Not Perfect Couple

Not Perfect Couple
Chapter 23 --- Kisah Setahun Lalu


__ADS_3

Bordeaux, tahun 2019


Masih berkisah tentang masa setahun lepas saat sebelum Alexa kembali ke Indonesia. Masa yang di lalui dengan kebebasan, uang dan bersenang-senang. Masa di mana dia merasa sudah membuat keputusan yang tepat meninggalkan keluarga.


Alexa sudah siap untuk menghabiskan malam ini dengan bermain di Casino sepuasnya. Kalau lagi beruntung, biasanya ada pria yang menghampiri untuk mengajaknya taruhan. Kalau lagi buntung, ya dia pulang dengan tangan kosong.


Longdress hitam dengan model V-neck dan backless juga bawahan yang terbelah hingga bagian paha, serta heels boots warna senada menjadi outfit gadis itu malam ini. Dengan pakaian itu, Alexa memacu mobilnya membelah jalan kota yang agak ramai oleh pejalan kaki. Ia hanya berkendara santai sembari sesekali menikmati pemandangan bangunan hotel megah dengan hamparan kolam besar didepannya. Sore menjelang malam seperti ini, pemandangan hotel itu sangat indah karena lampu-lampu menyala membuat bangunan hotel berwarna keemasan.


Mobil sport yang dikendarai Alexa tiba di depan pelataran Casino. Alexa segera turun dan memberikan kunci mobilnya pada seorang pria yang bertugas memarkirkan mobil ke tempatnya.


Langkah Alexa terhenti di depan lift yang sedang tertutup yang akan membawanya ke lantai atas. Dia mengetuk-ngetuk lantai dengan heels boots-nya yang setinggi 13 centi meter itu sembari menunggu.


Lama banget sih, gumam Alexa. Angka di atas sana menunjukkan angka 7 dan tanda panah menurun.


Saat masih menunggu, tak lama sepasang berjenis kelamin pria wanita ikut berdiri di sebelahnya. Awalnya ia biasa saja, tapi ketika menoleh dan mendapati pasangan kekasih itu saling berpelukan meski dengan posisi menyamping, dan yang membuat Alexa risih dan tak baik-baik saja adalah tingkah pasangan pria itu.


Pria yang sebelah tangannya merangkul bahu lawan jenisnya dan sebelah tangan dimasukkan ke saku, tanpa rasa malu mengedipkan sebelah matanya kearah Alexa.


Oh Tuhan! Alexa sampai menjerit dalam hati, tak habis pikir. Sudah bersama wanita saja, mata itu masih berani jelalatan dengan wanita lain? Alexa ingin saja mencolok mata itu saking geramnya, namun bunyi TING yang menandakan pintu lift terbuka mengalihkan perhatian. Buru-buru ia masuk, begitu juga kedua orang itu.


Alexa memandang liar ke luar, berharap ada seseorang yang juga ingin memakai lift, tapi tak ada siapapun yang masuk sampai pintu benar-benar tertutup.


Si*l! Alexa harus terjebak di lift dengan dua orang super mesum. Lihatlah sekarang, kedua orang itu tanpa malu berciuman bahkan kecipan-kicapan keduanya yang saling bertukar saliva tanpa rasa jijik itu terdengar memuakkan di telinga Alexa.


Tidak tau tempat, mereka bisa melakukan sepuasnya setelah tiba di kamar, kan? Oh Tuhan, mata dan telingaku ini sudah ternoda, semacam ada yang luka tapi tidak berdarah, Alexa lagi-lagi mengumpat dalam hati.


Sungguh, Alexa sudah tak tahan. Seketika itu juga Alexa menekan tombol untuk membuka pintu lift saat berada di lantai 4. Melirik sekilas untuk melemparkan tatapan setajam pisaunya, tapi yang dia dapat malah kedipan menggoda si pria.


Aih, kenapa ada makhluk bernama pria yang semesum dan semenyebalkan itu?


Sesampainya di ruangan casino, Alexa bergegas menuju meja permainan Roulette. Ia sangat bersemangat, matanya berbinar seolah memberi tanda kalau malam ini dia akan dapat uang banyak. Alexa bermain Roulette dan memenangkan beberapa kali permainan meskipun sebelumnya mengalami kekalahan beberapa kali.


Yes! Alexa mengangkat buku tangannya tegak ke udara. Bola yang berputar berhenti tepat di angka 13 dan ia meletakkan taruhan di angka itu. Tersenyum bangga, ia meraup seluruh koin kemenangannya.

__ADS_1


Dia tersenyum girang dan berniat melangkahkan kakinya ke meja berbentuk separuh lingkaran yang begitu menggoda. Ya meja blackjack. Alexa merasa akan mendapatkan uang lebih banyak jika bermain di sana. Namun langkah kakinya terhenti karena ponsel dalam tas tangannya bergetar.


Sebuah panggilan dari Michelle, tapi Alexa tak dapat mendengar suara sahabatnya itu karena kebisingan dari musik yang diputar lebih mendominasi. Gadis itu melangkahkan kakinya lebar mencari keberadaan kamar mandi, tidak sulit karena dia sering kemari.


"Ada apa Celle?" Suara Alexa setelah berada di kamar mandi. Bunyi hiks hiks hiks seperti suara sedang menangis yang menjadi jawaban pertanyaan Alexa. Apa sahabatnya itu sedang menangis? Alexa mulai tak tenang, wajahnya menunjukkan raut penasaran. Apa penyebab Michelle menangis? Tidak biasanya.


"Lex, pulang sekarang ya, aku lagi sedih, butuh kamu untuk menyemangati!"


"Tapi kenapa?" Alexa bertanya, tapi buru-buru dia mengiyakan. "Oh ya udah, kamu jangan menangis lagi ya, aku segera pulang."


Alexa berhambur keluar dari kamar mandi dan kembali mempercepat langkahnya. Dalam hatinya bertanya-tanya, kenapa sahabatnya itu menangis? Bukankah dia masih ada jam kerja sekarang? Apa dia pulang?


⭐⭐⭐


Sementara itu di sebuah kamar hotel yang berada di kasino lantai 7. Dalam ruangan remang, karena memang saklar lampu di matikan menyisakan lampu tidur di samping ranjang. Sepasang sejoli tengah menikmati permainan kuda-kudaan, saling beradu pinggul, saling menghentak hingga suara desahan mesum keluar dari mulut keduanya.


Si wanita dengan rambut panjang pirangnya, sangat lincah menggoyang bokongnya memberi servis terbaik buat prianya malam ini. Hingga 20 menit berlalu dengan erangan kenikmatan keduanya. Suara lenguhan panjang menandakan wanita itu hampir mencapai puncak klimaknya.


"Al, aku mau terus melakukannya dengan mu, ahh... " Wanita itu sudah melepas cairan miliknya hingga terasa hangat dan basah di dalam sana. Wanita yang sudah kelelahan itu, menjatuhkan tubuh bug*lnya di dada bidang si pria. Namun wajah pria itu tampak tak senang. Apa baginya permainan wanitanya kurang memuaskan?


Saat memulai pemanasan tadi, si pria yang dipanggil Al itu berada di atas menindih tubuh wanitanya, ******* habis bibir tebal itu hingga mendesah keenakan. Ciuman dibibir beralih ke leher, mencium lalu menggigitnya dengan kasar menimbulkan kissmark di sana. Sementara tangannya terus bergerilya meremas bukit kembar yang kenyal.


Ah, Al menyadari sesuatu di dalam celananya mulai menegang, sudah tak sabar ingin menerobos masuk liang kenikmatan milik lawan mainnya.


Dengan cepat, dia membalikkan posisi. Dia ingin wanita itu yang di atas memandu pergerakan. Menurut penelitian, jika wanita melakukan s*x dengan gaya woman on top akan terasa lebih nikmat.


Nikmat? Ya, dia merasakannya, tapi tidak saat wajah itu muncul di pikirannya.


Al merasa ada yang salah dengan penglihatannya. Ia memang minum banyak saat di bar tadi, tapi itu harusnya tak membuatnya mabuk. Dalam penglihatannya, wanita yang sedang berada di atasnya kini adalah wanita yang tadi di temuinya di lift. Meskipun bertubuh kecil, tapi dengan gaun yang terbuka di bagian dada dan punggung membuatnya berselera, lebih dari wanita yang sedang bersamanya kini.


"Ah, ****!" umpatnya lalu kembali memutar posisi, ia kini yang berada di atas. Wanita itu tampak sedikit terkejut karena gerakan Al yang tiba-tiba.


Al kembali memasukkan batang miliknya yang besar dan mengeras ke liang kenikmatan wanitanya. Dengan gerakan cepat dan kasar, dia menggenjot, menarik mendorong pinggulnya hingga wanitanya mendesah manja. Dia ingin segera menyelesaikan permainan.

__ADS_1


Lagi, wanita yang tengah menganga menahan gejolak keenakan itu berubah wajahnya menjadi wajah wanita di lift tadi. Al semakin frustasi. Ia mungkin terlalu tergoda hingga menganggap sedang making love dengan wanita tadi.


Setelah berhasil mengeluarkan cairan miliknya, Al segera menjauhkan diri, dan memakai pakaiannya kembali.


Gue bisa gila kalau begini. Di mana tu cewek, gue harus temui dia malam ini juga, dia bicara sendiri dalam bahasa aslinya.


Pria tinggi yang memakai kemeja sudah tak rapi itu masuk lift dan keluar di lantai 4, tempat terakhir dia melihat wanita yang membuatnya gila bayang itu. Dicarinya seisi ruangan yang cukup ramai, namun mata elangnya tak menemukan wanita itu. Dia lalu masuk lift lagi untuk turun ke lantai dasar kemudian melangkahkan kakinya ke halaman luar, mengedarkan pandangan di sana.


"Si*l, kenapa dia tidak ada di mana pun? Apa dia sudah pulang?" Al bertanya dengan diri sendiri saking bingungnya.


Tiba-tiba saja, sebuah mobil sport merah menyala lewat di depannya. Yang bikin dia kaget sekaligus senang adalah, wanita yang berada di balik kemudi itu.


"Itu dia!" Al berseru dengan senyum puas di bibirnya. Tanpa berpikir panjang, dia menghampiri seorang pria berbadan tegap yang bertugas memarkir dan menjaga mobil pelanggan.


"Pinjamkan aku mobil!" Segera setelah mendapatkan keberadaan mobil yang terparkir di halaman, Al melaju mengikuti arah yang dilewati mobil sport merah yang dikendarai wanita tadi.


Ia sudah berkendara cukup kencang, tapi mobil yang dikejarnya sudah tak kelihatan, seperti di telan bumi.


"Si*l, kemana perginya dia?" Al mengadu tangannya dengan stir sangat kuat, hingga ia kesakitan sendiri.


"Ah Sh*it!" umpatnya lagi.


❤❤❤


Hai readers, siapapun kalian, aku sangat berterima kasih jika kalian sudi mampir ke lapakku yang absurd ini.😍😍😍


Entah itu kalian benar-benar baca, atau sekedar mampir beri like, komen, vote juga promo, tapi kedatangan kalian sangat berharga, karena disetiap satu bab yang kalian buka buat like, itu terhitung 1 viewer bagiku.


Doaku, semoga cerita ini bisa sampai habis aku tulis, makanya kalian sering mampir biar aku selalu semangat💪💪💪


Salam hangat dari Author, Not Perfect Couple (Ketika Cinta Berawal dari Sebuah Kesalahan)


Nurhayatie Shabilla💕

__ADS_1


__ADS_2