Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
31


__ADS_3

keesokan paginya gabriell keluar kamar dengan wajah kusut . semalaman ia tidak bisa tidur mungkin karena terbiasa tidur sambil memeluk istrinya.


Di pandanginya pintu kamar deandra. lengannya telurur hendak membuka pintu namun ternyata pintunya masih di kunci pertanda istrinya belum keluar kamar setelah kejadian semalam.


Gabriell pun berjalan gontai menuju lift.


di meja makan Renald dan seorang wanita cantik sudah menyambutnya. senyum manis tersungging di bibit wanita itu kala melihat kedatangan gabriell.


"Pagi el... aku bawain kamu sarapan" ucap wanita yang tak lain adalah chika penyebab pertengkarannya dengan deandra.


"kamu gak perlu repot-repot chika" ucap gabriell yang sebenarnya enggan memperburuk hubungannya dengan deandra.


"Rezeki tuh gak usah di tolak el...masakan chika enak tau" celetuk renald di sela makannya.


Chika tersenyum sementara gabriell yang malas langsung mendudukan bokongnya di salah satu kursi. Namun tanpa di duga chika langsung menyiapkan makan gabriell.


Deandra mengepalkan tangannya ketika melihat semua pemandangan itu.


"Hi dea... ayo kita sarapan aku udah bikin makanan kesukaan gabriell" ucap chika dengan sengaja.


gabriell yang mendengar nama deandra seketika langsung menoleh menatap istrinya yang terdiam dengan sorot mata kecewa menatapnya.


"Lanjutkan saja.... aku akan ke kantor" ucap deandra sebelum berlalu.


Gabriell hendak menyusul namun chika menahannya.


"Mau kemana? habisin dulu sarapannya" ucap chika


Merasa tak enak pada sahabatnya akhirnya gabriell pun melanjutkan makannya.


Sementara renald yang menyaksikan interaksi keduanya merasa bingung. perasaan kemarin hubungan deandra dan gabriell baik-baik saja tapi kenapa sekarang jadi lebih dingin dari awal pertemuan mereka.


sedetik kemudian renald sadar kalau perlakuan chika pada gabriell bukan seperti pada sahabat melainkan seperti kekasih.


'pantes aja si kucing liar ngamuk' batin renald.


...----------------...


setelah menghabiskan sarapan yang di buat chika gabriell pun menyuruh gadis itu untuk pulang karena dirinya harus ke kantor. meski enggan akhirnya chika mau pulang juga membuat gabriell bisa menghela nafas lega.


gabriell berniat menyusul istrinya ke perusahaan sehingga menyuruh renald untuk naik mobil lain.


"Ren...lo ke kantor duluan... gue mau nemuin istri gue dulu" ucap gabriell.

__ADS_1


"Nah kan... ini nih kalau susah aja inget temen" gerutu renald seraya memandang mobil gabriell yang mulai menjauh.


Renald melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya kemudian mengeluarkan handphone yang ada di kantong celana.


"Kemana gadis itu... bukankah sudah ku bilang untuk menghubungiku setiap tiga sepuluh menit sekali" gerutu renald ketika tak mendapati notif pesan singkat dari gina kekasih kontrak nya.


pria itu mendial nomer gina dan tak lama panggilan tersambung dan renald langsung menanyakan keberadaan gadis itu.


"Dimana? " tanya renald.


"....."


tanpa mengucap apapun renald langsung mematikan panggilan setelah tau posisi gina.


"Mari kita temui kucing liar milikku... kalau deandra kucing liar milik gabriell... aku juga punya gina kucing liar milikku" monolog pria itu sambil berjalan menuju mobilnya.


...----------------...


"Maaf tuan nona deandra sedang tidak bisa menerima tamu...beliau sedang kedatangan tamu penting" ucap jonathan kepada gabriell yang kekeuh untuk menemui deandra.


"Aku bukan tamu aku suaminya kalau kau lupa" geram gabriell.


Jonathan tersenyum sinis menanggapi ucapan gabriell.


Gabriell langsung menghampiri jonathan dan menarik kerah kemeja pria itu. kepalan tangan gabriell sedikit lagi mengenai wajah asisten tampan itu namun terhenti saat pintu ruangan deandra terbuka menampilkan sosok deandra dengan seorang pria dan wanita seksi.


'Ehem'


gabriell berdehem untuk mengurangi kegugupannya.


deandra hanya menatap malas gabriell dan beralih menatap jonathan


"asisten jo tolong antarkan tuan anggara dan bu vanessa" ucap deandra yang langsung di laksanakan jonathan.


"Mari tuan anggara" ucap jonatan.


setelah kepergian kliennya deandra masuk kembali ke dalam ruangan tanpa menghiraukan keberadaan gabriell.


Gabriell yang merasa kesal pun langsung menerobos masuk begitu saja.


"Apakah tuan gabriell sudah kehilangan sopan santunnya? " sindir deandra.


"Mau kamu apa sih de... ayo kita bicara baik-baik..aku minta maaf soal kemarin" ucap gabriell berusaha merendahkan harga dirinya demi mendapatkan maaf deandra.

__ADS_1


"Tak ada yang perlu di maafkan karena kau tak salah el.... mari kembali ke permainan awal" ucap deandra.


Gabriell menggeleng cepat dia tidak mau berpisah dengan deandra. Baru semalam saja tak memeluk istrinya gabriell sudah tak bisa tidur.


"Aku gak mau dea kamu istriku dan selamanya akan menjadi istriku" tegas gabriell.


deandra tersenyum kemudian berjalan memutar mengelilingi pria itu.


"Atas dasar apa kau ingin menahanku di sisimu el... cinta kah atau hanya perasaan terbiasa yang membuatmu nyaman denganku? " tanya deandra


Gabriell terdiam.


Cinta kah?


gabriell tidak tahu namun yang jelas ia tidak ingin kehilangan deandra.


"Pergilah dan yakinkan hatimu apa yang membuatmu menahanku...jangan sampai kau salah melangkah el.... karena jika itu terjadi aku akan melihat sosok gabriell yang sempurna berdiri dengan kegagalanya"


usai mengatakan itu deandra berlalu menuju kursi kerjanya.


Melihat gabriell yang terus terdiam deandra memberi isyarat dengan tangannya sambil berucap


"Pintunya di sebelah sana" ucap deandra.


Gabriell keluar ruangan deandra dengan kesal di lobby pria itu berpapasan dengan jonathan yang berjalan beriringan dengan seorang pria yang tak kalah tampan darinya.


'Siapa pria itu' batin gabriell. diam-diam gabriell mencuri dengar perbincangan mereka.


"Apa benar ceo perusahaan ini deandra zevannya harry?" tanya pria itu pada jonathan.


"Ya betul tuan" jawab jonathan.


Jonathan langsung memasang wajah malas ketika melihat gabriell.


"Sudah selesai tuan gabriell" tanyanya yang di balas anggukan oleh gabriell.


"Semoga hari anda menyenangkan" ucap jonathan yang terdengar seperti sindiran.


baru saja hendak membalas sindiran jonathan sudah lebih dulu berlalu setelah mempersilahkan tamu yang bersamanya untuk menaiki lift menuju ruangan deandra.


"Mari tuan" ucap jonathan sopan tanpa melirik gabriell lagi.


"dasar asisten kurang ajar dari mana deandra punya asisten kaya dia... terus siapa lagi itu laki-laki...apa klien deandra? " batin gabriell sungguh bertanya-tanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2