Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
7


__ADS_3

"Aku akan menikah" ucap gabriell santai.


wanita di pangkuannya terlihat tertegun.


"Apa?" tanya sang wanita memastikan apa yang ia dengar


"Aku akan menikah dengan gadis yang di jodohkan orang tuaku"


ucap gabriell yang membuag wanita itu langsung turun dari pangkuan gabriell dan menatap nyalang pada pria itu.


"Apa maksudmu el? kau tidak akan meninggalkanku kan? " nada bicara wanita itu yang mulai meninggi pertanda ia mulai emosi.


"Ayolah Raisa kau tau sendiri kan aku orang nya seperti apa?" gabriell masih duduk di tempatnya dengan tenang.


"Enggak el... kita udah tiga tahun bersama...aku adalah wanita yang paling lama menjalin hubungan denganmu...bagaimana bisa kau melakukan itu padaku" lirih Raisa seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Gabriell hanya tersenyum sinis mendengar ucapan yang keluar dari bibir


"Kau lupa siapa aku? " gabriell berdiri dan mulai melangkah mendekati Raisa.


"Aku menjalin hubungan lama denganmu karena kamu adalah wanita yang paling mengerti aku... lagi pula dari dulu kau tau kan aku tidak pernah bisa setia pada satu wanita... aku akan membuang mereka setelah aku bosan" jelas gabriell.


Raisa langsung berlutut bersimpuh di kaki gabriell. Sungguh wanita itu sangat mencintai gabriell meskipun ia sangat tau pria itu sering menjalin hubungan dengan wanita lain selama berpacaran dengannya. Tapi baginya itu tak masalah asalkan gabriell masih mengingatnya..


"Dan aku sekarang sudah bosan padamu... aku ingin mencari mainan baru" ucap gabriell tak berperasaan.


Raisa langsung mendongak menatap gabriell dengan berurai air mata.


"Jangan el...biarkan aku tetap bersamamu... jika kau akan menikah maka menikahlah...namun jangan buang aku"


Raisa menggenggam erat kedua tangan gabriell..wanita itu menunduk dengan pundak bergetar.


"Bangunlah sa... Ini tidak akan merubah keputusanku"


Gabriell membangunkan raisa dan menuntunnya untuk duduk di sofa bagaimanapun raisa sudah menemaninya cukup lama.


"Ini ambillah" gabriell menyodorkan sebuah kartu atm.


"Disitu berisi uang lima milyar sebagai kompensasi selama kau menjadi kekasihku.... dan aku sudah membeli apartemen ini atas namamu...terimalah sebelum aku berubah pikiran...kau tahu aku tidak suka perempuan pembangkang" ucap gabriell seraya beranjak pergi.


Raisa hanya mampu terdiam menatap punggung mantan kekasihnya itu.


"Apa wanita itu yang akan jadi istrimu" ucapan raisa membuat gabriell menghentikan langkahnya.


"Ya...wanita yang tempo hari memergoki kita di kantor... dia yang akan jadi istriku"


setelah mengatakan itu gabriell pun pergi meninggalkan Raisa yang menangis semakin keras.


'arggggg'


"Dasar wanita sialan.... " umpat raisa seraya mulai menggila melemparkan semua barang yang ada di apartemennya.

__ADS_1


...----------------...


Sementara gabriell pulang dengan wajah tenangnya tak tersirat sedikit pun rasa bersalah di wajah tampannya itu setelah menyakiti hati seorang wanita.


"Bagaimana acara nya el?" tanya Renald ketika mereka kebetulan berpapasan.


"semua berjalan baik aku akan menikah dua hari lagi... jadi tolong siapkan berkas penting milikku yang di perlukan untuk menikah" ucap gabriell yang sukses membuat renald membulatkan matanya.


"Kau serius?" tanya renald.


"Tentu saja... aku bahkan sudah memutuskan raisa agar bisa fokus mengejar deandra" ucap gabriell yang langsung melenggang pergi meninggalkan sahabatnya itu.


..."apa dia kesurupan hantu pohon asem yang lagi viral itu? " batin renald menatap heran gabriell....


sampai di kamar gabriell langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


pria itu mengangkat tangan yang tadi ia gunakan untuk menggenggam tangan deandra bahkan sampai merangkul pinggang ramping gadis itu.


Gabriell kini mengulum senyum sambil matanya menatap tangan kanannya.


"Astaga aku pasti gila"


Gabriell segera menggelengkan kepala ketika pikiran-pikiran aneh mulai hinggap di kepalanya.


...----------------...


Sementara di mansion leonardo deandra tak dapat memejamkan matanya ketika bayangan gabriell terus menari-nari di pelupuk matanya.


"Sekarang kau tidur ok... lupakan apapun yang berhubungan dengan pria itu. "


Gadis itu masih terus mengoceh seraya merebahkan kembali tubuhnya pada ranjang.


beberapa detik berlalu gadis itu terduduk kembali sambil berteriak kesal.


"kya..... gabriell sialan" Deandra melempar bantal saking kesalnya.


"Dia tidak hanya menggangguku di dunia nyata tapi di dalam halusinasiku juga"


"Dasar sialan" umpatnya lagi.


Deandra terus memaki gabriel,untung saja kamarnya kedap suara sehingga orang-orang di mansion tidak akan mendengar teriakan deandra.


Gadis itu mengacak rambutnya frustasi.


Entah pukul berapa gadis itu tertidur mungkin karena lelah mengumpat gabriell akhirnya mata indahnya bisa terlelap juga.


...----------------...


Keesokan harinya Deandra tidak berangkat ke kantor karena Gabriell akan mengajaknya membeli cincin pernikahan.


gadis itu sedang duduk di depan meja rias masih memakai bathrobe setelah tadi membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Astaga bagaimana ini" Deandra menghela nafas berat ketika melihat lingkaran hitam yang di sebabkan dirinya kurang tidur tadi malam.


Pasti gabriell akan menertawakan deandra jika melihatnya seperti itu.


akhirnya deandra memutuskan untuk mengaplikasikan make up agar bisa menyamarkan mata panda yang mengganggu penampilannya itu.


"Non deandra sudah di tunggu den gabriell di bawah" ucap bik Siti dari balik pintu kamar deandra.


Deandra bergegas mengenakan pakaiannya. dress selutut berwarna biru navi menjadi pilihan gadis itu.


Deandra berjalan dengan anggun menuju gabriell yang sedang asik bercengkrama dengan kedua orang tuanya.


"Lama banget sih sayang kan kasian Gabriell nunggunya lama" celetuk Arabella ketika deandra sudah ada di hadapannya.


Sementara Gabriell menatap aneh pada wajah deandra yang menurutnya memakai make up terlalu berlebihan karena sedari awal mereka bertemu ia sudah terbiasa dengan deandra yang cantik dengan make up tipis naturalnya.


Deandra yang di tatap seperti itu berusaha mengalihkan pandangannya.


"Ayo kita berangkat" ucap deandra agar gabriell berhenti menatapnya.


"Yaudah om,tante,Kita berangkat dulu ya" pamit gabriell pada orang tua deandra.


"pergilah jaga deandra" leonardo menepuk pundak calon menantunya itu.


Mereka pun pergi setelah deandra mencium pipi arabella dan leonardo bergantian.


"Apa kau sengaja berdandan seperti itu agar aku terkesan? " seloroh gabriell dengan tingkat percaya diri yang tinggi.


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil milik gabriell.


Deandra memutar bola matanya malas


"Heh selain playboy ternyata kau juga sangat percaya diri tuan gabriell" Deandra tersenyum mengejek.


"Hapuslah kau lebih cantik tanpa berdandan seperti itu" gabriell menyodorkan tisu basah pada deandra.


"Tidak perlu... aku suka penampilan baruku" gugup deandra.


"Tapi aku tidak suka" kekeh gabriell yang kini menepikan mobilnya.


"Mau apa kau" ucap deandra ketika melihat gabriell melepas seat belt dan mencondongkan tubuhnya pada deandra.


"Diamlah"


gabriell mulai mengusap wajah deandra dengan tisu basah.


Deandra yang mendapat perlakuan seperti itu hanya menahan nafasnya karena terlalu gugup berada dalam jarak dekat seperti itu dengan gabriell.


usapan gabriell berhenti di b*bir dengan lipstik natural itu. cukup lama gabriell menatapnya sampai entah keberanian dari mana gabriell langsung menci*m b*bir yang sedikit terbuka itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2