
Gabriell memasuki ruang rapat dengan menatap sengit pada orang-orang yang kini hanya bisa menunduk takut. Pria itu langsung duduk di kursinya dan menerima berkas yang renald berikan.
'brak'
Gabriell melempar berkas tersebut ke tengah meja setelah membacanya.
"Ada yang ingin kalian jelaskan?" ucap gabriell dingin.
"Maafkan saya tuan...saya benar-benar tidak tahu apa-apa" ucap seorang manager project
"Bagaimana kau bisa tidak tahu? Lalu apa saja yang kau lakukan hah?..apa selama ini kau makan gaji buta? "bentak gabriell.
Manager project itu hanya tertunduk karena menyadari kesalahannya yang tidak mengecek kembali bahan material yang sudah di pesannya.
"Usut tuntas siapa pelaku yang sudah korupsi dana bahan material itu... Aku tak akan mengampuni siapapun yang sudah berani bermain-main denganku" ucap gabriell.
Gabriell menderita kerugian besar karena seseorang dengan sengaja mengganti material bangunan kualitas terbaik yang telah di pesan olehnya menjadi kualitas nomer tiga sehingga akhirnya ia mendapat komplain dari klien yang kebetulan melakukan kunjungan ke lokasi.
Mau tidak mau ia harus berjanji akan memulai lambskin pembangunan hotel mewah itu dari awal dengan kualitas yang di janjikan. Gabriell tidak mau karena masalah ini nama wijaya group menjadi buruk.
...----------------...
Gabriell keluar dari ruang rapat saat sudah merasa puas melampiaskan amarahnya. Pria itu berjalan dengan gagah menuju ruang kerjanya.
"Aku ingin secepatnya pengkhianat itu di temukan ren" ucap gabriell pada renald yang setia di sampingnya.
"baik bos." ucap renald formal.
Renald tahu saat ini suasana hati gabriell sedang buruk karena ini merupakan salah satu proyek besar yang sedang dijalankan wijaya group.
Gabriell membuka pintu ruangan miliknya dan iris matanya langsung menangkap gadis cantik yang tengah tertidur di sofa dengan posisi duduk.
"astaga aku sampai melupakannya" ucap gabriell.
Pria itu berjalan menghampiri deandra. Tanpa sadar sebuah senyum terukir ketika menatap wajah damai yang terlelap dalam mimpi itu.
"Kau benar-benar seperti kucing rumahan jika seperti ini" gabriell membungkukan tubuhnya untuk menatap wajah deandra lebih dekat.
Sampai kepala deandra mulai condong ke samping repleks gabriell langsung mengambil posisi duduk di samping gadis itu sehingga kepala deandra jatuh di pangkuannya.
__ADS_1
Tangan gabriell terulur menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik deandra. Gadis itu masih menutup matanya tidak tahu akan seperti apa reaksinya ketika melihat posisi tidurnya saat ini.
Gabriell menyusuri wajah deandra dengan tangannya. Pria itu tersenyum ketika melihat lingkaran hitam pada mata gadis itu. Tangan nakal itu berhenti di bibir berwarna pink natural yang kerap kali ia curi ci*mannya itu. Di usapnya lama bibir itu sampai sebuah tangan menghentikan kegiatannya.
"Apa yang kau lakukan" pekik deandra. Rupanya gadis itu sudah terbangun oleh ulah nakal tangan gabriell.
Deandra bergegas duduk ketika menyadari posisi kepalanya yang ada di pangkuan gabriell.
"Kau benar-benar menyebalkan... Kau pasti mencuri kesempatan saat aku tidur kan? " tuding deandra.
"Heh enak saja...kau sendiri yang tertidur di pangkuanku...harusnya aku yang marah bukan kau... Dasar cewek liar"
Gabriell tegak dan berjalan menuju kursi kebesarannya meninggalkan deandra yang masih menatap sengit kearahnya.
Deandra terlihat berpikir tentang kejadian yang baru saja terjadi.
Benarkah ia yang tertidur di pangkuan gabriell?
Tapi seingatnya ia tertidur ketika menunggu gabriell yang sedang meeting....gadis itu meras aneh kenapa saat bangun ia sudah tertidur di pangkuan gabriell.
"Bagaimana sudah ingat kalau kau sendiri yang menjatuhkan kepalamu ke pangkuanku?" tanya gabriell
"Mau aku perlihatkan cctv?" tawar gabriell karena deandra hanya diam.
Deandra langsung menggeleng dia tidak mau kalau memang yang terjadi sesuai yang di ceritakan gabriell,pasti akan sangat memalukan untuknya dan akan membuat gabriell menang.
"Tidak perlu karena aku yakin bahwa aku tidak akan melakukan itu meskipun sedang tidur atau tidak sadarkan diri sekalipun"
Gabriell hanya melongo mendengar ucapan deandra yang tetap kekeh dengan pemikirannya padahal tidak tahu saja gabriell kalau deandra bicara seperti itu untuk mempertahankan ego nya yang tinggi itu.
Deandra mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kapan kita pulang?"
"Pergilah ke kamar mandi dan cuci mukamu itu apa kau akan keluar dengan iler yang menempel seperti itu... Menjijikan" cibir gabriell membuat deandra bergegas ke kamar mandi yang ada di ruangan pribadi gabriell.
Sementara gabriell menatap deandra heran. Darimana gadis itu tahu kamar pribadi miliknya.
"Dasar gabriell sialan...mana ada aku ileran" gerutu deandra yang merasa di tipu oleh gabriell.
__ADS_1
Gadis itu menatap pantulan dirinya di cermin.
'Sempurna' tidak dapat di pungkiri gadis itu tetap sangat cantik meskipun mata panda masih terlihat jelas di kedua matanya dan juga meski gadis itu baru saja bangun dari mimpi.
Sepertinya tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan deandra...sehingga gadis itu begitu sempurna.
...----------------...
Ceklek' pintu kamar mandi gabriell Terbuka menampilkan sosok deandra dengan wajah lebih segar dan make up naturalnya.
"bagaimana bisa kau tahu ruangan pribadiku? "
"jangan-jangan kau mencuri sesuatu ketika aku sedang rapat"
Cerocos gabriell.
Rupanya pria itu masuk kedalam ruang pribadi miliknya dan menunggu deandra di depan pintu kamar mandi.
'buk'
Deandra memukul kepala gabriell dengan tas miliknya.
"Kau pikir aku ini apa hah?" kesal deandra bisa-bisanya gabriell menuduhnya seperti itu.
Deandra memang tidak sengaja membuka ruangan tersebut ketika melihat-lihat desain interior ruangan milik gabriell. Tidak ada maksud sedikit pun untuk mengganggu privasi gabriell.
Padahal kan kekayaan deandra bisa di bilang setara lah sama kekayaan gabriell kok bisa-bisanya si gabriell nuduh deandra mau nyuri..
"Ya kan siapa tahu" gumam gabriell yang masih terdengar deandra.
"Aih sudah lah kau itu memang menyebalkan aku mau pulang"
Deandra hendak keluar ruangan gabriell namun, gabriell langsung menarik pergelangan tangan gadis itu sehingga deandra berbalik dan menabrak dada bidangnya.
Baru saja hendak mengeluarkan umpatannya b*bir deandra sudah lebih dulu di bungkam oleh b*bir gabriell.
Emang dasar gabriell tukang sosor ya.
Deandra hendak menjauhkan kepalanya dari gabriell tapi terlambat gabriell sudah lebih dulu menahan tengkuk deandra.
__ADS_1