Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 5 --- Pertemuan


__ADS_3

Baru sehari di rumah Alexa sudah merasa bosan. Saat makan malam kemarin, Ayahnya sudah berpesan untuk tidak keluar rumah dulu sebelum acara konferensi pers sekaligus pertunangan kakaknya dilaksanakan.


Jadinya, Alexa hanya bisa bermain dengan ponselnya. Sesekali dia mengintai keluar dari jendela, mana tau ada wartawan yang menunggu di luar sana. Biasanya kan gitu. Para Wartawan akan menunggu pemilik rumah keluar lalu menanyai macam-macam. Iya kalau wartawannya satu, kalau langsung nyerbu? Tapi tidak ada wartawan seperti dugaan Alexa di bawah sana. Apa ayahnya sudah menggunakan uang dan kekuasaan untuk membungkam mulut dan mata mereka?


Alexa bingung mau ngapain. Rumah besar itu terasa asing. Ah, Tiba-tiba Alexa dapat ide untuk mencari wajah pria yang akan jadi suami kakaknya. Biasanya orang penting seperti berasal dari keluarga kaya pasti banyak profilnya di media.


Alexa menggunakan kata kunci 'Putra Grup Bisnis Properti Ternama Indonesia'. Benar saja. Mudah baginya menemukan, seperti katanya tadi orang kaya pasti banyak media yang meliput.


Alexa menemukannya.


Harris Dipana Putra, CEO sebuah Perusahaan Properti Putra Grup. Lumayan tampan dengan umur 31 tahun. Cocok juga untuk disandingkan dengan kakaknya yang terpaut usia 4 tahun.


Alexa mencari lagi dengan kata kunci 'Pacar Harris Dipana Putra', mana tau diam-diam pria yang dijodohkan dengan kakaknya ini sudah punya pacar. Alexa harus tau, dia tentu tidak mau kakaknya kecewa di kemudian hari.


Pencarian tidak ditemukan. Berkerut dahi Alexa. Yang benar saja? Masa orang kaya dan tampan gini nggak punya pacar? Atau wartawan pada takut menulis berita miring tentang mereka? Ahh, Lagi-lagi uang yang pegang kendali.


Alexa iseng men-scroll layar ke bawah, mencari artikel terkait yang menarik tentang keluarga itu. Dia menemukan artikel dengan judul 'Putra Kedua keluarga Gideon Dipana Putra kabur ke Paris?'


Alexa mengangguk dalam diam.


Oh, jadi dia punya adik laki-laki. Kabur ke Paris? Kenapa?


Penasaran Alexa membuka artikelnya, tapi belum sempat terbaca Aira datang masuk ke kamarnya.


"Gita, kamu belum mandi? Ayo cepat mandi dan berkemas. Kita malam ini mau bertemu keluarga temannya ayah."


"Maksudnya keluarga calon suami kakak?"


"Ya udah ih, mandi dulu, nanti aja bergosipnya." Ujar Aira seolah tidak terjadi apa-apa dengannya.


Bukannya mandi, Alexa malah menatap Aira intens. Dia harus tau seperti apa perasaan kakaknya sebenarnya atas perjodohan ini.


"Kak, apa sebelumnya kak udah kenal sama pria ini?"


"Kenapa nanya gitu?"


"Ya harus dong. Kalau kakak udah kenal dan suka sama dia, masih ada kemungkinan dia yang nggak suka sama kakak. Apalagi kalau kakak dan dia belum saling kenal. Semakin besar kemungkinan." Jelas Alexa panjang lebar. Namanya dijodohkan, kemungkinan salah satu pihak menolak pasti ada. Meskipun tidak secara terang-terangan, bisa jadi suatu hari nanti ada yang menyesal atas perjodohan ini.

__ADS_1


Ayolah, sekarang bukan lagi zaman Siti Nurbaya.


"Aku udah kenal kok. Perusahaan kita kerja sama. Jadi kadang dia rapat di kantor kakak, kadang juga sebaliknya."


"Terus? Dia ada tanda-tanda tertarik sama kakak nggak?"


"Kamu bawel banget ya dek."


"Itu penting loh kakakku, aku nggak mau ya kakak salah ambil keputusan dan nyesal nantinya."


"Ya udah kalau gitu kamu aja gih yang dijodohkan sama anaknya Om Gideon. Biar aku bilang ayah."


"Siapa Om Gideon?" Alexa mengerut alisnya.


"Ya temannya ayah."


Cepat Alexa menggeleng. "Nggak ah, Terima kasih aja. Ya udah aku mau mandi. Gerah."


Aira menahan tawa melihat reaksi terakhir adiknya. Tentu saja tidak ada wanita yang mau di jodohkan. Tapi tidak ada pula anak yang mau durhaka karena menolak permintaan orangtua. Ya, Aira berada di posisi itu sekarang.


Tapi, aku menyetujuinya, sangat setuju malah, gumam Aira pelan yang hanya bisa di dengar olehnya.


⭐⭐⭐


Mengenakan gaun selutut warna putih dan terbuka bagian atas. Alexa sangat menyukai bagian atas tubuhnya mulai dada hingga rambut. Jadi mengenakan gaun terbuka di bagian dada menampilkan pundak dan lehernya yang jenjang, seksi menurutnya.


Alexa sampai berdebat dengan kakaknya perihal gaun yang terbuka itu, terlalu mengeskpos tubuhnya. Jika pria melihat penampilannya, pasti mata mereka akan jelalatan bahkan ngences. Aira tidak suka. Tapi Alexa sangat tidak bisa diatur.


Sementara Aira, dia sangat cantik dengan gaun panjang yang membalut anggun seluruh tubuhnya. Alexa berkali-kali berdecak kagum melihat kecantikan kakaknya itu.


Baru masuk ke dalam restoran, mereka sudah di sambut ramah oleh seorang berpakaian rapi. Orang itu mempersilahkan Abimana dan keluarga masuk lift yang akan membawa mereka ke lantai atas, dimana sebuah keluarga juga sudah menunggu di sana.


Keluar dari lift, Alexa mencuil lengan kakaknya. Aira menoleh.


"Kenapa?"


"Aku ke kamar mandi dulu ya."

__ADS_1


"Jangan lama-lama."


"Sip."


Sengaja. Alexa tidak mau berlama-lama duduk dalam pertemuan keluarga yang tidak penting menurutnya. Harusnya Alexa tidak pulang juga tidak masalah. Alexa berdiri di depan cermin kamar mandi sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba Alexa tercengang, sesuatu di ponselnya membuat ia terkejut bukan main.


⭐⭐⭐


Obrolan hangat terjadi antara 2 keluarga itu. Obrolan sesama ayah. Obrolan sesama ibu. Sesekali mereka tertawa dengan alasan yang berbeda.


Sementara 2 orang yang saling dijodohkan, hanya duduk dalam diam, sesekali menyesap minuman dengan kegugupan yang melanda.


Melihatnya membuat Juna bosan. Tidak ada yang menarik minatnya. Gadis yang dijodohkan dengan abangnya cukup cantik, juga sepertinya baik. Tapi apa pedulinya? Kecuali jika dia yang dijodohkan, mungkin akan lain ceritanya.


Gadis cantik dan baik ini bukan tipenya. Entah kenapa, Juna jadi teringat dengan gadis yang waktu itu di bandara. Angkuh, menyebalkan dan paling penting sexy.


"Gita, kamu kok lama banget?" Aira, calon kakak ipar Juna berbicara dengan seseorang yang muncul dari belakang.


"Sorry, tadi ada telpon dari teman di Paris." Alexa datang dan duduk di tempatnya. Tidak seperti Aira yang diam saja, Alexa sengaja mengenalkan dirinya seraya menyapu pandang pada setiap wajah di hadapan. Paling kiri, tepat di depannya Alexa menemukan wajah itu. Putra kedua yang kabur ke Paris. Alexa memberikan senyum perkenalan padanya.


"Maaf ya semuanya, aku agak terlambat. Perkenalkan aku, Anggita Ivanka." Alexa memperkenalkan dirinya tanpa embel nama Renaldi. Tidak mau saja.


"Hai nak, kamu sangat cantik, persis ibumu." Sambut Nyonya dari keluarga calon besan.


"Ma, kamu gimana sih? Jelas-jelas dia mirip ayahnya, ya kan, Abi?" Sanggah pria yang disebut bernama Gideon itu, lalu mereka tertawa entah sebab apa.


Alexa jengkel karena dibilang mirip sama ayahnya, tapi ya sudahlah. Penampakan di depannya kini lebih mendominasi. Ya pria berwajah Asia yang ternyata putra kedua dari Om Gideon ini, Arjuna Dwi Putra.


Sementara itu, Juna seperti mendapatkan angin segar setelah kedatangan Alexa. Sedikit kaget, bagaimana gadis itu bisa muncul di sini dan duduk di hadapannya. Tapi lebih banyak senangnya.


Gini kan enak, segar nih mata jadinya, batin Juna.


❤❤❤


Hello gaes, makasih ya udah baca ceritaku ini😊 Jangan lupa beri Like, Rate5, Vote juga tinggalkan Komen kalau kalian suka dengan ceritaku, makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam sayang dari Author


Nurhayatie Shabilla💕


__ADS_2