
Cukup lama gabriell mel*mat lembut bibir deandra sampai deandra tersadar ketika lid*h gabriell mulai menyeruak masuk mengajak lid*h nya untuk saling memb*lit. Gadis itu langsung mendorong gabriell untuk menjauh darinya.
"Kau!!!" geram deandra menatap gabriell dengan sengit.
Namun yang di tatap malah menampilkan senyum yang sangat menyebalkan.
"Ayolah...tadi kau begitu menikmatinya" Seloroh gabriell yang tak tahu malu membuat deandra memalingkan wajahnya. Deandra mengutuki dirinya yang terbuai dengan perbuatan gabriell.
Gabriell melanjutkan membersihkan wajah deandra dan saat ini wajah gadis cantik itu sudah bersih dari make up yang ia kenakan.
"Ha.. ha.. ha... ha... " Gabriell tak kuasa menahan tawanya ketika melihat mata deandra yang terdapat lingkaran hitam.
Pria itu terus tertawa seraya memegangi perutnya,membuat deandra memberengut sebal.
"Apa kau akan terus tertawa?" sindir deandra namun tak mampu menghentikan tawa pria itu.
"Kau itu lucu sekali dea apa hari ini aku harus mengajakmu makan tebu?" Canda gabriell disela tawanya.
akhirnya kini gabriell tahu apa alasan gadis itu memakai make up berlebih ternyata untuk menutupi mata panda. sungguh lucu sekali.
"Jadi ini alasanmu berdandan seperti itu?" tanya gabriell.
"hmm" singkat deandra.
"Apa yang... " gabriell tidak bisa melanjutkan pertanyaannya karena deandra sudah lebih dulu berkata.
"Cepatlah jalankan mobilnya jangan terus mewawancarai aku" kesal deandra.
gabriell terkekeh pelan kemudian memilih memakai kembali sabuk pengamannya dan mulai melajukan mobil tersebut. Rasanya sungguh menyenangkan bisa menggoda deandra.
sepanjang jalan gabriell terus meledek deandra sementara yang di ledek pura-pura cuek meskipun rasanya kedua telinga deandra sudah sangat panas mendengar ocehan pria itu.
mobil berhenti di parkiran salah satu mall besar gabriell yang hendak membukakan pintu untuk deandra urung ia lakukan karena gadis itu sudah keluar lebih dulu dan membanting pintu mobilnya dengan cukup kuat.
Gabriell hendak protes namun deandra sudah berlalu pergi meninggalkannya. Rupanya apa yang di lakukan deandra merupakan bentuk kekesalannya pada gabriell.
Deandra berjalan lebih dulu memasuki mall menuju salah satu toko perhiasan ternama. sementara gabriell entah dimana ia berada deandra tak peduli.
"Pakai ini" ucap gabriell ketika berhasil menyamakan langkahnya dengan deandra.
pria itu menyodorkan sebuah kaca mata baru yang mungkin baru saja di belinya.
__ADS_1
"Jangan Gr aku hanya tak ingin kau membuatku malu" ucap gabriell.
Deandra memutar bola matanya malas namun tetap mengambil dan memakai kaca mata tersebut karena dia pun tidak percaya diri berjalan di mall dengan keadaan seperti itu.
Tangan gabriell langsung merengkuh pinggang deandra yang langsung di tepis gadis itu.
"Kau jangan kurang ajar el"
namun gabriell pantang menyerah ia terus melakukan hal yang sama sampai deandra membiarkannya karena malas terus berdebat.
sampai di toko perhiasan mereka langsung di sambut pemiliknya yang tak lain merupakan sahabat Arabella dan Renata.
"Tante marisa" deandra langsung cipika cipiki dengan teman arabella itu.
"Ya ampun kalian berdua cocok sekali" ucap tante marisa
Tante marissa langsung mengajak keduanya untuk duduk dan melihat-lihat model cincin dan memilih bahan yang ingin keduanya gunakan untuk pembuatan cincin tersebut.
"Loh dea kamu ko gak biasanya pakai kacamata?" heran tante marisa ketika menyadari penampilan deandra yang berbeda.
"Ah ini biar gaya aja tan gitu kaya anak-anak jaman sekarang" jawab deandra seraya tertawa yang membuat tante marisa hanya ber oh ria saja.
"Iya tante tahu harus jadi besok kan?" tanya tante marisa yang di jawab anggukan kepala oleh gabriell.
"Kamu tenang aja besok sore cincinnya udah bisa kamu ambil" ucap tante marissa.
Memang orang kaya itu beda ya pesen cincin aja bisa satu hari jadi. Gak tanggung-tanggung author menghalunya.
"El yang ini gimana..desainnya simple dan cantik" Deandra menyodorkan katalog yang sedari tadi di lihatnya pada gabriell.
"Pilihlah apa yang kamu suka aku akan pakai. " acuh gabriell
Pria itu memang tidak terlalu antusias dan terkesan masa bodo dengan pernikahan ini.
Akhirnya deandra memilih satu cincin pernikahan yang simple namun elegant.
Kini keduanya sedang berada di restoran untuk makan siang. Tiba-tiba seorang gadis cantik berpakaian seksi menghampiri mereka dan langsung duduk di dekat gabriell.
"Hi el..apa kabar? " ucao wanita itu.
Deandra mengalihkan fokusnya dari ponsel dan menatap wanita yang kini tengah menggoda calon suaminya.
__ADS_1
"Aku baik mmmm... " gabriell tidak ingat siapa nama gadis itu.
"Sania" ucap gabriell ketika sudah merasa mengingat nama gadis itu.
"Aku sofia el bukan sania kau sungguh jahat melupakanku begitu saja" ucap gadis itu sebelum pergi dengan raut wajah kecewanya.
sementara gabriell hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya menatap deandra yang seolah tak perduli dengan apa yang baru di lihatnya.
"Memangnya pacarmu itu ada berapa sih sampai kau lupa namanya begitu" heran deandra.
"Ya kau tau kan semua wanita berebut mendapatkanku... karena aku kasian pada mereka jadi aku menerima mereka yang sesuai kriteriaku" Jawab gabriell yang merasa bangga dengan pencapaiannya itu.
"Kenapa tidak kau kasih nomor setiap pacarmu itu agar mudah mengingatnya" saran deandra yang membuat gabriell yang sedang merapikan rambutnya langsung terdiam.
Deandra sungguh luar biasa selalu bisa membuat gabriell mati kutu di depannya.
Obrolan mereka terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka. Deandra langsung memakan makanan pesanannya tanpa memperdulikan gabriell yang terus menatapnya dongkol.
...----------------...
"Loh ini kan bukan jalan pulanb ke mansion" protes deandra.
keduanya kini sudah berada di dalam mobil. setelah menikmati makan siang mereka yang lebih tepatnya deandra karena gabriell yang kesal menjadi tidak nafsu makan. sehingga hanya mencicipi sedikit sedangkan deandra yang merupakan orang yang sudah membuatnya seperti itu makan dengan lahap.
"Aku harus ke kantor sebentar" jawab gabriell.
Tadi renald menghubungi gabriell kalau ada rapat dadakan yang harus diadakan hari ini oleh karena itu ia langsung memutar arah menuju Marvell group.
Mobil mewah itu sudah terparkir di tempat khusus petinggih perusahaan. Gabriell langsung berjalan lebih dulu meninggalkan deandra.
"El tunggu aku...kau sungguh keterlaluan" ucap deandra seraya berjalan lebih cepat agar bisa mengejar gabriell.
"Dasar playboy sialan... kalau mau di tinggal kenapa mengajakku kesini" umpat gadis itu frustasi ketika melihat pintu lift sudah tertutup dengan gabriell di dalamnya.
para karyawan yang melihat hal itu hanya menatap bingung siapa gadis yang berani mengumpat bos mereka itu.
Deandra yang merasa jadi pusat perhatian disana langsung berdehem.
"Ehemm".
Gadis itu langsung berjalan dengan anggun menuju lift khusus karyawan. Biar bagaimana pun ia harus mempertahankan wibawa dan pesonanya.
__ADS_1