
Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila
ada kesamaan nama, tokoh maupun karakter, semuanya bukan kesengajaan. Mohon kebijaksanaannya
dalam membaca yah…
Cerita ini mengandung unsur dewasa,
tidak diperkenankan bagi anak dibawah umur. Mohon kebijaksanaannya dari para
pembaca sekalian.
NOT WRONG DESTINY_Prolog
Suatu ketika, dalam satu perjalanan, Abdul Ghoffar berpapasan
dengan seekor anjing lusuh bermata empat dan begitu mengerikan. Melihat hal
aneh dan jarang beliau temui ini, beliau bergumam;
“Wah, anjing ini begitu jelek.”
Sepertinya si anjing mendengar gumaman beliau, dia terus
memandangi manusia di hadapannya itu dengan tatapan sinis. Sejurus kemudian,
saat beliau hendak berlalu, tanpa diduga, si anjing menyeru;
“Hai Abdul Ghoffar! Siapa yang kau cela tadi? Ukirannya ataukah
Pengukirnya??!”
Sang Nabi terkejut mendengar hardikan itu. Tanpa menunggu jawaban,
si anjing melanjutkan;
“Jika yang kau cela adalah ukirannya, yakni aku, maka ketahuilah
bahwa aku tak pernah meminta untuk diciptakan menjadi anjing seperti ini! Dan
jika yang kau cela adalah Sang Pengukir, maka ketahuilah bahwa Dia melakukan
apa yang Ia kehendaki dan tidak satu cela pun Ia punyai, ingat itu!”
Belum sempat Abdul Ghoffar berkata-kata, si anjing berlalu begitu
saja, meninggalkan beliau yang masih terbelalak dan merenungkan setiap butir
kata-katanya.
Beliau terus menerus memikirkan kata-kata si anjing, semakin lama
semakin beliau pahami maknanya. Tetes demi tetes air mata membasahi pipinya,
beliau menyesal dan meratapi kekeliruan ucapan dan anggapannya. Sejak itu, karena
banyaknya meratapi kesalahan (Naaha – Yanuuhu), beliau dijuluki orang-orang
sekitarnya dengan sebutan ‘Nuh’, sang peratap.
[1]
“Hhhmm, benar banget anjing
itu.”
Apa yang diciptakanNya sudah Ia
kehendaki dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akan datang cahaya
pagi setelah menyongsong gelap malam. Akan ada pengistirahatan malam saat lelah
pada aktivitas siang. Akan ada kelebihan yang lain di balik kekurangan yang
terlihat mata.
“Apa yang ku butakan? Jangan
menyesal Nur Asyifa. Kamu juga ciptaanNya. Mungkin kamu telah melakukan
kesalahan besar selama ini, tersesat dalam pusaran dosa. Hingga takut akan
hidup. Namun, sekarang kamu harus berubah. Menyesali saja tidak berguna jika
tidak ada tindakkan. Kamu bisa, dan harus bisa.”
Perkataan sendiri yang aku
pikirkan dalam batin ini, untuk membuat diriku menjadi sosok wanita yang baru.
Wanita yang dapat menghargai dirinya sendiri. Walau aku tak tahu apa tobatku
benar-benar dapat diterimaNya. Wanita bodoh yang terjerumus dalam godaan dunia.
MenyalahkanNya dan dunia akan segala kekurangan yang ada pada diri sendiri.
__ADS_1
Tanpa sadar menerjang dosa yang lebih besar dalam hidupnya.
Aku kembali menengadahkan
wajahku menatap lurus keatas dengan tatapan memohon. Melepaskan hpku yang tadi
ku pegang untuk membaca cerita Nabi Nuh AS. Dan mengangkat tanganku untuk ikut
memohon ampunan.
“Ya Ilahi Rabbi, bila seorang
pelacurpun dapat diampuni dosa-dosa sebelum menghadapmu. Setelah ia bersujud
memohon ampun dengan tulus padaMu. Maka, hamba yang hina lebih hina dari seorang
pelacur itu memohon ampunMu. Memohon secercah kasihMu- membimbing hamba menjadi
manusia yang lebih bersyukur dan dapat mengubah garis tangan ini. Membantah
kata orang-orang tentang wanita seperti hamba- hina dan tidak suci lagi.
Berikan kekuatan itu untuk dapat melawan dunia ini, menjadi sosok baru yang
lebih menyayangi ciptaanMu- tubuh ini.”
“Amin.”
-----------------------------------
Hai semua, kenalkan namaku Nur
Asyifa. Kalau umur sih masih 27 tahun. Masih bisa dikatakan mudakan? Wkwkwkw,
berharap sih kalian anggap aku masih AGBG gitu (Anak gadis baru gede).
Mmm, untuk cerita pendek diatas
itu adalah kisah klasikku dulu. Kisah awal aku memulai semua kehidupan baru,
menjadi wanita yang lebih bersyukur dalam hidup dan lebih menyayangi tubuhku
ini. Menghargai setiap hariku, yang setiap harinya berganti- berakhir mendekati
maut.
Oh iya, pasti kalian boring deh
dengerin ocehan aku yang nggak jelas. Oleh karena itu, aku disini mau jelasin.
sederhana- kampungan dan bodoh. Walaupun di kampusku aku salah satu mahasiswa
terpintar. Namun, dalam kehidupan itu, aku wanita terbodoh yang pernah ada di
dunia. Yah, aku pernah mencintai pria yang salah. Dan aku juga malah pergi
meninggalkan pria yang mencintaiku dengan tulus. Jujur, itu karena aku merasa
hina berada disampingnya. Membuatku pergi meninggalkannya secara diam-diam. Entah
sekarang, dia sudah seperti apa? Apa dia sudah memiliki wanita yang lainnya? Aku
berharap dia bahagia, karena dia pria yang baik.
Ok, nggak usah panjang lebar-
happy reading dear.
----------------------------------
Cintamu menyakitiku………..
Selama ini aku yang selalu memandangmu, membantumu, dan memberikan
perhatian lebih untukmu. Namun kau seolah tak melihat semua itu, kau
mengacuhkanku seperti aku hanya debu yang menempel pada tubuhmu dan akan hilang
setelah kau membersihkan dirimu.
Cintamu mematahkan hatiku……..
Aku yang terus bertahan hari demi hari walau tak dianggap, kini
telah hancur. Dengan sakitnya kau patahkan hati yang bergelora ini. Kau memilih
mencintainya, yang aku tahu dia hanya akan menyakitimu.
Cintamu membutakanku…………
Berusaha melupakanmu adalah cobaan terbesar dalam hidupku,
membuatku menjadi pria jahat bagi wanita lainnya. Aku sampai lupa cara
mencintai wanita lainnya karena hanya dirimu yang terbayang di benak.
__ADS_1
Cintamu menyadarkanku………..
Terlalu berusaha membuatku tersadar, cinta yang aku punya hanya
sebatas untukku seorang. Dirmu yang berada dalam pelukkan pria lain, hanya akan
menjadi kenangan indah yang menyakitkan untukku. Cinta yang tak pernah bisa aku
miliki adalah dirimu.
Namun, kenapa disaat aku sudah mampu melupakan sakitnya cinta
karenamu- kau malah menangis?
Bahkan hampir mengakhiri hidupmu sendiri…….
Kenapa?
Bukankah kau bahagia dengan cintanya?
Dirimu menumbuhkan lagi cinta lamaku………
Aku yang melihat kesedihanmu, entah mengapa sedikit bahagia. Maaf,
bukan maksudku bahagia di atas penderitaanmu. Namun, aku memiliki secercah
harapan baru untuk dapat merangkulmu dalam dekap cintaku. Maaf…… maaf……. Maafkan
aku yang seperti ini.
Satu dua hari berlalu bahkan menjadi bulan………
Aku yang sudah berusaha mendekatimu- kau acuhkan. Bahkan, kau
memohon agar aku menjahuimu. Kenapa? Apa sayangku terasa tak tulus untukmu? Apa
kasihku terasa tak nyaman untukmu? Apa cintaku terasa tak pantas untukmu?
Kau menumbuhkan beribu pertanyaan dalam benakku. Membuat diriku
semakin tertarik dalam pesonamu.
Cintamu telah menghancurkan jiwaku……..
Apa kesalah cintaku yang membuatmu begitu membenciku tanpa sebab? Dengan
teganya kau mematahkan hatiku. Aku sungguh tak melihatmu hina. Cintaku tulus,
bukan hanya karena tubuhmu tapi karena sikap, dan kepribadiamulah aku
mencintaimu. Setelah usahaku ini, kau dengan tega meninggalkanku tanpa sebab-
menghilang tanpa pamit. Meninggalkanku sendiri bersama cinta yang lain. Membuatku
patah hati dan benar-benar membenci cinta- terutama wanita.
--------------------------------
Hallo, perkenalkan namaku
Arman. Hanya Arman. Pria yang sangat membenci makhluk yang berupa wanita- tetapi aku nggak
benci ibuku. Cuman benci sama wanita yang lainnya. Yah bisa dikatakan aku benci
wanita muda mau cantik ataupun jelek, aku sama sekali tidak menyukainya. Sekarang
usiaku 29 tahun. Seorang menejer di salah satu perusahaan subkontraktor yang
cukup terkenal di Jakarta.
Dan cerita diatas yang seperti
puisi itu adalah cerita kelam dimasa laluku. Kisah cinta yang membuatku sangat
membenci wanita itu. Wanita yang menjadikanku pria dingin terhadap wanita
lainnya.
Ok, aku nggak akan cerita
panjang lebar disini dulu. Biarkan kalian menikmati kisah ini- happy reading
dear.
**********
**********
Hai Sahabat Mangatoon, terima
kasih sudah membaca Novelku ini Salam Hangat Jamaludin M.
[1]
Sumber
__ADS_1
: http://www.muslimoderat.net/2017/11/nabi-nuh-terus-menyesal-setelah.html#ixzz5xzEHbK7p