Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 29 --- Alexa ngambek lagi?


__ADS_3

Kruk kruk kruk


Alexa dan Juna saling pandang dengan raut kekesalan satu sama lain ketika untuk kesekian kalinya terdengar bunyi cacing berdemo di perut mereka. Duduk di sofa yang sama, mereka seperti 2 kutub magnet yang saling tolak-menolak. Ya, Alexa duduk di ujung kiri, Juna duduk di ujung kanan. Juna duduk dengan kedua tangan bersidekap di dada, kaki menyilang, sementara Alexa duduk bersila.


20 menit sudah mereka duduk saling diam, menunggu abang kurir mengantar pesanan.


Coba aja pesan makan dari awal, pasti makanannya udah datang. Ngapain pakai acara nyuruh aku masak segala, gini kan jadinya, ahh aku lapar, batin Alexa menjerit.


Kalau tau dia nggak bisa masak, mending pesan makan aja tadi, mana lapar banget lagi, Juna juga tak kalah laparnya.


Dengan ekor matanya, Alexa menangkap basah Juna sedang mengelus perutnya, ternyata Juna juga sedang menahan lapar.


Rasain kamu, ngapain tadi maksa aku masak, Alexa bergumam pelan. Kesalnya pada Juna sedang berada di tingkat dewa. Bagaimana tidak? Dia yang tidak bisa masak di paksa memasak oleh Juna. Masih ingat wajah mesum plus jahil Juna tadi, pria itu bilang ingin makan Alexa saja jika gadis itu tak mau masak. Alexa jelas bukan sejenis makanan. Ckck.


1 jam sebelumnya.


Berdiri di meja pantri dengan sebilah pisau dan beberapa jenis bumbu dapur. Jika saja dia bisa memasak, mudah saja baginya untuk memotong bawang merah bawang putih dan cabai rawit tanpa harus berlinang air mata. Lalu tanpa rasa bersalah, Juna yang asyik berselonjor di sofa entah sedang menonton acara apa tiba-tiba berkomentar.


"Lo sampai nangis gitu demi masak buat gue, jadi terharu dan nggak sabar pengen makan masakan lo."


Bau bawang yang menyengat dan perih mengenai mata ditambah lagi ucapan Juna barusan membuat Alexa tambah gusar. Dia pun mengacung ujung pisau yang runcing tajam itu kearah Juna.


Belum pernah dilempar sendal jepit ni orang ya, awas aja kalau dia ngomong lagi. Oh Bawang, kamu juga kenapa sejahat ini sih?


Alexa masih memotong bawang dengan cairan ingus yang meleleh, sesekali dia menatap layar ponsel yang menampilkan video tutorial memasak. Sudah beberapa chanel youtube yang dia buka tentang tutorial memasak mie goreng, semua terlihat sama saja dan gampang. Tapi, sekali Alexa mencoba, ternyata tak semudah itu.


Ahh, tau begini aku buat mie rebus pakai air panas saja. Gampang.


Setelah semua bahan selesai di racik, Alexa mulai menggoreng. Bahkan hanya pekerjaan menggoreng saja, sudah membuat ia berkeringat. Jujur saja, ia sedikit takut dengan api. Ia pernah membayangkan, jika api dari kompor gas itu tiba-tiba meledak dan melahapnya. Sekarang saja, Alexa harus sedikit memanjangkan tangannya untuk mengaduk mie agar bercampur rata dengan bumbu.


Sementara itu, ketika dia sedang bersusah payah memasak mie goreng, apa yang Juna lakukan? Pria itu seperti orang gila, memutar lagu kencang-kencang bernyanyi dengan suara sumbang dan tak sesuai irama, parahnya lagi dia berjoget jingkrak-jingkrak seperti cacing kepanasan.


Dia pikir sedang berada di mana? Club malam? Suaranya, goyangannya, aduh, bikin sakit kuping sama mataku saja.


Alexa terus menggerutu dengan bibir runcing beberapa centi ke depan, tanpa menyadari mie gorengnya sudah kering. Netra tajamnya menyorot kegusaran dan malu sekaligus. Malu? Ya, entah kenapa dia malu sendiri melihat gaya bergoyang Juna. Bagaimana bisa pria seperti ini disebut pemain wanita? Apa nggak ilfeel para wanita itu kalau lihat pria kesayangan mereka yang hot di ranjang ternyata berkelakuan seperti ini? Dan bodohnya lagi, pria yang suara dan goyangannya bikin ilfeel itu adalah pacar Alexa sendiri.

__ADS_1


Idih, bisa-bisanya aku juga jatuh cinta sama pria setengah jadi-jadian kayak dia. Apa dia menggunakan pelet? Jelas-jelas sejak awal aku bilang dia bukan tipe ku.


Beberapa menit kemudian.


Alexa sudah menyajikan mie goreng buatannya juga Juna sudah selesai dengan kegiatan gilanya.


"Hemmh," Juna menghirup aroma sedap mie goreng dengan gaya yang di buat-buat. "Dari aromanya aja udah enak nih, jadi nggak sabar mau makan." Ia menenggak air putih dingin lebih dulu yang kebetulan sudah di siapkan Alexa. Eh, kapan Alexa menaruh air dingin di sana?


Gulp gulp gulp.


Juna meminum habis sebotol air dalam sekali tenggak membuat dadanya bergerak turun naik sedikit tak beraturan. Tampaknya dia sangat haus setelah kegiatan tadi.


"Loh, kok cuma ada satu piring? Buat lo mana?"


"Buat kamu aja, aku udah kenyang." Alexa menyahut dengan nada ketus. Walau dia sangat lapar, tapi rasa kesalnya membuat dia ogah makan bareng Juna, ditambah lagi entah seperti apa rasa mie goreng buatannya itu.


Juna memandang penuh ragu wajah Alexa, pikirannya mengatakan Alexa pasti menaruh sesuatu di masakannya, makanya dia tak mau diajak makan. Setelah apa yang dia lakukan pada gadisnya itu, bukan tidak mungkin Alexa balik mengerjainya dengan menaruh sesuatu dalam mie goreng ini.


"Ya udah kalau gitu, kita makan sepiring berdua aja ya, biar lebih romantis," usul Juna dengan senyuman penuh arti.


Alhasil dengan perasaan bimbang apa yang akan terjadi kepadanya setelah ini, Juna membuka mulutnya. Kemungkinan paling parah, Alexa mencampur mie goreng ini dengan bubuk pencahar yang akan membuatnya bolak balik masuk toilet. Tapi dalam waktu singkat, di mana gadisnya bisa mendapatkan obat semacam itu? Tidak mungkin juga.


Perasaan gue aja kali, mana mungkin Alexa seperti itu.


"Bagaimana? Enak?"


Juna sudah memasukkan mie ke mulutnya dan mengunyah, namun ekspresi wajahnya seketika berubah. Juna refleks memelet lidahnya demi menghilangkan rasa aneh yang masuk ke mulutnya melalui mie instan goreng buatan Alexa itu.


"Lo bikin apaan sih? Mie kok rasanya aneh gini?"


"Nggak enak ya? Sorry, aku juga nggak nyicip dulu tadi. Lagian siapa suruh aku masak? Aku tuh nggak bisa masak." Alexa mengendikkan bahunya tanpa rasa bersalah.


"Kenapa lo nggak bilang aja tadi kalau nggak bisa masak?"


"Gimana aku mau bilang, kalau kamunya maksa dan ngancam begitu."

__ADS_1


"Ya udah deh, pesan delivery aja."


Di sini lah mereka sekarang, duduk disofa yang sama namun jauh-jauhan. Tak lama, bel apartemen berbunyi. Juna segera bangkit untuk membuka pintu, dengan langkah kaki yang sengaja menghentak kuat lantai.


Alexa hanya mengamati saja dari tempat duduknya, Juna menyerahkan beberapa lembaran uang dan mengambil kotak yang tadi dibawa oleh kurir.


Gini kek dari tadi, aku nggak perlu mengiris bawang sampai di kira sedang menangis oleh pria mesum ini.


Tanpa mempedulikan Juna yang terus saja memandangnya, Alexa menyantap Ayam KFC dengan lahap. Dia ingin segera pulang setelah ini.


"Pelan-pelan makannya dong, Sayang." Juna mengingatkan dengan nada suara rendah, sepertinya dia tidak lagi kesal.


Sayang? Ada angin apa dia panggil aku sayang? Apa lagi yang pria ini rencanakan? Sepertinya aku harus cepat kabur dari sini.


"Aku udah selesai. Sekarang, aku mau pulang." Alexa cepat berdiri, dia harus segera keluar dari apartemen ini kalau tak ingin sesuatu hal yang lebih buruk terjadi.


"Kok pulang sih, Sayang? Gue masih pengen berduaan sama lo."


Berduaan apanya? Dari tadi aja kamu asyik sendiri, sementara aku yang sibuk masak.


"Nggak. Aku pulang aja," putus Alexa.


"Ya udah, bentar, gue anterin pulang."


"Nggak usah juga, aku naik ojek online aja." Alexa melangkah menjauh dari Juna.


"Lo ngambek ya, Lex?"


"Pikirin aja sendiri!" pekik Alexa lagi.


Brak! Juna terperanjat sampai mengelus dada setelah Alexa keluar dengan membanting keras pintu apartemennya.


"Duh, beneran ngambek dia nya, gimana nih?"


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2