
Renald memarkirkan mobilnya di depan restoran tempat Gina bekerja. Pria itu berjalan dengan gagah menbuat banyak pasang mata wanita menatap takjub kearahnya.
Pandangan matanya menyusuri setiap sudut restoran sampai sudut bibirnya tertarik ke atas ketika melihat sosok yang di carinya tengah membersihkan meja.
Pria itu pun memesan ruangan private room dan meminta agar gina yang mengantar pesanannya.
Beberapa saat menunggu akhirnya gadis yang di tunggunya datang juga dengan membawa pesanan miliknya.
gina terdiam mematung dapat dilihat jika ia terkejut karena mendapati renald ada disana.
"Apa yang di lakukan om-om tidak tahu malu ini disini" Gerutu gina dalam hati.
gina masih terdiam sampai suara renald menyadarkannya.
"Kenapa malah diam disitu?" ucap renald.
Gina pun menyimpan pesanan renald di depan pria itu kemudian berpamitan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya. bagaimana pun ia harus profesional jangan sampai karena masalah pribadi membuatnya kehilangan pekerjaan.
"Siapa yang menyuruhmu pergi" ucap renald membuat gina berhenti dan menoleh menatap pria itu.
"Hah?" bingung gina.
"Temani aku sarapan" santai renald.
"Maaf tuan tapi saya harus bekerja kalau tidak.... " protes gina yang langsung di sela renald.
"aku sudah bilang pada atasanmu jadi kau harus temani aku sarapan atau aku akan melipat gandakan hutangmu" ancam renald.
gina menghela nafas berat sambil mendudukan tubuhnya di samping renald.
"Kau itu sudah seperti lintah darat" gumam gina.
"Apa? " tanya renald yang mendengar gina bergumam tidak jelas.
"Ah tidak apa-apa lanjutkan sarapan anda tuan" ucap gina.
Renald menyodorkan potongan pancake ke arah gina membuat gina menatap bingung pria itu.
"Cobalah" ucap renald.
"Tapi... "
Gina langsung membuka mulutnya ketika tatapan tajam renald menghunus kepadanya.
Sedang asik suap-suapan dering ponsel renald yang pria itu simpan di atas meja terdengar.
"Ponselmu berbunyi" ucap gina setelah menelan pancake yang kembali di suapkan padanya.
"Biarkan saja"
Setelah beberapa saat ponsel itu berhenti berdering namun tak lama kemudian berdering lagi begitu seterusnya. Gina yang jengah pun membuka suaranya.
"Angkat dulu siapa tahu itu penting" ucap gina.
__ADS_1
Dengan enggan renald melihat ponselnya.
"Aish...mengganggu saja" gerutunya namun sedetik kemudian matanya membola ketika melihat nama bos gabriell tertera di layar ponselnya.
Dengan tangan bergetar renald menggeser ikon hijau di layar.
"Ha... halo bos" ucapnya tergagap.
"Dimana kau hah?" bentak gabriell di sebrang sana.
"Anu... aku... itu.... "
"Ke kantor dalam 5 menit kalau tidak aku akan memotong gajimu" Ancam gabriell sebelum menutup panggilan tersebut.
Renald menelan kasar salivanya kemudian menatap gina yang tampak cuek tidak peduli sama sekali.
"Aku harus pergi... ini bayar pakai ini" ucap renald sambil menyodorkan kartu kredit miliknya kemudian berlalu pergi dengan tergesa.
Setelah renald pergi gina tak mampu menahan tawanya.
"ha... ha... haa.. ha... haa.. ya ampun wajahnya lucu sekali...aku kira pria tua arogan itu tidak akan pernah takut pada apapun... tapi lihatlah barusan wajahnya yang pucat pasi itu"
Gina terus tertawa sambil memegangi perutnya.
...----------------...
"Tok.... tok... tok.. "
"Masuk"
"Nona...tuan Rafael sudah tiba" ucap jonathan.
Deandra langsung mendongak dan seketika wanita itu langsung bangkit dari duduknya berusaha mengenali sosok yang seperti tak asing baginya.
"Rindu? " ucap pria bernama rafael itu sambil merentangkan kedua tangannya.
Deandra langsung berjalan menuju rafael dan menghambur ke dalam pelukannya.
"Ka rafael.... kapan kakak balik dari Amerika kenapa gak ngabarin aku" ucap deandra.
rafael tersenyum kemudian sambil mengelus rambut deandra.
"Kan ini surprise...aku tak menyangka deandra kecilku sudah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa pemimpin D.Z group"
deandra tersenyum kemudian mempersilahkan rafael duduk di sofa yang ada di ruangan deandra. Sementara jonathan keluar untuk menyuruh sekretaris deandra menyiapkan minuman untuk klien sekaligus sahabat bos mereka.
"Jadi kakak akan mengajukan kerja sama dengan d.z group?" tanya deandra.
"Ya... apa kau akan menerimanya?"
Deandra terkekeh.
"Berapa keuntungan yang akan kakak berikan?" canda deandra.
__ADS_1
Rafael tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Aku dengar kau sudah menikah... aku ingin tahu laki-laki seperti apa yang bisa menaklukan gadis angkuh sepertimu" ledek rafael.
Deandra berdecak sebal.
"Kau tau kak ini semua karena mommy dan daddy yang terus mendesakku untuk menikah" ucap deandra.
"Kalau begitu mau kabur denganku?" celetuk rafael yang langsung di hadiahi pukulan di lengan pria itu dari deandra.
"Ayolah kak berhenti bercanda" ucap deandra.
Keduanya tertawa tanpa deandra sadari rafael terus menatap kagum pada dirinya.
"Aku tidak bercanda Dea seandainya aku kembali lebih cepat mungkin aku yang akan jadi suamimu" batin rafael.
Terdengar suara ketukan pintu dan pintu terbuka setelah deandra berkata masuk menampilkan sosok dita yang merupakan sekretaris deandra membawakan nampan berisi satu gelas jus jeruk dan satu gelas kopi.
"Terima kasih dita" ucap deandra.
"Sama-sama nona saya permisi" ucap dita seraya berlalu.
"Diminum kak"
Rafael tersenyum kemudian meneguk minumannya.
"Resepsinya minggu depan...kalau kakak tak sibuk datanglah" ucap deandra membuat rafael menghentikan minumnya.
"Tentu aku akan datang dan melihat lelaki yang bernasib sial menikah denganmu" ucap rafael setelah terdiam beberapa saat.
Deandra menekuk wajahnya ketika mendengar ledekan rafael membuat rafael mencubit gemas pipi wanita itu.
"Ayo aku traktir es krim" ucap rafael.
"Apa kau sedang menyogokku?" selidik deandra.
"Anggap saja begitu... jadi jangan lupa setujui proposal kerja sama kita" ucap rafael sambil mengedipkan sebelah matanya.
deandra berdiri kemudian mengambil tas slempang miliknya.
"Baiklah aku terima sogokanmu"
Mereka pun berjalan beriringan keluar ruangan ceo.
"Jo aku akan berkeliling dulu dengan rafael... handle pekerjaanku ya" ucap deandra ketika berpapasan dengan jonatan.
"Baik nona"
jonathan masih berdiri menatap punggung deandra yang kini hilang di balik pintu lift.
"Seandainya yang menjadi suami nona deandra adalah tuan rafael aku yakin nona deandra akan bahagia" batin jonathan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sebenernya aku gak akan nerusin ceritanya karena aku ngerasa cerita aku kurang peminatnya mungkin karena aku belum berpengalaman dalam menulis....
Tapi setelah aku pikir2 aku akan selesaikan cerita ini karena tanggung kalau gak di beresin...maaf ya kalau banyak kekurangannya untuk yang masih mau baca Terima kasih banyak love you ❤❤❤