Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 6 --- Anggita, Alexa atau Sayang?


__ADS_3

Flashback On


Alexa tercengang melihat artikel di layar ponselnya yang tadi sempat dia buka tapi belum sempat dilihat. Bagaimana tidak? Pria yang ada di layar ponselnya, pria yang disebut sebagai putra kedua keluarga Gideon adalah pria berwajah Asia yang kemarin ditemuinya.


Entah kenapa, ada rasa senang di hati Alexa. Ia tersenyum penuh arti. Mengeluarkan sesuatu di dompet mininya, Alexa lalu memoles bibirnya dengan lipstik berwarna maroon.


"Kayaknya bakalan seru nih."


Flashback Off


Alexa menikmati makan malamnya seraya menatap lurus ke depan, pada pria bernama Arjuna itu. Jika dia tau sejak awal, Juna juga orang Indonesia, Alexa tak perlu repot-repot bicara bahasa Perancis.


Alexa ingat, dia mengenalkan Juna sebagai suami pada pria plontos yang mengganggunya, juga memanggil Juna dengan panggilan sayang. Ah, semoga saja Juna tak mengungkit kejadian itu.


"Jadi kita akan mengadakan acara pertunangan besok malam dan mengundang beberapa media. Apa kalian setuju?" Abimana akhirnya membuat kesimpulan dari perbincangan panjang lebar yang menurut Alexa lebih banyak ke obrolan kerjaan ayahnya dan Om Gideon itu.


Alexa melihat ayahnya memandang Aira juga Harris bergantian, seolah meminta persetujuan. Padahal, tanpa persetujuan keduanya pun, ayah dari kedua belah pihak sudah lebih dulu membuat keputusan.


Aira diam tanda menyetujui, begitu pun Harris tak berkata apapun meski dalam pandangan Alexa pria itu ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan.


"Baiklah, sepertinya keputusan sudah bulat. Kita bertemu lagi besok." Abimana mengakhiri pertemuan itu.


⭐⭐⭐


Kedua keluarga itu sudah selesai dengan pertemuan dan berjalan keluar menuju lift. Alexa mengedarkan pandangan ke sekeliling dan baru menyadari ruangan besar ini sepi.


Satu persatu dari mereka memasuki lift, tapi gerakan Alexa tertahan oleh tangan yang menariknya pergi dari situ diam-diam.


Lift tertutup tanpa ada yang menyadari ketidakhadirannya di sana.


Alexa harus menyeimbangkan gerakannya karena seseorang yang menariknya itu berjalan sangat cepat.


"Heh, aku rasa kita tak punya masalah satu sama lain, jadi jangan menarikku seperti ini. Sakit tau." Alexa melepas paksa tangannya yang dipegang pria itu, Arjuna.


Juna berbalik menatap Alexa dengan kedua tangan dilipat di dada.


"Oh ya? Tapi aku rasa kau punya masalah denganku, bukannya kau bilang kalau kita suami istri dan ingin pergi bulan madu? Kau bilang begitu kemarin? Apa kau sudah lupa? Apa perlu aku ingatkan lagi, Sayang?" Juna mencondongkan tubuhnya menyamai Alexa yang mungil hanya sepantaran pundaknya. Senyum penuh godaan dihadiahkan untuk Alexa saat menyebut kata Sayang.


Jari telunjuk Alexa refleks terjulur menunjal dahi Juna menjauhkan wajah pria itu darinya. Alexa kemudian mencibir.


"Sepertinya kau juga melupakan sesuatu. Kau bukan tipe ku jadi jangan coba menggoda, percuma saja."

__ADS_1


"Oh ya? Kita lihat saja nanti." Ujar Juna dengan senyum penuh arti. "Tapi serius, gue bosan banget hari ini. Bagaimana kalau temani gue minum?"


Alexa membulatkan matanya. Tidak salah dengar? "Kau sedang mengajakku minum?"


"Kenapa? Tidak mau? Ahh, gue lupa, lo dibayar 1Milyar untuk sebuah pertemuan. Tapi tenang saja, gue akan... "


"Ayo pergi," Alexa mengacungkan jarinya menyetujui lalu memutar kembali langkahnya menuju lift. "Tapi aku yang pilih tempatnya ya." Ujar Alexa kemudian.


"Oke." Juna tersenyum puas.


⭐⭐⭐


Gila! Alexa mengutuk dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia menerima tawaran Juna untuk pergi minum. Apa artinya dia akan melewatkan malam dengan pria yang baru di temuinya itu?


Alexa memasuki ruangan yang bisingnya minta ampun. Matanya nyalang mencari keberadaan seseorang.


"Hai Lex, akhirnya kau datang sendiri. Baru saja aku ingin mengundang mu spesial kemari." Seru Tom Duke dengan muka sumringahnya. Tanpa ragu Alexa memeluk singkat temannya itu dan menempel wajahnya ke wajah Tom, kiri kemudian kanan, cepika cepiki.


"Loh? Ada Juna juga?" Seru Tom lagi mendapati Juna datang bersama Alexa.


Alexa dan Juna memandang satu sama lain dengan pikiran yang hampir sama. Mereka saling kenal?


"Tentu saja. Juna adalah pelanggan tetap kami."


"Oh." Alexa mengangguk seraya membulatkan mulutnya membentuk huruf O lalu memandang penuh arti pada Juna. Seandainya wajahnya bisa ngomong, dia akan bilang, 'pantas saja, mana ada orang baik tampang seperti ini'.


Alexa beralih menatap Tom. "Kau bilang ingin mengundang ku spesial datang kemari, ada apa Tom?"


"Itu, sepertinya tidak perlu, karena kau sudah datang, selamat bersenang-senang. Malam ini aku beri free buat kalian."


"Thank a lot, Tom." Ujar Alexa seraya memberi kedipan mata penuh manja.


Juna memandang penuh minat pada Alexa yang kini duduk satu sofa dengannya. Kata menemaninya minum rasanya tidak pas. Melainkan minum bersama, karena di lihatnya gadis berambut panjang dengan leher dan bibir memikat itu sangat menikmati minumannya dengan cara yang berkelas. Jangan lupa, Alexa pernah dibayar 1 Milyar untuk sebuah pertemuan.


Juna semakin penasaran, apa yang akan gadis itu lakukan dengan bayaran se-fantastis itu. Sekedar pertemuan atau One Night Stand? Jika iya, itu artinya gadis ini sudah tidak peraw*n lagi?


"Sepertinya kamu akrab dengan tempat ini." Alexa membuka percakapan. Ada nada meledek dari omongan itu tapi Juna tak peduli. Toh semua orang sudah tau. Ia juga bukan seorang yang munafik.


"Lo juga sepertinya sering kemari?" Giliran Juna yang bertanya dengan senyum miring di bibirnya.


"Beberapa kali dan itu atas undangan spesial Tom. Mana mungkin aku menolak."

__ADS_1


"Begitu ya? Apakah untuk bertemu klien?"


"Bukan urusan mu." Tukas Alexa, matanya tajam menatap Juna. Walau sudah berapa gelas minum, Alexa masih memiliki kesadarannya. Mana mau dia berbagi informasi soal urusan pribadi, apalagi dengan pria yang baru ditemuinya.


"Beritahu aku, apa abang mu itu setuju atas perjodohan bodoh ini?" Alexa mengubah alih topik pembicaraan, tidak ada salahnya mengulik informasi dari pria ini soal abangnya.


"Lo juga tau kalau itu pembodohan. Kalau gue yang dijodohkan sudah pasti gue nolak."


"Aku tidak bertanya jika itu kau. Aku bertanya abangmu."


"Bukan urusan gue." Jawaban Juna sukses membuat Alexa berdecak kesal.


"Aku juga tidak akan bertanya kalau bukan menyangkut kakakku. Aku tidak mau dia kecewa nanti. Tidak ada yang tidak mungkin kalau diam-diam abangmu sudah punya kekasih. Di umur segitu, harusnya seorang pria sudah menikah dan punya anak. Bisa saja kan abang mu... "


"Bukan urusan gue juga."


"Ihh, nyebelin banget sih. Dia kan abang mu, jadi wajar aku nanyanya sama kamu."


"Urusan gue kalau seandainya gue yang dijodohkan. Dan tentu saja gue akan nolak. Kecuali jika dijodohkannya sama lo."


Heh? Dahi Alexa berkerut. Nggak salah dengar ? Kalau dijodohkan sama aku, dia nggak bakal nolak gitu?


"Jangan mimpi ya, kamu bukan tipe aku." Alexa mencebik bibirnya.


"Oh ya? Lihat aja, gue akan buat ucapan lo kemarin jadi nyata."


"Ucapan yang mana?"


"Kalau gue itu suami lo, kenapa, mendadak lupa?"


Alexa bungkam. Timbul rasa malas meladeni pria sok percaya diri ini. Siapa juga yang mau jadi istrinya betulan? Kemarin kan hanya buat dikenalin sama si plontos saja.


"Ngomong-ngomong nama lo siapa sih? Gue bagusnya panggil apa? Anggita, Alexa, atau Sayang?"


❤❤❤


Hai gaes, makasih ya udah baca ceritaku, jangan lupa tekan Like, Rate5, Vote juga komen kalau kalian suka ceritaku😊😊😊


Salam Sayang dari Author


Nurhayatie Shabilla💕

__ADS_1


__ADS_2