
"Bagaimana kencannya sayang?" kepo arabella ketika melihat putrinya sudah sampai di rumah.
"Lumayan" singkat deandra.
"Jadi kamu tertarik?" arabella manaik turunkan alisnya menggoda deandra.
"Akan dea pikirkan...dea ke kamar dulu ya mom cape mau mandi terus istirahat " ucapnya seraya berjalan ke arah lift.
"Ah... papi berhasil!" pekik arabella yang kini memeluk suaminya.
"Apanya yang berhasil sama saja seperti yang sudah-sudah" cuek leonardo.
"papi gak denger tadi deandra bilang akan pikirkan?" tanya arabella namun leonardo masih terdiam tidak mengerti dengan maksud istrinya.
"itu artinya deandra akan memikirkannya pi...tidak seperti yang sebelum-sabelumnya deandra akan langsung bilang tidak tertarik....ini suatu kemajuan...papi ini gimana sih gitu aja gak ngerti" kesal arabella.
"iya juga ya?...kamu benar sayang semoga saja putri kita berjodoh dengan gabriell" ucap leonardo yang di balas senyuman manis arabella.
"Yaudah kamar yuk! " kode leonardo yang sukses membuat arabella tersipu malu seraya menganggukan kepalanya dan malam panjang pun akan di mulai oleh pasangan yang tak lagi muda itu.
...----------------...
Sementara Gabriell kini sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju mansionnya.
"Bagaimana kencannya?" tanya renald yang sejak tadi melihat gabriell terus senyum-senyum sendiri.
"Jangan bilang kau di tolaknya" sambungnya ketika tak mendapatkan jawaban.
"Ehemm" gabriell berdehem mendengar tuduhan renald.
"Ma... mana mungkin aku di tolak" ucapnya sambil tertawa sumbang. Mengingat respon yang di berikan Deandra pria itu berpikir apakah itu termasuk sebuah penolakan,?
gadis itu jelas-jelas tak menatapnya seperti kebanyakan wanita lainnya.
"Ya akan memalukan kalau playboy di tolak seorang wanita" ejek renald yang langsung menghujam jantung gabriell.
namun pria itu hanya mampu meredam kekesalannya karena jika ia marah secara tidak langsung akan membenarkan tuduhan yang di berikan renald.
Mobil mewah tersebut mulai memasuki halaman mansion setelah seorang penjaga membukakan gerbang.
"Itu mobil om marvell El" ucap renald ketika melihat sebuah mobil sudah terparkir di halaman mansion Gabriell.
Rupanya setelah memastikan putranya memasuki restoran yang ia pesan renata langsung menyuruh marvell untuk mengemudikan mobilnya menuju mansion gabriell.
"Ada apa mereka datang kesini malam-malam begini?" tanya gabriell seraya membuka pintu mobil setelah mobil terparkir sempurna.
Pria itu berjalan menuju pintu utama dengan Renald di sampingnya.
__ADS_1
"Mam" ucapnya ketika melihat renata sedang duduk di sofa seraya meminum teh hangat.
"Duduklah" Ucap renata dan gabriell pun melepas jas yang melekat di tubuhnya lalu mendudukan bokonhnya di sofa.
"Aku ke dalam dulu om tante" pamit renald.
Renald memang tinggal di mansion yang sama dengan gabriell.
"Ya istirahatlah ren kau pasti lelah mengikuti gabriell yang apa-apa selalu melibatkanmu" Ucap marvell yang membuat renald langsung berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.
"Bagaimana?" ucap renata setelah renald menghilang dari pandangan mereka.
"Apanya?" gabriell menatap sang mami.
"Kencannya el kencannya ya tuhan... anak dan ayah sama saja...tidak peka" Renata menatap frustasi anak dan suaminya itu.
Gabriell menatap marvell sementara marvell hanya mengedikkan bahunya acuh.
"Kencannya berjalan lancar mam...aku rasa kami akan cocok" ucap gabriell.
"Oh astaga...Papi lihatlah putra kita akhirnya akan segera menikah" Renata langsung memeluk tubuh suaminya.
"EL papi harap kamu tidak membuat masalah.. jangan kecewakan papi dan mami apalagi deandra adalah putri dari sahabat mami mu" nasehat marvell yang tahu kelakuan anaknya yang playboy itu.
"papi mu benar...lihat saja kalau kau berani menyakiti deandra" ancam renata menatap tajam putranya yang membuat gabriell menelan saliva.
"Baiklah aku lelah mam aku akan ke kamar dulu... menginaplah disini ini sudah malam" ucap gabriell yang mulai melangkah menuju. lift.
"kami memang akan menginap memang siapa yang bilang mami dan papi akan pulang" sinis renata sambil menatap punggung kekar putranya.
"Ya terserah mami lakukan apapun yang mami mau" ucap gabriell.
gabriell memang sangat menyayangi renata baginya renata adalah satu-satunya wanita yang akan dia cintai selamanya.
Gabriell memasuki kamar bernuansa hitam abu miliknya.
Bibirnya tak henti menyunggingkan senyum ketika mengingat Gadis angkuh bernama deandra itu.
"Dia gadis yang benar-benar menarik...aku tidak sabar untuk membuatnya bertekuk lutut di hadapanku" ucapnya dengan seringai di ujung bibirnya.
pria itu berjalan menuju Kamar mandi untuk membersihkan tubunya.
Tiga puluh menit kemudian gabriell keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di bagian pinggangnya. Dada bidang nya terlihat begitu menggoda di tambah dengan tetesan air yang menetes dari ujung rambutnya semakin menambah pesona pria tampan itu.
Pria itu berjalan menuju walk in closet dan keluar dengan kaos pendek berwarna hitam yang mencetak dada bidang nya juga memperlihatkan otot yang sempurna itu dan bagian bawahnya ia menggunakan celana katun pendek berwarna krem.
gabriell membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
"**** kenapa dia begitu cantik" pria itu membuka matanya kembali ketika bayangan deandra muncul.
pesona deandra sepertinya sudah mulai mempengaruhi gabriell.
Hingga akhirnya manik mata berwarna abu itu mulai menutup mengarungi mimpi, melewati malam.
...----------------...
keesokan harinya setelah makan siang Deandra menuju marvell group untuk membicarakan tawaran yang Gabriell berikan kemarin malam padanya.
"Selamat datang di marvell group...ada yang bisa saya bantu?" ucap salah satu wanita yang merupakan seorang resepsionis
"Saya mau bertemu pak gabriell" jawab deandra.
"maaf bu apa sudah ada janji?" tanya wanita tersebut
"Belum" jawab deandra
"mohon maaf bu,ibu harus membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui pak gabriell"
"Aku tidak punya waktu untuk ini" ucap deandra seraya matanya menengok ke kanan dan kiri.
"pak Renald" panggil deandra ketika matanya menangkap sosok asiten gabriell itu. Renald yang mengenal siapa gadis di hadapannya langsung menghampiri deandra
"Nona deandra" sapa renald seraya membungkuk sopan.
"Panggil saja deandra...apa gabriell ada?" tanya deandra.
"Ada di ruangannya...kau ingin menemuinya? " tanya renald yang di jawab anggukan kepala oleh deandra.
"Mari aku antar" ucap renald yang langsung berjalan lebih dulu dengan senyum penuh arti di bibirnya.
mereka berdua menaiki lift menuju lantai dimana ruangan gabriell berada
"Apa itu pacar baru presdir lagi Nit? " tanya salah seorang resepsionis yang sedari tadi memperhatikan Deandra.
"Mungkin" jawab gadis bernama nita itu.
"Pasti akan terjadi perang dunia ketiga ini" ucap pegawai itu lagi.
"Memang nya ada apa ca?" nita mengereyit bingung.
"Karena di lantai atas presdir sedang... " gadis bernama caca itu membisikkan sesuatu ke telinga temannya.
"what?" pekik nita dengan bola mata membola.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1