
Meet the devil.
.
.
.
Kini aku sedang berada dikamar ku. Aku duduk dengan tenang untuk memulai sebuah ritual.
Sebuah buku yang kosong dengan sebuah benda panjang akan ku gunakan untuk memulai ritual.
Jangan berpikir yang tidak tidak. karena ritual yang ku maksud adalah mengerjakan pekerjaan rumah.
Hari ini terlalu sial, aku ketiduran ketika pulang sekolah dan terbangun jam 10 malam, melupakan pekerjaan rumah yang di berikan oleh guru.
Aku mengerjakan tugas hingga waktu menunjukan pukul 1 , itupun baru ku kerjakan sebagian. Masih ada beberapa tugas yang harus dikerjakan.
Meja belajar ku berhadapan langsung dengan jendela sehingga dapat menatap pemandangan di luar.
Kini sudah hampir jam 2, aku sudah hampir selesai, sedikit lagi tugas ku selesai. Hanya beberapa kata saja. Namun, angin yang kencang mengagetkan ku. Ku lihat awan, namun tidak terlihat sedang mendung.
Terdengar suara anjing yang bergong gong, disahuti dengan Kokokan ayam jantan.
Udara menjadi dingin. Angin bertambah kencang.
Braaakk...
Aku terkaget hingga terjatuh dari kursi ketika jendela ku terbuka dengan sendirinya. Dengan cepat aku bergegas dan menutup kembali jendela kamar ku. Aku tidur dilantai dua, sehingga ketika aku menutup jendela, aku bisa melihat pemandangan sekitar.
Lagi, aku dibuat terkejut ketika melihat para hantu. Mulai yang berbentuk normal hingga berbentuk monster seluruhnya keluar. Begitu banyak sehingga daratan ini hanya dipenuhi oleh mereka saja. Perkumpulan mereka itu menciptakan lautan hantu dengan berbagai bentuk.
Seketika terdengar sorakan sorakan yang dihasilkan oleh hantu itu, dan itu membuat angin bertambah kencang dan riuh.
Aku terpaku menatap mereka. Seolah olah sedang menyambut sesuatu yang sangat berkuasa. Selanjutnya mereka menunduk seolah olah ada yang mereka hormati.
Bulan yang terang itu berubah menjadi bulan yang berwarna merah. Begitu merah sehingga tampak seperti gumpalan darah.
Setelahnya langit seperti terbelah dan turunlah sosok.
Aku tidak tau apa, yang ku lakukan hanyalah diam, pikiran ku menghilang ketika menyaksikan kejadian ini.
Ada mahkluk yang turun dari langit dan dikelilingi oleh cahaya merah.
Aku yang melihatnya bergetar hebat, keringat membanjiri ku.
Sosok disana memiliki tanduk di kepalanya. Sayap yang lebar menghiasi punggungnya. Mahkluk itu terbang, jaraknya dengan ku mungkin hanya dua ratus meter saja.
Dia seolah sadar jika sedang tatapi oleh ku. Dia menatap ku dan dengan cepat cahaya merah menuju kearah ku membuat ku tak sempat untuk menghindari. Cahaya merah itu mengenai ku hingga ku terpental dan tubuh ku terbentur oleh dinding.
__ADS_1
Dan sialnya..
Aku pingsan..
.
.
.
Aku terbangun diruangan serba putih, apa aku sudah mati?
Seingat ku, aku diserang oleh mahkluk mengerikan ketika didalam kamar.
Mungkin aku sudah mati, dan aku tidak bersedih karena aku bisa bertemu kedua orang tua ku dan Tante ku yang selalu merawat ku.
Aku mencoba berdiri dan aku mulai bingung, ruangan ini seperti tak ada ujung nya. Aku berjalan dan berlari. Hingga menemukan sebuah pintu. Itu hanya pintu kayu yang tampak sudah lapuk.
Aku membukanya dan aku membelalakkan mata ku. Ini sebuah hutan! Aku yang baru keluar dari pintu itu membuat menjadi perhatian para hantu.
Aku dikelilingi oleh hantu, kebanyakan dari mereka berbentuk setengah manusia dan setengah hewan.
Mereka menatap lapar kearah ku. Dan tidak butuh lama mereka mulai mendekati ku, aku pun tidak tinggal diam, dengan cepat aku berlari dan berdoa kepada tuhan. Aku berlari dengan kencang, tak peduli kaki ku yang sakit menginjak ranting ranting.
Tubuh ku pun ikut tergores oleh ranting, air mata ku keluar menunjukan betapa takutnya aku. Aku berlari tanpa arah, hutan ini sangat gelap. Hanya bulan merah yang menjadi sumber penerangan.
Aku melangkahkan kakiku dengan cepat hingga tak sadar tersandung dan mengakibatkan tubuh ku terjatuh. Aku menangis sambil berdoa kepada tuhan untuk keselamatan ku.
"AAAAKKHHHH...!!!!!" teriak ku kencang.
"Aahhhhhh..." Rintihan keluar dari mulut ku.
Aku terus berteriak hingga tarikan pada tubuh ku berhenti. Berhenti didepan puluhan mahluk yang menatap ku seolah ada mangsa yang sekarat. Aku sangat lemas dan tak berdaya.
Aku bahkan tak memberontak ketika leher ku dicekik dan diangkat oleh kuku mereka yang panjang.
Dan selanjutnya tubuh ku dihujani oleh tusukan yang berasal dari kuku mereka.
Sangat sakit hingga aku tak merasakan ada nyawa lagi ditubuh ku.
Mulut ku mengeluarkan darah.
Perut ku dihujani oleh tusukan mahluk menyeramkan itu.
Lalu aku diangkat dan mulut mereka menganga lebar.
Aku menangis karena tidak mau mati seperti ini.
Memohon jika ada seseorang yang bisa menyelamatkan ku. Aku merasakan ada aura merah menyala yang sangat panas datang membuat mereka melepaskan ku dan pergi menjauh. Aku yang tak berdaya tak bisa berbuat apa apa. Mencoba untuk lari karena, jujur saja aku sangat takut ketika aura itu terasa mendekat, udara mulai memanas, nampak pohon pohon mulai layu dan seketika terbakar.
__ADS_1
Tuhan, mahkluk apalagi yang aku hadapi. Aku melirik ketika tepat diatas kepala ku ada seseorang dengan api yang menyala disayapnya. Mata miliknya yang merah membuat ku merasakan panasnya neraka.
Api mulai membakar hutan ini.
Aku lepas dari monster. Lalu aku berhadapan dengan rajanya monster.
Seperti lepas dari kandang harimau, masuk ke kandang singa.
Tubuh ku yang terbaring lemah tiba tiba melayang dan berdiri dengan sendirinya. Aku dibuat berhadapan dengannya. Aku membeku ketika melihat nya. Dia adalah mahluk yang turun dari langit!
Tangannya terangkat mengarah kepada ku. Lalu dia menggerakkan tangannya seolah olah sedang mencekik.
Namun, aku yang merasa dicekik dengan kuat sehingga tak dapat bernafas.
Aku meneteskan air mata ku. Aku memberontak dengan kuat agar terlepas dari sosok dihadapan ku ini. Tapi sayangnya hal yang ku lakukan hanyalah sia sia.
Tiba tiba aku terlempar kedalam pohon pohon yang terbakar. Aku terpental hingga mengenai pohon. Begitu kuatnya aku terpental hingga pohon pohon yang ku kenai roboh.
Aku kepanasan ketika api mulai membakar tubuh ku. Rasa panas, rasa sakit, semuanya bersatu. Namun api yang menggerogoti tubuh ku hilang seketika.
Namun tubuh ku yang terbakar masih saja hidup, hanya saja aku merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Tubuh ku seolah olah tidak dibiarkan untuk pingsan. Bahkan untuk menutup mata saja aku tidak bisa.
Mungkin ini adalah kejadian yang sangat menakutkan dalam hidup ku.
Satu pohon terangkat dari tanah menuju langit, lalu dari akarnya muncul kobaran api, dan selanjutnya pohon itu jatuh tepat ditubuh ku.
Aku yang tertimpa pohon yang besar itu langsung masuk kedalam tanah bersamaan dengan akarnya yang masih mengobarkan api.
Sepertinya..
Aku akan mati..
Oleh mahkluk dihadapan ku..
Apakah ini akibat dari dosa dosa yang ku tanggung?
.
.
.
T
B
C
.
__ADS_1
.
.