
Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila
ada kesamaan nama, tokoh maupun karakter, semuanya bukan kesengajaan. Mohon
kebijaksanaannya dalam membaca yah…
Cerita ini mengandung unsur dewasa,
tidak diperkenankan bagi anak dibawah umur. Mohon kebijaksanaannya dari para
pembaca sekalian.
NOT WRONG DESTINY_episode 5_Author_Pov (I)
Ucapan Arman adalah
perintah yang mutlak- dilakukan. Disisi lain, Aryan terlihat gugup, ia tahu
akan ada ganjaran yang akan diterimanya setelah ini. Itu semua karena gadis
jelek yang bernama Nur Asyifa itu. Ia berjanji dalam hatinya- akan
mempermalukan gadis itu bagaimanapun caranya.
Suasana di dalam ruang
auditorium mulai riuh, para mulut maba akuntansi bergumam-gumam- menghafalkan
jawaban yang akan mereka jawab nanti.
“Para anggota HMJ
Akuntansi, silahkan laksanakan perintahku tadi!” seru Arman.
“Dan untuk ketua HMJ
Aryan serta kamu gadis maba baru yang bernama Nur Asyifa, setelah jam pulang
kalian tidak boleh pulang! Kalian harus menghadap saya di ruangan dewan.” Ucap
Arman lagi pada Aryan dan Nur Asyifa.
“Aku akan kembali ke
ruanganku, jadi untuk bukti bahwa kalian melakukan perintahku dengan
sungguh-sungguh, aku minta bukti berupa video. Kalian mengerti!” seru Arman
pada para HMJ lagi.
“Baik ketua dewan.”
Jawab para HMJ.
Armanpun melangkah
berjalan keluar auditorium meninggalkan mereka- menuju ruang dewan.
----------------------
HMJ akuntansi pun
melaksanakan perintah Arman, menanyai satu per satu maba baru akuntansi dan
merekam video kegiatan mereka sebagai bukti untuk diperlihatkan pada ketua
dewan.
Banyak diantara maba
baru yang gugup hingga lupa apa yang akan mereka jawab. Alhasil, mereka harus
mengisap beberapa permen sisa di baskom itu.
“Aktiva! Sebutkan arti namamu!”
suru Gigi- anggota HMJ pada salah seorang maba laki-laki.
“Aktiva……?” berfikir
sebentar. “Uang senior.” Jawabnya kemudian- keras dan gugup, yang mendapat tawa
renyah dari maba yang lainnya.
“SIAPA YANG SURU KALIAN
TERTAWA HAH!!” Bentak Aryan membuat maba kembali diam.
“APA PENGERTIAN UANG?!”
Tanya Aryan kemudian- keras- mengambil alih anak yang di Tanya Gigi.
“Kebutuhan.”
“Apa itu kebutuhan?”
Tanya Aryan dengan penekanan disetiap katanya- menahan amarah.
“Sehari-hari.”
Jawaban yang mebuat
Aryan tambah kesal, bagaimana bisa laki-laki seperti dia bisa lolos seleksi
menjadi maba Poknik? Anak yang berfikiran dangkal dan bodoh.
“Isap permen!” perintah
Aryan jenkel.
“Tapi senior, bukannya
aku menjawab pertanyaannya ?” Tanya maba itu tak terima di perintah untuk mengisap
permen.
“Jawabanmu ‘i t u’ , hanya orang ‘bo do h’
yang menjawab seperti itu.” Sindir Aryan sembari berkata dengan penuh tekanan
pada kata.
“Ambil permennya dan
isaplah!” perintah Aryan lagi.
Dan dengan pasrahnya
maba itu mengikuti perintah Aryan dengan muka murunganya. Banyak dari maba yang
sampai muntah setelah mengisap sisa permen. Ada juga yang bersyukur karena
mampu menjawab hingga terhindar dari bahaya- mengisap permen.
---------
---------
---------
Arman berjalan keluar
auditorium, setelah berada di halaman depan, Parman langsung bergegas
mendekatinya.
Arman yang melihat
__ADS_1
Parman mendekatinya- terseyum simpul sembari mengangguk-anggukkan kepalanya,
seakan memberi jawaban sudah selesai masalah yang Parman khawatirkan yang
nampak jelas dari mukanya.
“Terima kasih ketua.”
Ucap Parman dengan ekspresi lega setelah berada disamping Arman.
Parman yang sudah melihat kejadian yang
terjadi di ruang uditorium itu dari balik pintu kaca samping auditorium hanya
memastikan semua lagi pada Arman. Dan saat melihat ekspresi Arman yang
terseyum lembar- hatinya merasa tenang. Syukurlah…. Tidak sia-sia ia pergi
menemui Arman sampai harus berdebat dengan si sekretaris dewan yang cutek abis
itu.
“Sama-sama, itu sudah
tugas saya. Ok, saya akan kembali ke ruang dewan.”
Armanpun berjalan di
koridor menuju ruang dewan……
“Sudahkah kita terbebas dari korupsi?
Merdeka tapi koruptor berkeliaran
Hari-hari gelap
“Yah elah, siapa lagi sih yang message. Kan
udah diingetin kalau aku di kampus tu jangan suka message atau nelpon. Huss.”
Arman mendengus- mendengar kembali lantunan kritik dari nyanyian sang
legendaris, namun tetap di ambilnya hp dari saku celananya.
Di mana cahaya itu?
Hari-hari gelap
Orang miskin tersenyum padamu”
Dan saat di
lihatnya, ‘My Brother’ tertulis di layar hp merek Oppo Find
Piano R8113 yang rilis pada April 2013 kala itu. “Hahh…… pasti minta puisi lagi
nih.” Arman mendesah sembari bergumam setelah mengetahui bahwa message yang
masuk di hpnya itu ternyata dari sang kakak laki-lakinya.
“My younger brother.”
“Kesayangan kakak.”
“Buatin puisi cinta!”
“Kakak mau lamar calon kakak
iparmu nih.”
“Please…..”
Persis seperti yang Arman pikirkan, kakaknya
itu memang memintanya untuk membuat puisi. Armanpun berhenti berjalan dan membalas
message sang kakak.
“Apaan sih kak, minta puisi siang bolong gini.”
“Entar malam aja.”
“Aku lagi urusin urusan kampus nih.”
“Ok.”
*
*
Tak lama balasan message dari kakaknya kembali
masuk
“Ampun deh my younger
brother.”
“Emergency nih, entar
malam udah hari H.”
“Jadi harus prepare from
now on.”
“Bantuinlah!”
“Kapan lagi bisa jadi
salah seorang yang berperan penting dalam hubungan kakak.”
*
*
Arman menyunggingkan
bibirnya- saat membaca message terakhir kakaknya. “‘kapan lagi bisa jadi salah
seorang yang berperan penting dalam hubungan kakak.’” Ucapnya mengulang isi
message.
“Apun deh, bukannya
selama ini aku yang selalu membatunmu. Kamu yang pacaran, aku yang pusing. Dari
__ADS_1
awal nembak kak Ana, aku juga yang di suruh buatin puisi, anniversary pertama kalian
pacaran juga aku di suru nyiapin puisi dan begitu terus sampai lima tahun
kalian pacaran. Sekarang mau ngelamar nikah aja harus aku juga yang di suru
buatin puisi. Dasar…. Masih berani message gini lagi.” Gumam Arman- manyun-manyun sebal.
Arman kembali membalas
message sang kakak.
“Elah kamu kak,
bukannya selama ini aku yang terus jadi budak puisi cinta kakak?”
“Yaudah, ini demi buat kak
Ana aja aku mau bantuin kakak.”
“Soalnya kakak songong.”
“Aku nggak tahu cara
apa yang nanti kakak lakukan untuk ngelamar kak Ana.”
“Tetapi kalau aku
saranin sih.”
“Yang sederhana aja,
tapi tetap terkesan romantic.”
“Tapi hari ini bikin
kak Ana kesal dikit dulu sih.”
“Jail-jail dikit”
“Terus pas magrib, baru
kakak message suru isya bareng.”
“Bilang aja untuk
ngerayain anniversary ke lima. Tapi tetap masih sok jual mahal.”
“Ajak aja shalat isya di
mesjid dekat rumah. Tapi jangan ajak makan kaya anniversary sebelumnya.”
“Setelah selesai shalat,
suru Agnes bawah masuk sebingkai bunga Mawar putih kesukaan kak Ana yang ada
kertas pesan berisi puisi.”
“Judulnya ‘Anamalina
Sainim Rajak’ nama kak Ana sendiri.”
Anamalina
Sainim Rajak, 19 Agustus 2008. Keberadaanmu ada dalam dunia kecilku.
Seyuman
indahmu yang mengetuk hati hingga ketika fajar sidik menyongsong dan sujud
subuhku terlukis namamu.
Detik
berganti menit berganti jam……….
Senyuman
indahmu masih tetap mengetuk pintu hati hingga ketika senja raya datang dan
sujud isyaku terlukis namamu.
Hari
berganti bulan berganti tahun…………
Dirimu
menghiasi hari-hariku. Melukiskan seyum dan kasih yang tertanam dalam duniaku.
Kamu….
Wanita luar biasa, kesabaranmu dalam menghadapi racauku menyentuh hatiku.
Kamu….
Wanita istimewa, kebaikkanmu dalam sekitar lingkungan menyentuh hatiku.
Kamu….
Wanitaku, saat kehadiranmu dulu pernah berlalu dalam hidupku, betapa hancurnya
hati tanpamu.
Tahun
pertama berganti tahun kedua sampai tahun kelima………..
Kamu
pernah berkata dengan sebalnya padaku, ‘Rahman! Kamu adalah laki-laki yang
paling menyebalkan! Tetapi, bila Allah SWT mengulang kehidupanku kembali di
dunia baru, aku berdoa, masih tetap menjadi wanitamu.”
Perkataan
yang lagi dan lagi menyentuh hatiku, menyadarkanku betapa berharganya dirimu,
menyadarkanku batapa aku tak mampu kehilangan seyum, kasih dan dirimu dalam
kehidupanku.
Anamalina Sainim Rajak, 19 Agustus 2013. Will you marry me? became the mother of my little angels?
Love’u
“Terus nggak lama kemudian, suru bibi Ima bawah masuk boneka panda di kalungin kalung dari bunga-bunga mawar yang di tegahnya di kasih cincin.”
“Di ikuti dengan kakak yang masuk dengan membaca Q.S. Ar Rum Ayat 21 pake mike.”“Setelah selesai, kakak ulangin deh kalimat, Anamalina Sainim Rajak, 19 Agustus 2013. Will you marry me? became the mother of my little angels?”
“Selesai..”
“Semoga beruntung my brother.”
(Bersambung)
**************************
Hai Sahabat Mangatoon, terima
kasih sudah membaca Novelku ini Salam Hangat Jamaludin M.
__ADS_1