
Dito dan Hendri sedang berada di Scorpio Zone ketika mendapat pesan dari Juna. Isi pesan itu menyuruh keduanya mengambil tempat di ruang VVIP, karena dalam waktu 30 menit Juna akan datang dengan tamu spesial.
Segera keduanya pindah ruangan. Mereka memang tidak mengajak Juna kumpul malam ini, karena Juna sedang menghadiri acara pertunangan abangnya, namun siapa sangka, Juna malah mengatakan akan datang ke sini.
"Tamu spesial? Kira-kira siapa ya? Penasaran deh gue." Hendra angkat bicara seraya memandang lamat ponselnya, seolah dari layar ponsel itu akan muncul Juna dan si tamu spesial.
"Mana gue tau, Dri. Yang jelas, jenis kelaminnya perempuan," Dito mengendikkan bahunya. Tapi seingat Dito, selama berapa hari Juna pulang ke Indonesia, sahabatnya itu belum pernah bawa perempuan ke club atau hotel untuk di tiduri. Tidak biasanya. Selalunya Juna akan bilang, 'Juno bakalan keriput kalau nggak ngeluarin sp*rma beberapa hari saja'.
"Yakin banget gue, Gerobak Siomay itu pasti keluar dari acara pertunangan abangnya karena bosan, terus ketemu sama cewek kesepian lalu diajak kemari buat Making Love. Dasar Penjahat Kelam*n." Umpat Hendri seolah kelakuan sahabatnya itu sangat bejat. Dia lupa kalau dia juga tak ada bedanya, sebelah dua belas.
"Lo juga sama kali, PK." Timpal Dito.
"Emang lo nggak? Sama aja, jangan sok suci lo To." Hendri tak terima, karena sekali lagi mereka sama, sebelas dua belas.
Hendri pun bangkit untuk menghajar Dito. Namun, posisinya berada di atas Dito kelihatan aneh.
⭐⭐⭐
Beberapa menit sebelumnya di dalam taksi.
"Jadi ceritanya kamu lagi nyulik aku?" Alexa bersuara setelah di dapatinya Juna hanya memandang kearahnya sejak tadi. Mata ****** itu, ingin saja Alexa mencoloknya biar tak jelalatan.
"Kok nyulik sih? Terkesannya gue penjahat banget."
"Emang, kamu kan penjahat kelam*n." Alexa membenarkan dengan nada ketus sekaligus frontal sampai-sampai si bapak taksi yang tadi hanya diam mendadak terbatuk.
Juna tertawa pelan, tawa yang ditujukan untuk mengejek dirinya sendiri. Penjahat kelam*n? Sebejat itukah dia? Alexa yang baru saja mengenalnya bahkan bilang seperti itu. Tidak tau saja, selama setahun belakangan, Juna tidak pernah lagi Making Love dengan perempuan manapun. Kebayang nggak, sudah kayak gimana mengkerutnya si Juno? Mungkin juga sudah berkarat. Fakta itu, sempat kedua sahabatnya tau, Juna pasti di ledek habis-habisan.
"Kita mau kemana sih?"
"Lo budeg ya? Kan gue udah bilang tadi, ketemu sahabat-sahabat gue." Entah kenapa, Juna jadi sedikit kesal. Efek Juno yang belum dimanja sepertinya. Ckck.
"Ngapain ketemu sahabat kamu? Paling modelnya sama aja. Nyebelin kayak kamu juga PK." Alexa agak menekan suaranya pada kata PK membuat Juna kesal.
"Bawel banget sih lo."
Alexa memalingkan wajahnya ke jendela menatap jalanan yang padat malam itu karena bertepatan dengan malam minggu. Ada tawa kecil yang sedang dia tahan. Melihat Juna kesal karena beberapa kali dia menyebut PK pada pria itu. Alih-alih ingin membuat Alexa kesal dengan menculiknya, kini Juna yang kena getahnya.
__ADS_1
Baru beberapa menit tadi, Alexa menghadiri acara pertunangan sang kakak, kini dia sudah berada di tempat yang tak seharusnya di datangi oleh perempuan baik-baik. Scorpio Zone.
Alexa mengekori Juna yang berjalan di depannya. Mereka menaiki lantai atas dan masuk ke dalam sebuah ruang VVIP. Baru masuk, Alexa sudah disuguhkan pemandangan tak senonoh yang bisa merusak mata. Parahnya lagi, adegan tak senonoh itu dilakukan pria sama pria. Apa Juna punya teman g*y?
Hendri yang berada di atas Dito dengan tangan hendak menonjok muka sahabatnya itu.
"Dasar, jeruk makan jeruk lo berdua." Sembur Juna.
"Eh, enak banget bac*t lo, ni anak ngatain gue PK, gue nggak terima lah." Jelas Hendri.
"Ya emang lo berdua sama aja kok. Ngapain sewot." Juna berkata seraya menghempas punggungnya ke sofa yang sangat empuk.
"Lo sendiri, PK teriak PK." Suara Dito dan Hendri kompak.
JLEB.
Lagi-lagi PK digelarkan untuknya. Juna bertambah sewot lalu bangkit ikut memukul asal kedua sahabatnya itu. BRUG-AH-UH-OH-EOH-IH.
Alexa yang melihat ketiga pria setengah dewasa yang berkelahi persis anak kecil sedang rebutan mainan itu hanya mendecak lidahnya. Alexa duduk di sofa dengan menyilang kakinya, kedua tangannya dilipat ke dada.
"Ckck, Kamu mengajak ku kemari hanya untuk melihat kalian berkelahi?" Sindir Alexa, sambil menggeleng kepala, tak habis pikir.
"Loh, sejak kapan ada cewek cantik di sini? Neng gelis, nggak salah masuk kamar ya?" tanya Hendri dengan mata berbinar, seperti melihat bidadari turun di klub malam.
"Apa dia tamu spesialnya?" Dito pula bertanya.
"Hmm." Jawab Juna malas.
Secepat kilat, Hendri merapikan penampilannya, menyisir rambut kebanggaan yang sudah berantakan, menepuk tangannya seolah sedang membersihkannya karena ingin berkenalan dengan gadis cantik tentu harus bersih. Hendri lalu menjulur tangannya.
"Gue Hendri."
Alexa hanya memandang tangan itu tanpa membalas jabat tangan.
"Alexa." Dia menyebut namanya.
Hendri yang mendapat penolakan dari Alexa hanya menggosok-gosok tangannya yang tak gatal. Tapi dia tak kehabisan akal.
__ADS_1
"Duh, cantik banget namanya cocoklah sama wajahnya."
"Nggak perlu memuji, aku nggak makan pujian."
Ckck. Juna tergelak. Baru kali ini ada cewek yang berani menolak jabat tangan dan menolak mentah pujian Hendri.
"Gue Dito, by the way, Alexa, gimana ceritanya lo bisa sama si Gerobak Siomay ini?" tanya Dito yang disambut tatapan tajam Juna. Gerobak Siomay? Nggak ada nama lain?
Alexa memandang Juna yang balas menatapnya dengan muka masam.
"Well, kalian tau kan, kalau abangnya dia sedang bertunangan malam ini?" Alexa menunjuk Juna saat menyebut kata 'dia'.
Dito dan Hendri mengangguk.
"Nah, aku adalah adik dari tunangan abangnya si Gerobak Siomay ini." Alexa menjelaskan dengan ikut-ikutan menyebut Juna Gerobak Siomay. Lucu juga kalau Juna jadi bahan ledekan sahabatnya.
"Oh, kirain lo calon tunangan si Gerobak Siomay." Celetuk Dito.
"Nggak. Ogah." Alexa dan Juna kompak menyahut.
"Kompak banget, anj*r." Hendri tergelak.
Alexa mendelik ke arah Juna, bukan karena jawaban mereka yang kompak banget. Tapi karena Juna yang tiba-tiba mengelak saat dibilang Alexa itu calon tunangannya. Biasanya saat berdua dengan Alexa, Juna akan meledek menyebut Alexa sebagai istrinya.
Sepertinya Juna menyembunyikan itu dari kedua sahabatnya. Alexa lalu tersenyum, dia akan membalas Juna malam ini yang menculiknya dengan mengerjai pria itu.
"Baiklah, karena aku tamu kalian malam ini. Gimana kalau kalian traktir aku makan, aku lapar nih." Alexa mengusap perutnya yang rata, sambil memandang bergiliran kearah Dito dan Hendri.
"Tenang aja. Lo boleh pesan apa aja sesuka hati, gue yang traktir." Dito mempersilakan.
"Merci, Terima kasih ya, Dito." Saking senangnya Alexa memberikan senyum termanisnya kearah Dito. Walaupun hanya pura-pura. Lihat saja, Alexa akan balas mengerjai Juna malam ini.
"Ckck, lihat saja nanti." Alexa tersenyum penuh arti.
❤❤❤
Hai gaes, makasih ya udah baca cerita aku yang absurd ini. Jangan lupa tekan Like, Rate5, Vote juga tinggalkan komentar kalau kalian suka cerita ini, makasih🙏🙏🙏
__ADS_1
Author Receh
Nurhayatie Shabilla💕