Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
13


__ADS_3

akhirnya hari ini pernikahan deandra dan gabriell akan di langsungkan. wanita itu memandang pantulan dirinya di cermin.


Deandra sudah cantik dengan balutan gaun putih simple namun elegant. Rambut yang di sanggul dan menyisakan beberapa helai rambut yang menjuntai ke wajahnya semakin menambah kecantikan seorang Deandra.


Sebuah helaan nafas berat terdengar. deandra menatap lurus ke depan tanpa senyum yang biasanya terukir di setiap wanita yang hendak menikah.


"Ayo sayang udah di tunggu" ucap arabella


suara lembut dan tepukan lembut di bahu deandra berhasil menyadarkan gadis itu dari lamunanya.


Di depan pintu Leonardo mengulurkan tangannya. sebuah senyum terukir di wajah pria paruh baya itu.


Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang Ayah selain bisa mengantarkan putrinya menuju gerbang pernikahan.


Tanpa sadar senyum Leonardo menular pada deandra. Deandra menggandeng lengan Leonardo berjalan menuju altar pernikahan.


akhirnya ia akan melangkah ke jalan yang pernah ia ikrarkan tak akan mau menapakinya.


Di ujung sana gabriell berdiri gagah dengan setelan jas hitam yang membalut tubuh kekarnya.


Leonardo memandang pria yang akan menjadi suami putrinya itu dan Berkata...


"Daddy serahkan deandra padamu Gabriell... dia adalah permata yang paling berharga yang pernah daddy milikki...daddy yakin kamu bisa memberikan kebahagiaan yang tidak bisa daddy berikan pada deandra"


Deandra mendongak manatap Leonardo dengan mata berkaca-kaca sebelum akhirnya Leonardo menyerahkan tangan putrinya pada Gabriell.


"Tentu aku akan berusaha menjadi suami yang baik" ucap gabriell


Kini deandra dan gabriell saling berhadapan.


gabriell menatap lamat deandra, mata tajam yang biasa menantang gabriell itu kini menatapnya sendu.


"Gabriell marveliandra putra...apakah kau bersedia menerima deandra zevanya harry sebagai istrimu... dan menjaga juga mencintainya seumur hidupmu sampai maut memisahkan" ucap pendeta


"ya aku bersedia" ucap gabriell tanpa ragu.


"Deandra zevannya harry apakah kau bersedia menerima gabriell marveliandra putra sebagai suamimu...mencintai dan mendampinginya selamanya sampai maut memisahkan"


deandra menatap gabriell sebentar


"Ya aku bersedia" ucap deandra.

__ADS_1


"Dengan ini, saya nyatakan kalian Resmi menjadi pasangan suami istri"


Akhirnya deandra dan gabriell resmi menjadi sepasang suami istri.... gabriell menyematkan cincin berlian yang di dalamnya terukir nama gabriell pada jari manis deandra begitu pun sebaliknya deandra melakukan hal yang sama pada Gabriell.


Namun ketika pendeta mengatakan menyuruh keduanya berc*uman deandra memberi isyarat untuk tidak melakukannya dan gabriell pun hanya menghela nafas kasar.


"Istri saya pemalu...pasti dia akan malu jika saya menciumnya sekarang" ucap gabriell ketika melihat tatapan penuh Tanya dari keluarganya juga keluarga Deandra.


Kedua keluarga itu pun mengangguk seraya tersenyum.


...----------------...


Acara sudah selesai karena memang mereka tidak akan langsung mengadakan resepsi.


Deandra pulang dengan mobil gabriell yang di kemudikan oleh Renald.


kini deandra akan tinggal di Mansion gabriell sebagai nyonya marveliandra. Tentu saja setelah adegan drama air mata yang terjadi tadi karena deandra merasa enggan harus meninggalkan kedua orang Tuanya.


Namun Leonardo dan arabella mengatakan bahwa meski sudah menikah deandra tetaplah putri mereka jadi kapan pun deandra merindukan kedua orang tuanya, pintu mansion leonardo akan selalu terbuka lebar untuknya.


akhirnya deandra pun bersedia pulang bersama pria yang kini menyandang status sebagai suaminya.


Deandra memandang rumah yang akan menjadi tempatnya tinggal selama enam bulan ke depan.


"Ayo masuk" gabriell mengulurkan tangannya namun deandra berlalu tanpa menyambut uluran tangan tersebut.


Di ruangan utama mansion sudah berdiri beberapa pelayan dan penjaga yang di minta renald untuk berkumpul menyambut kedatangan istri tuannya itu.


Gabriell mendudukkan deandra di kursi yang menghadap kepada semua karyawannya itu dan ia duduk tepat di samping istrinya.


"Perkenalkan ini deandra istriku...layani dan hormati dia dengan baik...Karena sekarang dia adalah nyonya rumah ini, jadi segala perintah yang keluar dari mulutnya adalah mutlak kalian tidak boleh membatahnya" ucap gabriell tegas.


"Baik tuan" jawab semua serempak.


"Selamat datang nyonya"


satu persatu maju kehadapan deandra memperkenalkan nama dan tugas mereka masing-masing. setelahnya mereka semua kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Kau pasti Lelah.... mau istirahat?" ucap gabriell seraya menggulung rambut deandra membuat deandra melotot tajam kearahnya.


"Rambutmu wangi" ucap gabriell memamerkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"Dimana kamarku?" tanya deandra seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Maksudmu kamar kita?" tanya Gabriell.


"Aku serius el"


"Aku juga serius dea sayang...kita akan tidur bersama dalam satu kamar" gabriell tersenyum begitu manis sementara deandra memicing menatap curiga pada Gabriell.


"kenapa?" tanya deandra.


"Karena aku suamimu dan kau istriku" santai Gabriell.


"Kau harus ingat......." ucapan deandra terhenti karena kini tubuhnya sudah melayang dalam gendongan Gabriell.


"Turunkan aku el" pekik deandra namun gabriell seakan tuli dan malah berjalan menuju lift.


"Aku ingat kontrak itu tapi kau juga jangan lupa aku ini suamimu...lagi pula disini ada mata-mata mami dan mommy mu aku tidak ingin nanti mereka curiga" ucap gabriell membuat deandra terdiam dan berhenti memberontak.


Sampai di depan pintu kamar gabriell langsung menendang pintu kamar tersebut membuat deandra tersentak kaget dan refleks mengalungkan tangannya pada leher pria itu.


Gabriell merebahkan tubuh deandra di atas ranjang miliknya. Di tatapnya wajah cantik deandra sampai perlahan bibirnya mulai mengecup lembut kening istrinya itu.


"mandilah dulu sebelum istirahat...aku sudah menyiapkan semua keperluanmu...jika kau membutuhkan apa-apa aku ada di ruang kerja" ucap gabriell sebelum berlalu Pergi.


Deandra memandang kepergian suaminya itu dengan perasaan tak menentu sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi karena badannya sudah lengket.


Tiga puluh menit kemudian deandra keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.


wanita itu masuk ke walk in closet dan menemukan begitu banyak pakaian dan sepatu wanita merek ternama yang semuanya adalah ukuran deandra.


"Dari mana dia tahu ukuran sepatuku" gumam tiara.


kalau baju memang gabriell pernah membelikan deandra saat kejadian di kantor waktu itu tapi sepatu......


gadis itu tidak ingin terlalu memikirkannya dan memilih mengambil dress rumahan berwarna hijau toska dan memakainya.


Deandra keluar walk in closet kemudian berkeliling memperhatikan setiap sudut kamar dengan warna hitam dan abu yang mendominasi itu.


Karena lelah akhirnya deandra merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tak Lama wanita itu tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2