Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
25


__ADS_3

sore harinya deandra sudah cantik dengan dress selutut berwarna Navy yang membalut tubuh rampingnya.


"Gak usah jadi aja perginya" celetuk gabriell sambil memeluk deandra dari belakang.


Deandra memukul pelan lengan yang melingkari perutnya itu.


"Habisnya kamu cantik banget aku gak rela bagi-bagi" ucap gabriell menatap pantulan mereka di cermin.


"Gombal" balas deandra seraya melepaskan belitan tangan gabriell lalu berlalu mengambil tas selempangnya.


"Ayo!" ajak deandra dengan semangat membuat gabriell langsung menggandeng mesra istrinya itu.


Mereka berjalan keluar Mansion bertepatan dengan datangnya mobil renald memasuki halaman mansion.


"Kenapa mobil lo?" tanya gabriell begitu renald keluar.


Renald mendengus sebal ketika melihat sahabatnya itu menggandeng deandra dengan penampilan rapi seperti hendak keluar.


'Dasar sahabat gak setia gue sibuk seharian dia enak-enakan bareng bini nya' batin renald.


"Ketemu cewek gila gue" jawab renald.


gabriell maggut-manggut saja.


"Mau Kemana?" tanya renald kemudian.


Namun bukan gabriell yang menjawab melainkan deandra.


"Mau kencan emangnya jomblo malam minggu di rumah terus" santai deandra.


"Ayo yang kita pergi sekarang tinggalin si jomblo ngenes ini" ucap gabriell seraya mengajak deandra menuju mobil mereka.


"aih...sial banget sih gue hari ini...dasar pasangan laknat mereka itu...gabriell juga gak setia kawan banget... awas aja kalau ada masalah sama istrinya nyari gue gak bakal gue bantu." cerocos renald ketika melihat mobil gabriell melaju meninggalkan mansion.


Renald berjalan memasuki Mansion dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuh lengket yang seharian ini berkutat dengan setumpuk pekerjaan.


Pria itu melepas jas dan dasi yang membelit tubuh kekarnya saat melepas jas sebuah kertas terjatuh membuat renald berjongkok untuk mengambilnya.


"Gina" gumam renald ketika melihat kertas tersebut.


Tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya membuat renald bersiul sambil berjalan menuju kamar mandi dengan sejuta rencana yang sudah tersusun rapi di kepalanya.


Selesai membersihkan diri pria itu mengambil ponselnya dan menekan nomor yang tertera pada secarik kertas yang di berikan gina tadi siang.

__ADS_1


Dering kedua panggilan baru terhubung dan terdengarlah suara merdu gina di sebrang sana.


"Hallo" ucap gina.


"Hallo gina...saya renald pemilik mobil yang kamu rusak siang tadi...bisakah kita bertemu untuk membicarakan perihal ganti rugi yang harus kamu bayar...saya akan mengirimkan alamat tempat kita akan bertemu jangan coba-coba lari dari tanggung jawab atau saya akan mencarimu." ucap renald dan langsung mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban gina.


Renald bergegas memakai pakaiannya setelah mengirimkan alamat tempat mereka akan bertemu pada gina.


...----------------...


Seorang gadis yang merupakan pekerja di sebuah restoran tengah membersihkan meja yang baru saja di tinggalkan pelanggan.


tiba-tiba ponselnya Berdering menandakan panggilan masuk. sebuah nomor tidak di kenal tertulis disana membuatnya ragu hendak menerima atau menolak panggilan tersebut.


"Hallo" ucap wanita itu yang memutuskan menerima panggilan.


"Hallo Gina...saya renald pemilik mobil yang kamu rusak siang tadi...bisakah kita bertemu untuk membicarakan perihal ganti rugi yang harus kamu bayar...saya akan mengirimkan alamat tempat kita akan bertemu jangan coba-coba lari dari tanggung jawab atau saya akan mencarimu."


Suara seorang pria yang ia sebut sebagai om-om tadi siang membuatnya terbelalak kaget tak menyangka kalau pria itu akan benar-benar menghubunginya untuk meminta tanggung jawab.


Baru saja hendak menyahut panggilan sudah di putuskan oleh renald.


"Ish...benar-benar menyebalkan ku kira orang kaya seperti dia tidak akan cape-cape menghubungiku untuk meminta pertanggung jawaban" gerutunya kesal.


Sebuah pesan masuk dari nomor yang sama dan isinya berupa alamat sebuah Cafe ternama. Tertulis disana kalau gina harus menemui renald pukul tujuh malam.


Gina menghela nafasnya kasar sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya.


"Hani gue balik duluan ya" ucap gina pada salah satu temannya.


"tumben buru-buru biasanya juga nyantai aja" ucap hani.


"Ini tuh malam minggu han lo sih jomblo jadi gak peduli" sambung teman lain yang bernama wina.


"Sialan lo...emang Lo punya pacar ya gin" kepo hani.


"Gue ada urusan penting yaudah bye ya" gina bergegas pergi karena enggan terus di kepoin kedua sahabatnya itu.


gadis itu melajukan sepeda motornya menuju Cafe dimana disana renald sudah menunggunya terlihat dari banyaknya panggilan tak terjawab dari nomor renald di ponselnya.


Dengan tampilan sederhana karena habis pulang kerja gina berjalan memasuki Cafe dan langsung menghampiri pria yang terlihat sedang asik melihat ponselnya.


"Hi...om" sapanya sambil duduk di kursi yang berhadapan dengan renald.

__ADS_1


"Om...om mulu...saya ini bukan om kamu emang umur kamu berapa sih?" kesal renald.


"18 tahun" singkat gina membuat renald merasa tak percaya karena jika menilik penampilan gadis itu dengan body yang terlihat seperti wanita dewasa padahal ternyata masih bocil.


"Panggil aku renald aja" ucap renald.


Gina hendak protes karena merasa kurang pantas memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan nama.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian lagian umur kita juga gak beda jauh cuman beda sembilan taun aja" ucap renald yang enggan disebut tua.


Akhirnya gina pun mengalah dan setuju memanggil renald dengan namanya.


"Minumlah" perintah renald saat seorang pelayan datang dan menyimpan segelas Orange juice di hadapan gina.


Gina langsung meminum karena haus.


Renald merogoh saku celananya dan memberikan nota biaya perbaikan mobilnya.


"Ini biaya yang harus kamu ganti"


Gina mengambilnya dan membaca nilai yang tertera disana.


'Byurrr'


Tiba-tiba gina menyemburkan jus jeruk yang di minumnya tepat mengenai wajah renald.


"*** *" umpat renald.


"Apa-apaan ini apa kau niat menipuku hah" pekik gina.


Bagaimana tidak terkejut jika nominal yang harus di gantinya mencapai angka dua ratus juta,dari mana coba gina akan mendapatkan uang sebanyak itu lagi pula mobil apa yang biaya perbaikan seperti itu saja sampai mencapai harga fantastic.


"Mobil saya merupakan mobil mewah keluaran terbaru jadi itu harga yang wajar...saya ingin kamu menggantinya jika tidak saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum" ancam renald membuat gina menunduk sambil meremat ujung bajunya.


"Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu" Ucap gina pada akhirnya.


Renald tersenyum smirk mendengar jawaban gina.


"Kau bisa membayarnya dengan cara lain" ucap renald membuat gina mendongak menatap pria itu.


"Bagimana caranya? "

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2