Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 27 --- Nyaris Kebablasan


__ADS_3

"Juna!" Alexa bergeming di tempat tepatnya di depan pintu kamar Juna dengan air hangat mengalir di pipinya. Ia tak bisa menahan airmatanya menyeruak keluar ketika di lihatnya Juna tertunduk lesu di ujung ranjang dengan tampang awut-awutan.


Nggak. Alexa menggeleng kepalanya. Nggak boleh seperti ini. Ia lalu menyeka airmata itu.


Alexa berjongkok di depan Juna, dengan kedua tangannya dia menyapu seluruh wajah tampan yang kini tampak tak bersemangat. Hei, kemana perginya wajah mesum dan percaya diri itu?


Alexa mengikis jarak antara wajahnya dengan wajah sendu milik Juna. Ia mencium pekatnya aroma alkohol.


"Juna, kamu habis minum ya? Aku kan pernah bilang, nggak suka pria jelek dan pemabuk, kayak kamu gini." Alexa mengarang lelucon sementara menahan butiran bening di pelupuk matanya agar jangan tumpah. Jangan lagi, please, aku nggak mau ketahuan lagi nangis sama Juna.


"Alexa, Lex, ini beneran lo?" Juna mengerjap mata sendunya, berulangkali memastikan penglihatan.


"Iya lah, kamu pikir setan yang nyamar jadi aku? Ck!" Alexa berdecak sebal dengan bibir sengaja di manyun-manyunkan.


Dengan gerakan cepat, Juna memeluk erat Alexa hingga gadis yang sedang berjongkok itu terdorong mundur ke belakang. Pelukan yang sangat erat itu seolah mengatakan tak ingin melepas Alexa walau sedetikpun.


"Hei! Juna! Kamu sengaja mau bunuh aku ya? Aku nggak bisa nafas kalau di peluk erat begini," ucap Alexa sembari menahan berat tubuh Juna yang sedang memeluknya, agar mereka tak oleng ke belakang.


"Gue nggak mau kehilangan lo. Janji ya, apapun yang terjadi nanti, lo nggak boleh pergi jauh dari gue." Juna masih sempat bicara dengan suara lemahnya membuat hati Alexa meringis. Tak percaya saja, ternyata Juna bisa selemah ini.


"Iya iya, nggak ada yang mau ninggalin kamu kok. Ya udah ah, ribet pelukan kayak gini, aku bantu kamu naik ke kasur dulu ya." Dengan sedikit dorongan, Alexa menegakkan tubuh mereka, tubuhnya dan tubuh Juna, lalu tangannya yang kembali bebas dilingkarkan di pinggang Juna untuk menarik pria itu pindah ke kasur.


"Aduh, ini orang berat juga ya." Alexa memijit tangannya yang pegal setelah berhasil memindahkan dan membaringkan Juna ke kasur. Di liriknya pria yang terbaring lemah itu dengan deru nafas yang mulai teratur.


Apa dia beneran udah tidur? Alexa kembali merangkak perlahan naik ke kasur, sangat perlahan agar tak menimbulkan suara yang akan mengganggu Juna. Di pandanginya wajah dengan mata terpejam itu.


Kenapa wajahnya bisa setampan ini? Lihatlah, kulitnya putih mulus seperti pantat bayi. Wajahku saja kalah mulus dari dia. Tapi, apa yang membuat dia minum hingga mabuk begini ya? Apa dia juga memikirkan hubungan kami?


Hubungan kami? Ah, seharusnya Alexa tak menyebutnya karena itu kembali membuatnya kepikiran lalu sedih. Entah seperti apa hubungannya dengan Juna kedepan nanti, tapi ia sudah berjanji untuk tak pergi dari sisi pria itu.

__ADS_1


Alexa menelan ludah yang terasa kering. Ia lupa kapan terakhir dia membasahi kerongkongan. Perlahan, dia merangkak mundur untuk turun dari kasur, tapi sebuah tarikan sudah lebih dulu menahannya. Alexa terkejut bukan main.


Dia nggak beneran tidur? Alexa mengerut kening, tapi tidak sempat berpikir banyak karena dengan sekali sentakan kuat Juna menarik tangannya hingga Alexa jatuh terjerembab menindih dada bidang itu.


Apa yang dia lakukan sih? Bukannya tadi dia sudah tidur?


Tak nyaman berada di posisi seperti itu, kalian bisa bayangin kan, seluruh tubuh mungil Alexa berada di atas tubuh Juna, kayak di drama-drama, buru-buru Alexa menggeser tubuhnya. Namun sekali lagi pria yang sedang terpejam di bawahnya itu membuat jantungnya mau copot. Beruntung dia tak punya riwayat penyakit mematikan tersebut.


Kejadiannya sangat cepat, kini mereka sudah bertukar posisi. Alexa terhimpit di bawah sementara Juna merangkak di atasnya. Juna menarik bibirnya tersenyum miring sementara Alexa dengan jantung yang mau copot berusaha keras mengontrol debarannya.


"Jadi kamu cuma pura-pura tidur ya? Cish." Alexa mencebik mulutnya merasa di permainkan. Ah, Alexa baru ingat kalau pria ini sedang mabuk. Mabuk. Oh tidak! Orang mabuk bisa melakukan apa saja di luar kendali otaknya. Apa yang akan Juna lakukan?


Cup cup cup. Kecupan singkat berkali-kali mendarat di bibirnya sebagai jawaban. Di cium seperti itu tak lantas membuat Alexa senang, pasalnya Juna sekarang tidak dalam kondisi waras. Lagi, Juna mencium bibir tipis milik Alexa, namun ciuman lembut yang sempat menghanyutkan itu semakin ke sini semakin terasa menuntut.


Juna mulai menelusup lidahnya bergerilya di dalam sana membuat gerakan menarik, membelit dengan milik Alexa yang manis dan lembut.


Sebisa mungkin Alexa membalas permainan Juna. Ia tak bisa munafik, kalau Juna sangat lihai dalam berciuman dan sebagai gadis normal Alexa sangat menikmati sentuhan bibir Juna bahkan ingin merasakan lebih. Ia sungguh terbuai.


Deru nafas yang tak teratur dipacu desahan keduanya, membuat gairah semakin bergejolak. Ruangan yang dingin karena AC pun dirasakan panas oleh keduanya.


"Gue mau menghabiskan malam panjang ini dengan bercinta sama lo, Lex!" ujar Juna disela ciumannya, satu tangannya mencengkram erat tangan Alexa dan satu tangannya lagi menerobos masuk melalui ujung kaos lalu meraba-raba sesuatu di dalam sana.


Ahh, desahan kenikmatan terlepas dari bibir Alexa ketika tangan Juna berhasil meremas bukit kembar miliknya. Alexa tak bisa menahannya meski dia tau itu akan semakin memicu gairah Juna.


Tanpa meminta persetujuan, Juna mengangkat naik kaos Alexa hingga nyaris kelihatan bra nya, cepat Alexa menahan.


Tidak, tidak boleh seperti ini. Alexa memberi tatapan seolah mengatakan itu, tapi Juna tak menggubrisnya. Alkohol sudah membuat Juna hilang kendali.


"Juna, lepasin ah, kita belum boleh kayak gini." Alexa coba mengingatkan.

__ADS_1


"Tapi, gue mau lo Lex, gue udah nggak tahan. Lo nggak kasihan sama Juno?"


"Nggak boleh Juna, aku akan marah besar kalau kamu sampai kelewatan, ahh." Alexa sempat mendesah di akhir kalimatnya, semoga saja tak membuat Juna berpikir kalau Alexa sebenarnya juga menginginkan itu.


"Gue sayang lo, Lex. Gue akan tanggung jawab, pasti."


Hati Alexa berkecamuk. Dia juga menyayangi Juna tapi bukan begini caranya. Apalagi jika Juna berpikir dengan melakukan ini akan lebih mudah untuk hubungan mereka ke depan, Juna sudah salah besar.


PLAK!


Dengan sangat terpaksa, Alexa melayangkan tamparannya ke wajah Juna. Agak sulit melakukannya, karena posisi dia yang terhimpit, tapi Alexa berusaha keras.


Alexa juga tak yakin sekuat apa tenaganya, tapi berhasil membuat Juna terdiam lalu menjatuhkan tubuhnya. Apa dia pingsan? Oh Tuhan, tidak mungkin. Alexa lalu menggeser tubuh Juna dari atasnya.


"Maaf ya, tapi aku harus melakukan."


Alexa meringis melihat tubuh tak bergerak Juna, kemudian menggeleng kepala. Seandainya dia tak bersikeras tadi, entah apa yang sedang terjadi kini. Ahh, membayangkan saja membuat Alexa bergidik.


Oh ya, ia hampir lupa. Tadi kan dia mau minum air. Melihat sekilas kearah Juna, Alexa melangkahkan kakinya keluar kamar, menuju mesin pendingin, mengambil sebotol air mineral di sana lalu menenggaknya sampai habis.


"Fiuh, panas banget tadi," sungut Alexa sembari mengabsen dirinya sendiri lalu mengelus dada mendapati pakaiannya masih utuh walau terlihat awut-awutan.


❤❤❤


Hai readers, siapapun kalian, aku sangat berterima kasih jika kalian sudi mampir ke lapakku yang absurd ini.😍😍😍


Entah itu kalian benar-benar baca, atau sekedar mampir beri like, komen, vote juga promo, tapi kedatangan kalian sangat berharga, karena disetiap satu bab yang kalian buka buat like, itu terhitung 1 viewer bagiku.


Doaku, semoga cerita ini bisa sampai habis aku tulis, makanya kalian sering mampir biar aku selalu semangat💪💪💪

__ADS_1


Salam hangat dari Author, Not Perfect Couple (Ketika Cinta Berawal dari Sebuah Kesalahan)


Nurhayatie Shabilla💕


__ADS_2