
Tak butuh waktu lama untuk Alexa tiba di apartemennya. Ceklek. Pintu ia buka dari luar dan bergegas berlari ke kamar mencari keberadaan sahabatnya.
"Celle!" Alexa melompat ke ranjang di mana Michelle terduduk menangis.
"Apa yang sebenarnya terjadi Celle?" Alexa memegang bahu Michelle sementara matanya memeriksa seluruh tubuh di depannya. Tidak terjadi apa-apa dengan fisik sahabatnya itu. Apa mungkin batinnya yang sedang kenapa-napa?
Michelle meredam tangisnya, menatap Alexa dengan mata yang sembab. Sepertinya sudah sudah menangis cukup lama, bahkan hidung mancung itu memerah dan mengeluarkan cairan ingusnya.
"Aku menyukai seorang pria, Lex." Michelle mulai membuka suara. Lemah dan serak.
Alexa mengangguk kecil. Baik, rupanya sahabatnya mulai menyukai pria.
"Lalu, kenapa kau menangis? Dia tidak menyukaimu?"
Apa mungkin seperti ini jika seseorang sedang patah hati? Ah, Aku juga tidak tau karena tidak pernah merasakannya. Tapi siapa yang menolak gadis polos baik seperti Michelle ini?
Michelle menggeleng.
"Bukan begitu. Dia mungkin tidak tau kalau aku menyukainya. Dia seorang yang sering datang ke tempat kerjaku, setiap datang dia pasti mencariku, dia tampan dan selalu bersikap baik padaku. Tapi tadi aku menegurnya, dia sama sekali tak membalas. Tak lama setelah dia datang, dia langsung keluar lagi bersama seorang wanita seksi. Mereka pasti pergi ke hotel." Michelle kembali sesegukan mengingat kejadian tadi.
Alexa langsung membulatkan matanya. "Celle, jangan mudah percaya sama pria, mana ada pria baik datang ke bar." Bukannya menenangkan, Alexa malah membuat sahabatnya tambah sedih dengan suara kerasnya.
"Aku kecewa Lex, ternyata dia sama saja dengan pria lain." Michelle semakin sesegukan, membuat Alexa merasa bersalah sekaligus kesal. Akhirnya dia mengusap punggung Michelle, coba menenangkan.
"Tapi sebelumnya dia tak pernah ngapa-ngapain kamu, kan?"
Michelle kembali menggeleng.
"Ya sudah Celle, jangan menangis lagi ya, yang penting dia tak melakukan apa-apa padamu." Alexa menghapus air mata itu dari wajah sahabatnya.
Selama mengenal Michelle, gadis Paris itu adalah gadis yang sangat polos, ceria dan suka bercerita. Selama itu pula, Alexa tak pernah mendengar nama pria masuk dalam setiap ceritanya. Kini, gadis itu sudah menyukai seorang pria. Dan soal tempat kerja, entah kenapa gadis polos itu mau bekerja di tempat yang tak seharusnya. Sebaiknya dia berhenti kerja saja.
"Kamu juga sebaiknya berhenti saja dari sana, kita masih bisa makan dan hidup walaupun kamu tidak bekerja Celle."
"Tidak bisa Lex, aku harus tetap bekerja, walaupun kebutuhan makan minum ku semua kamu yang tanggung, tapi aku masih harus memberikan uang gajiku kepada Ibu pengurus panti asuhan."
"Ya sudah, terserah kamu saja, tapi ingat selalu ya jangan pernah suka sama pria yang kerjanya masuk bar, klub malam, atau tempat apalah itu yang tak baik, ya!"
__ADS_1
"Iya Lex."
Alexa terdiam sebentar, mendengar cerita Michelle tadi tentang pria yang di sukainya pergi dengan seorang wanita seksi, ia tiba-tiba teringat sesuatu.
Apa mereka orang yang sama? Yang tadi di lift?
"By The Way, Celle, seperti apa pria yang kau sukai itu? Apa kau punya fotonya?"
"Kami pernah mengambil foto bersama," Michelle memeriksa ponselnya, mencari keberadaan foto tersebut. "Ini dia!" Michelle menemukannya lalu menunjukkan pada Alexa.
Mata Alexa sontak melebar. Benar dia. Dasar! Aku pasti akan membuat kau menyesal sudah mempermainkan sahabatku, Alexa menatap tak suka pada foto itu.
"Oke deh, Celle, kita tidur saja yuk, semoga yang terjadi hari ini jadi pelajaran bagi kamu dan juga aku."
⭐⭐⭐
Seminggu setelah kejadian itu, Alexa pamit pada Michelle untuk pergi ke Paris. Alasannya pada gadis itu adalah untuk menemui seseorang yang membayarnya untuk bermain di casino, tapi alasan sebenarnya untuk mencari keberadaan pria mesum yang telah membuat sakit hati sahabatnya.
Alexa duduk di depan meja bar sambil menenggak minuman. Ia pun hanya memesan minuman yang ringan seperti soda. Sesekali dia berbincang dengan pelayan yang bekerja di balik meja bar tersebut. Ia juga menanyakan tentang pria mesum itu, bahkan menunjuk fotonya, beberapa pelayan mengaku sering melihat pria itu datang.
Sementara itu, dari arah lantai 2 bar, seorang pria kedapatan tengah menelpon dengan kesal.
"Sen, apa ada gadis seperti itu kerja di tempatmu?" Pria itu berbicara dengan ponsel di telinganya.
"Ada banyak gadis seperti itu di tempatku, Al. Yang mana satu?"
"Dia berbadan kecil, rambut panjang, dan mobil sport merah."
"Yang seperti itu... Oh aku ingat. Dia seorang pemain judi. Beberapa kali menang di Roulette dan Blackjack."
"Kau serius?"
"Tentu saja, jika kau sebut dia dengan mobil sport merah, pasti aku tidak salah orang."
Tiba-tiba mata tajamnya menangkap sosok yang sedang di cari. Apa ini hanya mimpi? Pria bernama Al mengerjap matanya tapi gadis itu tetap ada di sana, di meja bar sedang menikmati minumannya sendirian. Al seperti memenangkan Jackpot. Tak perlu dia bersusah payah mencari gadis itu ke Bordeaux tempat di mana dia melihat pertama kali, tapi gadis itu yang datang ke mari.
"Sen, dia ada di sini. Aku tutup telponnya ya."
__ADS_1
Honey, kau milikku malam ini!
⭐⭐⭐
Aku akan membalasmu, lihatlah, kau pasti menyesal sudah mempermainkan gadis sepolos Michelle!
Alexa berusaha menyadarkan dirinya akan maksud kedatangannya ke Paris, adalah untuk balas dendam pada pria mesum yang mengganggu di lift yang juga sudah menyakiti hati Michelle. Tapi lihatlah dirinya sekarang, berjalan saja di papah oleh seseorang.
Oh Tidak, siapa yang memapahku ini? Beraninya dia. Lalu di mana ini? Argggh.
Alexa merasakan tubuh kurusnya terhempas entah di mana, tapi tak merasakan sakit karenanya, ia berteriak karena kaget saja.
Si*l, beraninya dia, apa ini di hotel? Apa yang akan dia lakukan?
Alexa ingin memberontak, tapi kepalanya terasa sangat berat, seperti ingin tidur saja. Bersusah payah Alexa menyadarkan dirinya, namun rasa mengantuk semakin menyerang. Terakhir kali ia ingat, ia minum air sodanya namun lama-kelamaan kepala mulai berat. Pasti pria itu juga menaruh obat tidur.
Alexa kembali merasakan sesuatu yang berat menindihnya. Ah apalagi ini? Apa pria ini sedang memperkosa ku? Tidak, tidak, ahh. Alexa mendesah hebat disertai geli yang teramat sangat ketika sebuah tangan berhasil meremas daging di balik bra-nya.
Tidak boleh seperti ini. Alexa kembali menyadarkan dirinya. Aku ingin membalas dendam padanya, bukan aku jadi korban pelecehan seperti ini.
Sekuat tenaga yang ia punya, Alexa mendorong keras pria itu, terjadi perlawanan karena tentu saja tenaga seorang pria lebih kuat di banding gadis setengah sadar sepertinya. Tapi Alexa tak boleh kalah, kalau kalah maka habislah riwayatnya malam ini.
Bug bug bug, Alexa memukul pria itu bertubi-tubi hingga ia kelelahan. Setelah pria itu tersungkur di ranjang tidak sadarkan diri, Alexa akhirnya bernafas lega. Tampaknya pria itu juga diserang kantuk berat seperti dirinya karena Alexa juga sudah menyuruh pelayan memberikan obat tidur di minuman pria itu.
Ahh, kenapa mengantuk sekali? Sepertinya tidur sebentar di sini tidak apa-apa, sebentar saja, aku akan segera tersadar sebelum dia yang sadar duluan.
❤❤❤
Hai readers, siapapun kalian, aku sangat berterima kasih jika kalian sudi mampir ke lapakku yang absurd ini.😍😍😍
Entah itu kalian benar-benar baca, atau sekedar mampir beri like, komen, vote juga promo, tapi kedatangan kalian sangat berharga, karena disetiap satu bab yang kalian buka buat like, itu terhitung 1 viewer bagiku.
Doaku, semoga cerita ini bisa sampai habis aku tulis, makanya kalian sering mampir biar aku selalu semangat💪💪💪
Salam hangat dari Author, Not Perfect Couple (Ketika Cinta Berawal dari Sebuah Kesalahan)
Nurhayatie Shabilla💕
__ADS_1