Nikah Untuk Bahagia

Nikah Untuk Bahagia
Kejutan


__ADS_3

Nadya berangkat ke sekolah seperti biasa setelah sarapan sendirian. Makanan yang dimasak seadanya tadi juga dibawa untuk bekal makan siang. Mubadzir menurutnya, daripada kebuang.


Sampai di sekolah, ternyata ada kegiatan outing class.


"Loh, kunjungan ke mana pak Oka?" tanya Nadya karena baru tahu info itu.


"Makanya baca tuh grub sekolah bu Nad" ujar pak Oka membercandai ibu guru Nadya.


"Tau sendiri, habis pulang pelatihan rasanya capek" terang Nadya menjelaskan.


"Ha...ha...apalagi sampai rumah dapat serangan fajar dari Rafael" kembali pak Oka terbahak.


Semburat merah terlihat di pipi Nadya. Walau yang terjadi sebenarnya tak seperti itu. Karena yang terjadi sebenarnya, Nadya dan Rafael malah tidur di kamar yang berbeda.


"Iissssshhh, sepertinya tebakan aku benar dech" goda pak Oka belum berujung.


"Apaan sih pak. Beneran ini aku nanya, ke mana kegiatan outing classs nya?" tanya Nadya untuk mengalihkan perhatian pak Oka.


"Ha...ha...pintar juga bu Nadya mengalihkan topik pembicaraan" tukas pak Oka guru olahraga.


"Andai bukan istri Rafael, sudah kugebet anda sedari dulu" ujar pak Oka menambahi.


"Ih pak Oka, rem nya blong ya. Jaga tuh bicaranya" sela bu kepala sekolah yang ada di belakang mereka berdua.


"Eh ibu kepsek. Hanya bercanda kok bu" kata pak Oka tersipu.


"Kapok nggak tuh" seru Nadya ganti menertawakan pak Oka.


"Bu Nadya, hari ini kegiatan outing class. Kita akan ada kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana. Sekalian menumbuhkan jiwa sosial anak-anak" terang ibu kepsek.


"Rencana di mana acaranya bu?" tanya Nadya.


"Di perempatan lampu merah arah kota" beritahu ibu kepsek.


"Berangkatnya anak-anak?" Nadya masih saja bertanya, padahal semua sudah diumumkan di grup.


"Lihat atuh chat grub sekolah Bu Nad" sela bu Aning guru kelas dua.


Nadya hanya tersenyum simpul menanggapi.


Kali ini kelas Nadya sebagai kelas yang paling kecil, kelas satu berangkat paling duluan.


Anak-anak sangat senang. Selain karena Nadya telah datang kembali, kegiatan di luar sekolah ini tentu sangat menyenangkan bagi mereka. Apalagi kini mereka tengah duduk di sebuah truk milik aparat yang super gedhe.


Nadya selalu mengingatkan anak-anak agar hati-hati.


Murid kelas satu sekolah negeri yang berjumlah lima belas anak itu tentu sangat senang sekali.


Nadya kembali direpotkan untuk mengatur mereka agar aman dari lalu lalang kendaraan yang tentu saja macet kalau pagi begini.


"Amel, ayo berbaris yang rapi sama teman-teman" seru Nadya karena Amel masih sibuk dengan perbekalan jajan yang dibawanya.


Anak itu sungguh menggemaskan menurut Nadya.

__ADS_1


Masih dengan kesibukan menata anak didiknya, hingga Nadya tak memperhatikan pergerakan Amel.


Terdengar suara derit rem mobil yang seakan memaksa mobil untuk berhenti mendadak.


Nadya menoleh ke sana dan didapatinya Amel yang tengah berdiri di depan mobil yang berhenti mendadak itu.


"Ameeeeellllll" Nadya segera menghambur dan menggendong anak kecil yang mulai nampak telihat mendung di matanya.


"Nggak papa nak, lain kali hati-hati ya sayang" Nadya sibuk menenangkan Amel yang tentu saja kaget dan hampir tertubruk mobil.


Penumpang mobil itu mulai membuka kaca jendela.


"Makanya kalau tak bisa jagain anak-anak, jangan ada kegiatan di pinggir jalan dong" kata seorang wanita dengan sinis.


Nadya yang awalnya akan minta maaf, urung dia lakukan karena mendapat olokan terlebih dahulu.


Nadya belum melihat siapa wanita tadi karena ketutup badan Amel yang digendongnya.


Dia hampiri mobil yang berhenti itu, dan alangkah kaget Nadya saat didapatinya pemandangan yang tak diharap.


Anggun bergelayut manja di lengan Rafael yang tengah fokus menyetir tanpa menengok ke arah Nadya.


"Mas Rafa" panggil lirih Nadya. Terkejut dengan kenyataan di depannya.


Jadi foto-foto kemarin itu benar adanya. Batin Nadya.


Rafael menoleh dan ikutan terkejut melihat Nadya yang tengah menatapnya.


"Rafael, terlanjur basah sekalian aja" seru Anggun tanpa rasa bersalah.


Nadya balik kanan, terlalu sakit hati nya pagi ini.


Semua dia tahan karena masih membersamai anak-anak.


Rafael juga tak berusaha mengejar Nadya, tapi malah melajukan mobil yang dibeli bersama Nadya meninggalkan tempat itu.


Terlalu sakit yang dirasakan Nadya pagi ini.


Meski mendung tak berarti hujan, Nadya lewati kegiatan outing class ini dengan banyak melamun, sampai-sampai Nadya kaget saat Amel mencoleknya.


"Eh kamu Mel. Ada apa sayang?" tanya Nadya.


"Minta tolong, Amel mau pipis" kata Amel.


Waduh, nyari toilet di mana ini. Mana ini perempatan lagi. Nadya bingung mencari toilet untuk Amel.


Sejenak pikiran yang terfokus ke Rafael teralihkan dengan kesibukan jagain anak-anak.


.


Acara penggalangan dana itu sukses meski ada insiden-insiden kecil.


Macam-macam tingkah polah mereka menjadi hiburan tersendiri bagi Nadya.

__ADS_1


Saat istirahat kembali pikiran Nadya beralih ke Rafael.


"Apa pulang kerja aku ke kantor nya mas Rafa aja ya?" gumam Nadya sendian.


Dia berusaha tenang karena masih jam kerja. Mau ijin duluan, nggak enak karena Nadya masih termasuk guru baru di sana. Meski sudah diangkat menjadi pegawai pemerintah.


"Apa aku chat Danu aja ya?" pikir Nadya.


"Yap, aku chat aja dia" Nadya menemukan ide.


Danu yang juga teman sekolah menengah Nadya dulu.


"Danu apa kabar?" ketik Nadya basa basi.


"Tumben lo ngechat gue? Seumur-umur baru ini seorang Nadya njapri gue" ketik Danu.


Ternyata Danu nyimpan nomer gue. Padahal aku aja harus mencari di grub dulu. Gumam Nadya dalam hati.


"Pasti lo mau nanyain Rafael dan Anggun kan? Sudah jadi rahasia umum hubungan mereka" ketik Danu karena lama Nadya tak membalas sapaannya.


"Lo sudah tahu?" tanya Nadya balik.


"Nad, lo sebagai istri apa nggak ngerasa? Aku sudah lama ingin bilang lo. Tapi aku nggak mau dibilang fitnah" seru Danu.


"Lantas apa yang ngebuat kamu ada ide nanya padaku?" lanjut Danu.


Nadya diam tak membalas.


Nadya merenung, apa ini alasan dibalik mas Rafael menolak semua keinginan untuk punya anak.


Kembali Nadya melihat ponsel, dan tak ada satupun chat dari Rafael masuk.


Karena kelas satu pulang paling dulu, Nadya pun ijin ke bu kepala sekolah pulang duluan.


"Mau ke mana Nad? Nyusulin Rafael ke kantor?" tanya Oka yang berpapasan dengan Nadya di lorong sekolah.


"Kepo" seru Nadya ke arah Oka.


Nadya menjalankan laju motor ke arah kantor Rafael dan berhenti tepat di resto ayam goreng depan kantor.


"Mas, aku tunggu di resto depan kantor kamu. Jika senggang keluarlah. Aku tunggu" ketik Nadya.


Lebih dari setengah jam, chat itu belum terbalas.


Nadya tahu, jika Rafael sangat sibuk setiap akhir bulan. Tapi apa itu hanya kamuflase, Nadya pun tak tahu kenyataan sebenarnya.


Saat hendak beranjak, karena sudah terlalu lama menunggu. Sebuah notif pesan dari Rafael meminta untuk menunggunya lima belas menit.


Nadya pun kembali duduk.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


To be continued, happy reading

__ADS_1


__ADS_2