
Gabriell sampai di mansion cukup larut karena setelah melihat-lihat apartemen,chika mengajaknya untuk berkeliling kota dan gabriell dengan senang hati mengikuti kemauan sahabatnya yang sudah lama tak bertemu itu di karenakan chika yang pindah keluar kota dua tahun yang lalu.
Mereka pergi ke mall, belanja, menonton di bioskop, makan siang bersama dan banyak lagi. saking asiknya pria itu sampai lupa pada istrinya.
Gabriell membuka pintu kamar namun tidak mendapati istrinya disana.
"Sayang" ucapnya seraya berjalan masuk.
Pria itu menelusuri setiap sudut kamar, kamar mandi, beserta walk in close sambil memangil-manggil deandra namun istrinya itu tidak ada.
Gabriell berjalan keluar untuk bertanya pada para pelayannya.
"Bi sari apa istriku belum pulang?" tanyanya pada bi sari yang kebetulan lewat di depan pintu kamarnya.
"Nyonya belum pulang tuan setelah pergi bersama nyonya renata" jelas bi sari.
mendengar penuturan bi sari gabriell langsung meraih ponselnya dan mendial nomer sang mami.
Dering ketiga panggilan belum juga di angkat membuat gabriell menghela nafas kesal.
Karena panggilannya tidak juga di angkat akhirnya gabriell menyambar kunci mobilnya dan pergi untuk menemui mami renata di mansion utama.
...----------------...
Mobil gabriell sudah terparkir sempurna di halaman mansion marvell.
'Glek'
gabriell menelan kasar salivanya karena ketika ia masuk ke dalam mansion mami dan kedua kakaknya sudah menyambut gabriell dengan tatapan tajam.
gabriell mencoba memberanikan diri bertanya.
"Mam apa istriku disini? "
mami renata berdecak sebal sebelum mengatakan hal yang membuat gabriell tidak habis pikir.
"Ck... kau ingat juga istrimu" ucap mami renata.
__ADS_1
"Apaan sih mam ngomongnya gitu banget seolah-olah aku ini suami yang jahat suka gak inget istri" ucap gabriell.
"Kau meninggalkan deandra dan pergi bersama chika? " tanya celine.
Gabriell terdiam berpikir apakah deandra sudah mengadukannya.
"Astaga kak chika itu sahabat aku tentu saja aku harus membantunya" gabriell berusaha membela diri.
"Dengan meninggalkan istrimu!" pekik camilla yang sedari tadi diam namun sepertinya gabriell masih belum sadar dengan kesalahannya dan malah berusaha mencari alasan untuk berkelit.
"Tapi.... "
belum selesai gabriell bicara mami renata sudah lebih dulu menyela.
"Cukup... mami kecewa kamu sudah menyakiti menantu kesayangan mami...kedepannya mami tidak ingin mendengar hal ini terjadi lagi" ucap mami renata yang langsung pergi disusul camilla dan celine meninggalkan gabriell.
Wajah gabriell terlihat memerah menahan amarah.
pria itu langsung berjalan menuju kamarnya dan masuk bertepatan dengan deandra yang baru keluar dari kamar mandi.
Deandra menatap datar suaminya yang terus berjalan ke arahnya.
"apa yang kau katakan pada mami hah? " tanya gabriell sambil mencengkeram bahu deandra.
"Aku tidak mengatakan apapun el...mami bertanya jadi aku menjawabnya...kau tahu aku tidak bisa berbohong... i'm a bad liar" tekan deandra seraya menghempaskan tangan gabriell.
'Deg'
gabriell terdiam sejenak ketika menyadari nada bicara deandra kembali dingin seperti saat pertama kali mereka bertemu.
Gabriell menahan pergelangan tangan deandra ketika wanita itu hendak berlalu.
"Kau kenapa...Chika itu sahabatku aku hanya membantunya" ucap gabriell mulai sadar dengan perubahan sikap deandra.
"Aku tidak kenapa-kenapa...mau dia kekasihmu pun aku tidak peduli...lagi pula pernikahan kita ini hanya kontrak semata dan akan berakhir pada waktunya nanti" ucap deandra.
mendengar ucapan deandra tanpa sadar cengkeraman gabriell pada pergelangan tangan deandra semakin erat yang mana membuat deandra merasa mulai kesakitan. Gabriell tidak suka ketika mendengar pernikahan mereka akan berakhir.
__ADS_1
"Ya pernikahan ini hanya kontrak jadi berhentilah mengaturku dan jalani semuanya sesuai kontrak...ingat posisimu dan jangan melewati batas" tekan gabriell yang terbawa emosi hingga tanpa sadar mengatakan hal yang tidak seharusnya.
Mata deandra mulai mengembun dan perlahan air matanya luruh juga dan langsung di hapus dengan kasar oleh wanita itu.
"Baiklah" ucap deandra menghempaskan tangan gabriell dan berlalu meninggalkan gabriell yang kini terdiam mematung.
''astaga gabriell apa yang kau lakukan' rutuknya dalam hati.
Ketika pria itu tersadar deandra sudah tidak ada di hadapannya. Gabriell bergegas mengejar deandra yang kini sudah berlalu dengan mobil milik gabriell.
Gabriell yang panik langsung mengejar dengan menggunakan mobil milik papi marvell.
Berulang kali gabriell memukul kemudi menyesali kebodohannya.
Cukup lama mengikuti deandra,gabriell bernapas lega ketika melihat mobil yang di kendarai deandra berbelok menuju arah mansion gabriell.
"Dea tunggu...sayang" ucap gabriell pada deandra yang berjalan tergesa memasuki mansion setelah memarkirkan mobilnya.
'Sh i *'
umpat gabriell ketika deandra sudah menaiki lift. akhirnya gabriell berlari menaiki anak tangga agar bisa mengejar deandra.
pria itu sampai di lantai tiga tempat kamarnya berada bertepatan dengan deandra yang keluar lift.
"Sayang... jangan begini ayo kita bicara" bujuk gabriell yang tidak di hiraukan deandra.
Wanita itu kini tengah mengemas beberapa barang dan pakaiannya kemudian membawanya keluar kamar gabriell.
Gabriell mencekal pergelangan tangan deandra.
"Cukup el mari jalankan kontrak sesuai kesepakatan awal... aku salah berharap bisa menjalani pernikahan ini denganmu sebagai mana mestinya...harusnya aku sadar akan posisi kita yang hanya terikat kontrak... aku tidak berhak marah ketika kau pergi dengan wanita lain... aku juga tidak berhak marah ketika wanita lain memeluk atau menggandeng tanganmu" jelas deandra.
deandra melepaskan tangan gabriell dan berlalu menuju salah satu kamar yang ada di lantai tiga kemudian masuk dan menguncinya dari dalam.
Gabriell termanggu mendengar setiap perkataan deandra. Rupanya menjadi playboy membuatnya tidak peka dengan perasaan pasangan dan membuatnya berpikir setiap interaksi dirinya dengan wanita manapun adalah hal wajar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1