitu nyaring memenuhi seisi ruangan menambah panas suasana yang tercipta.


cukup Lama mereka saling m * magut sampai gabriell menyudahinya ketika menyadari deandra kehabisan nafas.


Di tatapnya wajah sayu deandra yang terlihat terengah-engah dengan wajah memerah.


sungguh! deandra seribu kali lebih Cantik saat seperti itu.


Gabriell menempelkan kening mereka dan menatap sayu mata indah milik istrinya seolah meminta izin.


"Bolehkah?" ucap nya dengan suara berat syarat akan n * f su yang sudah tak terbendung lagi.


Deandra mengangguk kecil membuat gabriell tersenyum sebelum kembali menyambar b * bir mungil yang merupakan candunya itu.


Perlahan gabriell melepaskan handuk yang melilit di tubuh deandra tanpa wanita itu sadari. kini satu tangan gabriell merengkuh erat tubuh deandra sementara tangan yang lain sudah bermain di salah satu squishy bulat yang kenyal milik istrinya.


'enghhhh'


Lenguhan lolos Dari b * bir deandra ketika gabriell melepaskan pagutan mereka dan berpindah menjelajahi leher dan tulang selangka deandra.

__ADS_1


"No...el" rengek deandra ketika L * dah gabriell mulai turun menyapu setiap permukaan kulitnya menuju squishy miliknya dan langsung mengulumnya.


namun gabriell seakan tuli dan terus melanjutkan kegiatannya meng h * s * p squishy itu secara bergantian kiri dan kanan.


Tangan gabriell sudah mulai menjelajah nakal di bawah sana membuat deandra menggigit b * bir nya menahan suara-suara memalukan yang hendak keluar dari sana.


"Jangan di tahan sayang....aku suka suaramu" ucap gabriell.


Gabriell kembali memagut b * bir deandra sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja miliknya dan melemparnya asal.


pria itu menggendong nya ala koala lalu berjalan menuju ranjang tanpa melepaskan pagutan mereka.


"kau sangat cantik dea" ucap gabriell setelah meletakkan tubuh polos deandra di atas ranjang sementara deandra tak mampu berkata apa-apa lagi karena terlalu menikmati setiap sentuhan gabriell.


"Aku mulai ya" ucap gabriell sambil memposisikan senjatanya di pintu masuk yang ada di bawah sana


'jleb'


setelah beberapa kali mencoba akhirnya senjatanya terbenam sempurna di dalam sana.


"Sakit el" ucap deandra.


rasanya masih sakit meskipun mereka pernah melakukannya.


gabriell mencium sekilas bibir deandra.


"Tenanglah sakitnya tidak akan lama"


"Ah....el" d * sah deandra


"Oughh... ini sungguh nikmat de" racau gabriell sambil terus memacu dengan tempo yang semakin cepat.


Suara-suara itu terus terdengar sepanjang kegiatan mereka bahkan peluh terlihat sudah membasahi keduanya. rupanya dinginnya AC tidak mampu mengalahkan panasnya permainan mereka.


Mereka terus menyatu dengan gaya yang berbeda-beda sampai satu Jam berlalu gabriell semakin menambah tempo permainan ketika merasa hendak mencapai puncak.


"El... " Rengek deandra dengan nafas memburu sambil mencengkeram erat tangan kekar gabriell yang mengungkungnya.


"bersama sayang..." ucap gabriell sambil menautkan tangan mereka.


gabriell menghentak lebih dalam dan...


"Arghhhh"


Geraman gabriell yang diiringi dengan tubuhnya dan deandra yang sama-sama bergetar hebat.


gabriell menggulingkan tubuhnya ke samping deandra.


'huh...huh.... huh.... '


keduanya terdengar sibuk mengatur nafas masing-masing.

__ADS_1


Di rengkuhnya tubuh sang istri dan gabriell melabuhkan kecupan hangat di kening deandra.


"Terima kasih sayang"


deandra tersenyum mendengar ucapan gabriell.


"Istirahatlah aku akan meminta ronde kedua setelahnya" ucap gabriell membuat deandra semakin menyusupkan kepalanya pada Dada bidang suaminya itu.


entahlah ia merasa malu setelah kembali melakukan kegiatan itu dengan gabriell.


...----------------...


Lain gabriell lain renald pria itu kini tengah menggerutu di dalam mobilnya karena sahabat sekaligus bos nya itu menyuruhnya untuk mengerjakan begitu banyak pekerjaan sementara gabriell sendiri malah asik bersenang-senang dengan istrinya di rumah.


Dari mana renald tahu?


Tentu saja karena ia sangat hafal dengan tabiat gabriell yang selalu mementingkan urusan pekerjaan dari pada hal lain kecuali urusan wanita yang kini menjadi istri bos nya itu.


"Deandra memang membawa pengaruh buruk untuk gabriell" monolog renald sambil melajukan mobilnya menuju sebuah resto ternama tempatnya akan bertemu seorang klien.


ketika mobilnya berbelok memasuki halaman resto bertepatan dengan sebuah sepeda motor yang juga berbelok dengan arah yang sama sampai tanpa sengaja menggores body mobil milik renald.


"Sialan..." ucap renald.


seorang gadis yang merupakan pemilik motor itu menghentikan motornya di depan mobil renald kemudian membuka helm dan mendekati Renald.


"tuan maafkan saya" ucapnya saat melihat renald keluar dari dalam mobil.


"Apa?....maaf?... Kau pikir mobilku bisa mulus lagi hanya dengan kata maaf hah?" bentak renald yang memang mood nya sudah sangat buruk hari ini sehingga emosinya jadi mudah meledak-ledak.


"Ganti!!" perintah renald.


"Tapi tuan bagaimana saya menggantinya" ucap gadis itu.


"Ya ganti pakai uang b*doh!" sentak renald lagi.


renald menatap penampilan sederhana gadis itu kemudian tersenyum miring.


"atau...pakai tubuhmu juga boleh... " celetuk renald membuat gadis itu melongo.


"Heh tuan kau ini jangan kurang ajar ya...dasar om-om tua" pekik gadis itu dengan nada marah.


"siapa yang kau bilang om-om tua hah?" geram renald.


gadis itu mengambil nota kecil kemudian menuliskan sesuatu disana dan memberikannya pada renald.


"Nama ku Gina dan ini nomer ponselku bawa mobilmu untuk di perbaiki dan kirimkan tagihannya padaku...dasar om-om gila"


setelah mengatakan itu gadis bernama gina itu pun pergi meninggalkan Renald yang terdiam menatap secarik kertas di tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2