Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
2


__ADS_3

Deandra yang baru pulang dari makan siang bersama kliennya terkejut ketika mendapati sang mommy sudah berada di dalam ruangannya.


"Mom..kau disini? " gadis itu tersenyum kikuk seraya menghampiri arabella.


"Hi sayang akhirnya kau datang juga...ayo! " wanita paruh baya itu menarik tangan putri cantiknya.


"Tunggu mom!" Deandra menghentikan langkahnya dan menatap bingung arabella.


"Ada apa ini dan kita mau kemana?" tanya deandra.


"Kita akan ke butik untuk membeli baju untuk kamu pakai malam ini dan mamah juga akan membawamu untuk perawatan di salon tante meta" terang arabella


"Ayolah mom kau sungguh keterlaluan aku punya banyak baju yang belum ku pakai di rumah...lagi pula ini hanya makan malam dengan pria arogan yang menyebalkan itu" kesal deandra.


Namun arabella tidak mau menanggapi ocehan deandra dan melanjutkan menarik putrinya itu untuk mengikutinya.


"Kencan pertama kau harus terlihat luar bissa sayang"


"Aku tidak peduli" jawab deandra malas.


"Jo urus urusan kantor deandra tante pinjam dulu" ucap arabella ketikaa berpapasan dengan asisten jo.


"Baik tante" patuh jo


"Astaga mom aku ini masih banyak pekerjaan" keluh deandra mencoba membujuk sang mommy.


"Halah urusin terus kerjaan bisa-bisa kamu jadi perawan tua"


akhirnya Deandra hanya pasrah karena tidak ingin terus berdebat dengan arabella. Malu kan kalau karyawannya melihat dan mendengar perdebatan tersebut.


Deandra menghabiskan waktunya di butik dan salon kecantikan untuk mempercantik penampilannya. padahal tanpa harus sepeti itu pun gadis itu sudah sangat cantik hanya saja, arabella yang terlalu antusias dengan rencana perjodohan antara Deandra dan putra dari sahabatnya itu ingin segalanya terlihat sempurna.


...----------------...


Malamnya deandra sudah siap dengan dress berwarna hitam dan rambut yang di sanggul indah.


"Mom lihatlah aku sudah seperti akan menghadiri pesta penting" Ucap deandra yang enggan untuk pergi.


"Kau terlihat sempurna sayang pergilah mommy mencintaimu" Arabella mendorong tubuh mungil itu dan melambaikan tangannya.


Dengan berat hati deandra masuk ke dalam mobilnya dan tak lama mobil mewah berwarna merah itu melaju meninggalkan mansion Keluarga leonardo.


Arabella menatap kepergian deandra dengan senyum mengembang di bibirnya. wanita itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Kucingnya sudah aku lepaskan Renata" ucapnya ketika panggilan terhubung.


(....)


"Tentu saja pasti putriku akan terpesona dengan ikan yang sudah kau siapkan"

__ADS_1


(...)


"Baiklah Bye" panggilan terputus.


"Kucing dan ikan siapa sayang?"


"Astaga" arabella memegangi dadanya karena terkejut dengan kedatangan sang suami yang sudah berdiri tepat di sampingnya.


"Untung saja ponsel mommy tidak jatuh dad" sungut arabella.


"Habisnya kamu telponan sama siapa sih pakai bisik-bisik dan bahas ikan sama kucing segala" leonardo tertawa mengingat tingkah istrinya.


"Tau ah" arabella yang terlanjur kesal memilih masuk ke dalam rumah dan meninggalkan sang suami.


"Yah ko marah" heran leonardo yang kini berjalan menyusul Istrinya.


...----------------...


Sementara itu di seberang mansion milik Gabriell terlihat sebuah mobil tengah mengawasi.


"Honey sebenarnya apa yang akan kita lakukan?" tanya seorang pria paruh baya bernama Marvell Dominick


marvell sungguh bingung dengan apa yang dilakukan istrinya yang sejak dua jam lalu terus mengamati kediaman putranya.


"Diamlah pi! mami harus memastikan ikannya datang menemui si kucing" jawab Renata yang justru malah semakin membuat marvell bingung.


"Kucingnya sudah aku lepaskan renata" ucap arabella.


"Bagus aku harap dia menyukai ikan tampan milikku"


"Tentu saja pasti kucingku akan terpesona dengan ikan yang sudah kau siapkan"


"aku sungguh tidak sabar baiklah aku tutup dulu telponnya nanti aku kabari lagi bye arabella"


"Baiklah bye"


Renata tersenyum senang tanpa memperdulikan marvell yang terus menatap heran kearahnya.


"Ah itu dia ikan tampanku akhirnya dia keluar juga" ucap renata ketika melihat gabriell dan asistennya menaiki mobil milik gabriell dan mobil itu berlalu meninggalkan mansion putranya.


"Ayo ikutin pi!" perintahnya pada sang suami.


Marvell yang tidak mengerti hanya menuruti saja keinginan ratu hatinya itu.


...----------------...


Disinilah deandra berada di sebuah private room restoran yang sudah di pesan arabella dan renatta. Rambut yang tadi di sanggul kini ia biarkan tergerai indah karena merasa dandanannya terlalu berlebihan jika untuk menghadiri makan malam biasa seperti ini.


pintu ruangan terbuka menampilkan sosok tinggi tegap dengan wajah tampan yang mampu memikat banyak wanita.

__ADS_1


"Kau terlambat dua menit tiga puluh tiga detik tuan gabriell! " ucapnya ketika melihat gabriel hanya mematung di tempatnya.


mendengar ucapan deandra,gabriell hanya menatap cengo gadis itu. Bagaimana bisa respon deandra kepadanya terlihat datar. padahal jika biasanya wanita yang berkencan dengannya akan menyambut dengan senyum termanis dan akan langsung bergelayut di lengan kekarnya.


sungguh respon deandra jauh dari ekspektasi pria tampan itu.


"Apa kau akan berdiri saja? ayolah waktuku terbuang sia-sia jika begini" ucapan deandra membuat gabriell tersadar dari keterkejutannya.


pria itu langsung menghampiri deandra dan mengambil posisi duduk di depan gadis itu.


"Gabriell..kau bisa memanggilku el" gabriell mengulurkan tangannya yang langsung di sambut dengan malas oleh deandra.


"Deandra" sahut deandra.


Setelah memesan beberapa makanan dan minuman keduanya makan dalam diam dengan gabriell yang selalu mencuri pandang pada gadis angkuh yang datar di depannya itu.


"Katakan apa rencanamu untuk membatalkan perjodohan ini?" ucap deandra datar setelah menyelesaikan makan malam nya.


"Kalau aku tidak mau membatalkannya bagaimana?" santai pria itu dengan senyum smirk di bibirnya.


"akan aku buktikan bahwa tidak ada yang bisa menolak pesona seorang gabriell marveliandra putra termasuk gadis angkuh ini" batin gabriell


Dalam pikiran pria itu sudah tersusun rapi rencana untuk menjerat deandra dalam pesonanya. Gabriell tidak terima ada seorang gadis yang tak terpikat pada ketampanannya.


"Kau... sebenarnya apa yang kau mau?" geram deandra.


"Menikahlah denganku agar kau tidak terus menerus di jodohkan oleh orang tuamu" Ucap Gabriell.


"Oh astaga tuan el bukankah kau juga selalu di jodohkan oleh kedua orang tuamu?" Deandra terkekeh pelan.


"Ya kau benar jadi kita bisa menikah kontrak agar orang tua kita berhenti menjodohkan kita" ucap gabriell.


Deandra terdiam menimbang tawaran yang di berikan gabriell padanya.


"Kena kau! " Batin gabriel tersenyum smirk menatap deandra yang terlihat sedang berpikir.


"Akan aku pikirkan" jawab deandra yang tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.


"Aku akan memberimu waktu 1 hari jadi pikirkanlah baik-baik" gabriel terus berusaha membuat deandra masuk kedalam jerat cinta nya.


"Baiklah kalau tidak ada yang perlu di bicarakan lagi aku akan pulang" Deandra beranjak dari duduknya.


"Mau ku antar? " tawar gabriell.


"Tidak perlu Aku bawa mobil sendiri pulanglah dengan asisten mu itu kalian terlihat cocok" ledek deandra seraya berlalu pergi. gadis itu memang tadi sempat melihat renald yang tengah merokok di samping mobil milik gabriell ketika.


Gabriell hanya tersenyum mendengar ledekan yang di lontarkan bibir mungil Gadis cantik itu.


"Aku pastikan kau akan menjadi milikku deandra kita lihat seberapa lama kau bisa tahan tidak jatuh hati padaku" batin gabriell .

__ADS_1


__ADS_2