Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
5


__ADS_3

Malam pun tiba deandra sampai di mansion orang tuanya dan mendapati mereka sedang bersantai di ruang keluarga.


"Mom... dad... Ada yang mau aku bicarakan" ucap deandra setelah duduk di samping Arabella.


"Ada apa sayang?" Tanya arabella.


"Dea setuju untuk menikah"


'Uhukkk'


Leonardo langsung tersedak kopi yang hendak di minumnya ketika mendengar ucapan putrinya tersebut.


"Nak apa kau sehat" Leonardo menghampiri deandra dan menempelkan telapak tangannya pada kening deandra.


"Ish daddy sungguh menyebalkan" ucap deandra seraya mengercutkan bibirnya.


"Habisnya tidak ada angin tidak ada hujan kamu setuju untuk menikah kita kan jadi kaget" sambung Arabella.


"Mom dan dad itu gimana sih katanya suruh aku nikah,suruh cari jodoh, giliran mau nikah malah dikira sakit kalian ini gimana sih?"


"Jadi siapa calon suami kamu....gabriell kan?" tanya arabella dengan mata berbinar yang di jawab anggukan kepala deandra.


"Nah dad apa mommy bilang gabriell bisa meluluhkan es batu kita....jadi jangan lupa perjanjian kita"


arabella menepuk paha suaminya sementara leonardo hanya menghela nafas teringat dengan taruhan yang kedua nya lakukan ketika hendak mempertemukan deandra dan gabriell.


Arabella yang yakin kalau Deandra akan luluh dengan pesona gabriell sedangkan Leonardo yang yakin kalau anaknya tidak akan tertarik dengan modelan gabriell itu.


"Apa yang kalian sembuyikan dariku?" deandra menatap curiga kedua orang tuanya.


Arabella yang di tatap seperti itu oleh deandra berusaha mengganti topik pembicaraan.


"Dad lebih baik secepatnya hubungi tuan marvell untuk mengadakan pertemuan keluarga...kalau bisa minggu depan mereka sudah menikah" Arabella menatap suaminya seraya tersenyum paksa.


"Astaga mom apa itu tidak terlalu cepat" protes deandra.


"Bagaimana kalau lusa kalian menikah dulu dan resepsi nya nanti kita rencanakan lagi" arabella sama sekali tidak menggubris protes dari putrinya.


"Daddy setuju kalau terlalu lama nanti keburu kamu berubah pikiran" ucap leonardo.


"Astaga aku bisa gila kalau begini" deandra langsung tegak berdiri dan meninggalkan kedua orang tuanya itu.

__ADS_1


"Ayo dad hubungi marvell kita buat pertemuan besok siang untuk membahas pernikahan dea dan gabriell" arabella terlihat begitu antusias.


Leonardo pun menghubungi marvell dan niatnya itu langsung di sambut baik oleh marvell dan renata. Mereka akan bertemu besok untuk membahas kelanjutan hubungan deandra dan gabriell.


...----------------...


sementara itu di mansion Marvell dan renata,pasangan yang tak lagi muda itu di kejutkan dengan kedatangan putra bungsunya yang tiba-tiba pulang kerumah.


"papi kira kamu sudah lupa jalan pulang" sindir marvel dan yang di sindir cuek saja dan malenggang duduk di samping renata.


"Aku akan menikah!" ucapnya datar.


"Apa?" pekik marvell dan renata secara bersamaan.


"Kau mabuk?" Marvell menatap curiga putranya itu.


"Aku serius...aku akan menikahi deandra" santai gabriell.


Sontak saja ucapan gabriell membuat renata dan marvell saling pandang. Kini mereka mengerti kenapa tiba-tiba Leonardo menghubungi mereka dan membahas masalah pernikahan rupanya gabriell dan deandra sudah sedekat itu.


"Ah... papi akhirnya anak nakal kita akan menikah" pekik Renata girang.


"Kau yakin el?" sangsi Marvell yang ragu akan niat putranya itu. Marvell harus memastikan kalau gabriell tidak akan membuat masalah.


"Bukan gitu... tapi papi cuman heran aja kemarin kamu masih ngotot tidak mau menikah dan sekarang tiba-tiba saja kamu berkata akan menikah" jelas marvell.


Marvell bukannya tidak senang gabriell akan menikah namun ini terlalu tiba-tiba ia takut gabriell sedang merencanakan hal yang tidak-tidak di belakangnya.


"Ish papi ini apaan sih harusnya papi mendukung keputusan gabriell" Renata menepuk kesal paha suaminya.


Marvell hanya menghela nafas pelan kalau sudah renata yang berkata ia bisa apa selain mengikuti keinginan sang ratu.


"Jadi aku mau papi dan mami segera menemui om leonardo untuk melamar deandra" ucap gabriell


"Tanpa kau suruh pun leonardo sudah menelpon papi untuk membuat pertemuan antara dua keluarga" Ucap marvell


"Wah gercep juga ya deandra...kayanya udah gak sabar nikah sama aku" celetuk gabriell yang langsung mendapatkan lemparan bantal sofa dari Renata.


"Berhentilah mengoceh tidak jelas dan Mandilah nanti kita makan malam sama-sama" Renata berjalan menuju dapur meninggalkan ayah dan anak itu.


"Kalau kau ingin menikah ubahlah sikap playboy mu itu el papi tidak mau mami kecewa padamu karena menyakiti putri sahabatnya" ucap Marvell ketika gabriell hendak beranjak meninggalkannya.

__ADS_1


"Tenang saja pi aku akan berusaha membuatnya bahagia" dusta gabriell.


Tapi nyatanya hatinya berkata lain gabriell berniat membuat deandra jatuh sedalam-dalamnya pada pesona gabriell. Lagi pula pernikahan mereka hanya akan berjalan enam bulan,gabriell yakin dalam waktu itu ia akan mampu membuat deandra tergila-gila padanya dan setelah enam bulan pernikahan mereka akan berakhir.


gabriell sudah tidak sabar untuk membuat gadis angkuh itu bertekuk lutut di hadapannya dan menangis memohon untuk tidak di tinggalkan.


...----------------...


Gelapnya malam telah berganti cerahnya sinar matahari pagi. Di mansion Leonardo Deandra tengah menikmati sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Dea jangan lupa kita akan bertemu orang tua gabriell hari ini" Ucap arabella saat melihat deandra sudah menghabiskan sarapannya.


"Aku tidak lupa mom aku akan datang" Deandra mengambil tas dan kunci mobilnya kemudian menghampiri arabella dan leonardo mencium pipi kedua orang tuanya itu secara bergantian.


setelah berpamitan kepada arabella dan leonardo,deandra mengemudikan mobilnya menuju DZ group.


saat hendak memasuki perusahaan ia melihat asisten jo sudah stand by menunggunya di lobby perusahaan.


"pagi nona" sapa asisten jo ketika melihat atasannya itu.


gadis itu hanya menjawab dengan angukan kepala dan berlalu menuju lift dengan asisten jo yang berjalan di belakangnya sambil membacakan jadwal deandra hari ini.


"Jo kosongkan jadwalku siang ini aku akan makan siang bersama kedua orang tuaku" ucap deandra yang langsung di iyakan oleh asistennya itu.


Deandra larut dalam pekerjaannya sampai jam makan siang hampir tiba gadis itu melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sudah waktunya" deandra menghela nafas berat sebelum membereskan barangnya dan keluar dari ruangan lalu menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai bawah.


Gadis itu memicingkan matanya ketika melihat banyak karyawan wanita sedang berkerumun melihat sesuatu.


"Ehem"


deandra berdehem keras yang langsung membuat karyawan yang tengah berkerumun itu berbalik menatap kearahnya. Dan saat sadar siapa yang kini sedang berdiri dengan angkuh menatap kearah mereka, semua wanita itu langsung menbubarkan diri dan kembali ke tempatnya masing-masing.


Kini deandra bisa melihat dengan jelas sosok makhluk aneh menyebalkan yang sudah membuat karyawannya berkerumun tidak jelas hanya untuk melihat wajah menyebalkan gabriell.


Ya, pria itu adalah gabriell yang berniat menjemput deandra agar bisa pergi ke menemui orang tua mereka bersama-sama.


Deandra langsung berjalan menghampiri gabriell


"Apa kau cacingan el?" tanya deandra ketika melihat gabriell terus mengedipkan sebelah matanya pada karyawan wanita yang masih ada disana.

__ADS_1


Gabriell langsung kicep mendengar pertanyaan deandra.


"Kau..." geram gabriell.


__ADS_2