OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
You're All Annoying


__ADS_3

You're all Annoying


.


.


.


Besok pagi akan dilaksanakan ujian kenaikan kelas. Aku belajar dengan sungguh sungguh, membuka smartphone? Tentu saja masih ku lakukan. Aku belajar sambil mendengarkan musik kesukaan ku. Terkadang, aku mengikuti lirik lagu sambil membaca buku.


Aku terus membaca dan menghiraukan bahwa ada kepala yang beterbangan diluar jendela. Where's Cristy? Entahlah, mungkin pergi ke istananya.


Kepala itu terus berusaha untuk mengganggu ku yang sedang belajar dengan cara membenturkan kepalanya kekaca jendela sehingga tercipta suara yang menurut ku sangat berisik.


BRAAKKKK!!!


"ENYAH KAU!!!"


jangan kaget karena suara tadi berasal dari tangan ku yang kugunakan untuk memukul jendela.


"Faresta! Jangan berteriak!"


Dan terdengarlah suara kak Eva. Aku tidak berniat untuk menjawab karena terlalu kesal sama hantu yang hanya memiliki kepala.


"Sial! Hantu menyebalkan! Sekali lagi kau kemari, akan ku belah kepala mu dan ku makan isi kepala mu itu!" Ancam ku melihat kepala itu masih melayang disekitar jendela ku.


Sabar Faresta, kau harus sabar. Kau berhadapan dengan hantu, jika kau terlalu merespon mereka. Kau akan dinyatakan gila oleh warga.


Aku membuang nafas dan melanjutkan untuk membaca buku lagi.


"Kkkkrrrrrkkkk.... hihihi...brururu.."


"Grrrrrkkkk...kukuku..."


"Hantu menyebalkan! Apa kalian tidak pernah merasakan jika diganggu ketika belajar!" Ucap ku tak sadar.


"Ah maaf, aku baru sadar jika kalian tak pernah bersekolah." Ucap ku menoleh kearah mereka yang sengaja mengganggu ku.


Seketika semangat ku untuk belajar menghilang entah kemana. Dasar hantu menyebalkan, jika Cristy datang akan ku suruh dia memakan mereka.


Aku yang kesal langsung keluar kamar, ketika membuka pintu tu.


Hitam?


Sosok hitam menghalangi ku keluar dari kamar.


"Bisa kah kau minggir? Apa kau tak sadar diri badan mu yang lebar itu menutupi jalan ku?" Aku tidak peduli lagi dengan rasa takut. Mereka begitu menyebalkan.


Karena mahkluk itu tidak juga bergerak, aku langsung menutup pintu Dengan sangat kencang sehingga menimbulkan suara yang tidak enak didengar.


"FARESTA! Kau sedang belajar atau latihan bela diri!" Teriak kak Eva, lihat! Karena hantu itu. Sekarang aku yang dimarahin.


Memilih duduk kembali kemeja belajar sambil membuka kamus bahasa Inggris yang sangat tebal, sengaja ku buka jendela agar angin masuk dan memikirkan satu rencana.

__ADS_1


Aku mulai menghapal beberapa kata yang belum pernah ku dengar. Si kepala jelek itu kembali mengganggu ku, berniat masuk dan...


BRAAKKKK....


"Mati kau sialan!"


Ucap ku mendapati kamus tebal milik ku memukul tepat diatas kepalanya. Ku tarik rambut yang menempel dikepala itu. Ku tarik dan ku lempar ke arah luar jendela.


Ku harap otaknya bergeser dan dapat berpikir seperti manusia.


Kepala yang terlempar itu kembali melayang memperlihatkan wajahnya yang berubah menyeramkan, matanya merah darah.mulutnya yang besar melayang kearah ku.


Aku segera menutup jendela namun itu tidak sempat karena kepala itu sudah masuk kekamar dan hendak menggigit ku.


Aku tidak mau menjadi kepala yang dapat melayang!


Mengambil sapu yang berada dikamar ku, dan mulai memukul nya ketika hendak mendekat.


"Menjauh dari ku!"


"Aku akan mengingat mu sebagai mahkluk yang paling menyebalkan!" Teriak ku sambil mencoba memukul kepala itu dengan sapu yang ku gunakan.


Disaat seperti ini, Cristy malah tidak ada. Aku kan butuh bantuannya untuk membelah kepala dihadapan ku ini. Butuh puluhan menit yang ku perlukan untuk mengusir kepala itu.


"Sial! Jika aku masih hidup besok! Akan ku bawa kapak kekamar ku untuk memotong kepala mu!" Teriak ku lagi.


Dan seketika dia terbang melayang keluar jendela, wah..ternyata dia takut dengan ancaman kapak ku.


Ku ambil earphone yang berada didalam laci nakas, kau sambungkan dengan ponsel lalu ku hidupkan lagi. Kembali fokus belajar, apa sekarang aku selalu sial? Musik yang ku putar malah membuat ku mengantuk! Aku bahkan baru membaca 2 bab. Masih ada 4 bab lagi yang harus ku baca. Aku berniat membuat secangkir kopi, ku berdiri dari kursi dan berjalan membuka pintu.


Tidak ada hantu menyebalkan tadi, aku melangkahkan kaki ku dan ketika hendak menuruni tangga.


Seorang wanita berpakaian putih menangis tersedu sedu. Aku kembali membuang nafas ku kasar, sekarang rumah ku menjadi sarang hantu.


Aku terus menuruni tangga hingga tangga terakhir dimana wanita itu duduk. Aku hendak melewatinya tapi baju ku malah ditarik. Aku memutar tubuh ku dan menatap nya.


"AAAHHH!!! ADA HANTU DENGAN WAJAH BERDARAH DAN MATA YANG HILANG!!"


ingin ku berteriak seperti itu, tapi aku sadar bahwa aku tak akan melakukan hal konyol seperti karena aku sudah terbiasa.


"Aku sudah bertemu iblis, jika hanya hantu seperti mu aku tak akan takut." Ucap ku menatapnya sangat datar dan kembali kearah dapur.


Keadaan dapur sangat sepi. Jika dilihat dengan mata biasa, tapi jika punya indra keenam. Maka dapur ini tidaklah sepi, ada beberapa hantu yang berdiri menatap kearah ku. Menatap seperti aku seorang pencuri yang masuk kerumah mereka.


"Kalian menatap ku seperti menatap pencuri! Ini rumah ku! Jangan menatap ku begitu! Aku usir kalian baru tau rasa!" Ucap ku kesal.


Aku bergerak untuk membuat kopi yang ku tambahi susu. Oke sekarang aku membuat kopi susu. Mengaduk kopi susu tersebut, dan sekarang ada hantu laba laba berkepala manusia. Aku menghiraukan nya, terlalu lelah, terlalu malas, jika aku punya sihir, aku musnahkan mereka semua.


Kembali aku naik kelantai dua, dimana kamar ku berada, kembali melewati wanita yang menangis itu. Terkadang aku selalu bersenggolan dengan anak anak kecil yang berlarian.


Sekarang sangat menyebalkan!


Ingat. Manusia sabar akan disayang oleh Tuhan.

__ADS_1


Karena tuhan sayang sama aku.


Maka aku harus sabar.


Membuka pintu kamar, kembali kemeja belajar dan meminum kopi susu itu.


Membuka buku lagi, kantuk ku sudah hilang, belajar kembali hingga tengah malam.


Ah..aku mengantuk, semakin malam semakin banyak hantu bermunculan. But, tidak masalah dan aku tak peduli. Sekarang aku mau tidur hingga pagi. Berharap mendapat nilai yang bagus, setidaknya mendapat seratus.


Aku pergi kekamar mandi, lihat lah disana! Bahkan ada wanita dengan darah berlumuran dimulutnya menatap ku tajam.


Hei, ini toilet milik ku. Karena aku pria, maka toilet ini adalah toilet pria, kenapa ada wanita yang masuk!


Aku mencuci muka dan kaki ku, mencuci tangan ku, membersihkan gigi ku. Ketika selesai aku langsung tersenyum menampilkan deretan gigi yang sudah bersih.


Wanita dibelakang ku mengikuti apa yang ku lakukan.


"Kau tampak mengerikan nonna." Ujar ku langsung.


Aku keluar dari kamar mandi dan bersiap siap untuk tidur, menaiki kasur empuk ku. Memakai selimut agar tidak kedinginan. Aku sudah sangat mengantuk. Memeluk guling ku, ugh terasa sangat nyaman, tapi...


Wait..bukan kan bantal guling ku tak sepanjang ini? Bantal guling ku hanya sepanjang satu meter, tapi kenapa ini sangat panjang ya?


Aku membuka mata dan..


"Brengsek! Sial! Enyah kau keneraka!" Terlalu sial! yang ku peluk adalah pocong yang wajah nya penuh dengan lubang berisi cacing! Aku menendang tubuh pocong itu hingga terjatuh dari kasur ku.


"Aku sudah mencuci muka ku! Kenapa kau! Aarrghhhh!! Sana masuk kedalam tanah!"


Bisa kah aku menghilang kesurga? Ini diluar kesabaran ku. Kembali ku coba tidur, ketika hendak menuju alam mimpi, ku rasakan tangan meraba perut ku. Ada yang memeluk ku dari belakang sekarang.


"Minggir sebelum ku panggil Cristy kemari dan membunuh kalian semua! Aku sudah muak sekarang!"


.


.


.


.


T


B


C


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2