OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Me And My Friends (3)


__ADS_3

Me and My Friends (3).


.


.


.


"Apakah kalian ingin melihat hewan langka?" Cristy mengajak kami kesalah satu ruangan yang berisi hewan hewan langka. Tentu kami ingin ikut.


Setelah sampai, ruangan Itu memiliki puluhan bahkan ratusan pintu.


"Kok banyak pintu ?" Tanya Shifa penasaran.


"Setiap pintu berisi hewan langka yang bisa dikatakan tidak terdapat di dimensi kalian." Ucap Cristy sambil berjalan kesalah satu pintu.


Membukanya dengan anggun lalu tersenyum mengisyaratkan kami untuk segera masuk.


Aku kira ruangan nya adalah ruangan kecil, ternyata ruangan ini adalah alam bebas!


"Disini ada hewan apa?" Ucap Rezky memandang sekitar yang tampak seperti berada diluar istana. Masalahnya banyak hutan dan ada danau dihadapan mereka.


"Kemarilah, aku memanggil mu.." Cristy mengucapkan beberapa kalimat lalu muncul ular panjang dan berukuran besar keluar dari permukaan danau.


Sontak kami berempat langsung berlindung dibelakang Cristy.


Namun Cristy bilang bahwa dia tidak berbahaya, ketika ular itu mendekat, kami baru sadar bahwa itu bukan ular! Melainkan seekor naga! Ya itu naga! Kumis panjang dan 4 kaki pendeknya terlihat jelas sekarang.


"Itu naga!!!" Rezky berteriak histeris.


"Apa ini nyata? Bukannya naga hanyalah mahkluk mitologi?" Natasya berkata dan disetujui oleh Shifa.


"Itu jika dialam kalian, dialam ku ini. Mereka hidup dan berkembang."


Naga itu berwarna hijau cerah, panjangnya mungkin dua belas meter.


"Boleh aku menyentuhnya?" Entah apa yang berada didalam pikiran ku, namun aku serasa ingin menyentuh naga itu.


"Tentu saja." Ujar Cristy dan aku memberanikan diri untuk melangkah maju dan dengan gemetar tangan mu memegang sisik naga itu.


Oh God! Penuh dengan lendir.


"Naga nya sangat besar, berapa umurnya?" Aku bertanya lagi dengan tangan yang masih mengusap sisik naga.


"Satu bulan."

__ADS_1


"Apaaa!!!! Serius satu bulan? Ya tuhan! Gede banget!" Aku tak percaya umur naga ini satu bulan.


"Itu masih kecil..ingin melihat ibu nya?" Belum sempat aku berkata 'ya' Cristy terlebih dahulu menepuk tangannya dan seketika danau itu mengeluarkan gelembung besar dan suara yang menyeramkan.


Tak lama muncullah sosok naga yang sangat besar keluar dari danau itu, ini gila! Naga itu seukuran dengan gedung yang memiliki 30 lantai! teman teman ku langsung terduduk ketakutan. Aku saja langsung refleks melepas tangan ku dari anak naga itu.


"Dia naga dewasa yang berumur ratusan tahun." Ucap Cristy.


"Ini gila! Gue kaya lagi didunia para monster!" Spontan Shifa berkata.


"Hehehe, kalian tak perlu takut, naga ini baik." Ucap Cristy.


"Ayo kita lihat yang lain." Ucap Cristy meninggalkan kami diruangan itu, kami yang sadar langsung berlari mengejar Cristy. Namun tidak dengan diri ku.


"Selamat tinggal..." Dengan bodohnya aku berucap salam perpisahan dan melambaikan kemahkluk sebesar itu.


kami melanjutkan kepintu yang lain. Cristy memilih pintu berwarna merah.


"Aku masuk.." kami pun masuk diikuti oleh Cristy.


Sebenarnya, kami lebih menganggap hewan itu sebagai monster, bagaimana tidak. Ukuran mereka sangatlah besar. Dan kini yang kami temui juga sangat besar. Seekor orang utan?


"Orang utan?" Ucap ku.


"Usia nya sudah menginjak ribuan tahun."


"Ini...pertama...kalinya..kau..membawa..manusia.."


"KAU BISA BICARA!!! TUHAN! KENAPA SKU LUPA MEMBAWA PONSEL! APA DIDUNIA INI ADA PONSEL!!!" itu aku yang berteriak.


"Kau..pikir..hanya..kaum mu..yang dapat..bicara?" Tanya nya dengan suara yang sedikit bergetar.


"Umurnya sudah sangat tua, dia adalah salah satu raja. Kalian tau, aku sebagai ratu yang menguasai hutan merasa sedih ketika melihat kaum kalian membakar hutan sehingga beberapa rakyat ku mati sia sia." Cristy berbicara sambil keluar dari ruangan itu.


"Maaf kan kami para manusia yang tidak bisa menjaga dan melestarikan hutan." Rezky berucap.


"Tidak apa apa, aku tau jika tidak semua manusia seperti itu. Ribuan tahun aku memimpin hutan, beberapa ratus tahun belakangan ini, para manusia memburu hewan dan menyiksa mereka, beberapa dari kami benar benar hilang dan tak dapat ditemukan. Untuk mencegah hilangnya rakyat ku. Aku meminta para bawahan ku untuk mengambil mereka dihutan lepas dan membawa mereka kesini untuk dikembangkan." Ucap Cristy dan kembali Melanjutkan melihat hewan, tidak. Maksud ku monster berikutnya.


Kami begitu menikmati melihat mahkluk yang tidak pernah kami lihat sebelumnya hingga tak sadar bahwa kami seharusnya sudah pulang. Kami pun meminta Cristy untuk mengantar kami pulang.


Cristy menuntun kami ketengah hutan tepat pertama kali kami kemari tadi,


"Teruslah berjalan ke depan maka kalian akan kembali kerumah kalian. Aku hanya membawa jiwa kalian tidak tubuh kalian." Ucap Cristy dan kami hanya mengikutinya. Kamu berpegangan tangan dan terus berjalan ke depan, namun kami tidak kembali ketempat kami berasal.


Beberapa langkah lagi kami akan menabrak pohon. Namun kami terus berjalan karena Cristy tidak membolehkan kami berhenti, karena akan berakibat fatal pada kami.

__ADS_1


Terus berjalan, ketika hendak menabrak pohon.


Aku terbangun dan kembali Ketubuh ku. Aku seperti bermimpi dan terbangun karena .serasa akan terjatuh.


Ternyata tidak aku saja yang mengalaminya, teman teman ku juga seperti itu.


"Gimana? Kalian ga papa kan?" Tanya ku ketika teman ku sudah sadar, mereka hanya menganggukkan kepala.


"Gila, gue harus pulang. Kalo engga bisa kena batang sapu gue." Ucap Shifa.


Shifa bergegas memasukan barangnya kedalam tas dan segera pergi. Namun setelah membuka pintu. Ternyata masih ada matahari yang muncul. Bingung, Shifa langsung membuka ponsel dan diponselnya menunjukan pukul 15:02.


Seingatnya dia pergi menemui Cristy dijam yang sama.


Aku melihat Cristy muncul dan dia langsung berkata sesuatu untuk menjelaskan.


"Di dimensi ku, satu hari sama dengan satu menit. Jadi jangan terkejut seperti itu. Cepat jelaskan itu kepada teman mu." Ucap Cristy sambil melayang tak tentu arah.


"Kata Cristy, satu hari didunia dia. Sama kaya satu menit didunia kita." Ucap ku menjelaskan.


"Beneran? Tapi kayanya beneran deh. Serius ini?" Shifa seolah tak percaya jika dia berkeliling sangat lama diistana cristy hanya memerlukan waktu satu menit? Sangat ajaib.


"Sungguh, berarti kita bisa liburan tanpa harus nunggu sekolah libur..yeahhh!!" Teriak Shifa lalu berjalan kembali kekursi dan duduk sembari memakan Snack yang tersisa.


Itulah pengalaman kami bertemu dengan Cristy. Aku merasa senang atas kejadian hari ini, Cristy pun terlihat senang karena dia tersenyum. Jika ada waktu, aku ingin kembali ke dimensi Cristy dan berkenalan dengan para monster yang ada disana.


Diwaktu yang akan datang, aku akan kembali ke istana Cristy.


Sekarang aku semakin sadar bahwa mata ku ini bukan pembawa sial, mata ini membawa ku kebahagian. Okey, mulai sekarang aku akan mencari banyak teman lagi, teman yang seperti Cristy. Karena berteman dengan mereka cukup asik dan menyenangkan.


.


.


.


.


T


B


C


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2