Nikah Kontrak? Deal!!

Nikah Kontrak? Deal!!
4


__ADS_3

Tok... Tok... tok... Deandra kini sudah berdiri di depan pintu ruangan gabriell.


Beberapa kali pintu itu di ketuk namun tidak ada sahutan dari dalam.


"Apa benar gabriell ada di dalam? " tanya deandra kepada renald yang berdiri di sampingnya.


"Buka saja pintunya" saran renald


"Apa tidak apa-apa?" sungkan deandra.


Setelah beberapa saat menimbang untuk masuk atau tidak akhirnya deandra membuka pintu tersebut.


ketika pintu terbuka sorot mata tajam milik gadis itu terbelalak melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


"Ya ampun tuan gabriell apa kau sudah jatuh miskin sampai tidak bisa menyewa hotel? " gadis itu benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan gabriell. sementara renald hanya mengulum senyum kapan lagi kan bisa melihat adegan menyenangkan seperti ini.


"Awww..."


gabriell yang mendengar ucapan deandra langsung tegak berdiri sehingga menyebabkan wanita yang berada di atas pangkuannya terjatuh.


Ya,ketika deandra membuka pintu gabriell tengah asik mencumbui wanita yang kini tengah mengaduh kesakitan di lantai.


"Dea..kau disini?" ucap gabriell gugup dia sudah seperti tertangkap selingkuh saja padahal biasanya juga ia sudah sering berada di situasi seperti sekarang ini,hanya saja entah mengapa ia merasa gugup di hadapan deandra.


"ck... ck.. ck.. kau sungguh keterlaluan tuan el" deandra menghampiri wanita yang masih terduduk di lantai seraya menatap tidak suka kearahnya.


"Bangunlah apa bok*ng mu tidak sakit mencium lantai begitu?" deandra mengulurkan tangannya yang langsung di tepis oleh wanita itu.


"Aku bisa sendiri" ucap wanita itu seraya berdiri.


"Bisa kau suruh nona cantik ini keluar dulu el? aku ingin berbicara hal serius denganmu" deandra bersandar pada meja kerja gabriell dan melipat kedua tangannya di dada.


Wanita itu menatap penuh harap kearah gabriell berharap pria itu tak menyuruhnya pergi namun gabriell langsung mengibaskan tangannya sebagai isyarat menyuruh wanita itu pergi.


Wanita itu menghentakkan kakinya kesal lalu


berjalan keluar diikuti renald.


"Ada apa?" tanya gabriell seraya duduk kembali di kursi kebesarannya.


Deandra mengulurkan berkas yang sedari tadi di pegangnya membuat gabriell mengerutkan keningnya.


"Surat perjanjian pernikahan" terang deandra yang mengerti kebingungan gabriell.

__ADS_1


"Kau yakin mau menikah denganku meskipun sudah melihat hal yang terjadi barusan?" gabriell menatap heran diandra yang terlihat tenang itu.


"Bacalah.." ucap deandra menunjuk berkas yang tadi ia bawa dengan isyarat matanya.


Gabriell membuka berkas yang terdiri dari beberapa lembar itu dan mulai membacanya satu persatu. Ekspresi wajahnya terus berubah-ubah di setiap poin yang ia baca.


"Sial Gadis ini ternyata licik juga" batin gabriell seraya menatap deandra yang tengah melihat-lihat ruangannya.


isi pokok perjanjian :




Pernikahan akan berlangsung selama 6 bulan dan akan berpisah dengan alasan tidak cocok atau lainnya




Tidak akan saling mengganggu privasi atau mencampuri urusan masing-masing.




"Ada yang mau kau tambahkan?" tanya deandra.


"Tidak ada hanya saja apa pegang tangan juga tidak boleh?"


pria itu bingung jika tidak boleh bersentuhan fisik lalu bagaimana ia akan membuat perempuan di depannya ini jatuh cinta padanya.


"Jika di depan keluarga bisa menjadi pengecualian" jawab deandra.


"Baiklah aku setuju" ucap gabriell seraya membubuhkan tanda tangannya pada kertas yang sudah terdapat tanda tangan deandra.


"Ini tanda tangani juga ini untuk kau pegang" deandra menyodorkan satu berkas yang sama pada gabriell yang di dalamnya sudah terdapat tanda tangan deandra.


"Sudah selesai...aku akan kembali ke perusahaanku" ucap deandra.


'Grep'


Gabriell berdiri dan menarik pergelangan tangan deandra sehingga gadis itu berbalik dan menabrak dada bidang nya.

__ADS_1


"Kau sudah mengganggu kesenanganku...apa kau pikir bisa bebas begitu saja?" bisi gabriell tepat di samping telinga deandra. Membuat tubuh gadis itu meremang seketika.


"Jangan macam-macam ya ingat perjanjian kita" ancam deandra yang kini berusaha melepaskan diri dari pelukan gabriell.


"Kau lupa?..perjanjian itu belum berlaku karena kita belum menikah" gabriell menggulung rambut deandra dan menciuminya.


"Lepaskan atau mmppt... " bibir yang hendak protes itu langsung di bungkam oleh gabriell.


Gabriell ******* atas bawah bergantian bibir yang sedari tadi terus menggodanya itu. sementara deandra hanya mematung dengan mata melotot.


sampai Gabriell melepaskan ciuman mereka karena deandra tidak kunjung membalasnya.


"Manis" ucap gabriell mengusap bibirnya dengan ibu jarinya sediri seraya menatap mesum deandra.


'akhhh'


Deandra yang tersadar langsung menendang aset milik gabriell sehingga pria itu refleks mengaduh kesakitan.


"Itu balasannya jika kau main-main denganku" deandra berlalu pergi tanpa peduli gabriell yang terus meringis kesakitan.


"****...dasar gadis bar-bar" ucap gabriell yang menatap punggung deandra yang menghilang di balik pintu.


pintu terbuka menampilkan renald yang membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani gabriell.


"Kau kenapa el... wajahmu merah sekali" khawatir renald yang kini berjalan menghampiri bos nya itu.


"Ini semua gara-gara gadis liar itu?" geram gabriell.


pria itu mendudukan tubuhnya di sofa sambil menetralkan rasa sakit yang masih ia rasakan.


"Maksudnya nona deandra?... bukankah dia manis seperti kucing anggora? " celetuk renald yang kini duduk di samping gabriell


"Berhentilah memujinya dia calon istriku" pamer gabriell.


"Memang dia mau?" ucap renald yang sukses mendapat pukulan di kepapa pria itu.


"Aku kan sudah bilang kalau tidak ada yang bisa menolak pesonaku" gabriell tersenyum bangga.


"Lalu kenapa kau kesakitan seperti itu?" renald menatap bingung gerald.


"Ah tidak kaki ku hanya terbentur meja saat hendak menyusul deandra" bohong gabriell karena tidak mungkinkan ia mengatakan yang sebenarnya bisa-bisa ia jadi bulan-bulanan renald.


"Baiklah... ini berkas yang harus kau tanda tangani segera el" renald menyerahkan berkas yang di bawanya dan gabriell langsung menandatanganinya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2