
"Apakah sudah selesai?" tanya leonardo sambil menatap arabella yang kini sudah duduk di sampingnya dengan gaya elegannya sementara gabriell duduk pasrah dengan rambut dan kaos yang sudah acak-acakan.
"Hanya segini saja mom?" celetuk deandra membuat gabriell melotot menatap istrinya itu.
"Sayang..." rengek gabriell tak terima.
yang benar saja memangnya belum puaskah istrinya itu melihat penderitaannya.
Renald yang mendengar obrolan mereka hanya mampu meringis ketika mendengar perkataan deandra. Rasa-rasanya ia akan urungkan niatnya untuk cepat-cepat menikah karena ia belum siap berhadapan dengan yang namanya ibu mertua.
"Jadi renald bagaimana bisa kau kecolongan?" tanya arabella menatap penuh intimidasi pada Renald.
"Ah...sebenarnya nyonya...."
"Jangan panggil nyonya panggil tante" sergah arabella cepat.
"Iya tante saya sudah menjalankan tugas saya dengan baik tapi menantu tante yang playboy itu membocorkannya sendiri pada mantan terindah nya" jujur renald.
Gabriell menatap tajam Renald namun sepertinya renald tidak peduli karena ia lebih takut pada mommy deandra dari pada gabriell.
"Apakah itu benar el?" selidik leonardo.
Gabriell gelagapan tidak tau harus berkata apa. pria itu menyenggol lengan deandra yang duduk di sampingnya.
"Apa?" cuek deandra.
"Tolonglah aku sayang bukankah kita sudah baikkan?" pinta gabriell
"Aku tidak merasa berbaikan denganmu"
"Ayolah sayang kau tau kan aku hanya main-main dengan mereka" ucap gabriell dengan raut wajah memelas.
Deandra mengulum senyum melihat gabriell yang memohon dengan penampilan seperti itu. Kapan lagi kan bisa melihat CEO marvell group seperti itu.
"stop mom dad...aku baik-baik saja lagi pula gabriell tadi datang tepat waktu menolongku" ucap deandra akhirnya.
__ADS_1
Leonardo dan arabella menghela nafas lega meskipun masih kesal dengan gabriell yang tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.
"Ke depannya aku tidak ingin mendengar hal ini terjadi lagi pada putriku el" ucap leonardo.
"Tentu Dad aku akan menjaga istriku dengan baik"
Perbincangan mereka terhenti karena bi Sari datang membawakan minuman beserta cemilan yang di siapkan untuk mommy dan daddy deandra.
Leonardo menyeruput kopi miliknya sambil mengedarkan pandangan pada sekeliling ruang tamu yang terlihat berbeda dari terakhir kali ia mengunjungi Mansion menantunya itu.
"El apa kau mengganti hiasan interior mansion ini?...Karena setau daddy dulu tidak seperti ini" ucap leonardo.
"Ya begitulah Dad hiasan yang lama terlalu kuno makanya aku menggantinya" alasan gabriell. Tidak mungkin kan ia menggatakan kalau menggantinya karena melampiaskan amarah gara-gara gagal malam pertama.
Akan sangat memalukan jika mertuanya sampai tahu.
"Ya Dad itu terlalu Kuno sampai membuat gabriell marah-marah melihatnya" sindir deandra.
gabriell menatap deandra seraya tersenyum.
"Oh ayolah sayang mengapa kau jujur sekali"
Mereka larut dalam obrolan hangat sampai tak menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Gabriell begitu bahagia karena ternyata kaluarga deandra begitu hangat padanya.
Hingga akhirnya arabella dan leonardo pamit pulang meskipun awalnya gabriell menyuruh mereka menginap namun mereka menolak karena tidak ingin mengganggu pengantin baru itu.
Deandra dan gabriell mengantar arabella dan leonardo sampai ke depan Mansion.
"Sering-seringlah kunjungi mommy sayang rumah terasa sepi tanpamu" ucap arabella sambil memeluk tubuh deandra.
"Ya Mom...maafkan aku ya" ucap deandra.
arabella mengurai pelukan mereka dan mencium pipi putrinya sebelum mengikuti leonardo yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Dad jangan lupa pulau milikku" peringat deandra yang di balas acungan jempol oleh leonardo.
__ADS_1
Deandra melambaikan tangannya ketika mobil leonardo melaju meninggalkan mansion.
"Pulau? kau minta pulau dari daddy mu?" tanya gabriell.
Deandra mengangguk seraya berlalu memasuki mansion.
"Kenapa tidak minta padaku?" tanya gabriell sambil berjalan menyusul deandra.
Deandra menghentikkan langkahnya dan membalikkan tubuhnya sehingga kini ia dan gabriell saling berhadapan.
"Kau mau belikan?" tanya deandra.
"Tentu saja kau kan istriku... tapi tentu saja itu semua tidak gratis" ucap gabriell sambil merengkuh tubuh deandra agar menempel padanya.
Gabriell menatap wajah cantik deandra. Matanya menatap ingin pada bibir mungil istrinya itu. Baru saja deandra hendak membuka suaranya gabriell sudah lebih dulu mencium bibir istrinya itu.
Hangat bibir gabriell yang mulai ******* bibir deandra bergantian atas dan bawah membuat deandra mulai memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya pada leher gabriell.
Keduanya hanyut dalam ciuman yang memabukkan sampai tak menyadari kalau keduanya sudah memberikan tontonan adegan 18+ gratis untuk para penghuni mansion.
"Apa yang kalian lakukan?" tegur renald yang melihat beberapa pelayan tengah berkerumun sambil berbisik-bisik.
"Maaf tuan" Mereka membungkuk hormat sebelum berlalu pergi.
Renald memandang para pelayan itu dengan bingung sebelum kembali melangkahkan kakinya. alangkah terkejutnya ia ketika mendapati gabriell dan deandra yang sedang asik berc*mbu tanpa tau tempat.
'****' umpat renald kesal.
"Apa kalian akan melakukannya disini?"
Mendengar suara renald deandra langsung melepaskan ciuman mereka dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Lo ganggu banget sih" kesal gabriell.
"Lagian kenapa gak di kamar kalau mau mesra-mesraan b*go..." ucap renald tak mau kalah.
__ADS_1
"Suka-Suka gue lah ini kan Mansion gue.....yuk sayang kita ke kamar kasian jomblo kalau pengen gak ada temennya" sindir gabriell seraya berjalan dengan istrinya yang masih memeluk erat tubuhnya.
"Sialan" umpat renald hendak melempar sandal rumahnya namun urung karena gabriell dan deandra sudah lebih dulu masuk ke dalam lift.