Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
16


__ADS_3

Menjelang malam Gabriell pulang ke mansion dengan wajah lelah nya.


"Kau melihat nyonya?" tanya gabriell pada seorang pelayan.


"Setelah makan siang nyonya tidak keluar lagi dari kamar tuan"


jawaban pelayan itu membuat gabriell berpikir keras apa yang di lakukan istri liar nya itu di dalam kamar.


Gabriell membuka pintu kamar miliknya dan pandangannya langsung jatuh pada sosok yang tengah meringkuk di atas ranjang.


Terlihat nyaman dan tenang sekali.


"Jadi ini yang di maksud menikmati hari libur" gumam gabriell seraya melonggarkan dasi nya.


istrinya itu sungguh luar biasa karena bisa membuat dunia seorang gabriell jungkir balik seketika.


Gabriell mengayunkan kaki nya menuju kamar mandi.


Beberapa saat berlalu pintu kamar mandi terbuka menampilkan gabriell dengan handuk yang melilit di pinggang. Otot kekar dan dada bidang nya terlihat semakin menggoda ketika tetesan air dari rambut gabriell yang basah berjatuhan disana.


'Glek'


Deandra yang sudah terbangun dan tengah duduk bersandar pada headboard hanya bisa menelan salivanya saat di suguhkan pemandangan yang bisa membuat semua wanita dengan suka rela menyerahkan dirinya pada pria itu.


"Apa kau sudah puas melihatnya?" tanya gabriell yang kini sudah berada tepat di depan deandra tanpa wanita itu sadari.


"Ha?" beo deandra mendongak menatap gabriell.


"Hapus ilermu itu... aku tahu kalau aku ini tampan dan menawan... apa kau ingin menyentuh ini... " gabriell mengambil tangan deandra dan menyentuhkannya pada dada bidang miliknya.


Deandra menarik tangannya dan langsung memalingkan wajah karena malu sudah ketahuan memperhatikan gabriell diam-diam.


"Kau bebas menyentuhnya tapi.... tentu saja harus dengan bayaran yang setimpal" ucap gabriell tersenyum menyeringai sambil perlahan menaiki ranjang.


"Minggirlah" usir deandra ketika mereka sudah tak berjarak lagi bahkan deandra dapat mencium aroma sabun yang menguar dari tubuh gabriell juga nafas hangat pria itu yang beraroma mint.


sungguh memabukkan.


"Apakah kita perlu mengulang kejadian itu lagi?" tanya gabriell sambil mengapit dagu deandra dengan jempol dan telunjuknya kemudian mengarahkan wajah cantik itu untuk menatapnya.


"lepas el aku mau mandi" deandra menepis tangan gabriell.


gabriell tersenyum manis menatap wajah deandra yang terlihat gugup.

__ADS_1


"Bukankah kau harus di hukum?" tanya gabriell membuat deandra menaikan sebelah alisnya.


gabriell memainkan rambut deandra .


"Kau tak menyambut suamimu pulang dan malah enak-enakan tidur"


Deandra berdecak sebal dan langsung mendorong tubuh gabriell menjauh darinya.


"Kau terus menyuruhku melakukan kewajiban sebagai istrimu...tapi bahkan sebagai seorang suami yang baik kau tidak memberiku apa-apa bahkan saat menikah mahar yang di berikan adalah saham perusahaan papi marvell." sungut deandra seraya turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Gabriell menggaruk tengkuknya yang tak gatal. pria itu baru ingat jika dirinya belum menjalankan kewajibannya sebagai suami untuk memberikan nafkah pada istrinya itu.


Apa jadinya kalau dunia tahu seorang gabriell marveliandra putra yang merupakan pengusaha muda sukses namun tidak memberi uang untuk istrinya.


sungguh memalukan.


...----------------...


Kini pasangan suami istri itu sedang makan malam bersama dengan renald di antara keduanya.


Renald tampak bingung ketika melihat atmosfer diantara keduanya yang tidak menggambarkan kebahagiaan pasangan pengantin baru pada umumnya.


Deandra memang melayani gabriell dengan mengambilkan makanan untuk pria itu namun dari sudut pandang renald yang cukup jeli bisa menangkap kalau semua itu dilakukan dengan paksaan gabriell.


"Ini yang kau minta" ucap gabriell.


Deandra terdiam menatap bingung dua kartu di depannya.


"Bukankah kau ingin uang dariku? aku akan mengirimkan uang pada atm itu setiap bulannya dan kartu kredit itu kau bebas menggunakannya sesuka hatimu" ucap gabriell


deandra langsung tersenyum dan mengambil kedua kartu itu.


"Cih... ternyata kau matre juga... ku kira wanita sepertimu tidak akan tertarik dengan uang dariku karena kau sudah punya segalanya" celetuk gabriell.


Deandra menyunggingkan senyum sinis nya.


"Meskipun aku punya segalanya tapi apa salahnya jika aku ingin menikmati harta suamiku sendiri yang katanya pengusaha sukses ini...lumayan kan jadi uang hasil kerjaku bisa aku gunakan untuk menanam saham atau membeli pulau pribadi" jelas deandra.


Gabriell melongo menatap deandra yang kini berjalan meninggalkan ruang makan.


"El deandra benar-benar luar biasa" ucap renald yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya.


"Apanya yang luar biasa...kepalaku mau pecah rasanya melihat setiap tingkahnya itu" sahut gabriell.

__ADS_1


"Dia benar-benar berbeda dengan mantan-mantan pacarmu" ucap renald kembali


"Tentu saja berbeda aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan wanita angkuh tidak tahu malu seperti dia" kesal gabriell.


"Bukankah hal itu yang membuatmu mengejarnya untuk membuatnya bertekuk lutut padamu....namun yang aku lihat sekarang justru kau yang jatuh ke dalam pesonanya....apa kau kalah el? " tanya renald dengan senyum mengejek membuat gabriell langsung terdiam seketika.


Sikap acuh deandra padanya tanpa sadar sudah menarik gabriell untuk berusaha mendapatkan deandra. jika saja deandra bersikap seperti kebanyakan wanita yang pernah di temui gabriell mungkin pria itu tidak akan terlalu bersikeras untuk membuat deandra bertekuk lutut padanya.


Tanpa sadar sudut bibir gabriell terangkat ketika bayangan tingkah deandra mulai menari-nari di pelupuk matanya.


"Nah kan..... ini nih bibit-bibit bucin seorang gabriell udah mulai terlihat" ledek renald ketika melihat gabriell terus tersenyum.


"Berhenti membual karena seorang gabriell tidak akan pernah mau menjadi budak cinta siapapun...deandra yang harus bertekuk lutut padaku bukan aku" angkuh gabriell.


"Ya kita lihat saja siapa yang bucin pada akhirnya" putus renald berjalan meninggalkan ruang makan.


Percuma jika terus berdebat dengan gabriell dia tidak akan pernah menang karena gabriell adalah orang yang tidak mau kalah meskipun kalah sekalipun. jadi lebih baik menunggu saja hari dimana omongan renald terbukti dan renald akan mengolok-ngolok sahabatnya itu habis-habisan.


...----------------...


Gabriell menghampiri deandra yang sedang menonton televisi seraya duduk selonjoran di atas karpet berbulu.


Pria itu tanpa tahu malu langsung merebahkan kepalanya pada paha deandra.


"el... " tegur deandra


"Ayolah dea bukankah aku sudah menjalankan kewajibanku.... bagaimana kalau sekarang kau berikan hak ku?" tanya gabriell sambil memeluk pinggang deandra dan menduselkan wajahnya pada perut wanita itu.


Tubuh deandra menggeliat dan gadis itu mulai tertawa karena rasa geli yang ia rasakan.


"hentikan el... geli" rengek deandra.


gabriell mendongak menatap wajah deandra yang semakin cantik saat tertawa.


"Jadi bagaimana?" tanya gabriell.


"Apanya? " deandra balik bertanya.


"kau akan memberikan hak ku kan?"


deandra terdiam menatap wajah gabriell.


apakah ia harus membuka hatinya untuk gabriell dan menjalani pernikahan ini layaknya pasangan suami istri pada umumnya?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2