
Gabriell pulang ke mansion dengan membawa buket bunga mawar merah berharap sang istri mau memaafkannya.
Pria Itu tersenyum ketika melihat mobil deandra sudah terparkir di depan mansion, itu artinya istrinya sudah pulang. Gabriell bergegas turun dan masuk ke dalam mansion tanpa menunggu renald. tujuannya kini adalah kamar miliknya karena sudah pasti deandra ada disana.
Begitu pintu kamar di buka tampak deandra sedang duduk di hadapan meja rias sambil menyisir rambutnya.
Gabriell berjalan menghampiri deandra sambil menyembunyikan buket bunga di punggung kekarnya.
Pria itu menunduk untuk mencium rambut deandra begitu pria itu sudah berdiri di belakang istrinya.
"Kau sungguh cantik de" ucap gabriell.
"Berhenti menggangguku el" sinis deandra.
sepertinya wanita itu masih kesal dengan suaminya.
Deandra hendak bangkit namun gabriell langsung menyodorkan bunga yang sedari tadi di pegangnya.
Deandra menatap bunga indah yang kini ada di tangannya. Belum sempat ia berbicara gabriell kembali menjuntaikan sebuah kalung berlian dengan liontin kecil berwarna biru laut yang begitu indah di depan mata wanita itu.
"Kalung yang cantik untuk istriku yang cantik" ucap gabriell sambil memasangkan kalung tersebut di leher jenjang istrinya.
"Maafkan aku karena lalay menjagamu" sesal gabriell yang kini menjatuhkan dagunya di pundak deandra.
Deandra tampak mengulum senyum sambil menatap pantulan dirinya dan gabriell di cermin. sebelum wanita itu kembali menormalkan ekspresinya menjadi cuek.
Bisa besar kepala kalau gabriell tahu dirinya tersipu oleh perlakuan manis suaminya itu.
Merasa deandra hanya diam gabriell berpindah posisi menjadi jongkok dihadapan istrinya itu.
Di genggamnya tangan deandra lalu di kecupnya dengan lembut.
"Aku janji ini tidak akan terulang lagi!" ucap gabriell.
Deandra menatap manik mata gabriell yang tanpa sadar selalu bisa menghipnotisnya.
"Baiklah karena mawar dan kalungnya bagus aku memaafkanmu" ucap deandra datar berusaha menyembunyikan perasaan bahagianya.
Gabriell tersenyum melihat reaksi deandra karena ia tau deandra merupakan wanita yang selalu menjunjung tinggi gengsi.
"Baiklah aku mandi dulu ya tunggu aku"
gabriell berlalu menuju kamar mandi setelah mencium mesra kening deandra.
"Astaga kenapa dia manis sekali" gumam deandra sambil tersenyum menatap mawar putih di tangannya tanpa sadar kalau gabriell tengah memperhatikannya dari balik pintu kamar mandi.
"Kena kau sayang....Aku pastikan tak Lama lagi kau akan jatuh cinta padaku" ucap gabriell sambil tersenyum.
...----------------...
Setelah gabriell mandi dan berpakaian ia mengajak deandra turun untuk makan malam bersama. Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan dengan senyum kemenangan yang tidak pernah surut dari bibir Gabriell.
__ADS_1
"Gandengan tangan mulu kek mau nyebrang aja" ledek Renald yang sudah duduk di depan meja makan.
Deandra yang malu hendak melepaskan pegangan tangan mereka namun gabriell menahannya.
"Sirik aja lo" ucap gabriell sambil duduk.
Deandra dengan cekatan mengambilkan makanan dan menuangkan air minum untuk gabriell.
"Terima kasih sayang!" ucap gabriell tersenyum manis.
"uweekkkk...jijik gue dengernya" ledek renald yang sebenarnya iri dengan Gabriell.
Haruskah ia menikah secepatnya?
tapi dengan siapa pacar saja dia tidak punya.
Nasib...Jadi jomblo.
Renald dan deandra makan dengan tenang hanya gabriell saja yang tidak makan dan malah terus memperhatikan deandra.
"Kenapa terus liatin aku? " tanya deandra.
"Habisnya kamu cantik...liat kamu makan bikin aku kenyang" celetuk gabriell membuat deandra langsung tersedak seketika.
'uhukkk... uhukkkk'
gabriell langsung menyodorkan air minum yang langsung diminum deandra.
"Jangan percaya dea gue saksinya dia bilang kaya gitu sama semua cewek" celetuk renald yang jengah dengan sikap gabriell.
"Kau...." geram gabriell.
Gabriell menatap tajam sahabatnya itu membuat renald menyunggingkan senyum mengejek.
"Stop...sekarang lanjutin makannya gue laper karena seharian ini gak nafsu makan gara-gara cewek-cewek gila mantan gabriell itu" sindir deandra ketika melihat keduanya yang terus saling mengejek.
Gabriell langsung kicep ketika mendengar sindiran deandra sementara renald terlihat menahan tawanya.
Akhirnya deandra bisa menyelesaikan makan malamnya dengan tenang.
Baru saja wanita itu hendak memasuki lift sebuah suara yang sangat di kenalnya berhasil membuatnya berhenti kemudian berbalik arah berjalan menuju pintu utama mansion.
"Dea....sayang..... " teriak seseorang.
Tak lama seorang wanita paruh baya memasuki mansion diikuti suaminya.
"Dasar anak durhaka kamu...mentang-mentang udah nikah lupa sama orang tua" ucap arabella seraya menjewer telinga putrinya.
"Aduh....ampun Mom" deandra menghiba namun arabella tak menggubrisnya
"udah sayang kasian putri kita...ayo duduk!" Ucap leonardo sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu namun sang istri sepertinya tak mau mengindahkan perintah suaminya itu.
__ADS_1
Gabriell yang berjalan memasuki ruang tamu menatap bingung mertuanya yang kini sedang menjewer telinga istrinya.
sementara Renald yang berdiri di samping gabriell terlihat menahan tawanya.
"Bro ada emaknya kucing liar....istri lo ternyata jinak juga ya kalau sama emaknya" bisik renald.
"Diem Lo istri gue itu" ucap gabriell.
Mendengar suara menantunya arabella langsung menoleh dan melepaskan telinga deandra.
deandra mengusap-ngusap telinganya yang merah sementara sang mommy kini tengah menghampiri mangsa barunya.
"Nah ini nih menantu kurang ajar...mommy denger deandra di demo sama mantan pacar kamu apa itu benar?" tanya arabella membuat gabriell menelan salivanya ternyata ibu mertuanya lebih horor dari pada istrinya.
"Ah itu mom.... " baru saja hendak berkilah arabella sudah kembali berkata
"Dasar suami tidak bisa di andalkan jagain istri aja gak becus kamu ya!"
Arabella memukulkan tas branded miliknya pada tubuh gabriell.
"ampun Mom....ampun" ucap gabriell yang tidak di gubris arabella.
"Dasar playboy kamu ya el" kesal arabella yang terus memukul gabriell.
"Ampun Mom janji gak akan kecolongan lagi" ucap gabriell yang kini penampilannya sudah acak-acakan.
sementara ketiga manusia yang lain hanya menonton adegan mertua vs menantu itu.
"Menurutku mommy akan menang" celetuk deandra.
"Tentu saja dia istri daddy" bangga leonardo.
"Kalau mommy menang berikan aku pulau pribadi yang baru daddy beli"
leonardo mendelik mendengar ucapan putrinya.
"Cih...minta pada suamimu sekarang kau istrinya"
"Tapi aku ini kan lebih menyayangi daddy"
"Baiklah apapun untukmu...tapi sebagai gantinya daddy ingin tanah yang kau beli beberapa waktu lalu..." putus leonardo sambil mencium kening putrinya.
deandra langsung memeluk sang daddy.
"Setuju...daddy yang terbaik"
Renald menatap deandra dan leonardo dengan bingung bagaimana bisa Ayah dan anak itu sibuk bertransaksi di saat situasi seperti ini?
Bukankah seharusnya mereka menghentikan arabella yang terus mengamuk pada gabriell?
Ah benar-benar keluarga yang membingungkan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...