Nikah Untuk Bahagia

Nikah Untuk Bahagia
Kejutan Andrew


__ADS_3

Rafael menatap serius Nadya.


"Anak gue, kenapa?" Nadya punya kesempatan untuk membalas sakit hatinya.


"Anak? Jadi lo punya anak sebelum dengan Rafael? Bohong lo kebangetan deh Nad" seru Anggun.


"Joe, kenalin dirimu" kata Nadya menghadapkan arah kamera ke Anggun.


"Hai, aku Joe anaknya Mom" kata Joenathan ketus, dan memandang tak suka ke arah Anggun.


"Benar kan apa yang aku bilang" ujar Nadya melanjutkan.


Anggun dan Rafael saling pandang.


"Lo itu bodoh atau apa? Makanya Nadya dengan mudah melapaskan kamu, ternyata dia sudah punya anak. Atau dia tega ninggalin anaknya demi kamu?" kata Anggun ke arah Rafael.


"Issshhh, lo itu bilang apa sih? Nadya nggak mungkin seperti itu" bela Rafael.


"Nggak mungkin gimana? Nyatanya itu tadi" kata Anggun sewot dan meninggalkan keberadaan Rafael. Merajuk maksudnya.


Rafael malah ingin duduk di depan Nadya.


"Ngapain duduk situ. Tuh kejar Anggun, wanita pujaan kamu bukan?" kata Nadya ketus.


"Kapan-kapan kita bicara Nad. Ada yang mau aku sampaikan" ujar Rafael jalan menjauhi Nadya.


Nadya tak menggubris sama sekali.


"Meja dua dua atas nama kak Nadya" kata pelayan resto menghampiri Nadya.


"Oke makasih" tukas Nadya sambil menerima pesanannya.


"Banyak banget? Lo habis?" tanya Rafael tak percaya.


"Kenapa? Hidup-hidup gue. Apa urusannya sama lo" jawab Nadya sengit.


"Mom, aku mau" suara Joe masih saja kedengaran.


"Oh ya? Mom pesen steak. Mau nggak?" tanya Nadya sembari mengarahkan kamera ke arah makanan yang di depan.


"Mau dong mom" kata Joe menimpali.


Joe malah nggak kedengeran suaranya lagi, membuat Nadya kembali membalikkan arah kamera ponsel kepadanya.


Rafael beranjak karena merasa tak diperhatikan oleh Nadya.


"Huh!!" Nadya menarik nafas lega.


"Kemana lagi nih anak" gumam Nadya. Dan Nadya kembali harus ngobrol bersama Andrew.


"Tau nggak gegara kamu makan steak, Joe lari ke encusss minta dibuatin steak. Oh ya, kapan ada waktu?" tanya Andrew dengan mimik muka serius.


"Gue selalu longgar kapan saja. Janda mah bebas" kata Nadya dengan senyum hambar.


"Ku akan tagih janji kamu kapan-kapan" terang Andrew


"Situ yang sibuk kenapa aku yang disalahin. Pake nagih janji segala" tukas Nadya.


Bagi Nadya tak mungkin bagi Andrew, seorang pemilik beberapa cabang sekolah bertaraf internasional menyempatkan waktu untuknya. Dia itu siapa, Nadya menyadari itu.

__ADS_1


Panggilan itu masih berlangsung saat Nadya dan Joe makan steak bersama. Meski lewat online


"Hayo, kalau mau makan musti apa sayang?" tanya Nadya bijak.


"Baca doa Mom" jawab Joe.


"Hhhmmm anak pintar" seru Nadya.


Setelah membaca doa mau makan, akhirnya mereka berdua makan steak sambil kadang-kadang ada tawa di selanya. Bagaimana Nadya tidak tertawa, melihat Joe yang makan dengan lahap dengan mulut belepotan.


"Gemesssnya" seru Nadya.


"Baru ini Joe mau makan sendiri" sela Andrew memberitahu.


"Oh ya?" Nadya tak percaya.


"Kan ada encuss Mom" alasan Joe.


"Tuh udah pinter makan sendiri. Besok-besok Joe makan sendiri ya?" rayu Nadya.


"Heemmm, tapi Joe maunya ditemenin sama Mom" kata Joe tapi bagai ancaman menurut Nadya.


Andrew mengacungkan jempol ke atas tanda setuju.


Membuat Nadya sewot. Bisa-bisa nya Andrew memanfaatkan Joe kembali.


.


Dan Andrew benar menepati janjinya untuk mendatangi Nadya.


Selain rengekan Joe, Andrew juga sekalian hendak menemui pejabat pemerintah setempat untuk rencana buka sekolah international di kota tempat Nadya tinggal. Dan juga beberapa bisnis yang lain.


"Hah? Kesini?" tukas Nadya bengong.


"Lo ada waktu?" tanya Andrew.


"Hhhmmm aku lihat jadwal dulu ya, aku belum sampai sekolah nih" jawab Nadya belum memberi kepastian.


"Oke" tulas Andrew.


"Mom, aku datang" teriak Joe menyela panggilan Dad dan Mom nya.


"Oke Mom, tunggu Mom pulang sekolah dulu" kata Nadya.


"Oke, kita tunggu di mana? Rumah kamu? Sekalian aku minta kamu ke ayah dan mama" seru Andrew.


"Yeeiii, ya enggak lah. Tungguin aku di resto depan stasiun aja. Di sana ada menu opor ayam kampung yang recomen" bilang Nadya.


"Siiippp...kutungguin" tukas Andrew.


Mengajar kali ini berasa lambat menurut Nadya.


Beberapa kali dia lihatin jam tangan yang melingkar di lengan nya.


"Hhmm masih jam segini?" gumamnya.


"Bu Nad, kenapa lihatin jam mulu?" seru Amel yang memang sangat kritis bila bertanya itu.


"He...he...takut jam ibu habis baterai sayang. Sedari tadi kok jam sepuluh terus" jelas Nadya.

__ADS_1


Amel melihat jam yang ada di dinding.


"Sama kok jam sepuluh juga. Itu artinya jam ibu nggak mati dong" imbuh Amel.


"Anak pintar, sudah bisa baca arah jarum jam" puji Nadya mengelus kepala Amel.


Akhirnya yang ditunggu Nadya datang juga. Bel tanda pulang sekolah berbunyi.


Nadya melajukan ke arah resto yang dibilangnya ke Andrew tadi.


Joe menyambut terlebih dahulu saat Nadya keluar dari mobil.


"Mommmmm..." panggil Joe lantas memeluk erat Nadya.


Nadya yang juga kangen dia gendong tuh anak.


"Dad di mana?" tanya Nadya yang belum melihat keberadaan Andrew.


"Rapat" jelas Joe.


"Iya nyonya, tuan masih rapat di ruang pertemuan sebelah sana. Tadi tuan juga mendadak memindah tempat rapat. Makanya sampe sekarang belum selesai" jelas encuss Joe.


"Rapat?" jadi dia juga memindahkan tempat rapat karena ucapanku tadi. Kenapa juga nggak bilang kalau ke sini mau rapat, jadi aku yang nyusulin aja. Batin Nadya.


"Mom, ayo main di sana" ajak Joe ke taman bermain yang disediakan resto itu.


Nadya mengangguk.


"Mba, istirahat aja. Joe sama aku dulu nggak papa" ujar Nadya.


Anggun kembali menghampiri, entah dia sudah bagai jelangkung aja. Datang tak diundang, pergi harus diusir dulu.


"Owwwhhh, bagus ya. Jadi ini anak lo???" seru Anggun membuat Nadya menoleh.


"Iya, aku anak Mom" Joe berdiri tepat di depan Nadya sambil kacak pinggang.


"Apa aku merugikan lo, sampai lo suka banget ngurusin gue" kata Nadya ketus.


"Atau memang lo nggak ada kerjaan selain ngurusin gue" imbuh Nadya.


"Sori ya, gue lagi konsen sama kehamilan gue dengan Rafael" kata Anggun sengaja memancing emosi Nadya.


Ada perubahan mimik muka Nadya, meski tak begitu nampak.


"Owh, selamat ya" ujar Nadya.


"Sayang, Joe kalian di mana? Ayo makan sini" panggil seseorang dari arah belakang Anggun.


Nadya dan Joe pun kompak menengok ke Andrew.


"Andrew???" gumam Anggun, dan masih kedengaran oleh Nadya.


"Dad, Mom sudah datang" sela Joe dengan menarik Nadya mendekat ke arah sang Dad.


Andrew pun terpaku di tempatnya berdiri.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


To be continued, happy reading

__ADS_1


__ADS_2