Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 25 --- Fitting Gaun Pengantin Aira


__ADS_3

Jakarta, tahun 2020


Waktu begitu cepat berlalu, hingga waktu 3 bulan menuju pernikahan Harris dan Aira tinggal menghitung hari. Segala keperluan untuk pernikahan sudah di atur oleh orangtua kedua belah pihak dari jauh-jauh hari.


Memesan tempat untuk melangsungkan pernikahan, yang tentunya akan di lakukan di salah satu hotel ternama. Memilih Wedding Organizer yang di dalamnya mencakup dekorasi, catering, tata rias dan potografi juga pekerjaan orang tua. Membuat list undangan adalah pekerjaan bersama, Harris dan Aira juga mengundang beberapa teman dekat mereka.


Tugas Harris dan Aira tinggal fitting baju pengantin yang sudah di pesan, menjaga kesehatan dengan libur bekerja. Ya Aira sudah libur tapi Harris masih harus bekerja hari ini karena urusan penting.


Alexa sengaja mengajak Juna yang libur kerja hari ini untuk menjenguk sang kakak yang sedang mengepas baju pengantin. Ia sudah membayangkan betapa cantik kakaknya dengan gaun pengantin. Alexa sudah tak sabar.


"Kak Airaaaa!" Pekik Alexa pada seorang wanita yang sedang memakai gaun pengantin yang dia duga adalah sangat kakak. Dari belakang saja wanita itu sudah terlihat cantik dengan tubuh tingginya. Berbeda dengan Alexa yang mungil.


Wanita itu langsung menoleh. "Gita!" Aira memekik juga tak kalah hebohnya, seperti 2 orang yang lama tak bertemu. Saking bahagianya.


Alexa menghambur ke arah Aira. Benar saja, dia tak bisa menahan kekaguman pada kakaknya itu.


"Cantik banget kak." Alexa sampai menutup mulutnya yang membulat dengan kedua tangan.


"Terima kasih, dek." Aira membuat garis lengkung bibirnya yang menghasilkan senyum sangat manis dan raut kebahagiaan jelas terpancar. Sebentar lagi, Aira akan jadi pengantin dan menikah dengan seorang pria tampan dan mapan, tentu saja dia bahagia.


"Kamu juga nggak kalah cantik kalau pakai baju ini." Aira balik memuji.


Alexa berbinar melihat kebahagiaan sang kakak, tapi tanpa di sadari dia mendesah, mengerucut bibir, menghela nafas, seolah membuang jauh-jauh pikiran tentang hubungannya dengan Juna.


Seandainya aku yang memakai baju itu, seandainya yang menikah itu adalah aku dan Juna, seandainya.... Ahh, tidak boleh. Alexa menggeleng singkat.


Melihat Kak Aira sebahagia ini aku sudah ikut senang, biarlah aku cukup seperti ini saja dengan Juna, tidak perlu berharap lebih apalagi sampai memiliki ikatan pernikahan. Bagaimana mungkin?


Alexa larut dalam pikirannya ketika seseorang mencoleknya dari belakang. Ia segera sadar dan menoleh.


Tuhan, cobaan apalagi ini?


Alexa nyaris kehilangan kata-kata, penampilan seseorang di hadapannya kini membuatnya pangling. Juna dengan pakaian pengantin pria bernuansa burgundy dengan kemeja putih di dalam dan sapu tangan putih di saku sebagai aksennya. Alexa melihat Juna merentang tangan, seolah menunjuk dan meminta pendapatnya tentang pakaian itu.


Juna tetap terlihat tampan di lihat dari arah mana pun dengan jenis pakaian apapun. Pantas saja kalau dulu Michelle sangat menyukainya. Alexa memuji dalam hati.

__ADS_1


Ah, soal Michelle, Alexa belum pernah memberitahu gadis itu tentang hubungannya dengan Juna atau yang dikenal sahabatnya bernama Alberto. Nanti ya Celle, akan aku beritahu nanti.


"Keren kok." Alexa tersenyum memuji, lalu mendekat ke arah Juna. Tangannya merapikan posisi dasi berwarna senada itu. "Tapi lebih bagus lagi kalau nggak di pakai, kata orang tua dulu itu pamali, kamu kan bukan calon pengantin pria nya."


"Begitu ya? Tapi gue suka dan mau pake, gimana dong?"


Alexa hanya tersenyum samar, berusaha menutupi debaran jantungnya yang terpompa kencang. Apa harusnya dia tak jatuh cinta saja dengan Juna? Dengan begitu, dia tak harus merasa iri seperti ini. Bahkan dengan kakak sendiri.


"Gue tau, lo juga pengen kan kayak Aira pakai gaun pengantin."


"Apaan sih." Alexa menampik dengan memalingkan wajahnya dari Juna, tapi pria itu kembali menarik dagu Alexa dan mereka kembali saling tatap.


Juna meraih kedua tangan Alexa dan menggenggamnya erat seperti sedang menyalurkan kekuatan di sana. Juna tau perasaan Alexa saat ini, pasti gadisnya itu sedang senang sekaligus sedih. Ia pun merasakan hal yang sama. Seandainya yang menikah nanti adalah dia dan Alexa, pasti dia sangat bahagia sekarang.


"Lo juga bisa kok pakai gaun pengantin kayak gitu, dan pasti lebih cantik. Gue janji, gue akan buat keinginan lo jadi kenyataan. Menikah dengan gue." Juna berkata dengan tampang serius. Sumpah demi apapun, Juna terlalu percaya diri, Alexa sampai tak bisa menahan senyumnya saat Juna menyebut kalimat terakhirnya.


'Menikah dengan gue' seolah-olah di sini Alexa yang ngebet ingin menikah dengan Juna. Dasar! Alexa ingin saja memukul belakang kepala Juna seperti biasa, tapi ia mengurung niatnya. Pria itu terlalu tampan untuk menerima kekesalannya.


"Janji?" Sebagai gantinya Alexa meminta pria itu untuk berjanji. Seperti anak kecil, Alexa mengangkat jari kelingkingnya ke hadapan Juna, lalu sengaja digerak-gerakkan untuk menggoda pria itu.


"Gue janji." Juna berkata dengan penuh penekanan dan keyakinan. "Kalau perlu, kita kabur saja ke Paris lalu menikah di sana. Gimana?"


Alexa mengerut alis, tak percaya. Oh Tuhan, Juna kok sampai berpikir ke situ?


"Memangnya tidak ada cara lain? Kamu itu hobi banget ya kabur."


Juna cengengesan. "Cara lain? Nanti deh di pikirin, sekarang mending kamu pakai gaun ini." Juna memilih salah satu gaun yang terpasang indah pada patung manequin.


"Emang boleh?"


"Apa sih Lex yang nggak boleh buat lo." Kata Juna, lalu memanggil seorang pelayan wanita, "Mbak, tolong bantu calon istri Saya ini ganti baju ya!" Perintah Juna seenaknya. Menyalahgunakan kata pepatah bahwa pembeli adalah raja.


Alexa tersenyum sendiri mendengar Juna memerintah seperti seorang bos saja. Calon istri? Kedengarannya bagus juga. Cckck.


15 menit kemudian. Alexa tampak kerepotan dengan gaunnya yang panjang dan ketat bagian lutut. Susah berjalan iya, yang panjang dan kembang di lantai itu perlu seseorang untuk membantunya walau sekedar berjalan. Alexa memasang tampang memohon pada wanita tadi untuk kembali membantunya.

__ADS_1


Ah Juna, ada-ada saja. Kenapa menyuruhku memakai baju seperti ini? Terbuka di bagian atas tidak masalah, tapi bagian bawah sangat meribetkan. Apa seperti ini jika jadi pengantin beneran?


"Ini Mas, calon istrinya cantik banget pakai gaunnya." Puji wanita tadi yang bertugas membantu Alexa mengganti pakaian.


"Ya dong. Calon istri seorang Arjuna pasti cantik." Juna membanggakan Alexa dengan mata yang tak lepas pandang dari gadisnya itu. Cantik banget bahkan tanpa di rias, Alexa kelihatan sangat cantik.


Ada rasa senang plus kesal ketika Juna menyebutnya cantik di depan wanita itu. Masalahnya terletak pada gaun yang di pilih Juna. "Kamu tuh apaan sih, pilih gaun kayak gini, ribet banget loh. Gimana aku bisa jalan, coba?" Alexa menggerutu kesal.


"Semua gaun pengantin ya kayak gini, Sayang. Malahan ada yang panjang 10 meter ke belakang. Kebayang nggak itu gimana?"


"Ya udah, pilih yang simple aja, pikirin aku dong yang kewalahan minta ampun. Kamu enak, tinggal pakai stelan jas aja kayak hari biasa ke kantor." Alexa mulai kumat mengocehnya gara-gara baju pengantin hingga dia melupakan sesuatu.


"Kalau mau simple, kamu jadi cowok aja."


"Oke. Aku pakai jas, kamu yang pakai gaunnya, mau?" Tantang Alexa saking sebalnya.


"Ih, ogah. Gue cowok tulen kali, Lex."


Di tengah adu mulut Alexa dan Juna perihal hal konyol itu, bahkan mereka lupa alasan kemari hanya untuk melihat Aira, ada Aira yang memandang dengan perasaan bersalah. Sebenarnya dia tak benar-benar bahagia dengan pernikahannya yang akan digelar beberapa hari lagi, karena belakangan ini seseorang yang mengaku sebagai Luna sering menghubungi dan mengancamnya untuk menjauh dari Harris.


"Jika aku gagal menikah, semoga ini cara Tuhan untuk menyatukan kalian berdua." Aira memaksa senyum getirnya.


❤❤❤


Hai readers, siapapun kalian, aku sangat berterima kasih jika kalian sudi mampir ke lapakku yang absurd ini.😍😍😍


Entah itu kalian benar-benar baca, atau sekedar mampir beri like, komen, vote juga promo, tapi kedatangan kalian sangat


berharga, karena disetiap satu bab yang kalian buka buat like, itu terhitung 1 viewer bagiku.


Doaku, semoga cerita ini bisa sampai habis aku tulis, makanya kalian sering mampir biar aku selalu semangat💪💪💪


Salam hangat dari Author, Not Perfect Couple (Ketika Cinta Berawal dari Sebuah Kesalahan)


Nurhayatie Shabilla💕

__ADS_1


__ADS_2