NOT WRONG DESTINY

NOT WRONG DESTINY
NOT WRONG DESTINY_Prolog


__ADS_3

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila


ada kesamaan nama, tokoh maupun karakter, semuanya bukan kesengajaan. Mohon kebijaksanaannya


dalam membaca yah…


Cerita ini mengandung unsur dewasa,


tidak diperkenankan bagi anak dibawah umur. Mohon kebijaksanaannya dari para


pembaca sekalian.


NOT WRONG DESTINY_Prolog


Suatu ketika, dalam satu perjalanan, Abdul Ghoffar berpapasan


dengan seekor anjing lusuh bermata empat dan begitu mengerikan. Melihat hal


aneh dan jarang beliau temui ini, beliau bergumam;


“Wah, anjing ini begitu jelek.”


Sepertinya si anjing mendengar gumaman beliau, dia terus


memandangi manusia di hadapannya itu dengan tatapan sinis. Sejurus kemudian,


saat beliau hendak berlalu, tanpa diduga, si anjing menyeru;


“Hai Abdul Ghoffar! Siapa yang kau cela tadi? Ukirannya ataukah


Pengukirnya??!”


Sang Nabi terkejut mendengar hardikan itu. Tanpa menunggu jawaban,


si anjing melanjutkan;


“Jika yang kau cela adalah ukirannya, yakni aku, maka ketahuilah


bahwa aku tak pernah meminta untuk diciptakan menjadi anjing seperti ini! Dan


jika yang kau cela adalah Sang Pengukir, maka ketahuilah bahwa Dia melakukan


apa yang Ia kehendaki dan tidak satu cela pun Ia punyai, ingat itu!”


Belum sempat Abdul Ghoffar berkata-kata, si anjing berlalu begitu


saja, meninggalkan beliau yang masih terbelalak dan merenungkan setiap butir


kata-katanya.


Beliau terus menerus memikirkan kata-kata si anjing, semakin lama


semakin beliau pahami maknanya. Tetes demi tetes air mata membasahi pipinya,


beliau menyesal dan meratapi kekeliruan ucapan dan anggapannya. Sejak itu, karena


banyaknya meratapi kesalahan (Naaha – Yanuuhu), beliau dijuluki orang-orang


sekitarnya dengan sebutan ‘Nuh’, sang peratap.


[1]


“Hhhmm, benar banget anjing


itu.”


Apa yang diciptakanNya sudah Ia


kehendaki dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akan datang cahaya


pagi setelah menyongsong gelap malam. Akan ada pengistirahatan malam saat lelah


pada aktivitas siang. Akan ada kelebihan yang lain di balik kekurangan yang


terlihat mata.


“Apa yang ku butakan? Jangan


menyesal Nur Asyifa. Kamu juga ciptaanNya. Mungkin kamu telah melakukan


kesalahan besar selama ini, tersesat dalam pusaran dosa. Hingga takut akan


hidup. Namun, sekarang kamu harus berubah. Menyesali saja tidak berguna jika


tidak ada tindakkan. Kamu bisa, dan harus bisa.”


Perkataan sendiri yang aku


pikirkan dalam batin ini, untuk membuat diriku menjadi sosok wanita yang baru.


Wanita yang dapat menghargai dirinya sendiri. Walau aku tak tahu apa tobatku


benar-benar dapat diterimaNya. Wanita bodoh yang terjerumus dalam godaan dunia.


MenyalahkanNya dan dunia akan segala kekurangan yang ada pada diri sendiri.

__ADS_1


Tanpa sadar menerjang dosa yang lebih besar dalam hidupnya.


Aku kembali menengadahkan


wajahku menatap lurus keatas dengan tatapan memohon. Melepaskan hpku yang tadi


ku pegang untuk membaca cerita Nabi Nuh AS. Dan mengangkat tanganku untuk ikut


memohon ampunan.


“Ya Ilahi Rabbi, bila seorang


pelacurpun dapat diampuni dosa-dosa sebelum menghadapmu. Setelah ia bersujud


memohon ampun dengan tulus padaMu. Maka, hamba yang hina lebih hina dari seorang


pelacur itu memohon ampunMu. Memohon secercah kasihMu- membimbing hamba menjadi


manusia yang lebih bersyukur dan dapat mengubah garis tangan ini. Membantah


kata orang-orang tentang wanita seperti hamba- hina dan tidak suci lagi.


Berikan kekuatan itu untuk dapat melawan dunia ini, menjadi sosok baru yang


lebih menyayangi ciptaanMu- tubuh ini.”


“Amin.”


-----------------------------------


Hai semua, kenalkan namaku Nur


Asyifa. Kalau umur sih masih 27 tahun. Masih bisa dikatakan mudakan? Wkwkwkw,


berharap sih kalian anggap aku masih AGBG gitu (Anak gadis baru gede).


Mmm, untuk cerita pendek diatas


itu adalah kisah klasikku dulu. Kisah awal aku memulai semua kehidupan baru,


menjadi wanita yang lebih bersyukur dalam hidup dan lebih menyayangi tubuhku


ini. Menghargai setiap hariku, yang setiap harinya berganti- berakhir mendekati


maut.


Oh iya, pasti kalian boring deh


dengerin ocehan aku yang nggak jelas. Oleh karena itu, aku disini mau jelasin.


sederhana- kampungan dan bodoh. Walaupun di kampusku aku salah satu mahasiswa


terpintar. Namun, dalam kehidupan itu, aku wanita terbodoh yang pernah ada di


dunia. Yah, aku pernah mencintai pria yang salah. Dan aku juga malah pergi


meninggalkan pria yang mencintaiku dengan tulus. Jujur, itu karena aku merasa


hina berada disampingnya. Membuatku pergi meninggalkannya secara diam-diam. Entah


sekarang, dia sudah seperti apa? Apa dia sudah memiliki wanita yang lainnya? Aku


berharap dia bahagia, karena dia pria yang baik.


Ok, nggak usah panjang lebar-


happy reading dear.


----------------------------------


Cintamu menyakitiku………..


Selama ini aku yang selalu memandangmu, membantumu, dan memberikan


perhatian lebih untukmu. Namun kau seolah tak melihat semua itu, kau


mengacuhkanku seperti aku hanya debu yang menempel pada tubuhmu dan akan hilang


setelah kau membersihkan dirimu.


Cintamu mematahkan hatiku……..


Aku yang terus bertahan hari demi hari walau tak dianggap, kini


telah hancur. Dengan sakitnya kau patahkan hati yang bergelora ini. Kau memilih


mencintainya, yang aku tahu dia hanya akan menyakitimu.


Cintamu membutakanku…………


Berusaha melupakanmu adalah cobaan terbesar dalam hidupku,


membuatku menjadi pria jahat bagi wanita lainnya. Aku sampai lupa cara


mencintai wanita lainnya karena hanya dirimu yang terbayang di benak.

__ADS_1


Cintamu menyadarkanku………..


Terlalu berusaha membuatku tersadar, cinta yang aku punya hanya


sebatas untukku seorang. Dirmu yang berada dalam pelukkan pria lain, hanya akan


menjadi kenangan indah yang menyakitkan untukku. Cinta yang tak pernah bisa aku


miliki adalah dirimu.


Namun, kenapa disaat aku sudah mampu melupakan sakitnya cinta


karenamu- kau malah menangis?


Bahkan hampir mengakhiri hidupmu sendiri…….


Kenapa?


Bukankah kau bahagia dengan cintanya?


Dirimu menumbuhkan lagi cinta lamaku………


Aku yang melihat kesedihanmu, entah mengapa sedikit bahagia. Maaf,


bukan maksudku bahagia di atas penderitaanmu. Namun, aku memiliki secercah


harapan baru untuk dapat merangkulmu dalam dekap cintaku. Maaf…… maaf……. Maafkan


aku yang seperti ini.


Satu dua hari berlalu bahkan menjadi bulan………


Aku yang sudah berusaha mendekatimu- kau acuhkan. Bahkan, kau


memohon agar aku menjahuimu. Kenapa? Apa sayangku terasa tak tulus untukmu? Apa


kasihku terasa tak nyaman untukmu? Apa cintaku terasa tak pantas untukmu?


Kau menumbuhkan beribu pertanyaan dalam benakku. Membuat diriku


semakin tertarik dalam pesonamu.


Cintamu telah menghancurkan jiwaku……..


Apa kesalah cintaku yang membuatmu begitu membenciku tanpa sebab? Dengan


teganya kau mematahkan hatiku. Aku sungguh tak melihatmu hina. Cintaku tulus,


bukan hanya karena tubuhmu tapi karena sikap, dan kepribadiamulah aku


mencintaimu. Setelah usahaku ini, kau dengan tega meninggalkanku tanpa sebab-


menghilang tanpa pamit. Meninggalkanku sendiri bersama cinta yang lain. Membuatku


patah hati dan benar-benar membenci cinta- terutama wanita.


--------------------------------


Hallo, perkenalkan namaku


Arman. Hanya Arman. Pria yang sangat membenci makhluk yang berupa wanita- tetapi aku nggak


benci ibuku. Cuman benci sama wanita yang lainnya. Yah bisa dikatakan aku benci


wanita muda mau cantik ataupun jelek, aku sama sekali tidak menyukainya. Sekarang


usiaku 29 tahun. Seorang menejer di salah satu perusahaan subkontraktor yang


cukup terkenal di Jakarta.


Dan cerita diatas yang seperti


puisi itu adalah cerita kelam dimasa laluku. Kisah cinta yang membuatku sangat


membenci wanita itu. Wanita yang menjadikanku pria dingin terhadap wanita


lainnya.


Ok, aku nggak akan cerita


panjang lebar disini dulu. Biarkan kalian menikmati kisah ini- happy reading


dear.


**********


**********


Hai Sahabat Mangatoon, terima


kasih sudah membaca Novelku ini Salam Hangat Jamaludin M.


[1]


Sumber

__ADS_1


: http://www.muslimoderat.net/2017/11/nabi-nuh-terus-menyesal-setelah.html#ixzz5xzEHbK7p


__ADS_2