Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
27


__ADS_3

Gabriell dan deandra sampai di mansion dan keduanya langsung bergegas masuk karena deandra sudah kedinginan akibat bajunya yang basah kuyup ketika menerobos hujan tadi.


Ketika melewati ruang tamu gabriell memicingkan matanya ketika melihat Renald sedang duduk seraya senyum-senyum sendiri.


"Sayang kamu duluan ke atas aku mau nemuin renald dulu" ucapnya pada deandra yang langsung di angguki oleh wanita itu.


Gabriell berjalan menghampiri renald yang masih belum menyadari kehadirannya.


"Woy... Lo kenapa bro? " ucap gabriell sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


Renald langsung menatap kesal gabriell.


"Apaan sih lo seneng banget gangguin gue"


"Lo juga sih ngapain senyum-senyum sendiri... jangan-jangan lo kesambet setan malam minggu ya! " tuding gabriell yang langsung membuat renald melempar wajah tampan itu dengan bantal sofa.


"Sembarangan lo kalau ngomong...songong ya lo emangnya lo aja yang abis malam mingguan gue juga abis malem mingguan" bangga renald sukses membuat gabriell tertawa sampai memegangi perutnya.


"ha.... ha.... ha... ha... ha... "


"Siapa wanita yang bernasib sial itu ren" ucap gabriell di sela tawanya.


'ck'


Renald hanya berdecak sebal melihat sahabatnya yang terus mengejek dirinya itu. Mau bicara juga percuma karena gabriell tidak akan pernah mau kalah jika sudah berdebat.


"Astaga aku berharap semoga wanita itu di berkahi kesabaran extra menghadapi Lo yang mantan casanova ini"


Gabriell terus mengejek renald membuat renald jengah dan memutuskan untuk pergi menuju kamarnya dari pada terus mendengarkan ucapan unfaedah gabriell yang bibir nya sudah persis emak-emak tukang gosip di tukang sayur.


"Heh mau kemana lo gue belum selesai ngomong ini" protes gabriell yang tak dihiraukan oleh sosok yang kini menghilang di balik lift.


"Dasar asisten laknat... tapi beneran punya pacar gak ya? " jiwa kepo seorang gabriell meronta-ronta.


"Masa bodo ah...mending nyamperin istri siapa tau di kasih jatah" ucapnya seraya melenggang pergi.

__ADS_1


...----------------...


Gabriell menelan kasar salivanya ketika melihat deandra tengah duduk di sofa hendak mengoleskan lotion di kaki jenjangnya yang terlihat sangat indah karena deandra hanya mengenakan setelan piyama yang celananya pendek.


"Biar aku bantu" ucap gabriell mengambil alih lotion tersebut dari tangan istrinya.


Perlahan gabriell mulai mengoleskan ke setiap inci kaki deandra sementara deandra hanya mampu menatap sang suami sambil menggigit bibir bawahnya menahan gejolak yang mulai menguasai tubuhnya. entahlah padahal hanya mengoleskan lotion namun ketika gabriell yang melakukannya terasa berbeda.


'Cup'


satu kecupan mendarat di paha wanita itu membuat deandra menutup matanya seiring dengan gigitan di bibir bawahnya yang semakin menekan.


gabriell mensejajarkan wajahnya dengan wajah deandra membuat deandra dapat merasakan deru nafas gabriell.


"Hey.... No sayang jangan gigit" ucapnya sambil menyentuh bibir itu dengan ibu jarinya.


Detik berikutnya gabriell sudah mel*mat lembut bibir mungil itu membuat deandra terbuai dan membuka mulutnya agar gabriell lebih leluasa mengeksplor rongga mulut istrinya itu. Lidah keduanya saling membelit menimbulkan suara khas yang begitu memabukkan.


Cukup lama keduanya saling memagut sampai perlahan mata deandra terbuka saat gabriell melepaskan ciuman mereka dan terpampanglah wajah tampan gabriell yang terlihat sayu penuh dengan gairah berada tepat di hadapannya.


Gabriell tersenyum sebelum membenamkan bibirnya pada leher deandra dan mulai menciuminya yang membuat deandra tak mampu lagi menahan suara indahnya


"shhhh... el..."


"Aku mau kamu Dea" bisik gabriell dengan suara parau.


Tangan nakal pria itu sudah membuka satu persatu kancing baju istrinya dan melemparnya asal. Di rem*snya salah satu squishy milik deandra membuat deandra semakin tenggelam ke dalam permainan suaminya.


Gabriell terus menerus menyentuh titik sensitive deandra dan kini mereka keduanya sudah sama-sama polos. gabriell langsung duduk di sofa dan mengangkat tubuh deandra ke pangkuannya dengan senjata yang sudah berdiri tegak siap masuk ke dalam sarungnya.


'jleb'


keduanya langsung melenguh ketika senjata gabriell sudah terbenam sempurna di dalam sana.


suara erangan dan teriakan nikmat dari deandra yang terus bergoyang di atas pangkuan gabriell dan gabriell yang mendongakkan kepalanya dengan mulut yang juga tak henti menyebut nama istrinya pun terdengar memenuhi seisi kamar yang penuh dengan hawa panas padahal di luar sedang hujan.

__ADS_1


"Oughh dea... " racau gabriell saat deandra terus bergerak di atas pangkuannya.


Gabriell yang sudah tak tahan lagi segera menurunkan deandra dan memposisikan istrinya itu untuk membelakanginya dengan kedua tangan deandra memegang sandaran sofa.


Kembali gabriell menghentak kan senjatanya dari belakang membuat deandra semakin menggila. tubuh wanita itu berguncang seiring hentakan gabriell yang semakin lama semakin cepat hingga.....


"Ahhhhhh"


Keduanya mengerang panjang ketika rasa nikmat itu menjalar ke seluruh tubuh mereka.


Setelah menikmati sisa-sisa pelepasan yang baru mereka reguk gabriell menggendong deandra dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka.


Di kamar mandi pun gabriell kembali melakukannya lagi. memang ya pria kalau baru mengenal surga dunia gak pernah cukup kalau cuman sekali.


Deandra mengerucutkan bibirnya karena kesal ia harus mandi dua kali malam ini tapi tidak di pungkiri jika ia pun begitu menikmati saat-saat gabriell menjamah tubuhnya.


"Udah dong jangan cemberut gitu...mau aku serang lagi" goda gabriell sambil memakaikan pakaian istrinya. Sudah seperti ratu saja deandra hanya tinggal duduk santai dan suaminya itu akan melayaninya.


"Jangan macam-macam ya el.... aku sudah lelah" ancam deandra menatap tajam gabriell.


Gabriell tersenyum kemudian mulai mengeringkan rambut deandra lalu menyisirnya.


Setelah selesai gabriell menggendong deandra dan membaringkannya di atas ranjang yang di susul oleh dirinya yang juga merebahkan tubuhnya di samping wanita itu.


'cup'


satu kecupan mendarat di kening deandra.


"Tidurlah ini sudah malam"


gabriell menyusup ke dalam selimut dan langsung memeluk mesra tubuh deandra.


'Nyaman'


satu kata yang bisa deandra ungkapkan saat berada di dalam pelukan suaminya membuat deandra semakin menelusupkan wajahnya ke dalam dada bidang gabriell.

__ADS_1


Entahlah apakah cinta itu benar-benar sudah hadir diantara keduanya atau hanya sekedar rasa nyaman dan terbiasa saja.


__ADS_2