
"Jadi kita akan berkencan disini?" sangsi deandra. Kini keduanya sudah berada di sebuah pasar malam.
"Ya bukankah menyenangkan...kau pasti tidak pernah ke tempat seperti ini kan?" Gabriell tersenyum kemudian menautkan tangan keduanya.
"ayo!" ajak gabriell.
Mau tak mau deandra mengikuti suaminya itu.
Gabriell memesan dua tiket untuk menaiki bianglala.
"Aku gak mau el...takut" Ucap deandra ketika gabriell mengajaknya naik.
gabriell berusaha menarik tangan deandra yang kini memegang erat sebuah tiang di dekatnya.
"Ayolah kau harus mencobanya"
"Aku gak mau El... maksa banget sih"
Karena deandra terus menolak akhirnya gabriell menggendong istrinya itu dan mendudukannya pada salah satu kabin bianglala.
"El bagaimana ini" panik deandra ketika posisinya mulai naik.
wanita itu menempel erat pada tubuh gabriell karena takut namun hal itu justru membuat pria itu tersenyum penuh kemenangan.
"Tenang sayang ada aku ok" ucap gabriell seraya mengusap lembut bahu deandra yang bersandar padanya.
Mata wanita itu terus tertutup karena takut.
"Buka matamu dan lihatlah" ucap gabriell ketika mereka hendak mencapai puncak tertinggi bianglala tersebut.
Perlahan netra cokelat itu terbuka menatap ke arah jari telunjuk gabriell. pemandangan indah yang terlihat dari atas sana sungguh membuat deandra terpesona.
Begitu indah.
tanpa sadar sudut bibir wanita itu terangkat membentuk sebuah senyuman yang begitu cantik yang tak pernah terlihat sebelumnya oleh gabriell.
jika deandra terpesona dengan pemandangan kota yang begitu indah saat menjelang malam berbeda dengan gabriell yang justru malah terpesona oleh kecantikan istrinya.
"Sayang" panggil gabriell membuat deandra menoleh padanya.
Diraihnya tengkuk deandra kemudian gabriell menyatukan bibir keduanya bertepatan dengan kabin bianglala mereka berada tepat di puncak tertinggi.
Deandra awalnya terkejut namun ia pun membalas pagutan lembut itu dengan tangan yang ia kalungkan di leher suaminya.
gabriell melepas pagutan mereka dan menatap wajah deandra yang tersenyum bahagia juga sambil menatapnya.
Bukankah bahagia itu sederhana?
Deandra yang notabenenya punya segalanya nyatanya bisa bahagia hanya dengan hal sederhana seperti ini.
__ADS_1
Keduanya turun setelah wahana benar-benar berhenti.
"Bagaimana apakah menyenangkan? " tanya gabriell sambil menggandeng tangan istrinya.
"Tunggulah disini" ucap gabriell sambil berlalu menuju sebuah stan makanan yang deandra tidak tahu apa namanya.
deandra menatap setiap pergerakan suaminya itu yang kini sudah berjalan ke arahnya dengan dua plastik besar berisi sesuatu berwarna merah muda dan biru muda
gabriell menyerahkan satu pada deandra.
"Apa ini?" tanya deandra.
"Ini arum manis cobalah"
"Bagaimana cara makannya?"
gabriell mengajak deandra duduk di salah satu kursi yang ada disana kemudian pria itu membuka arum manis miliknya dan mencontohkan bagaimana cara memakan makanan tersebut yang langsung diikuti deandra.
"Ini manis el" ucap deandra ketika merasakan rasanya.
"Seperti dirimu" celetuk gabriell membuat deandra mengulum senyum.
"Dari siapa kau tahu hal-hal seperti ini el" tanya deandra yang merasa heran mengapa seorang tuan muda pewaris perusahaan besar bisa mengenal hal-hal seperti ini.
"Dulu saat sekolah menengah atas aku sering pergi ke pasar malam seperti ini"
Gabriell berdecak sebal.
'Ck'
"Dengan teman-temanku...wanita yang menjadi pacarku dulu kalau kencan ngajaknya ke Mall belanja atau gak ke restoran mewah"
"Lalu kenapa kau mengajakku kesini?"
"Karena aku tahu kau bukan wanita seperti mereka...kau berbeda Deandra" ucap gabriell seraya menatap mata indah deandra.
Deandra yang gugup di tatap seperti itu langsung mengalihkan pandangannya.
"Aku bahagia el" ucap deandra menatap lulus pada banyak orang yang berlalu lalang di hadapannya.
"Apa saja yang kau lakukan selama ini sampai tak pernah melakukan hal-hal seperti ini? " tanya gabriell.
raut wajah deandra berubah sendu.
"Saat aku kecil mommy dan daddy selalu sibuk dengan pekerjaan mereka aku juga tidak punya kakak yang bisa mengajakku bermain...setiap hari aku di temani oleh pengasuhku...saat beranjak remaja aku di ingatkan dengan tanggung jawab untuk mengurus perusahaan yang membuatku di tuntut belajar lebih keras dari anak remaja yang lain."
Gabriell mengerti bagaimana perasaan deandra karena ia juga mengalami namun bedanya gabriell sering mencuri-curi waktu untuk bermain-main dengan teman-temannya.
"Aku hanya memiliki dua orang teman itu karena aku tidak ada waktu untuk bermain seperti anak lainnya...tapi aku bahagia semua usahaku tidak sia-sia daddy bisa menikmati hari tua nya bersama mommy setelah aku mengambil alih perusahaan"
__ADS_1
Ucapan deandra membuat gabriell begitu kagum pada istrinya itu yang ternyata merupakan sosok wanita yang hebat.
setelah menghabiskan
gabriell mengambil tangan deandra untuk di genggamnya.
"Mulai saat ini kau tidak sendiri ada aku yang akan selalu bersamamu" tulus gabriell.
Deandra bangkit dengan tangan yang masih di genggam gabriell.
"Ayo aku ingin mencoba wahana dan makanan yang lain pokoknya kau harus menemaniku"
Gabriell tersenyum kemudian mengikuti deandra.
Deandra mengajak gabriell mencoba hampir semua wahana yang ada disana. meskipun lelah namun pria itu senang melakukannya karena bisa melihat istrinya itu terus tersenyum bahagia.
Bahkan deandra mencoba hampir semua makanan yang ada disana.
"aku kekenyangan el" ucapnya sambil menatap perutnya.
"Ya sudah ayo pulang" ajak gabriell.
"Tapi aku masih ingin mencoba itu" tunjuk deandra pada salah satu stan makanan.
gabriell menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
"Besok lagi ya bentar lagi mau ujan jadi mending kita cepet pulang"
memang sedari tadi sudah terlihat jika hujan hendak turun.
akhirnya deandra setuju untuk pulang namun baru saja mereka berjalan tiba-tiba hujan turun cukup deras.
Gabriell langsung mengajak deandra untuk berteduh.
"Tunggu disini aku akan ambil payung di mobil" ucap gabriell
Gabriell menghentikan langkahnya karena deandra mencekal pergelangan tangannya.
"Gak usah pakai payung pakai ini aja biar romantis" tunjuknya pada jas gabriell.
gabriell menarik gemas hidung istrinya.pria itu pun dengan senang hati melepas jas miliknya dan akhirnya mereka berdua pun berjalan bersama dengan jas yang gabriell payungkan pada kepala keduanya.
Meskipun mereka tetap basah kuyup karena hujan yang deras namun yang penting romantis kan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author meleleh ini... el mau sama author gak???
Gabriell be like 'OGAH'
__ADS_1