
Gabriell terlihat bersiap untuk menjemput deandra ke DZ group. Tiba-tiba dering ponsel membuat langkahnya terhenti.
pria itu langsung mengangkat panggilan saat melihat nama sang mommy di layar ponsel.
"Hallo mom"
"Hallo el jangan lupa pertemuan kita di resto xxx hari ini" suara Renata di seberang sana terdengar begitu antusias
"el tidak lupa mom.. ini mau berangkat" Ucap gabriell seraya melanjutkan langkahnya keluar perusahaan.
"Baiklah jangan lupa jemput deandra... Bye"
"Bye"
Gabriell memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana dan bergegas masuk ke dalam mobil yang kini melaju meninggalkan marvell group.
Mobil mewah gabriell sudah terparkir sempurna di depan perusahaan besar milik keluarga deandra. Gabriell keluar dan berjalan dengan gagah menuju lobby.
Semua mata wanita yang kebetulan melihat gabriell langsung menatap penuh damba pada pria tampan dengan setelan jas berwarna navi itu.
"Saya ingin bertemu ceo kalian" ucap gabriell pada resepsionis yang hanya terdiam menatap kearah gabriell.
"Hallo... bisakah tolong sampaikan kepada Bu deandra kalau saya menunggu di bawah" ucap gabriell sekali lagi yang langsung membuat wanita yang ada di hadapannya itu tersadar.
"ah iya maaf pak...sebelumnya apa sudah.... " ucapan wanita itu terhenti saat mendengar suara orang yang berdehem cukup keras
'Ehemmm'
Gabriell langsung menoleh ke belakang.
Tanpa sadar kehadiran gabriell di dz group menarik banyak perhatian wanita yang menyebabkan mereka berkumpul sudah seperti antri minyak goreng.
Mereka yang sedang asik mencuri pandang ke arah gabriell langsung membalikkan tubuhnya dan terkejut tat kala mendapati sang CEO sudah berdiri dengan kedua tangan di lipat di dada.
Gabriell langsung tersenyum smirk ketika melihat deandra yang kini berjalan ke arahnya. pria itu sengaja mengedipkan mata kepada beberapa wanita yang masih ada di sana. Ia ingin tahu seperti apa respon deandra.
"Apa kau cacingan el" ucap deandra
'hah'
Gabriell langsung kicep ketika mendengar ucapan yang keluar dari bibir calon istrinya itu.
"Kau... " geram gabriell seraya menuding deandra dengan telunjuknya.
"Ck singkirkan itu... mau apa kau kesini? " deandra menepis kasar telunjuk gabriell.
__ADS_1
pria itu tersenyum sebelum akhirnya mencolek dagu deandra.
"Tentu saja untuk menjemput calon istriku ini" ucap gabriell.
"Apasih..ayo pergi jangan bikin masalah disini"
Deandra menarik tangan gabriell untuk bergegas meninggalkan perusahaan.
Deandra sudah duduk di samping gabriell namun ketika ia hendak memasang sabuk pengaman gabriell langsung mencondongkan tubuh ke arahnya.
"Biar ku bantu" ucap gabriell
Deandra hanya terdiam menatap gabriell yang kini berada sangat dekat dengannya. Tanpa sadar jantungnya mulai berdetak lebih cepat dan semburat merah mulai terlihat di pipinya.
"Gimana... Udah baper belum?" goda gabriell yang langsung membuat deandra memalingkan wajah nya.
"kucing liar ini sungguh menggemaskan kalau sedang malu begini" Batin gabriell.
Mereka sudah sampai dan keduanya berjalan beriringan memasuki restoran tersebut. namun tiba-tiba gabriell menautkan tangan mereka membuat deandra menatap tajam pada gabriell.
"Biar mereka tidak curiga" jawab gabriell yang tau arti tatapan deandra.
Di dalam private room sudah terdapat dua keluarga inti deandra dan gabriell. Hanya kedua kakak perempuan gabriell saja yang tidak bisa hadir karena mereka tinggal dengan suaminya di luar negeri.
"Maaf Kami terlambat" ucap gabriell ketika mereka masuk ke dalam ruangan.
"Tidak apa-apa ayo duduk" ucap arabella dengan senyum mengembang di bibirnya.
Deandra langsung duduk di samping kedua orang tuanya begitupun gabriell
Mereka memutuskan untuk memesan makanan terlebih dahulu sebelum membicarakan perihal pernikahan gabriell dan deandra.
Di tengah-tengah acara makan tiba-tiba gabriell menyodorkan garpu berisi spaghetti ke arah deandra membuat gadis itu menatap penuh tanya pada gabriell.
"Cobalah ini enak" ucap gabriell dengan senyum manisnya.
Deandra tersenyum kaku dan dengan terpaksa menerima suapan itu.
"Wah kalian romantis sekali... jadi inget waktu muda iya kan arabella" Ucap renata yang memang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya.
"Iya kau benar anak-anak romantis sekali" arabella ikut menimpali sementara leonardo dan Marvell hanya diam sambil memakan makanannya.
"Dasar ikan jaer cari kesempatan mulu" Gerutu deandra dalam hati.
Acara makan malam sudah selesai dan di tutup perbincangan hangat seputar pernikahan deandra dan gabriell yang di putuskan akan di adakan dua hari kedepan sedangkan untuk resepsi akan diadakan bulan depan.
__ADS_1
kenapa sangat cepat?
jawabannya mereka tidak ingin deandra dan gabriell berubah pikiran.
...----------------...
Kini gabriell sedang mengantarkan deandra pulang.
"dea kamu gak keberatan pernikahannya di percepat?" tanya gabriell saat mobil sudah berhenti di depan mansion leonardo.
"Bukankah lebih cepat di mulai lebih cepat juga berakhir" deandra menatap datar gabriell.
Gadis itu pun melepas seat belt lalu membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion tanpa mengucapkan apapun lagi.
Gabriell hanya menatap cengo kepergian deandra jangankan ciuman selamat tinggal seperti yang sering pacarnya berikan,ucapan terima kasih pun sama sekali tak di ucapkan gadis angkuh itu.
Akhirnya gabriell memutuskan untuk pulang.
🎶🎶🎶🎶
ditengah perjalanan ponselnya berdering.
"Sayang kau kemana saja apa kau lupa padaku" cerocos seorang wanita ketika panggilan terhubung.
"Aku sibuk" singkat gabriell
"Aku tidak mau tahu datang ke apartemen sekarang aku kangen" suara wanita itu terdengar begitu manja membuat gabriell memutar bola matanya malas.
gabriell tersenyum penuh arti sebelum mematikan panggilan tersebut.
Mobil mewah itu berhenti di basement sebuah apartemen mewah tanpa menunggu lama lagi pria itu berjalan menuju unit sang kekasih.
Begitu sampai unit yang di tuju gabriell bisa langsung masuk karena memiliki access card apartemen tersebut.
"Sayang akhirnya kau datang juga"
sebuah suara manja yang memuakkan langsung terdengar dan diikuti tangan yang memeluk pria itu dari belakang begitu gabriell memasuki unit.
Gabriell langsung membalik tubuhnya dan mendapati wanita yang tempo hari berci*man dengannya di kantor dan sialnya terpergok deandra.
Wanita itu langsung mengalungkan tangannya pada leher gabriell dan sedikit menjinjitkan kakinya sebelum mencium rakus bibir pria itu.
Ci*man yang awalnya lembut berubah menjadi menuntut setelah gabriell membalasnya tak kalah rakus.
Wanita itu menggiring tubuh gabriell ke sofa sehingga gabriell terduduk dengan wanita itu di atas pangkuannya.
__ADS_1
cukup lama mereka berci*man dalam posisi intim itu sampai gabriell melepas ciuman mereka membuat wanita itu menatapnya kecewa.
"Aku akan menikah"