Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
33


__ADS_3

Brakkkkk....


pintu ruangan gabriell di buka dengan kasar oleh sosok yang kini tengah membungkuk seraya mengatur nafasnya.


Huh... huh... huh..


"Kau telat satu menit ren" ucap gabriell menatap datar asistennya itu.


Setelah nafasnya normal kembali renald langsung berdiri tegak menatap raut wajah kusut gabriell.


"Kau kenapa?" tanya renald.


Gabriell menghela nafas berat sambil menyugar rambutnya ke belakang.


"Deandra" lirih gabriell.


'Ck'


renald berdecak sebal entah apalagi yang di lakukan istri bos nya itu. Rasa rasanya ia selalu was was dengan tindakan deandra yang selalu bisa mengguncang suasana hati gabriell.


"Aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini wanita itu sangat menyebalkan... kerjaannya marah-marah dan dia seperti menghindariku"


Renald tampak berpikir memang deandra seperti menjaga jarak dari gabriell dan kalau tidak salah perilaku deandra yang seperti itu bermula dari.......


Tiba-tiba otaknya langsung connect membuat pria itu berjalan memutari meja menuju gabriell dan repleks menepuk keras pundak bos nya itu.


"Astaga el" pekiknya tanpa sadar.


Gabriell terkejut dengan tindakan asistennya itu.


"Apa yang kau lakukan hah?" bentak gabriell.


"Coba kau ingat deandra bersikap seperti itu bukankah sejak kedatangan chika? " tanya renald.


Gabriell terdiam kemudian menganggukan kepalanya. ya deandra berubah semenjak kedatangan chika,kening pria itu berkerut tanda tak paham. memang apa hubungannya dengan chika?


"Lalu"


Renald kembali berdecak sebal ternyata gabriell hanya pandai dalam hal bisnis saja katanya playboy tapi begitu saja tidak paham.


"Deandra sedang cemburu el kenapa kau tak paham" ucap renald.


Gabriell terdiam mencerna ucapan renald. benarkah deandra cemburu?


Tapi bukankah cemburu itu tanda cinta?


apa deandra mencintainya?

__ADS_1


Berbagai macam pertanyaan terus berputar di kepalanya.


"Apa kau yakin deandra cemburu pada chika?..bukankah cemburu itu tanda cinta apa deandra..... " ucap gabriell ragu.


"Ya benar aku rasa deandra sudah mencintaimu...aku yakin deandra cemburu jika kau tak percaya cobalah kau bermesraan dengan chika aku yakin deandra akan menunjukkan kecemburuannya"


ajaran sesat renald langsung meresap ke dalam otak membuat gabriell perlahan melengkungkan senyum saat beberapa ide muncul di kepalanya.


Ada rasa bahagia menelusup ke relung hati pria itu jika benar deandra mencintainya.


"Bukankah sudah aku bilang kalau tidak ada yang bisa menolak pesona seorang gabriell marveliandra putra" pongahnya.


Renald memutar bola matanya malas rasanya menyesal sudah memberitahukan dugaannya itu.


"Kau memang asisten yang bisa di andalkan aku akan tambah bonus gaji mu bulan ini" ucap gabriell membuat renald membulatkan matanya.


"Thanks el"


Ralat renald tidak jadi menyesal karena sudah memberitahu bos nya yang tidak peka itu.


..............


Sore harinya deandra tiba di mansion dengan wajah lelahnya. wanita itu menatap heran ketika melihat mobil gabriell sudah terparkir di halaman yang berarti gabriell sudah pulang.


'tidak biasanya dia pulang jam segini' batin deandra.


'Ehem'


gabriell berdehem ketika melihat deandra melewatinya begitu saja.


deandra menghentikan langkahnya dan menoleh pada pria yang tengah menyesap kopinya itu.


"Kenapa?" tanya deandra.


"Aku akan jalan-jalan dengan chika... kamu makan malam sendiri tidak usah menungguku" ucapnya.


Sesaat Deandra tanpa sadar mengepalkan tangannya dan hal itu tidak luput dari pandangan gabriell.


'Kena kau' batin gabriell.


Deandra mengurai kepalan tangannya dan menormalkan ekspresi wajahnya yang tadi terlihat kesal.


"Pergilah"


gabriell membulatkan matanya ia tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut deandra karena gabriell pikir deandra akan melarangnya dan memarahinya.


Baru saja gabriell hendak kembali berucap deandra sudah lebih dulu pergi.

__ADS_1


"Kenapa begini? harusnya kan deandra itu marah-marah bukannya begini.... apakah ada yang salah...apa aku melewatkan sesuatu?" gumam gabriell.


'Ah mungkin deandra masih gengsi untuk mengakui kalau dia mencintaiku tapi tadi terlihat jelas kalau dia kesal ketika aku mengatakan akan jalan dengan chika...tak apa aku akan membuatmu segera mengakui perasaanmu padaku' batin pria itu.


sementara itu deandra yang kesal langsung menutup pintu dengan kasar begitu sampai di kamarnya.


"Memangnya dia itu siapa? apa dia pikir aku akan bersedih jika dia pergi kencan dengan si chika choko itu?" kesal deandra.


wanita itu melempar tas nya ke atas ranjang begitu pun dengan hells yang di pakainya.


"Dasar gabriell brengsek... lalukan saja apa yang kau mau aku tidak peduli... "


Deandra mengambil sebelah hells nya dan melemparnya ke pintu.


"Kau dengar itu.... aku tidak peduli" teriaknya lagi.


Namun tentu saja karena seluruh ruangan di mansion kedap suara maka otomatis tidak ada yang akan mendengar teriakan deandra.


Nafas wanita itu memburu,dada nya terlihat naik turun menandakan betapa sedang emosinya dia.


Deandra tidak mengerti kenapa hatinya sakit ketika melihat gabriell yang dekat dengan chika. ada rasa tak terima ketika wanita itu merangkul mesra lengan suaminya.


Suami?


oh astaga deandra lupa kalau gabriell hanya suami kontraknya..


wanita itu menghela nafas kasar sebelum berlalu untuk membersihkan tubuhnya. Dia lelah,lelah badan dan juga hati.


Selesai mandi deandra berpakaian kemudian turun ke lantai bawah. ia memalingkan wajahnya ketika melihat gabriell duduk dengan chika yang juga duduk di sebelahnya sambil menyandarkan kepalanya pada bahu gabriell.


"Bi...tolong buatkan greentea dan antar ke kamarku ya" ucapnya pada bi sari.


"Baik nyonya"


Deandra kembali berlalu tanpa memperdulikan gabriell dan chika. wanita itu tidak sadar jika gabriell beberapa kali mencuri pandang ke arahnya.


"Ayo berangkat el"


ucapan chika langsung mengalihkan perhatian gabriell yang tengah menatap punggung sang istri yang telah menghilang.


gabriell mengangguk kemudian keduanya pun pergi dengan chika yang merangkul lengan gabriell.


Dari balkon deandra menatap nanar mobil gabriell yang kini berlalu meninggalkan mansion dengan gabriell dan chika di dalamnya.


"Kau akan menyesal el" gumam deandra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2