NOT WRONG DESTINY

NOT WRONG DESTINY
NOT WRONG DESTINY_episode 19_ Kebersamaan itu Indah _ (I)


__ADS_3

NOT WRONG DESTINY_episode 19_


Kebersamaan itu Indah _ (I)


Berbeda dengan


kehidupan tragis Nur Asyifa setelah pulang dari panti asuhan Asih. Arman


beserta keluarganya memiliki cerita indahnya sendiri.


“Assalamu’alaikum ma,


ayah, kakek, nenek dan semuanya.” Salam Arman seraya masuk ke dalam rumahnya.


“Wa’alaikum salam, udah


pulang anak mama ternyata.” Jawab Angelina dengan seyum.


“Iya ma, tadi sebelum


pulang kampus aku jadi mampir ke panti asuhan asih. Makanya kesorean deh


pulangnya.”


“Wah…. Kamu main dengan


anak-anak panti tidak?” tanya Angelina antusias.


“Main dong ma.” Jawab Arman


dengan wajah memerah.


“Kenapa mukamu jadi


merona gitu? Apa ada hal baik yang terjadi di panti?” tanya Angelina menerka.


“Ma,” Arman menatap


Angelina- dalam.  “Abis magrib aku mau


curhat boleh?” tanyanya lanjut tanpa menjawab pertanyaan Angelina sebelumnya.


“Boleh sayang.” Jawab Angelina


dengan seyum. “Sepertinya anakku ini menemukan sesuatu yang membuatnya bahagia.”


batin Angelina menerka di balik wajah merona dan ingin curhatnya Arman.


“Yah udah, sana mandi.”


Ucap lagi Angelina menyuruh Arman mandi dengan diikuti gerak kepalanya.


---------------------------


Arman memasuki


kamarnya. Setelah melepaskan dan merapikan tas serta pakaiannya- Arman pun


mandi. Di kamar mandi, bayangan akan seyum, tawa dan juga merdu suara Nur


Asyifa menghiasi setiap inci pikiran Arman. “Alhamdulillah, Subhanallah,


Laillaha’illallah waw’lahu akbar. Terima kasih padamu ya Rab, punji dan syukur


karena mempertemukanku dengan sosok wanita yang ku idamkan. Ngga nyangka dialah


wanitanya.” Batin Arman dengan seyum yang tersungging tulus dan haru dari


bibirnya.


Acara mandi kini telah


selesai, setelah memakai pakaian Arman merebahkan tubuhnya di kasur, memejamkan


mata seraya membayangkan kembali seyum, tawa dan merdu suara Nur Asyifa. Ia sudah


di buat candu oleh Nur Asyifa. Wanita pertaman yang bukan saja mengetuk pintu


hatinya, namun sudah mencuri hatinya.


Sosokmu


merajai pikiranku, mungkin aku yang hanyal tapi aku tak dapat berpaling dari


pandangan.


Setiap


gerak tubuhmu bagaikan syahdu indah di pandang mata, merdu indah di dengar


telinga.


Nur


Asyifa, kenyakinan jiwa mengalun untuk mengenal dirimu dalam.


Pandang


pertama yang aku kira hanyalah kasihan dalam pemikiran, ternyata teralihkan


menjadi gejolak cinta.


Tuhan,


dalam peluh aku berdoa. Dalam dosa aku meminta.


Ijinkan


aku mengenalnya dalam halal.


Segera


yang di takdirkan hingga tak menimbulkan banyak dosa dari pikiran yang tak


pernah hilang sosoknya di pelupuk mata.


“Amin.” Ucap Arman


mengamini doa tulus dari dasar hatinya itu diikuti dengan gerak kedua


tangannya.


-------


-------


-------


Tok.. tok…


Pintu kamar Arman di


ketuk.


“Assalamu’alaikum, apa nenek

__ADS_1


boleh masuk?” terdengar suara tanya dari luar kamar yang sudah tidak asing bagi


Arman.


Laki-laki itu pun


segera membukakan pintu. “Wa’alaikum salam, nenek.” Balasnya seraya memeluk


sang nenek yang berdiri di depan pintu.


“Nenek boleh masuk?”


tanya nenek masih dalam pelukkan Arman.


Arman melepas


pelukkannya dan mengangguk dengan seyum seraya berucap, “Boleh dong nenek.”


Mereka pun masuk ke


dalam kamar, dan duduk di kasur.


“Bagaimana kegiatan


kampus hari ini?” tanya nenek memuai percakapan.


“Alhamdulillah


menyenangkan seperti biasanya nek.” Jawab Arman dengan sumringah.


“Alhamdulillah, oh iya


Man. Kamu pintar ambil-ambil filem di internet tidak?”


Arman mengerutkan dahi-


bingung. “Ambil-ambil filem itu download film gitu kan nek?” tanyanya dengan


menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


“Yah, seperti itulah


bahasa alay anak jaman sekarang.”


“Hahahhaha…” Arman


tertawa lucu, bukan menertawakan bahasa neneknya tetapi ia sudah bisa mengira


jika pasti neneknya akan menyuruhnya mendownload film India yang di gemari


beliau itu.


“Jangan ketawa, nenek


sumpahin gigimu bintitan.” Gerutu nenek dengan wajah kesal yang dibuat-buat.


“Apaan sih nek, gigi


kok bintitan.”


“Bisa saja, kalau Allah


berkehendak.” Ucap nenek kukuh.


Ampun deh, Arman hanya


dapat terkekeh di dalam hati melihat tingka neneknya yang begitu menggemaskan.


“Oh bidadari terindah


kekhilafannya yang tanpa sadar menyakiti hati bidadari!” ucap Arman dengan


godaan mautnya.


Nenek


memandang Arman- angkuh dan berkata, “Karena hati Bidadari ini penuh dengan


kasih, maka bidadari akan memaafkan dan mengampuni cucuku itu dengan syarat ia


mampu mengambil filem india kabhi kushi kabhi gham di internet untuk bidadari


ini tonton., karena rasa kangen akan filem itu sudah mendalam dan ingin


menontonnya kembali, mengenang kisah asmara dan kasih yang menyentuh jiwa


sampai butiran bening mengalir di pelupuk mata tanpa ada paksaan dari awal


sampai akhir cerita.


Astaga


nenek…..


Akhirnya


Arman sadar bagaimana sifat alay ayah, dirinya, kakaknya dan adiknya berasal. Itu


pasti dari neneknya yang menurunkan.


dan seperti yang Arman pikirkan sebelumnya, neneknya memang berharap bahwa Arman dapat mendownload film India kesukaan nenek.


 


“Baiklah


bidadariku. Permintaanmu adalah perintah utama bagiku. Keinginanmu mutlak dan


akan ku penuhi bagaimanapun caranya.”  Ucap Arman.


“Sungguh!


Ok. Nenek tunggu.” Ucap nenek sumringah yang telah kembali berbicara layak.


Arman


hanya menganguk dengan seyum yang tersungging di bibirnya.


“Kamu tahu ngga Man,


filem kabhi kushi kabhi gham itu


pemainnya sangat populer. Artis ganteng dan cantik di India. Ada Amitabh Bachchan sebagai pria dingin dan sukses tetapi sayang


keluarga dengan gayanya sendiri, ada juga Jaya Bachchan dia berperan sebagai


istri dan ibu yang hangat dan penyayang, sungguh wanita idaman semua kaum adam,


yang paling nenek cintai tentunya Shahrukh Khan artis idola sepanjang masa, ada


juga Kajol, Hrithik Roshan yang tampannya mentereng, Kareena Kapoor dan Rani


Mukerji. Artis-artis kelas dunia deh.” Tutur nenek panjang lebar dengan


mengagum-angungkan pemeran film yang di inginkannya itu.

__ADS_1


“Apa


film nya sangat menarik nek?” tanya Arman yang sudah mulai penasaran setelah


mendengar nenek begitu mengagumkan pemera-pemarannya.


Nenek mengangkat


satu alisnya dan terseyum, “tentu dong.”


Setelahnya nenek


pun mulai menceritakan sinopsi film tersebut pada Arman yang penasaran.


Walaupun Arman


seorang puitis, ia jarang menyukai drama romantic, ia lebih menyukai animasi


seperti Conan, Naruto dan film trailer lainnya yang lebih mengacu adrenaline.


Namun hanya


dengan hitungan jam semuanya berubah, mengenal sosok Nur Asyifa membuat dirinya


mabuk kepayang dengan keromantisan. Apalagi saat nenek mengatakan film ini


mengenai kisah cinta, Arman jadi membayangkan bahwa ia ingin mempelajari


sedikit bagaimana cinta dalam pandangan dunia drama.


Apakah gila


seperti dirinya yang sekarang?


Nenekpun mulai bercerita,


“Yashvardhan Raichand (Amitabh


Bachchan) merupakan konglomerat yang tingga di Delhi bersama


dengan istrinya yaitu Nandini (Jaya Bachchan) dan kedua anak laki-lakinya yaitu Rahul dan Rohan. Rohan


merupakan anak pertama yang diadopsi oleh Yash dan Nandini saat dia lahir.”


Hal ini


diketahui oleh keluarga besar Raichand kecuali Rohan. Suatu ketika Rahul (Shah


Rukh Khan) yang tumbuh dewasa bertemu dengan wanita cantik bernama


Anjali Sharma (Kajol Devgn) yang ceria. Mereka pada akhirnya saling jatuh cinta akan tetapi cinta


mereka tidak direstui sebab Anjali berada dari keluarga yang tidak berada.”


“Sama


aja kayanya dengan kisah cinta drama romantic yang ada di pasaran.” Ucap Arman


yang tidak mendapatkan gambaran dari cerita nenek yang sesuai dengan


ekspetasinya.


 


 


“Dengerin dulu alur ceritanya, filem


ini tu beda ama yang lain.” Celutuk nenek- kesal dengan penuturan Arman yang


menurutnya asal.


Nenek


kembali melanjutkan ceritanya.


“Yash mengumumkan keinginannya untuk menikahkan Rahul


dengan wanita lain yaitu Naina (Rani Mukherjee) sebab dia


percaya bahwa orang tua mempunyai hak untuk memilih pasangan anak mereka. Namun


Naina mengetahui bahwa Rahul mencintai Anjali dan meminta Rahul untuk mengejar


cintanya.”


Nenek


melihat wajah Arman yang mulai tertarik sampai di bab ini. Dan nenek kembali


melanjutkan ceritanya.


“Ketika Yash mengetahui hal ini


membuatnya marah sehingga Rahul berjanji untuk tidak menikahi Anjali sebab dia


ingin menyenangkan ayahnya. Namun seiring berjalannya waktu ayah Anjali (Alok Nath) telah meninggal hal ini rupanya membuat Rahul memutuskan untuk


menikahi Anjali meskipun harus berhadapan dengan ayahnya……….”


“Sampai disini dulu ceritanya.” Ucap nenek dengan tenangnya.


Arman menatap neneknya- dalam dengan ekspresi datar.


“Kenapa?” tanya neneknya kemudian.


Arman mulai mengerutkan dahi dan memanyunkan mulutnya seperti


bebek- ngambek. Ia masih ingin mendengar kelanjutan cerita itu, namun nenek


malah menyudahi di tengah jalan, membuat penasaran.


Nenek tertawa dan kemudian berucap, “makanya, cepat ambil filemnya


di internet supaya kita bisa nonton bareng. Kalau di ceritain semua, nantinya


kamu bakal bosan saat nontonnya. Tapi nenek yakin, kamu pasti ngga bakal bosan.


Sama seperti nenek. Hahhaahhhahha..”


Arman masih tetap dengan ekspresi yang sama, walau sang nenek


sudah berkata panjang lebar. Hingga adzan mangrib berkumandang mengisyaratkan


umat muslim untuk berhenti sejenak dari aktifitas dunia dan meberikan beberapa


menit yang tidak berharganya itu pada sang maha Pencipta langit, bumi dan segala


isinya itu.


*********


*********


Hai Sahabat Mangatoon, terima

__ADS_1


kasih sudah membaca Novelku ini Salam Hangat Jamaludin M.


__ADS_2