NOT WRONG DESTINY

NOT WRONG DESTINY
NOT WRONG DESTINY_episode 29_ Bukan Jodoh_ Bukan Kiamat _ (I)


__ADS_3

NOT WRONG DESTINY_episode 29_ Bukan


Jodoh Bukan Kiamat (I)


Adzan Ashar yang telah


berkumandang di pertengahan jalan Arman dan Angga, tepatnya di desa Waiheru,


membuat keduanya berhenti berkendara. Mereka memilih untuk melaksanakan shalat


Ashar berjamaah di mesjid dekat jalanan itu, dengan memarkirkan motor di


halaman depan mesjid, keduanya pun bergegas menuju tempat wudhu.


Selesai melaksanakan


shalat, ada sebuah pemberitahuan dari pengurus mesjid. Bahwa akan ada ceramah


singkat dari seorang ustad.


“Bagaimana? Apa kita


mau balik atau mendengar ceramah?” Tanya Angga berbisik pada Arman yang berada


disamping kanannya.


Arman berfikir sejenak,


ia masih memiliki hutang untuk menemui kakaknya sesegera mungkin, tetapi ia


juga merasa perlu mendengarkan ceramah ustad itu. beberapa detik ia berfikir, “Kita


dengar aja dulu ceramahnya.” Ucapnya yakin kemudian.


Anggapun mengangguk


mengerti dan juga setuju dengan usulan Arman untuk tetap tinggal dan


mendengarkan ceramah ustad tersebut.


“ASSALAMUALAIKUM


WAARAHMATULLAHI WABARAKAATUH.” Salam Pembuka dari ustad


“Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatu.” Jawab


para jamaah bersamaan.


Kemudian ustadpun mulai membuka ceramahnya.


“Terima kasih bagi bapak-bapak, ibu-ibu dan


adek-adek sekalian yang telah berkenan mengijinkan saya untuk menyampaikan


ceramah singkat ini. Alhamdulilahi rabbil


‘alamin, Was sholatu wassalamu ‘ala, Asyrofil ambiyaa iwal mursalin, Sayyidina


wa maulana Muhammadin, Wa ‘alaa ‘alihi wa shohbihi ajmain. Ama ba’du.


 


 


ALHAMDULILLAHI ROBBL ALAMIIN, NAHMADUHU WANASTAIINU


WANASTAGHFIRUHU,,,WANA UUDDZU BILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI


A`MALINA…MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU..


ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH


ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD… AMMA


BA`DU.


Sebagai hamba Allah


yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur ke haddirat Allah SWT yang


telah memberikan kekuatan kesehatan  lahir dan batin kepada kita semua,


sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka menghambakan diri


kepada Allah SWT.


Salawat dan salam


tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang


telah mengantarkan umat manusia dari peradaaban hidup yang jahiliyah menuju


pada peradaban hidup yang modern, yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan


dan teknologi seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua


termasuk hambanya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir


kelak..


Perkenankanlah saya


pada kesempatan ini untuk menyampaikan topik  yang berjudul: Cinta Buta.”


-----------------------------


Dari panjang lebarnya

__ADS_1


ceramah ustad tadi, ada kalimat yang terus terngiang dalam benak Arman,


Cinta Buta. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan tentang


penyakit cinta buta ini di dalam kitab Zadul Ma’ad, beliau mengatakan bahwa


Allah Ta’ala menyebutkan dua cinta yang terlarang di dalam Al-Qur’an dalam dua


kisah. Yang pertama, kisah tentang kecintaan istri Al-‘Aziz kepada Yusuf


‘alaihis salam. Allah Ta’ala berfirman:


 


 


 


 


 


 


حُبّاً شَغَفَهَا قَدْ


 


 


 


 


“Sesungguhnya cintanya kepada (Yusuf) itu adalah sangat


mendalam.”


Yang kedua adalah kisah cintanya kaum Nabi Luth ‘alaihis


salam kepada sesama laki-laki. Dua kisah ini merupakan kisah terlarang yang


Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an. Dan Kedua kisah terlarang ini dapat tumbuh


dikarenakan hati seseorang itu kosong dari ma’rifatullah dan karena berpaling


dari ajaran Allah Ta’ala.


Bila mencitai dalam


adalah terlarang dalam al- qu’an, lalu apa kabar dirinya?


Apa ia harus meninggalkan


cinta yang bahkan belum ia ungkapkan ?


Memikirkannya saja


Namun, bila di ingat


kembali tentang cinta itu, apakah akan terbalas? Bagaimana jika bertepuk


sebelah tangan?


Dan apa yang akan


terjadi pada hatinya?


Tuhan bila, rasa ini


salah. Sadarkanlah hamba yang bodoh, tuli dan buta ini.


“Man!” seru Angga


sembari menepuk lengan kanan Arman, “Ngelamunin apa? Ayo cepat ikat tali


sepatunya!” ucapnya lagi kemudian.


Arman pun sedikit


tersentak dengan tepukkan dan seruan Angga yang membuatnya sadar dari lamunan. Hanya


ekspresi datar yang terlihat pada raut wajah Arman, tanpa menjawab atau


tersinggung dengan Angga. Arman kembali mengikat tali sepatunya.


“Balik yuk!” ajak Arman


pada Angga setelah selesai mengikat tali sepatu, “Kak Karman udah nunggu aku di


mesjid Al-Ikhlas Poka nih.” Ucapnya lanjut dan melangkahkan kaki- berjalan


duluan tanpa menungguh sanggahan Angga menuju sepeda motornya.


Angga pun berdiri dan


juga berjalan menuju motornya, kemudian keduanya berkendara menuju mesjid


Al-Ikhlas.


--------------------------------


Nur Asyifa dan Nike


telah sampai di rumah Nur Asyifa. “Assalamu’alaikum.” Salam keduanya sembari


membuka pintu yang tidak terkuci.

__ADS_1


“Assalamu’alaiku.” Salam


Nur Asyifa lagi sembari masuk ke ruang tamu.


“Sepi, pada kemana


orang rumah Fa?” tanya Nike yang melihat rumah Nur Asyifa tidak berpenghuni


sore itu.


“Tu ada di dinding, dan


di tungku (kompor yang memasak menggunakan kayu bakar) dapur.” Ucap Nur Asyifa


asal.


Nike melongo menatap


Nur Asyifa, ia belum mencerna arti ucapan Nur Asyifa.


Nur Asyifa yang melihat


wajah heran Nike- hanya terkekeh geli di dalam hatinya, “Belum nyadar dia.” Batinnya.


Tak selang berapa lama,


Nike mengerutkan dahinya. Nampaknya ia sudah enggah dengan ucapan Nike. Gadis itu


seketika meluncurkan pekikkan kekesalannnya. “Iiii, dasar wanita gilaaaaa…”


“Hahhahaha…” Nur Asyifa


terkekeh geli dan segera berlari memasuki kamarnya.


“Jangan lari kamu!!”


seru Nike yang juga mengejar Nur Asyifa sampai kamar.


Di dalam kamar, Nike


melancarkan aksinya menggelitik pinggang Nur Asyifa sampai wanita itu


memohon-mohon pengampunan sampai air mata tawa keluar dari matanya. Nike selalu


merasa puas dan bahagia jika melawan Nur Asyifa, pasalnya ia akan selalu menang


jika beradu otot.


Setelah puas membinasakan


Nur Asyifa, Nike dan Nur Asyifa membaringkan diri di kasur yang berisi kapuk.


Nur Asyifa memiringkan


badan kearah Nike, dengan tangan yang menyanggah kepalanya ia mulai menatap


Nike, “Tidur disini malam ini kan? Tanyanya lirih.


Nike memiringkan kepalanya


kearah Nur Asyifa, “Iya.” Jawabnya singkat.


“Apa tidak masalah? Di


kamarku kasurnya kasar. Tak seempuk kasur di kamarmu.”


“Apa kamu mengusirku


dengan lembut?” tanya Nike dengan mengkerutkan dahinya tidak suka.


“Tidaklah. Aku hanya


basa basi aja.” Celetuk Nur Asyifa dan kembali berbaring tegak.


Mereka terdiam sejenak


dengan hanyal masing-masing. Nur Asyifa, memikirkan tentang Parman dan Nike


nantinya. Apa yang akan pria dan wanita itu lakukan nanti, setelah keduanya


bertemu pandang di rumah ini. Wanita dan pria pertama yang telah mencuri hati,


bahkan sampai sekarang Nur Asyifa masih melihat cinta itu di mata keduanya. Belum


ada seorang wanita atau pria lainnya yang dapat merebut cinta itu dari keduanya


sampai sekarang. Cinta masa SMA yang terhalang dengan perbedaan kepercayaan. Membuat


keduanya memilih melupakan walau tak sanggup dan memaksakan.


Ia kembali teringat


kisah yang baru-baru ini di ketahuinya, cinta beda agama yang terjalin pada


pamannya dan suster Ete. Dan itu mungkin juga yang akan terjadi pada Parman dan


Nike.


Mencintai tapi tak bisa


memiliki dan hanya dapat menjalankan takdir. Karena bukan jodoh, bukan kiamat. Selalu


ada pelangi tercipta di setiap lepas hujan menghantam dunia. Begitulah hidup,


akan selalu ada bahagia selepas kepedihan yang menghatan jiwa. Kucinya hanya


sabar dan bersyukur. Karena Allah sayang, makanya di beri ujian. Agar manusia

__ADS_1


bisa lebih bersyukur akan nikmatNya.


(bersambung)


__ADS_2