
NOT WRONG DESTINY_episode 27_ Pertemuan Manis yang Tidak Terencana _ (I)
“Man, suatu saat jika kamu dihadapkan oleh dua pilihan antara memilih cinta atau Pencipta mu, apa yang akan kamu pilih? Dan kamu tidak bisa memilih opsi lain, pilihnya cuman antara cinta atau Pencipta.” Tanya Angga serius pada Arman sembari menatap deburan obak di pantai Natsepa.
Arman yang sedang menyantap rujak sembari memandang laut juga, berhenti makan dan terdiam sejenak.
Pertanyaan Angga sangat sederhana, tetapi bagi Arman, pertanyaan itu sungguh membuat dilema. Siapa yang bisa kehilangan cinta? Entah itu untuk sesama manusia ataupun pencipta kita. Semuanya adalah kebutuhan dan kewajiban, dan jika di paksa untuk memilih, akan nampak berat dan menyakiti hati.
“Hahahhaha, udah bro, jangan berfikir keras. Jalanin aja hidupmu. Susah banget. Wkwkwkkw.” Seru Angga tertawa melihat Arman yang serius memikirkan pertanyaannya.
“Sial…. Kamu mempermainkan aku!” gerutu Arman kesal.
“Bukan mempermainkan, aku hanya bertanya dengan perumpamaan aja. Tapi kayanya kamu terlalu memikirkannya dalam. Apa yang kamu pusingkan. Jangan terlalu mencintai manusia memakai hati bro.” seru Angga bercanda, tapi serius.
“Cinta tu butuh hati.” Celetuk Arman.
“Tapi kalau terlalu memakai hati, bisa sakit hati kalau ngga jodoh.” Ucap Angga.
“Doa yang terbaiklah supaya jodoh.” Seru Arman.
“Hahahahha…. Orang pacaran 10 tahun aja bisa putus, dan malah berjodoh- menikahi orang yang baru sebulan di kenal.” Ucap Angga.
“Makanya, jangan pacaran lama-lama. Kalau udah cocok, langsung nikah aja.” Oceh Arman tak mau kalah.
“Orang nikah aja bisa cerai, dan malah dipernikahan kedua, ketiga atau keempatnya baru deh bertahan seumur hidup.” Seru Angga tak mau kalah.
“Itu mah nafsu! Menikah tu, di lihat baik-baik dulu. Terus pondasi utamanya di kuatkan, yaitu menikah karena Allah SWT. Menikah untuk ibadah.” Tutur Arman.
“Welah, bukannya hidup itu harus ada nafsu! Bayangin aja kalau kamu hidup tanpa nafsu, (Angga mulai membayangkan dan menghitung satu per satu dengan jarinya) Pasti ngga bisa makan, ngga bisa minum, ngga bisa mandi, ngga bisa nikah, dan ngga bisa ciptain baby kecil deh. Wkwkkwkw….” Ucap Angga menggoda Arman.
“Dasar kamu!” seru Arman sembari meninju bahu Angga pelan.
“Hahahha… benar loh apa yang aku ucap.” Seru Angga dengan tawa menggoda.
“Tau benar, tapi ngga gitu juga maksudku. Hidup memang butuh nafsu, ibadah saja harus ada nafsu, apalagi melakukan kehidupan dunia. Tapi jangan mengikuti nafsu setan yang akan membawa bencana.” Gerutu Arman.
“Hahahha, tau-tau. Ngomong ngga usah pakai urat kale.” Celetuk Angga- tertawa.
__ADS_1
Arman memutar bola matanya malas diikuti kesal dengan ucapan Angga yang menurutnya asal-asalan itu. ia pun berdiri dari duduknya, dan mulai berjalan-jalan pelan di hamparan pasar pantai untuk melihat sekeliling.
“Mau kemana bro?” tanya Angga yang juga ikut berdiri. Namun Arman tak menjawab dan malah terus berjalan. Angga pun menggikuti langkah Arman dari belakang.
Pantai yang terlihat sepi dikarenakan bukan hari libur, membuat suasa menjadi lebih tenang. Hanya terlihat beberapa anak-anak kecil yang bermain bola kaki di sekitar pantai, ada juga beberapa pengunjung yang sedang menyantap rujak, kelapa muda, dan jajanan lainnya khas kota Ambon.
Desiran ombak pantai yang sedang, terdengar bagai nyanyian di telinga, tawa dan canda anak-anak, dan pengunjung lainnya mampu menenangkan pikiran. Sejenak, Arman dapat melupakan kemarahan dan kekesalannya terhadap Aryan.
“Adik-adik, kalian ngga sekolah?” tanya Arman kepada anak-anak kecil yang tengah asyik bermain bola kaki.
“Sudah pulang kakak.” Seru mereka bersamaan dengan tawa dan seyuman.
“Kakak boleh ngabung main ngga?” kini Angga yang mulai ikut nimbrung dan bertanya.
“Boleh..” jawab mereka dengan tawa dan anggukkan.
-----------------------------------
“Aku tahu dong! Gadis matre kaya kamu nih, harus di beri pelajaraannnn…” Seru Nike dan mulai menggelitik pinggang Nur Asyifa.
Pekik Nur Asyifa, wanita itu sungguh lemah bila sudah menyangkut pinggang atau pun lehernya. Rasa geli yang luar biasa bila digelitik, sampai badan pun terasa lemas.
“Ampun ratu… ampun… akhhh…. Hahahahhahhaa…” pekik dan tawa Nur Asyifa yang tak dapa menahan geli akibat ulah Nike.
Dengan susah paya, ia berusaha melepaskan diri. Dan berhasil. Membuat dirinya melarikan diri dari genggaman Nike, Nike pun tak ingin membebaskan Nur Asyifa begitu saja. Ia juga lari mengejar Nur Asyifa.
“Abis yah kalau kamu ketangkap!” seru Nike.
“Hahahha, ngga bakal. Aku ngga bakal nyerahin tubuhku untuk wanita kejam sepertimu! Seru Nur Asyifa.
“Akan ku buat kamu memohon ampun, dan bersujud di kaki ku!” seru Nike.
“Tidak akan. Aku ingin bebas dari wanita barbar sepertimu!” seru Nur Asyifa.
Seruan keduanya yang sahut menyahut itu mendapat tatapan dingin dari pengunjung pantai yang datang. Mereka salah paham akan ucapan Nike dan Nur Asyifa yang terdengar seperti keduanya memiliki hubungan special yang lebih dari sekedar sahabat.
Yang biasa di sebut dengan istilah ‘g*y”. Dan itulah yang diharapkan ke dua wanita itu. kejahilan yang mendara danging dari keduanya membuat mereka bermaksud untuk menimbulkan kesalapahaman orang lain pada mereka. Setidaknya tatapan aneh yang mereka dapat, membuat kesenangan sendiri pada diri.
__ADS_1
“Astaga!!”
Arman menutup mulut dengan tangan, Angga membelalak mata dan anak-anak kecil melongo, mereka yang sedang asyik bermain bola gawang mini, terkejut dengan tendangan Angga yang keras yang melebar dari gawang dan malah menghantam kepala seorang wanita yang tengah berlari.
“Aww!!” pekik Nur Asyifa kesakitan.
Ia memegang kepalanya yang terkena bola dengan kesal,
“Kenapa Fa?” tanya Nike- sampainya di samping Nur Asyifa.
“Tuh, kena bola tu!” ketus Nur Asyifa sembari membungkukkan badannya mengambil bola di dekatnya itu.
“Hahahahaa….. kena bola aja, udah kaya kena lemparan batu. Dasar mewek.” Seru Nike tertawa.
“Iiih, dasar Nike jelek! Jangan ketawa! Cepat cari biang keroknya!” gerutu Nur Asyifa kesal.
“Ngapain di cari, tu pangeran tampannya udah datang!” seru Nike menggoda.
Nur Ayifa mengkerutkan dahinya, Ucapan Nike sangat membingungkan.
“Pangeran dari Hongkong.” Celetuk Nur Asyifa kesal.
----------
---------
---------
“Angga ,tanggung jawab sana! Kena anak gadisnya orang loh!” seru Arman.
“Tenang, kalau gadis itu cantik akan ku jadikan pacar. Tapi kalau gadis itu kurang cantik, akan ku jadikan teman.” Ucap Angga ngawur.
“Hahahahhahah…..” tawa anak-anak mendengar ucapan Angga.
Arman hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, mendengar ucapan ngawur dari sahabatnya itu. ia pun mendekati gadis yang terkena bola itu, yang sedang tertunduk, “Pasti dia sangat kesal.” Batinnya.
“Ya ampun! Dek, maaf ya. Kakak ngga sengaja menendang bolanya tadi.” Ucap Arman merasa bersalah.
“Hmm, lain kali ngga….” Ucapan Nur Asyifa tiba-tiba terhenti, ia yang awalnya berbicara masih dalam keadaan kepalanya menunduk, bermaksud menatap pria yang menendang bola hingga mengenainya. Tapi tak disangka, pria itu ternyata adalah seniornya Arman. Atau yang lebih tepatnya, kak Arman yang baru saja tadi siang mengatakan bahwa ia adalah wanitanya.
__ADS_1
(bersambung)